Ega adalah alasan Andara mau menikah dengan Pras. Pria yang sudah menjadi kakak iparnya, suami dari saudara kembarnya Dinda.
Andara sangat membenci suaminya, bukan tanpa alasan. Peristiwa beberapa tahun lalu, membuatnya sangat membencinya Pras, sayangnya Pras menikah dengan sang kakak dan kini menikah dengannya karena wasiat Dinda sebelum dia meninggal.
Menjadi ibu sambung bagi Ega bukanlah hal sulit, tapi untuk mencintai suaminya terasa tidak mungkin.
Akankah Pras berhasil membuat dara mencintai nya? ataukah rumah tangga mereka akan karam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau Lupa sesuatu
Selesai sarapan Pras segera menuju kamarnya, dia bergegas untuk mandi.
Pras memilih kemeja kotak kotak dan celana bahan sebagai pakaian nya hari ini. Dia tidak ke kantor, karena orangtuanya memintanya untuk cuti, dan hari ini rencananya dia akan mengambil putranya.
"Segeralah bersiap, aku tunggu di depan." ucap Pras dengan nada datar kearah dara.
"Mau kemana kak?"tanya dara yang masih belum tahu kemana Pras akan membawanya.
"Kita akan menjemput Ega. Oh ya, mulai sekarang jangan memanggilku kakak, aku suami mu bukan kakakmu." ucap Pras.
"Lalu aku harus memanggilmu apa?" masih dengan nada tak suka dara bertanya.
" terserah, kau bisa memanggil mas atau mungkin suamiku" jawab Pras dengan nada mengejek kearah dara. Pras tahu Dara pasti setengah mati menahan kekesalannya. Setelah bicara dia meninggalkan dara berjalan keluar menuju mobilnya.
Dara bangun dan berjalan ke kamar untuk mengganti pakaiannya, walau kesal tapi dia tetap ikut menjemput Ega.
Tak ada yang mereka bicara kan disepanjang perjalanan ke rumah mama nya, Pras sibuk dengan kemudinya dan dara dia lebih sibuk melihat keluar jendela, menyaksikan jejeran pohon yang tertata rapih disepanjang jalan.
Sesekali Pras melirik kearah dara, tapi yang dilirik terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
Tanpa terasa mobil mereka memasuki halaman rumah mamanya. Pras memarkirkan mobilnya dan turun. Dia berjalan tanpa bicara Apalagi membukakan pintu seperti di film film.
Dara turun dan ikut masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum ma," ucap Pras di depan pintu.
"Waalaikum salam, lho nak Pras. Silahkan masuk" ucap mama
"Assalamualaikum ma" dara berucap di belakang Pras dan menyalim tangan ibunya.
"Waalaikum salam," mama menyambut dan memeluk putrinya.
"Dara buatkan minum untuk suami mu" terdengar suara mama memanggil dara.
"Ya ma" jawab dara.
Dara berdiri dan berjalan ke dapur, mama sedang berbicara dengan mas Pras ya sekarang aku harus memanggilnya mas. Jika tidak mau dia marah.
Setelah membuatkan nya minum, kau berlalu menuju kamar tidur gw. aku sudah merindukannya sejak kemaren.
Ega sedang tertidur di tempatnya, aku menggendong dan menciuminya. Aku sungguh sangat merindukannya. Perlahan bayi mungil itu membuka matanya, dia mengerjap dan tertawa ,hatiku terasa sangat bahagia. entahlah dia melihat aku atau bukan tapi aku sangat menyukainya, tawanya membawa kebahagiaan tersendiri bagiku. Dengan gemas aku menciumi pipi mungilnya.
"ayo kita pulang." sebuah panggilan menghentikan interaksi ku dengan Ega.
Tak menjawab aku memilih menggendong Ega dan membelakanginya. mungkin dia kesal dan berjalan kearah ku.
"Sore ini aku ada rapat dan mungkin pulang malam, kita harus pulang sekarang." ucapnya didekat dara.
"Mas bisa pulang duluan, aku bisa pulang sendiri nanti." jawab dara tanpa melihat suaminya.
Pras membalik tubuh dara agar melihatnya. "jangan memulai perdebatan denganku, kita pulang sekarang." ucap Pras
Tanpa banyak bicara dia menarik tangan istrinya keluar dari kamarnya.
"Maya, bereskan semua barang barang Ega." ucap Pras kepada Maya sang babysitter.
Maya dengan cepat menyusun barang barang Ega dan membawanya menuju mobil.
"Ma, kami pulang dulu," ucap Pras.
