Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Kehancuran Sekte Pedang Berkabut
Puncak Gunung Utama Sekte Pedang Berkabut menjulang tinggi menembus awan. Di puncak gunung inilah berdirinya Istana Utama Sekte, tempat di mana puluhan tahun kejayaan faksi lurus itu dibangun di atas fondasi darah dan penindasan.
Hari itu, suasana di sekte tampak damai. Para murid luar dan dalam sedang berlatih bela diri di lapangan batu giok, sementara para diakon sibuk mengurus pasokan pil spiritual.
Namun, kedamaian itu mendadak robek.
BOOOM!
Sebuah ledakan sonik yang memekakkan telinga mengguncang langit di atas sekte. Kubah Formasi Pelindung Gunung yang biasanya tak tertembus, tiba-tiba bergetar hebat, memunculkan ribuan retakan jaring laba-laba sebelum akhirnya...
KRAAAK! PRANG!
Formasi pertahanan legendaris itu pecah berkeping-keping menjadi serpihan cahaya yang berhamburan seperti hujan es.
"A-Apa yang terjadi?! Apakah ada gempa bumi?!" teriak seorang murid inti, panik sambil menjatuhkan pedangnya.
Ribuan murid dan diakon mendongak ke langit secara serentak.
Di atas sana, awan tiba-tiba terbelah menjadi dua. Siluet seorang pemuda berpakaian hitam melayang turun perlahan. Di sekeliling tubuhnya, badai petir hitam-emas menyambar-nyambar liar, dan Domain Kehancuran selebar puluhan meter melahap udara di sekitarnya.
Aura penindasan mutlak dari Alam Inti Emas menghantam tanah, membuat seluruh murid di halaman sekte langsung berlutut, memuntahkan darah, dan kehilangan kesadaran seketika.
"Itu... Siapa itu?!" seorang Tetua Sekte Dalam yang terbang dari aula utama berteriak ngeri saat merasakan tingkat kultivasi pemuda tersebut. "P-Puncak Inti Emas?! Tidak, auranya jauh lebih menakutkan dari Tetua Agung!"
Ye Xuan berhenti melayang di atas Alun-alun Pedang Surgawi—tempat yang sama di mana ia dulu berdiri sebagai "sampah" dan di mana Tetua Agung pernah mengeksekusi murid tak berdosa.
Matanya yang sedingin es menyapu seluruh penjuru sekte. Dengan Kesadaran Spiritual seluas 50 kilometer, ia bisa melihat setiap sudut, termasuk ruang rahasia di mana Kepala Sekte sedang bermeditasi.
"Kepala Sekte Sekte Pedang Berkabut, keluarlah," suara Ye Xuan tidak keras, namun bergema di setiap gendang telinga orang yang hidup di gunung itu, membawa gelombang kejut yang meremukkan batu-batu paviliun di sekitarnya.
Sring!
Sesosok pria paruh baya berjubah emas putih melesat keluar dari aula utama. Wajahnya pucat pasi, memancarkan aura Inti Emas Lapis Kedua. Ia adalah Bai Chong, Kepala Sekte Pedang Berkabut.
Bai Chong menatap Ye Xuan dengan mata melotot penuh teror. Ia baru saja mendengar kabar hancurnya Makam Pedang dan kematian Tetua Agung. Ia tidak menyangka pembunuh itu akan datang secepat ini dan berdiri tepat di halaman utamanya!
"Ye... Ye Xuan?!" Bai Chong berseru gemetar, mengenali wajah pemuda yang tiga minggu lalu dicap sebagai sampah tak berguna. "Kau... Kau iblis apa? Bagaimana mungkin kultivasimu melompati tahapan gila seperti ini?!"
"Pertanyaanmu tidak penting, Bai Chong," jawab Ye Xuan datar. Ia mengulurkan tangan kanannya, dan Pedang Embun Beku melayang ke telapak tangannya. "Tiga minggu lalu, sekte ini merampas akar spiritualku, menghancurkan masa depanku, dan membuangku ke Tebing Mayat."
