NovelToon NovelToon
My Poor Wife

My Poor Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Nikahmuda / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Elizabetgultom191100

Rara, gadis belia yang belum pernah merasakan indahnya hidup. Terlahir sebagai anak haram, menjadi awal dari kesengsaraannya. Cacian dan makian menemani hari-harinya. Tidak lupa kekejaman kedua saudari dan ibu tirinya. Lengkap sudah penderitaan gadis malang itu.

Hingga akhirnya, Bara, yang merupakan saudara angkatnya yang tidak kalah kejam dari kedua saudari tirinya, menikahinya tanpa alasan yang jelas.

Akan seperti apa hidup Rara setelah pernikahan itu?

Cerita ini adalah sekuel dari My Hot Daddy, silahkan cek untuk mengetahui lebih jelasnya.


Jangan lupa follow Ig: Novia_gultom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria aneh

Sudah seminggu sejak Derri mendaftarkan Rara ke sekolah barunya, sudah tiga hari gadis itu mulai bersekolah. Rara sedikit lega, karena di sekolah barunya ini dia mendapat teman-teman yang baik. Tidak lagi mendapat bulian dari teman-temannya di sekolah lamanya dulu.

Selama seminggu ini, pun Rara merasakan kedamaian. Sebab Ibu dan kedua saudarinya tidak lagi mengganggunya. Meski tatapan kebencian itu tidak pernah pudar, Rara tetap bersyukur, setidaknya dia bisa hidup dengan damai.

Begitu juga dengan Bara, kakak angkatnya yang tidak kalah kejam. Selama satu minggu ini pria itu belum muncul di rumah megah itu. Dan Rara mensyukuri hal itu.

Pagi itu, Rara meminta kepada supirnya untuk menurunkannya di halte tidak jauh dari sekolah. Dirinya ingin sedikit berolahraga dengan berjalan santai.

Sebenarnya bukan itu alasannya berjalan santai hari ini. Tetapi dia ingin memastikan sesuatu yang membuatnya penasaran selama tiga hari ini.

Rara masih berjalan santai ketika merasakan seseorang telah mengikutinya. Ini yang dia tunggu. Orang ini selalu mengikutinya selama tiga hari ini.

Rara yang sangat ingin tau siapa penguntit itu, berpikir keras untuk menangkapnya. Ketika melihat gang di depannya, gadis itu pun berbelok ke arah gang itu.

Dan hup.

Rara mendapatkannya. Penguntit yang ternyata seorang pria jangkung. Dan yang paling membuat Rara terkejut adalah, pria itu ternyata memakai seragam yang sama dengannya.

"Siapa kau?!" Rara mengunci tangan pria itu erat.

"Kau... apa yang kau lakukan?!" tentu pria itu terkejut Rara menangkap basah dirinya.

"Jangan berkilah. Kau pikir aku tidak tau. Selama tiga hari ini kau selalu mengikutiku!" sentak Rara.

Perlahan pria itu menegakkan kepalanya, hingga Rara bisa melihat wajahnya dengan jelas.

"Kau... kau mengetahuinya?"

"Heh. Kau pikir aku ini bodoh? Kau mengenakan jaket yang sama dan berkeliaran di sekitarku!" menunjuk jaket hitam yang dikenakan oleh pria itu.

Pria itu terpaku memandang Rara. Ternyata gadis ini berbeda dari dugaannya. Dengan cepat dia menegakkan tubuhnya, "Bisa tolong dilepas?" mengibaskan tangannya yang dipegang oleh Rara.

Aura pongah dan congkak seketika muncul di wajah pria itu. "Maaf karena aku telah membuatmu tidak nyaman."

Rara mendelik, melihat sikap pria ini yang bisa berubah cepat. "Kenapa kau mengikutiku?!" Rara penasaran alasan pria ini mengikutinya. Dirinya memang cantik, tetapi belum pantas dikatakan sebagai primadona di sekolah. Dan tidak ada kelebihan lain yang dimilikinya, selain berpakaian rapi dan sopan lazimnya seperti seorang pelajar.

"Jika aku mengatakan ingin menjadi temanmu, apakah kau percaya?"

Rara mendelik, baru kali ini dia bertemu orang seaneh ini.

"Kenalkan aku Michelle, kau bisa memanggilku Mic." mengabaikan keheranan Rara, pria itu mengambil tangan Rara, lalu mengayunkannya seakan mereka berjabat tangan.

"Jadilah temanku."

Heh. Benar-benar menyebalkan!

