NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Krik...

Suara jangkrik malam itu terdengar sayup-sayup setelah insiden preman kabur kemarin.

Arya menghela napas panjang sambil merebahkan tubuhnya di lantai kasur tipis yang keras.

"Sialan, malam-malam begini malah dirusak sama preman bayaran," gerutu Arya kesal setengah mati.

Vanya melirik sekilas ke arah Arya dari sudut ruangan dengan tatapan dingin.

"Manusia rendahan seperti mereka memang hanya tahu cara mengganggu hidup orang lain," cibir Vanya tajam.

"Makanya jangan bikin masalah sama penguasa kota, jadinya aku yang kena getahnya," balas Arya ketus.

Vanya mendengus pelan, enggan berdebat lebih panjang dengan manusia di depannya itu.

Di sisi lain kota, di dalam kamar mewah tabib istana yang harum dupa...

Brak...

Suara hantaman vas bunga mahal terdengar menghantam lantai marmer hingga hancur berkeping-keping.

"Bodoh! Beraninya preman tidak berguna itu gagal melumpuhkan tukang pijit rendahan!" murka Tabib Agung dengan wajah merah padam.

Asisten pribadinya berlutut gemetar di lantai sambil menundukkan kepala dalam-dalam.

"M-Maafkan kami, Tuan Tabib, kabarnya Arya berhasil melawan balik menggunakan trik aneh," lapor sang asisten terbata-bata.

Tabib tua itu menggertakkan giginya kesal, keriput di wajahnya bergetar hebat menahan amarah.

"Aku tidak peduli trik apa yang dia pakai, hancurkan tempat tinggalnya besok pagi!" perintah Tabib Agung keji.

"Baik, Tuan! Kami akan mengerahkan orang yang lebih profesional untuk membereskannya," jawab asisten itu cepat.

Kembali ke kontrakan sempit Arya, matahari pagi mulai menyorot masuk dari celah genteng.

Arya terbangun lebih awal dengan tubuh yang terasa segar berkat bonus pemulihan sistem.

"Hoamm... lumayan juga efek dari sistem ini, badan nggak pegel-pegel lagi," gumam Arya meregangkan ototnya.

Ia melihat Vanya masih terlelap di sudut kasur lipat dengan ekspresi tenang.

"Ternyata kalau sedang tidur, ratu iblis ini kelihatan seperti gadis biasa ya," batin Arya tersenyum tipis.

Tiba-tiba mata merah Vanya terbuka lebar menatap tajam ke arah Arya.

"Berhenti menatapku dengan tatapan bodoh itu atau kucungkil bola matamu!" ancam Vanya galak.

Arya langsung memalingkan wajahnya sambil mengangkat kedua tangan tanda menyerah.

"Iya iya ampun, galak amat kayak singa kelaparan pagi-pagi," balas Arya menyindir.

Vanya bangkit duduk dengan anggun, merapikan rambut peraknya yang berantakan.

"Hari ini mau apa lagi, manusia? Apakah mau mencari koin receh di pasar lagi?" tanya Vanya mengejek.

Arya menggelengkan kepala pelan sambil berjalan menuju dapur kecil untuk memasak air.

"Kita harus cari cara lain, karena gerak-gerik kita pasti sudah mulai diincar musuh di istana," jawab Arya serius.

Vanya mengernyitkan dahi mendengar ucapan serius dari mulut manusia di depannya.

"Takut? Bukankah kamu punya kemampuan pijit yang aneh itu untuk melawan mereka?" tanya Vanya menyelidik.

"Bukannya takut, tapi cari masalah sama seluruh tentara kerajaan itu sama saja bunuh diri," elak Arya realistis.

Tiba-tiba suara dengungan khas berputar kencang di dalam kepala Arya tanpa peringatan.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mendeteksi potensi bahaya dari pihak istana.]

[Misi sampingan baru aktif: Lakukan sesi pijat relaksasi tingkat lanjut pada Vanya untuk membuka skill pertahanan absolut.]

Arya mendengus pelan dalam hati mendengar perintah sistem yang terkesan tidak masuk akal itu.

"Sistem sialan, pas mau perang malah nyuruh aku mijit," umpat Arya kesal.

Vanya menatap Arya dengan tatapan curiga melihat ekspresi wajah manusia itu berubah-ubah.

"Kenapa mukamu jelek begitu? Lagi mikirin cara buat nyingkirin aku ya?" selidik Vanya tajam.

"Mana ada, aku cuma mikirin nasib kita kalau nanti istana beneran ngirim pasukan besar ke sini," jawab Arya mengelak.

Vanya terdiam sejenak, menatap lurus ke dalam mata Arya tanpa berkedip.

"Kalau mereka datang, biarkan aku yang merobek leher mereka satu per satu," ucap Vanya dingin penuh darah.

Arya menggelengkan kepalanya kuat-kuat mendengar ucapan kejam dari sang Ratu Iblis.

"Jangan gila, kalau kamu ngamuk di sini, seluruh kota bakal hancur dan kita nggak bisa sembunyi lagi," larang Arya tegas.

Vanya mengerjap kaget mendengar bentakan kecil dari manusia rendahan itu.

Belum sempat Vanya membalas ucapan Arya, suara keributan terdengar dari luar gang sempit.

Bruang...

Suara pagar kayu reyot di depan gang didobrak paksa oleh sekelompok orang.

"Arya! Keluar kamu keparat! Jangan jadi pengecut di dalam rumah!" teriak suara asing bergemuruh lantang.

Arya dan Vanya saling bertukar pandangan tajam di dalam kontrakan sempit itu.

"Nah kan, baru juga diomongin, anjing suruhan istana sudah datang bertamu," sindir Arya sinis.

Vanya menyeringai dingin, kilatan merah menyala di matanya semakin pekat menembus udara.

"Sepertinya hari ini darah segar akan tumpah di tempat kumuh ini," desis Vanya berbahaya.

"Jangan gegabah, biarkan aku yang hadapi mereka dulu," kata Arya bersiap.

"Kamu mau mati konyol menghadapi algojo istana?" tanya Vanya tidak habis pikir.

"Makanya dengerin kalau aku ngomong, mereka itu incar aku, bukan kamu," jawab Arya cepat.

Vanya mendengus keras, tangannya mengepal erat menahan kesal.

"Jangan lupakan ikatan sistem, kalau kamu mati, aku juga bakal repot," elak Vanya gengsi.

Arya tersenyum tipis mendengar alasan gengsi setengah mati dari sang Ratu Iblis.

"Iya deh yang peduli tapi gengsi bilang," ledek Arya sengaja memancing emosi.

"Cih, bunuh diri sana kalau mau!" gerutu Vanya memalingkan wajahnya.

Langkah kaki orang-orang di luar semakin mendekati pintu kontrakan sempit itu.

Brak...

Suara hantaman keras langsung mengenai pintu kayu kontrakan tanpa aba-aba.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!