NovelToon NovelToon
Sang Dewi Putih dan Mafioso Jerman

Sang Dewi Putih dan Mafioso Jerman

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daniella cantillo

Mereka menjulukinya Sang Dewi Putih. Adelina Vannicelli, pewaris takhta mafia Italia, cantik, dingin, dan mematikan, terbiasa membuat seluruh dunia bertekuk lutut hanya dengan satu tatapan. Sampai satu pengkhianatan meruntuhkan segalanya, dan di malam paling gelap dalam hidupnya, ia menemukan seorang bayi terlantar yang mengembalikan alasannya untuk terus bernapas.

Namun bayi itu menyimpan rahasia berbahaya. Ia adalah putra Jakob Müller, sang pemimpin mafia Jerman yang ditakuti seantero benua, pria yang dijuluki Sang Iblis. Dan Jakob menginginkan pewarisnya kembali, apa pun harganya.

"Nikahi aku, atau kau tak akan pernah melihat anak itu lagi."

Terjebak dalam pernikahan paksa demi anak yang ia cintai lebih dari nyawanya sendiri, Adelina bersumpah hatinya tak akan pernah tersentuh. Kesepakatan mereka jelas: pernikahan di atas kertas, kamar terpisah, dan dilarang jatuh cinta. Masalahnya, dua penguasa dunia gelap yang sama-sama keras kepala, sama-sama posesif, dan sama-sama tak terbiasa kalah, ternyata memainkan permainan yang jauh lebih berbahaya daripada perang antar-organisasi mana pun.

Di antara peluru, pengkhianatan, dan musuh yang mengintai dari Rusia hingga Inggris, cinta yang tak diinginkan itu justru menyala paling terang, dan menjadi kelemahan yang bisa menghancurkan mereka berdua.

Seberapa jauh Sang Dewi Putih rela jatuh demi seorang pria yang seharusnya ia benci? Dan apa yang sanggup dilakukan Sang Iblis Jerman ketika akhirnya ia menemukan satu-satunya hal yang ia takut kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daniella cantillo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Jakob

Saat masuk ke ruang tamu, kulihat ayahku duduk di sofa dengan segelas wiski, sambil merokok. Aku duduk di hadapannya. Pelayan mendekat, menuangkanku segelas minuman keras, lalu pergi.

"Cassandro, kau sudah menemukan cucuku dan jalang kecil itu?"

"Papa, aku sedang mengurusnya. Orang yang menahannya bukan orang sembarangan. Dia seorang Vannicelli."

"Vannicelli? Dari mafia Italia?"

"Ya, Ayah. Yang menahannya putri sulung Brytiago."

"Bagaimana bisa dia jatuh ke tangan mereka?" tanyanya penasaran.

"Kami menemukan tempat persembunyian Mariana bersama anakku. Kami mengejarnya lewat hutan dan mengepungnya, tapi bayi itu sudah tak lagi bersamanya. Ia menelantarkannya di sebuah hutan, entah kebetulan atau tidak, aku tak tahu. Adelina Vannicelli kebetulan ada di hutan itu dan menemukan anakku."

"Menarik. Jakob, kau harus merebut kembali cucuku. Dan ingat, kalau kau ingin mewarisi hartaku dan menerima jabatan pemimpin dariku, kau harus menikah."

"Aku tahu," jawabku jengkel, "tapi saat ini aku hanya ingin anakku kembali. Setelah itu baru kucari dengan siapa aku akan menikah."

Aku memutar bola mata karena kesal. Sialan, kenapa aku harus menikah? Itu menjengkelkan dan merepotkan. Kuambil gelas minumanku dan kutenggak habis sekali teguk.

"Kau takkan menikah dengan sembarang perempuan. Kau akan menikahi Adelina. Dia istri yang sempurna untukmu dan akan sangat menguntungkan organisasi kita."

Aku mengangkat sebelah alis. "Apa maksudmu, Ayah? Dia takkan mau menikah denganku. Lagi pula aku tak tertarik pada perempuan itu, aku tak mengenalnya dengan baik."

Ia memotong ucapanku.

"Jakob, kau akan menikahinya. Aku tak peduli kalian belum saling kenal atau kau tak tertarik. Dia putri pemimpin mafia Italia, salah satu organisasi terkuat dan paling berpengaruh di dunia. Bagi organisasi kita, memiliki orang Italia sebagai sekutu akan sangat menguntungkan. Jadi carilah cara untuk menikahinya, kalau kau memang menginginkan kepemimpinan dan hartaku. Lagi pula kau punya keuntungan. Dia menahan anakmu. Lewat celah itu, kau bisa membuatnya menikah denganmu."

"Terserah katamu saja."

"Bagus. Kau harus menikah dalam dua bulan. Sekarang, ada kabar soal Emma?"

"Belum, Ayah. Sepertinya dia lenyap ditelan bumi."

Ia bangkit. "Terus cari dia. Sekarang aku permisi dulu."

Adelina

"Ayah, apa yang penting sampai harus kau sampaikan padaku?"

"Di mana cucuku?"

"Dia di ruang tamu bersama si kembar tiga. Tapi katakan, ada apa?"

"Ada permintaan dari mafia Jerman. Mereka ingin berbisnis dengan kita."

"Orang Jerman?" ujarku terkejut. "Aneh sekali. Mereka sangat tertutup soal bisnis, lagi pula mereka hanya berbisnis dengan orang Rusia."

"Aku tahu, tapi ini menguntungkan kita. Pasar kita akan terbuka ke Jerman dan wilayah sekitarnya."

"Bagus, Ayah. Tapi apa hubungannya denganku? Kukira negosiasinya akan dimulai dengan Black."

"Mereka meminta kehadiranmu. Jadi kau harus berangkat hari ini juga. Kau harus bertemu mereka dalam tiga hari."

"Aku? Bukankah negosiasi itu tugas kakakku? Aku hanya mengurus pengiriman barang dan pencucian uang."

"Sudah kubilang, mereka ingin berbisnis denganmu," jawabnya jengkel. "Jadi kau yang pergi."

"Baiklah. Hari ini juga aku berangkat ke Jerman."

"Kalau kau khawatir soal Salvatore, dia bisa tinggal di sini sampai kau kembali."

"Tidak, Papa. Dia ikut denganku. Aku tak bisa meninggalkannya selama itu."

Aku keluar dari ruang kerja Papa, berpamitan pada saudara-saudaraku dan ibuku, lalu bersama bayiku pulang ke rumah untuk mengambil koper. Pesawat sudah menungguku. Satu jam kemudian aku sudah berada di dalam pesawat, siap berangkat ke Jerman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!