"Kau..." Rara kehabisan kata-kata.

"Aku tidak menerima penolakan. Sekali kau menolak, aku jamin hidupmu akan sulit di sekolah ini." ucapnya santai yang dianggap hanya guyonan oleh Rara.

"Kau sudah gila? Atas dasar apa kau memaksaku untuk berteman denganmu!"

"Aku tidak punya alasan tertentu. Hanya aku yang bisa menentukan siapa saja yang bisa berteman denganku. Dan pilihanku jatuh padamu. Kau beruntung kujadikan temanku." pria itu dengan pongah sambil bersedekap.

Rara tidak tau lagi, baru kali ini dia bertemu orang seaneh ini.

"Ayo, karena kau sudah menjadi temanku, maka setiap berangkat dan pulang sekolah harus bersamaku." menarik tangan Rara dan sedikit menyeretnya karena Rara tidak bergeming.

"Hei apa yang kau lakukan! Dasar tidak sopan! Lepaskan aku!" Rara berusaha melepas tangan Mic. Tetapi tiba-tiba diam begitu mereka sudah sampai di pekarangan sekolah dan semua siswa yang ada di sekitar sana menatap mereka.

Mic menghentikan langkahnya, dan tetap menggenggam tangan Rara. Mic menatap tajam semua siswa yang memperhatikan mereka.

"Semuanya, kalian lihat anak ini baik-baik! Mulai sekarang dia akan menjadi temanku, itu artinya jika ada yang berani mengusiknya, sama saja berani menantangku! Kalian tau bukan apa ganjaran jika ada yang menantangku?!" Siswa yang ada di sana mengangguk juga terlihat takut dan hormat pada Mic.

"Sekali lagi perhatikan baik-baik! Setelah itu sebarkan kepada siswa lainnya!" perintah pria itu.

"Ayo!" menarik paksa Rara lagi.

Rara menurut, masih kebingungan akan kejadian tadi. Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya. Sebenarnya siapa pria ini?

Melihatnya, Rara menjadi teringat seniornya yang selalu membuli dirinya, sangat persis dengan gaya Mic. Apakah Mic ini juga penindas dan pembuli di sekolah ini? Rara menyadari itu dan seketika ketakutan. Mungkinkah dirinya akan menjadi korban dari pria penindas ini?

"Masuklah! Ingat, jam istirahat nanti aku akan kemari lagi." tepat di depan kelas Rara, Mic melepasnya, kemudian berlalu begitu saja.

Rara yang masih terpaku menatap heran punggung pria itu yang semakin menjauh.

"Hei." seseorang mengejutkannya yang ternyata adalah teman satu kelas Rara.

"Jessie kau mengagetkanku."

"Kau punya hubungan apa dengan Mic? Apakah kalian berpacaran?" cecar gadis berkacamata itu.

"Pa...pacaran? Tidak! Mana mungkin aku berpacaran dengannya. Kami saja baru bertemu." protes Rara.

"Benarkah?" Jessi menatap penuh selidik. "Tapi kenapa kau bisa mengenalnya. Bukankah kau masih baru di sini? Dan tadi, aku melihatnya memperkenalkanmu dan mengancam siswa lain untuk tidak menganggumu!" gadis itu tiada hentinya mencecar Rara.

"Aku juga tidak tau. Dia yang tiba-tiba mendatangiku dan mengklaim diriku menjadi temannya. Aku pikir dia orang gila?"

"Sst.." Jessie langsung menutup mulut Rara. "Jangan sembarangan bicara! Kau tidak tau siapa Mic itu?"

Rara menggeleng. "Ck. Benar-benar kau ini!"

"Memangnya dia siapa?"

"Kau tau, Mic itu adalah putra pemilik sekolah ini." Rara mengangguk pelan. "Tidak hanya itu, Mic adalah siswa paling ditakuti di sekolah ini. Kau tau sendiri, dia selalu semena-mena terhadap siswa-siswa di sekolah ini. Dan yang lebih parahnya, siapa saja yang menentangnya, jangan harap bisa hidup tenang." mengunci tatapan Rara. "Pilihannya hanya dua, keluar dari sekolah ini, atau siap ditindas dan menjadi budak di sekolah ini!"

Rara menutup mulutnya. Sebagai mantan korban buli di sekolah lamanya, tentu dia memiliki trauma akan hal itu sampai sekarang. Dia tidak ingin di sekolah barunya ini, lagi-lagi harus menjadi bahan olokan sekolah.