Ye Xuan melangkah maju di udara, setiap langkahnya menciptakan riak api hitam di bawah sepatu botnya.
"Hari ini, aku datang untuk melunasi semuanya. Sekte ini tidak lagi memiliki alasan untuk berdiri di bumi."
"KAU TERLALU SOMBONG!" Murka Bai Chong, ketakutannya berubah menjadi keputusasaan yang mematikan. Ia mencabut pedang pusaka sekte—Pedang Naga Langit (Senjata Spiritual Tingkat Tinggi)—dan membakar seluruh esensi darahnya.
"Seni Tertinggi Sekte: Pedang Pemusnah Surga!"
Bai Chong menebas ke depan. Naga emas raksasa terbentuk dari Qi pedangnya, menerjang ke arah Ye Xuan dengan kekuatan yang cukup untuk meratakan seluruh puncak gunung.
Namun, Ye Xuan bahkan tidak mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Ia hanya mengayunkannya secara horizontal dengan santai.
"Domain Kehancuran. Hapus."
WUUUSSSHH!
Cincin energi hitam pekat menyebar. Saat naga emas buatan Bai Chong menyentuh domain tersebut, naga itu meleleh, terurai menjadi partikel debu, dan lenyap tanpa sisa dalam waktu kurang dari satu detik.
Sisa tebasan domain itu terus melesat dan menembus dada Bai Chong.
CRAT!
Bai Chong mematung di udara. Pedang pusaka di tangannya terlepas dan jatuh menghantam batu. Ia menunduk, melihat lubang besar di dadanya yang dipenuhi oleh Niat Kehancuran yang mengikis organ dalamnya menjadi tiada.
"A-Aku... mengutukmu..." bisik Bai Chong dengan sisa napas terakhirnya, sebelum tubuhnya hancur menjadi abu yang tertiup angin gunung.
Kepala Sekte Pedang Berkabut tewas dalam satu tebasan!
Sisa-sisa Tetua dan murid sekte yang melihat pemandangan itu kehilangan seluruh sisa keberanian mereka. Mereka melempar pedang mereka dan berlari menyelamatkan diri turun gunung bagaikan kawanan semut yang panik.
Ye Xuan tidak mengejar mereka. Semut-semut itu tidak bernilai apa-apa. Dendam utamanya telah tuntas.
Ia mengangkat tangan kanannya ke langit, memusatkan seluruh Niat Pedang Kehancuran dan elemen petir dari kesengsaraannya ke ujung Pedang Embun Beku.
"Tebasan Pamungkas: Kehancuran Gunung dan Sungai!"
BZZZZZT—BOOOOM!
Tebasan pedang raksasa berwarna hitam-keemasan melesat menghantam puncak Gunung Utama Sekte Pedang Berkabut.
GRRRUUUMMMBL…!
Gunung setinggi ribuan meter itu bergetar hebat. Retakan masif merembes dari puncak hingga ke dasar tanah. Paviliun, aula utama, Balai Leluhur, dan seluruh bangunan megah sekte itu runtuh, ambruk ke dalam jurang kehancuran. Dalam waktu tiga menit, faksi lurus yang telah berdiri selama tiga ratus tahun itu resmi terhapus dari peta Wilayah Utara.
Ye Xuan melayang di udara, menyaksikan debu runtuhnya sekte yang pernah menjadi nerakanya.
Dantiannya bergemuruh. Inti Emas Hitam di dalam tubuhnya berputar stabil, memancarkan kekuatan yang membuat alam semesta seolah tunduk di bawah kakinya.
Namun, Ye Xuan tahu... Wilayah Utara hanyalah sebuah kolam kecil.
Di balik peta kuno yang ia ekstrak dari Kaisar Pedang, dunia yang jauh lebih luas, penuh dengan ras kuno, sekte raksasa di Alam Roh, dan kekuatan yang menguasai bintang-bintang sedang menantinya.
Ia memasukkan Pedang Embun Beku ke sarungnya.
Ye Xuan mendongak menatap langit biru yang luas di atas reruntuhan. Bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis yang penuh ambisi.