Novel ini menceritakan tentang sepasang insan Tuhan yang dipertemukan sejak kecil. Dia adalah Ivanna dan Max. Namun, Max harus pergis dengan suatu alasan. Ivanna tak mendapatkan kabar dari Max selama puluhan tahun, membuatnya menjadi lupa akan sosok teman masa kecilnya.
Mereka akhirnya dipertemukan kembali setelah puluhan tahun berlalu.
"Gue benci sama lo, Max!" - Ivanna Arabelle.
"Aku bisa jelasin semuanya, Van." - Maximillian Fransisco.
Akankah perasaan Ivanna masih sama kepada Max?
Dan apakah Max selama ini memiliki rasa sayang kepada Ivanna?
Yuk mulai baca kisah mereka.
Diusahakan akan up setiap hari. Stay ya!
Thank You semua....
Happy reading ^^.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gabrielle Apil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 6 - Secret Ingredients
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Mas Chandra ketemu dengan bu Anna saja. Segala izin di tempat ini, melalui beliau." ujar Tania.
"Baik, saya yang akan meminta izin kepada beliau."
(Akhirnya gue ketemu sama yang namanya Anna) kata Chandra.
Tania membawa Chandra ke sebuah ruangan disatu lantai yang terlihat seperti apartemen.
"Lo lakukan saja sesuai yang gue perintahkan!" teriak seorang wanita dari sebuah ruangan.
Tania terkejut mendengar hal itu. Ia terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan itu. Tak lama, Tania keluar kembali dan memanggil Chandra.
"Mohon maaf ya mas, tadi bu Anna sedang berbicara dengan kawannya melalui sambungan telepon." jelas Tania.
"Akh, tidak apa."
"Baiklah kalau begitu. Silahkan masuk pak. Bu Anna sudah menunggu didalam."
###########################
*Kita ketemu di cafe biasa, SEKARANG!!*
Begitulah isi pesan Chandra di grup chatnya.
Membaca pesan tersebut, Ivanna segera berangkat dari sebuah restaurant tempatnya makan siang tadi, menuju cafe yang Chandra maksud.
Begitu pula dengan Memet yang segera meluncur dari kantor Vancos.
30 menit berlalu, mereka pun mulai berkumpul satu per satu.
"Kalian ini pada ngaret semua!" omel Chandra.
"Lo pikir jalanan ga macet apa?" balas Memet.
"Tau lo. Ini kan jam lunch." sambung Ivanna mendukung Memet.
"Kenapa dadakan sih? Malah gue belom makan siang gara gara lo Chan!" tanya Evan.
"Gue sudah dapat bukti dari Annsweet." ucap satu kalimat dari mulut Chandra yang berhasil membuat ketiga orang lainnya bertanya tanya karena rasa penasarannya.
"Bukti apa?" tanya Memet.
FLASHBACK ON
Ketika sampai di pabrik pembuatan kosmetik AnnSweet, Chandra menemukan hal yang janggal karena bahan dalam pembuatan BB Cream dalam bentuk powder, menggunakan suatu "Bahan Rahasia" yang dengan sengaja disembunyikan.
Tak ingin ketinggalan info, Chandra mengantongi video rekaman yang ia ambil disana. Dan, Chandra juga membawa sample sedikit bahan "rahasia" itu ke sebuah kantong yang memang sudah ia siapkan sebelumnya. Ia membawa beberapa bahan yang membuatnya curiga.
"Pak, saya sudah selesai meliput AnnSweet. Video liputan saya masih perlu untuk difilter oleh tim editor perusahaan. Untuk jadwal penayangan di stasiun televisi, akan kami konfirmasi kepada AnnSweet kembali nantinya." jelas Chandra kepada satpam yang diperintahkan oleh Anna.
"Baik, mas. Akan saya sampaikan demikian kepada Bu Anna." jawab satpam itu.
"Terimakasih atas bantuannya, pak."
Tanpa curiga, satpam memberikan Chandra kebebasan untuk keluar dari AnnSweet tanpa melewati pemeriksaan terlebih dahulu.
FLASHBACK OFF
#########################
"Gila lo Chan! Lo pakai cara tergila tau!" ucap Memet.
"Itu cara ilegal!" kata Evan.
"Lo bisa dipecat dari kerjaan lo kalau sampai ketauan, Chan!" sambung Memet.
"Sekarang lo semua menyalahi gue? Lo berdua yang menyodorkan gue untuk jadi tumbal si Anna saat kemarin kan?" jawab Chandra.
"Ya tapi ga pakai cara ilegal seperti ini." terang Evan.
"Terus gue harus pakai cara apa? Lo semua ga ada yang kasih gue ide!"
"Diam semuanya!" bentak Ivanna.
"Gue yang akan bertanggung jawab penuh atas perbuatan lo ini, Chan. Sekarang, serahkan sama gue apa yang lo dapat. Gue akan segera melakukan penyelidikan dan tidak membiarkan lo dirugikan dari perbuatan baik lo yang sudah menolong gue." sambung Ivanna.
Chandra memberikan beberapa sampel komposisi pembuatan kosmetik yang ia dapatkan dari AnnSweet kepada Ivanna.
"Thanks, Chan. Gue harus kembali ke perusahaan." ucap Ivanna.
"Biar gue antar, Van." pinta Memet.
"Lo kan masih harus ketemu client yang lain, Met. Gue naik taksi aja." saut Ivanna.
"Sama gue aja ya Van? Gue antar lo kesana, dan biar gue bantu. Pekerjaan gue juga sudah selesai." tawar Evan.
"Ok, selama tidak merepotkan elo."
"Sama sekali tidak merepotkan."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