"Kau tau, kau beruntung menjadi temannya, karena dengan hal itu kau juga mendapatkan kekuasaan di sekolah ini."

"Tidak. Aku bukan temannya." protes Rara.

"Kau ini! Kau tidak dengar apa yang kukatakan tadi? Mic tidak suka dibantah, sekali kau menentangnya, hidup damaimu di sekolah ini terancam. Kau mau seperti itu?"

Rara menggeleng, jelas tidak mau.

"Kalau tidak mau, lebih baik kau menurut padanya. Karena jika tidak..." gadis yang terlihat lucu dibalik kacamata itu memperagakan seolah memotong lehernya, kemudian berlalu dari hadapan Rara.

***

Rara masuk ke dalam kelasnya setelah bertemu dengan pria yang mengklaim dirinya di sekolah ini. Rara pikir menghadapi Mic akan sulit. Ternyata tidak. Pria itu hanya memintanya menemani makan dan terus berada di sisinya sepanjang istirahat.

"Ingat, selama di sekolah ini kau harus tetap di sisiku, kecuali masuk kelas pembelajaran."

Perintah tegas yang selalu Rara ingat dari pria itu.

"Menyebalkan sekali." duduk lemas di kursinya. "Tapi ya sudahlah. Daripada aku menderita lagi, lebih baik begini saja."

"Apa ini?" menemukan sesuatu dari dalam lacinya. Rara mengangkatnya. Maniknya membulat dengan sempurna kala melihat benda itu.

Rara menutup mulutnya, seraya matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Dave...." lirihnya, menatap penuh kerinduan pada bekal yang bertuliskan Mr. X di atasnya.

TBC ☘️☘️☘️

1
Maria Magdalena
aku no comen thor cukup hadiah sj bgmu. ok
Maria Magdalena
turut berduka ya ra .....tabahkan hatimu . aku jg sedih banget 😭😭😭
Maria Magdalena
Luar biasa
Maria Magdalena
sedihnya ngeliat nasib rara knp ga ngelawan ya
Maria Magdalena
hah....aroma" mencurigakan . Bara pasti kau pelakunya
Maria Magdalena
love you thor ..... karyamu tdk ada yg mengecewakan . Ku kasih ⭐⭐⭐⭐⭐
Anonymous
⚡️⚡️⚡️❤️❤️❤️
DFD Mom
great story
Efratha
Luar biasa
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
😭😭😁😁😁
Esti Wulan
author yg baik dan g sombong.. hehee mna extrapartny untuk rara dan bara... aq nungguin lho.....
Mebang Huyang M
salam thor, ceritanya bagus beda dgn kebanyakan novel2 yg byk sy baca dan terpaksa ditinggal karna makin lama ceritanya da sebagus awalnya. tapi ini awalnya yg bikin bunda da sreg, kok bisa barra yg katanya mencintai rara dari kecil bisa tega menamparnya. biasanya klu dlm kehidupan nyata lelaki yg biasa angkat tangan menyakiti seorang wanita kebiasaan itu da akan gampang di hilangkan.
Yohana Woleka
Hanya dengan menyatakan siapa si Dave,apa yang dia lakukan terhadap Bara selama ini dan apa foto2 yang buruk yang sekarang beredar diluar sana.
Yohana Woleka
cukup sudah siksaanmu kepada Rara hai Bara.Kasian dia lagi terganggu pikirannya selama ini.Dia tidak kuat menerima bila ada yang bersikap membencinya.
Yohana Woleka
Sebaiknya jangan membiarkan Rara menemui si Devid tersebut.Terutama jika sudah mengetahui bhw si Devid adalah musuhnya.
Yohana Woleka
Aduh Thor yang demikian nih yang menyegarkan pembaca novel.Salut Thor.Asik.
Yohana Woleka
Aduh Thor buat kita terkejut akan moument2 yang terjadi saat ini.Yang benar saja Author,macamnya berliku2 tujuan acara HUT ini.Tapi lanjutkan terus cerita novel ini.
Yohana Woleka
Sebenarnya Bara bisa mulai berpikir logis,sebab Rara tak bersalah dan iapun tidak pernah melawan,baiknya sekarang bapaknya mulai mengekang anak2 dan istrinya untuk berpikir lebih bijaksana.Masa mereka bisa hidup menjahati Rara seterusnya.
Muji Astuti
😭😭😭😭
Anita noer
bagus....yuk baca...aq aja ga pernah bosen baca berkali kali.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!