"Hati hati di jalan, mama titip dara ya." jawab mama dengan ekspresi sedih.
Dara berpamitan dan mama mencium Ega, sebelum mereka masuk kedalam mobil. Mama baru masuk kedalam setelah mobil mereka tak lagi terlihat.
"Kamu kenapa sih mas, aku bisa pulang nanti sore, jika kau sibuk tak apa aku bisa pulang sendiri." ucap dara kesal dengan kejadian tadi.
"Satu hal yang harus kau tahu, aku tak suka di bantah." jawab Pras tegas.
"Menyebalkan" ucap dara pelan.
Pras tak menanggapinya walau dia mendengarnya, Pras tak ingin pertengkaran mereka di ketahui oleh Maya,
Mobil akhirnya sampai di rumah, dara membawa masuk putranya dan Maya mengikutinya sambil membawa perlengkapan bayi nya.
Dara meletakkan Ega di dalam boks yang ada di kamar tidurnya. Awalnya boks itu ada di kamar bayi, tapi dara meminta mang Ujang memindahkannya agar dia bisa tidur bersama dengan putra nya.
...****************...
Pras kembali setelah makan malam, dia masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi.
Pras terus berjalan menuju kamar nya, dia tertegun melihat dara tidur memeluk putranya diatas ranjang.
Sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan hati, Ega terlihat nyaman dalam dekapan hangat bundanya. Sesuatu di dalam diri Pras menghangat, dia berjalan menghampiri keduanya.
Ega terlihat tertidur pulas begitu juga dengan dara istrinya. Lama di pandangnya wajah dara yang tak berbeda jauh dari wajah Dinda.
aku penasarannya sebenarnya apa yang membuatmu sangat membenciku, aku rasa aku tak pernah menyinggung mu.
Setelah lama memandang kedua orang itu, Pras bangun dan melangkah ke kamar mandi, dia mandi dan mengganti pakaiannya setelah itu ikut berbaring di sisi kanan mereka, Pras ikut memejamkan matanya.
Jika ada yang melihat mereka, pasti akan mengira mereka adalah keluarga yang sangat harmonis.
Seperti page sebelumnya, dara bangun lebih awal dan membuat sarapan. Dia sudah memberikan Ega kepada Maya, karena hari ini dia akan kembali bekerja.
Pras turun ke bawah dengan pakaian kerjanya, dia tertegun melihat menu sarapan diatas meja. Istrinya memang membuatkannya sarapan, tapi tak selengkap ini, dia paling hanya membuat teh dan roti. Sementara di depannya sudah ada menu lengkap dari nasi panas, omlett, ikan dan sayur.
"Bik" panggil Pras
"Ya den" jawab bibik
"Siapa yang masak se pagi ini." tanya Pras heran.
"Nona tuan," jawab bibik.
"ehm...makasih Bik" jawab Pras
Ternyata dia memiliki sisi yang sangat berbeda dengan saudara kembarnya.
Pras mulai menyantap sarapan nya ,saat dara turun dengan seragam kantornya.
"Kamu mau kemana?" tanya Pras
"Apa kamu lupa, aku mau bekerja." jawabnya santai dan duduk untuk sarapan.
"Jam berapa kamu pulang?" tanya Pras
"Entahlah, jika tidak lembur aku pulang jam lima." jawab Ega
"Jangan pulang malam, ingat kau sudah memiliki tanggung jawab, Ega menunggu mu di rumah." ucap Pras
"Aku tahu, tak perlu kau ingatkan." jawab dara mencebik kesal. Dara sejak tadi sudah coba menahan amarahnya. Dia tak mau moodnya rusak karena bertengkar dengan Pras.
"Aku duluan." ucap dara bersiap untuk pergi.
"Apa kau lupa sesuatu?" pertanyaan Pras menghentikan langkahnya.
Dara menoleh dan menatap Pras, sejenak keduanya saling tatap dalam diam. "Aku rasa tidak." jawab dara kembali berbalik dan bersiap pergi.
"Kau lupa ini." Pras menyodorkan tanganya. Mau tak mau dara mengambilnya dan menyalim tangan suaminya.
"Assalamualaikum mas" ucapnya pelan.
"Waalaikum salam." jawab Pras melepas kepergian istrinya.
klo belasan taun iyaa itu baru bener 😁😁😁
ada typo ya thor, typonya ganggu lho
Aku sekalian ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN by Ira. Yuk mampir kakak di jamin seru jangan lupa like dan commen
Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja? Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya. Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan sosok Aurelia yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.