NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29: Sesi pengobatan ketiga dan pemerasan massal

Pintu besi hitam baru milik Apotek Ruozi Jaya Medika baru saja selesai dipasang ketika konter utama langsung diserbu oleh gelombang kepanikan. Para pejabat tinggi yang kemarin bertingkah arogan kini datang dengan tubuh lemas dan wajah pucat seputih kain kafan. Mereka saling sikut, bukan lagi karena keserakahan, melainkan demi memperebutkan "Pil Penstabil Energi Pencernaan" yang sengaja dipajang Ruozi dengan jumlah terbatas. Ruozi tersenyum manis di balik meja konter, dengan kejam menetapkan harga lima puluh tael perak per botol untuk pil karbon aktif penahan diare dosis tinggi tersebut, meraup keuntungan ribuan persen dari penderitaan perut para pejabat korup.

Di tengah hiruk-pikuk transaksi yang mendatangkan gunung uang baru itu, sebuah kereta kuda hitam tanpa lambang berhenti di pintu belakang apotek. Pemimpin pengawal Ruozi bergegas masuk ke ruang dalam dengan wajah tegang, membisikkan bahwa sang Dewa Perang telah tiba secara rahasia.

Ruozi langsung menyerahkan kendali konter depan kepada para pengawalnya yang kini sudah mahir menghitung tael, lalu melangkah ke ruang medis khusus di bagian belakang toko dengan membawa tas obat modernnya.

Jenderal Besar Long Tianxu sudah duduk di atas kursi kayu dengan jubah luar yang sengaja diturunkan setengah, memperlihatkan dada bidangnya yang masih menyisakan guratan hitam tipis akibat racun tulang.

Ini adalah sesi pengobatan ketiga dari total kontrak satu bulan yang mereka sepakati, setelah sebelumnya Ruozi baru dua kali menangani racun di tubuh sang Jenderal. Hawa dingin yang menguar dari tubuh sang Dewa Perang menandakan sisa racun di titik meridian nya sedang bergolak pasca-konfrontasi semalam dengan Feng.

Ruozi tanpa canggung mendekat, langsung menempelkan stetoskop ke dada sang Jenderal dan memeriksa denyut nadinya dengan ekspresi tabib profesional yang tegas.

"Energi murni Anda bergolak terlalu liar karena memaksa bergerak cepat semalam, Jenderal," ujar Ruozi sambil menancapkan beberapa jarum akupunktur perak yang sudah diolesi serum penetral racun ke titik-titik meridian di sekitar pundak Long Tianxu. "Ini baru pertemuan ketiga dari rencana perawatan sebulan kita. Jika Anda terus-menerus merusak segel racun ini demi mengejar tikus pasar gelap, jangan salahkan aku jika proses penyembuhannya melambat dari jadwal."

Long Tianxu memejamkan mata, menahan rasa panas memotong yang menjalar dari jarum-jarum Ruozi yang sedang bekerja membakar sisa racun di tulang dadanya. "Tikus semalam bukan tikus biasa, Ruozi. Paviliun Anggrek Hitam milik Feng menguasai jalur informasi yang bahkan bisa menembus dinding istana dalam," sahut sang Jenderal dengan suara berat, menahan napas sejenak saat Ruozi menekan titik mati di bawah tulang selangkangnya. "Bagaimana dengan bisnis 'pencahar' di depan? Kau benar-benar membuat seluruh pejabat kekaisaran tidak bisa menghadiri sidang pagi ini."

Ruozi terkekeh geli seraya mencabut jarum perak yang kini ujungnya telah berubah menjadi hitam pekat tanda racun terangkat. "Itu namanya edukasi pasar, Jenderal. Mereka terlalu serakah meminum pil detoks tanpa aturan dosis. Sekarang, mereka membayar mahal untuk pil penawarnya, dan jangan lupa, dua pukul lima persen dari keuntungan bersih hari ini akan langsung dikirim ke barak pasukan Anda sebelum matahari terbenam."

Mendengar ketebalan muka dan kelicikan gadis di depannya, Long Tianxu perlahan membuka mata, menatap lekat-lekat wajah Ruozi yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Ada kilatan kekaguman yang tersembunyi di balik tatapan dingin sang Dewa Perang, menyadari bahwa sekutu barunya ini bukan hanya sekadar tabib biasa, melainkan ancaman nyata bagi siapa saja yang berani mencari masalah dengannya termasuk Perdana Menteri Li yang saat ini pasti sedang meradang di kediamannya.

Long Tianxu tidak langsung menjawab, melainkan hanya menatap jarum perak bernoda hitam di tangan Ruozi dengan tatapan yang sulit diartikan. Tekanan udara di dalam ruangan berangsur-angsur kembali normal, seiring dengan detak jantungnya yang mulai berdenyut lebih teratur setelah energi racunnya ditekan kembali ke dasar meridian.

Ia merapikan kembali jubah perang hitamnya dengan satu gerakan tenang, menyembunyikan dada bidangnya yang kini terasa jauh lebih ringan dibandingkan tiga hari yang lalu. Efisiensi metode pengobatan medis modern yang dibawa oleh gadis asing di depannya ini perlahan-lahan mulai meruntuhkan tembok skeptisisme yang selama ini ia bangun terhadap para tabib tradisional.

