Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Temanku
" pagi pak,sapa bi soimah saat melihat tuannya masuk keruang makan," pagi bi,mana niko?tanya yudha karena niko belum ada dimeja makan, " den niko masih pakai baju pak,jelas bi soimah dan mulai menata meja makan untuk tuannya sarapan pagi.
" hei boy...pagi pagi mukanya ditekuk gitu,nanti cakepnya ilang loh,goda sang papah.
niko hanya menatap sang papah tajam tak menjawab godaanya,
" bi,bilang sama mang jaja saya yang antar niko kesekolah,ucap yudha kepada bi eem sang baby sister.
" loh tumben pak,kaget bi eem.
" sudah lama juga kan gak mampir kesana,lagi gak sibuk juga dikantor,dalih yudha,matanya beralih menatap sang anak lelakinya yang masih cemberut.
" hei...kamu kenapa?ayo makan nanti telat.ucap yudha mengingatkan sang anak,
" niko malas sekolah pah,mau kerumah omah aja ah...tadi malam omah pulang gak bilang bilang,kesel aku,,gerutu niko yang mulai merajuk tak jelas.
yudha mengeluarkan jurus jitu terbarunya,
" nanti kalo gak sekolah,gak ketemu kak tiara donk,masa anak tampan gak sekolah..malu lah sama kak tiara,goda sang papah dan ternyata jurus jitunya berhasil niko mulai memakan sarapannya dan bergegas berlari kearah bi eem siap naik kemobil.
" semangat banget,bisa gitu ya dasar bocah..ucap yudha menggelengkan kepalanya aneh dengan perubahan sang anak.
" kenapa papah yang antar? tanya niko saat menaiki mobil sang papah, " pengen aja anter kamu,gak boleh? tanya yudha menatap sang anak yang sudah duduk disampingnya.
" jangan macam macam ya pah,ancam niko namun sang papah hanya menaikan bahunya cuek.
sesampainya di sekolah,niko belum juga turun dari dalam mobil membuat yudha heran " kok gak turun? nanati telat loh,ucap yudha.
" bentar pah,ucapnya cepat menatap jalanan sibuk hilir mudik kendaraan.
" itu mereka,ucapnya cepat dan langsung turun dari dalam mobil,berlari kearah dua anak laki laki yang terlihat beberapa tingkat diatas niko entah siapa,disusul bi eem yang keluar dari dalam mobil mengikuti sang tuan muda.
" kak bima,hmmm kak tiara kemana? tanya niko celingukan mencari sosok kakak bima dan bimo itu,bimo terlihat kesal namun ucapan ibu mengingatkannya untuk berteman baik dengan niko, " gak ikut antar,lagi uji coba ujian katanya jadi kak ara sibuk,jawab bimo terlihat malas dengan antusias niko.
senyuman niko hilang seketika," yahh.... gak ketemu donk hari ini,gumamnya lirih,membalikkan badannya masuk kedalam gedung sekolah,meninggalkan bima dan bimo yang masih berdiri mematung, " dia yang manggil dia yang ninggalin kita,huh dasar anak anehucap bimo kesal, " husss inget ucapan ibu,gak boleh gitu tau,ayo masuk bentar lagi bell,ajak bima menggandeng tangan bimo.
yudha hanya memperhatikan dari kejauhan bagaimana sang anak simatawayangnya bercengkrama dengan anak yang lebih besar darinya namun matanya mencoba mencari cari sosok gadis yang mungkin saja dia temui kembali,namun tetap tak ada sosok itu,jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi,itu artinya sudah satu jam lebih dirinya menunggu sosok gadis itu,sungguh konyol kau yudha,yudha melajukan kembali mobilnya menuju kantor,mungkin nanti akan bertemu kembali,yudha berfikir tiara adalah anak kampus jadi pasti tak selalu bisa mengantarkan sang adik adiknya kesekolah karena jadwal kampus selalu tak tetap,yudha berfikir akan kembali lagi nanti.
.................................................................................
sudah tiga hari sosok tiara tak terlihat,bahkan yudha masih setia mengantar jemput sang anak begitupula niko anak nakal itu terlihat makin sering merajuk hanya karena hal hal aneh membuat yudha kesal,dan akhirnya siang ini yudha meminta sang mamah untuk menjemput anak nakalnya itu,
mamah ingrid menunggu didalam mobil.
cklek..
omah...!!!! rajuk niko masuk dan memeluk omah,niko merengek entah menginginkan apa,
omah masih terheran heran menenangkan cucu kesayanganya itu.
" itu nyonya,hmmm den niko kepengen ini? ucap bi eem seraya memperlihatkan layar ponsel,terlihat gambar ikan kecil disana.
" apa ini? cacing? berudu? tanya omah heran,karena baru pertama kali melihat gambar yang menurutnya aneh.
" omahhh.....!!!! niko pengen ini...pokonya mau ini...rengek niko dipangkuan omah.
" iya iya nanti omah belikan,kita pulang dulu ya,kan niko harus les,ucap omah ingrid menenangkan sang cucu.
namun niko menggeleng kuat,tetap kekuh menginginkan permintaanya dikabulkan saat ini juga.