Ruozi yang menyadari tatapan intens sang Jenderal segera melangkah mundur untuk membersihkan peralatan medisnya ke dalam baskom tembaga yang berisi air hangat. Aroma alkohol medis dan sisa-sisa ekstrak herbal menguap di udara, menciptakan pembatas tak kasatmata di antara kedua manusia yang memiliki latar belakang dunia yang sangat bertolak belakang tersebut.

Bagi Ruozi, memegang kendali atas kesehatan sang Dewa Perang adalah jaminan keselamatan terbaik yang bisa ia miliki di dunia kuno yang penuh dengan intrik politik mematikan ini. Di sisi lain, ia juga sadar bahwa semakin cepat Long Tianxu pulih, semakin besar pula pusaran konflik yang akan menyeret apotek kecilnya ke dalam medan pertempuran yang sesungguhnya.

"Mulai besok, aku akan menambahkan satu jenis ramuan cair baru yang harus Anda minum setiap menjelang tidur," ujar Ruozi tanpa menoleh, tangannya sibuk mengelap stetoskop besi miliknya dengan kain katun bersih. "Ramuan ini berfungsi untuk melapisi dinding lambung dan mempercepat regenerasi sel-sel jaringan meridian yang sempat terkikis oleh racun tulang selama berbulan-bulan. Jangan mencoba membuangnya atau menggantinya dengan arak militer, Jenderal, karena aku bisa mendeteksi perubahan zat di dalam darah Anda pada pertemuan keempat nanti."

Long Tianxu mendengus pelan, seulas senyum tipis yang hampir tak terlihat sempat melintas di sudut bibirnya yang biasanya kaku. "Kau mengaturku seolah-olah kau adalah komandan tertinggi di barak pasukan ini, Ruozi," sahut sang Jenderal seraya berdiri dari kursi kayunya, membuat postur tubuhnya yang tinggi tegap kembali mendominasi ruangan medis yang sempit tersebut. "Namun, aku menghargai kompetensimu. Pasukan pengawal yang kutempatkan di sekitar pasar akan terus mengawasi area ini selama dua puluh empat jam penuh, jadi kau tidak perlu khawatir tentang tikus-tikus kecil dari kediaman Li."

Tepat ketika Long Tianxu hendak melangkah menuju pintu rahasia di bagian belakang, suara riuh dari konter depan tiba-tiba meninggi, disusul oleh suara benturan keras mangkuk obat yang pecah di lantai batu.

Ruozi seketika menghentikan aktivitasnya, matanya menyipit tajam sementara tangannya dengan sigap menyelipkan sebilah pisau bedah kecil ke balik lengan bajunya yang longgar. Melalui celah tirai bambu yang membatasi ruang medis dan ruang transaksi, terlihat seorang pria paruh baya berpakaian sutra mewah tengah berteriak histeris sambil memegangi leher anaknya yang mulai membiru akibat tersedak sesuatu.

"Tolong! Tolong anakku! Dia meminum pil penstabil ini dan tiba-tiba tidak bisa bernapas!" teriak pria itu dengan suara serak bercampur tangis, memicu kepanikan massal di antara para pejabat lain yang sedang mengantre.

Tuduhan instan langsung merebak di dalam ruangan, menciptakan bisik-bisik maut bahwa obat yang dijual oleh Apotek Ruozi Jaya Medika ternyata mengandung racun mematikan yang sengaja disembunyikan. Keadaan berubah menjadi sangat kacau dalam hitungan detik, mengancam reputasi toko yang baru saja dibangun dengan susah payah selama dua hari terakhir.

Tanpa memedulikan keberadaan Long Tianxu yang masih berada di belakangnya, Ruozi langsung menyibak tirai bambu dan menerobos kerumunan orang dengan gerakan yang sangat cepat dan terukur. Ia berlutut di samping anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun yang sudah mulai kehilangan kesadaran akibat jalur pernapasannya tersumbat total.

Dengan mata telanjangnya yang jeli, Ruozi segera menyadari bahwa ini bukan kasus keracunan zat kimia, melainkan murni kecelakaan mekanis di mana sang anak menelan pil penstabil dalam bentuk utuh yang terlalu besar tanpa bantuan air minum.

"Semuanya mundur dan beri ruang udara yang cukup!" bentak Ruozi dengan suara bariton yang penuh otoritas, seketika membungkam teriakan panik sang ayah dan para pengawal toko.

Tanpa ragu, Ruozi memposisikan tubuh anak itu membelakangi dirinya, melingkarkan kedua lengannya di sekitar pinggang sang anak, lalu melakukan dorongan tajam ke arah atas pada bagian ulu hati sebuah teknik penyelamatan darurat Heimlich Maneuver yang belum pernah dilihat oleh satu orang pun di seluruh kekaisaran ini.

Setelah dorongan ketiga yang kuat, sebongkah pil bulat keras akhirnya terlontar keluar dari tenggorokan sang anak, disusul oleh suara hirupan napas dalam dan tangis histeris sang bocah yang menandakan jalur pernapasannya telah kembali normal.

1
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!