" iya,omah cari setelah omah antar niko pulang,kalau niko masih seperti ini omah gak akan turuti,ucap omah mulai mengeluarkan jurus mengancamnya,dan berhasil,niko turun dari pangkuan omah,mendudukan diri di samping omah,tangan mungilnya menghapus air mata yang membasahi pipinya itu,omah tersenyum menatap snag cucu yang sudah mulai bisa mengerti,tak seperti dulu sangat susah sekali dibujuk,membuat omah sedikit lega,setidaknya cucu tersayangnya ini sudah mulai beranjak dewasa,waktu yang tepat untuk mencarikan sang anak calon istri bukan?.
omah mencium kedua pipi niko gemas,meski niko mengelak,namun tetap omah mencium kedua pipinya, " omah stop it....niko sudah besar omah,nanti niko diejek teman teman,gerutu niko,omah hanya tersenyum geli mrndapati teguran dari snng cucu.
" omah pulang ya,jangan lupa makan siangnya dihabiskan,dan segera berangkat les,oke? omah mengelus pucuk kepala sang cucu,
" tapi belikan ikan itu ya,omah sudah janji bukan? tanya niko membulatkan kedua bola mata lucunya.
" iya omah janji,ini omah mau langsung jalan.
supir membukakan pintu mobil,omah melambaikan tangannya kearah niko yang mengantar kepulangan omah siang itu, " pak..saya mau cari ikan ini,pak supri tau dimana yang jual? tanya omah menunjukan foto yang dikirimkan bi eem,sang supir menepikan mobilnya sesaat,meraih layar pipih tersebut dan menganggukan kepalanya," oh...ini mah ikan ****** bu,bahasa gaulnya ikan Laga,jelas sang supir bernama supri tersebut.
" kamu tahu dijual dimana? tanya omah antusias dan terlihat lega karena sang supir bisa membantunya.
" tau bu,biasanya di daerah pasar minggu banyak bu,nanti saya mampir kesana,kita langsung pulang dulu kan bu?tanya sang supir seraya mengembalikan ponsel sang nyonya.
" kita cari sekarang saja pak,gak apa apa saya ikut saja,sekalian jalan jalan kan,sudah siang juga,takut tokonya tutup,kasihan yudha kalau sampai niko merajuk lagi,ucap omah.
sang supir menjalankan kembali mobilnya,tujuanya saat ini adalah kawasan pasar minggu,terlihat deretan toko toko dengan jalan yang padat ramai kendaraan," bu saya cari parkiran dulu ya bu,ucap mang sapri.
mang sapri menepikan mobilnya di salah satu toko aneka jajanan khas jawa,membukakan pintu untuk sang nyonya,omah turun dan meneliti daerah yang cukup ramai,banyak pembeli yang hilir mudik,berbagai macam banyak terjajahkan di setiap toko," mari bu,kalau gak salah di ujung sana ada toko ikan hias,maaf ya bu dapat parkirannya jauh,jadi kita harus jalan kesana bu,ucap mang sapri tak enak hati,siang ini kawasan memang terlihat padat,untuk mencari parkiran mobil memang sangatlah sulit.
" gak apa apa pak,ayo...ucap omah tak mempemasalahkannya,omah berjalan dibelakang pak supri sebagai penunjuk arah,beberapa kali omah bertabrakan dengan orangnorang yang berlalulalang,omah yang tak fokus akhirnya sedikit terhuyung saat seorang bocah laki laki gempal berlari dan tak sengaja menabrak kaki omah,namun omah tak sempat terjatuh karena tanganya dipegangi kuat oleh seorang wanita paruh baya berparas cantik,omah sontak kaget,pak sapri bergegas menghampiri nyonya yang hampir terjatuh itu, " bu...ibu gak apa apa? tanya sapri khawatir,
" saya gak apa apa mang,ucapnya tulus agar mang sapri tak khawatir,pandangan omah kembali menatap wanita paruh baya yang tadi menolongnya,sedang memunguti beberapa kantong belanjaannya yang terjatuh karena menolong omah yang hampir terjatuh tadi.
omah menghampiri sang wanita,matanya menatap penuh tanya,sang wanita paruh baya itu balas menatap omah dan tersenyum hingga lamunan omah terbuyarkan, " oh.... kau istri mas setyo kan? seru omah mengingat sosok sahabatnya dan sang suami kala itu.
" ibu kenal dengan suami saya? tanya balik wanita paruh baya tersebut.
" ya...kita dulu pernah bertetangga di surabaya, masa jeng lupa? ucap omah yang mulai mengingat sosok tetangganya dulu.
" i..ini...ini bu ingrid? tanyanya masih tak percaya.
" iya..kamu jeng laras kan?istrinya setyo?
laras menganggukan kepalanya," dimana setyo? sudah lama sekali ya,ucap omah begitu antusias.
" ada di toko sana bu,ibu mau berkunjung sebentar?tanya laras.
" ya iyalah...masa udah ketemu istrinya gak ketemu suaminya,haduhhh masih cantik saja jeng laras ini,ayo ayo...ucap omah senang,menggandeng tangan laras dan mulai berjalan.
" ah....pak sapri,belikan ikannya ya,tunggu dimobil saja ya,ucap omah sebelum berbalik meninggalkan supir.
........................................................................................
setyo mendengar suara yang tak asing,suara sang istri yang memanggil namanya membuatnya menghentikan kegiatanya saat membereskan pakaian didalam toko dan bergegas menghampiri sang istri yang memanggilnya itu,namun dengan wajah memucat matanya menangkap sosok teman semasa kecilnya itu,"ingrid? gumamnya lirih menatap sang sahabat yang kini sedang duduk didepan toko bersama sang istri.