NovelToon NovelToon
Mengejar Kesempatan Ke Dua Setelah Perceraian

Mengejar Kesempatan Ke Dua Setelah Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ibu Cantik

Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.

Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.

Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.

Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.

Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Setelah melewati hari panjang dengan mata kuliah yang membuat kepala pusing,Alina memutuskan untuk jalan-jalan bersama kedua temannya.

"Guys cabut yuk cari apa gitu buat refresh kepala." ajak Alina.

"Gasss." ucap Fani dan Sisil bersamaan.

Mereka memutuskan untuk pergi ke mall melakukan kegiatan selayaknya gen z mulai dari potoboot, kulineran makanan viral dan berfoto ala selebgram.

"Seru banget ga sih hidup kaya gini asal ga ada tugas yang menghantui." ucap Alina.

"Seru Lin kalau yang ngomong pewaris apa lagi anak pemilik toko berlian." jawab Sisil.

"Au kita mah boro-boro seru, mikir habis lulus kuliah mau kerja dimana aja udah bikin kepala pusing." tambah Fani.

"Iya juga sih."ucap Alina.

"Pake Segala iya juga ni anak orang kaya." ucap Sisil sambil tertawa.

"Eh guys itu bukannya pak Farhan sama Bu Renata ya." Fani menyipitkan matanya untuk memastikan penglihatannya benar.

"Eh iya, kayaknya mau makan di restoran itu deh." tambah Sisil.

Alina yang merasa dihantui oleh Farhan melakukan ancang-ancang untuk melarikan diri, pasalnya kedua temannya ini sangat tidak tau malu untuk meminta traktiran.

Benar saja belum sampai Alina melarikan diri ucapan Sisil membuat Alina ingin menangis,"Eh guys ayo minta traktiran Bu Renata."

"Ayo ayo." ujar Sisil.

"Jangan jangan." Alina langsung menolak dengan cepat.

Sisil dan Fani menatap Alina Deng pandangan aneh.

"Eh itu guys kalian mau makan apa sih,biar aku aja yang traktir." ucap Alina dengan tersenyum agar temannya tidak curiga.

"Simpan uang pewarismu itu,saat nya kita memalak dosen yang kalau ngasih tugas ga ada ampun." Sisil langsung pergi dengan bergandeng tangan bersama Fani.

Alina berjongkok sambil menyembunyikan kepalanya,"Mati aku mati aku,apes banget hari ini."

Farhan dan Renata sedang memilih-milih makanan apa yang hendak mereka pesan, tiba-tiba dikejutkan dengan keberadaan dua anomali alias mahasiswi nya.

"Selamat sore pak Farhan Bu Renata."

Farhan dan Renata yang masih memilih menu makanan langsung mengalihkan atensinya.

"Kalian?berdua aja?." tanya Renata.

"Engga Bu kita bertiga." Sisil melihat sebelah kanannya yang kosong.

"eh kemana Alina."

Alina hendak berlari supaya tidak perlu mengikuti kegiatan konyol itu,tapi nasi sudah menjadi bubur, temannya malah memanggil nama nya.

"Alinnnnnnn kamu mau kemana." teriak Sisil.

Alina mau tidak mau berbalik sambil menunjukkan senyum pulsanya eh palsu maksudnya. Dengan langkah gontai Alina mendekati meja Farhan dan Renata.

"Selamat sore Bu,pak."

"Kebetulan kalian di sini mending sekalian makan bareng aja." ajak Renata.

"tidak usah Bu,kami bisa makan sendiri." ucap Alina.

Sisil dan Fani langsung menginjak kaki Alina.

"Aduh."

"Alina kita tidak boleh menolak rezeki, apalagi berupa makanan,iya kan fan?." Sisil bertatapan dengan Fani.

Renata tertawa melihat kelakuan mahasiswi nya,"udah gapapa biar saya traktir sekali kali."

Akhirnya Alina,Sisil dan Fani duduk dihadapan Farhan dan Renata.

Alina merasa sebal dengan teman-temannya yang tidak tau malu.

Renata menyadari jika Alina nyaman berada di dekatnya,"Alina sudah mulai penelitian untuk judul skripsi ya?." tanya Renata untuk mencairkan suasana.

"Iya Bu,masih mencari yang cocok buat saya teliti." ujar Alina.

"Kalau kamu bingung bisa konsultasi ke pak Farhan karena dari yang saya amati kalian punya pola pikir yang sama."

Farhan yang sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Renata.

"Kamu kenapa sayang? pelan-pelan kalah minum." Renata dengan penuh kelembutan mengelus punggung Farhan.

Sisil dan Fani merasa gemas melihat interaksi antara Renata dan Farhan, sedangkan Alina jangan di tanya dia ingin muntah melihat hal itu.

Akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang, mereka makan dengan tenang di suguhkan pemandangan romantis antara dosen mereka yang sesekali saling menyuapi.

"Dasar ga tau malu, bisa-bisanya ada mahasiswa di depannya malah pamer kemesraan." ujar Alina dalam hati.

"Mereka mesra banget sih,jadi pengen punya pacar." ucap Sisil sambil berbisik ke Alina.

Alina hanya memutar bola matanya menandakan dia muak mendengar ucapan temannya.

Makan malam pun telah selesai Alina and gang langsung meninggalkan Renata dan Farhan setelah berterima kasih karena sudah memberikan traktiran.

Alina menyuruh teman-temannya untuk pulang terlebih dahulu karena dia hendak membelikan kue kesukaan bundanya.

Alina berdiri di depan etalase yang menampilkan kue-kue cantik, pandangan Alina tertuju pada kue mangga dia langsung menunjukkan kue tersebut dan kebetulan berbarengan dengan seseorang yang menunjuk kue tersebut.

"Saya beli kue itu." ucap orang tersebut..Alina merasa kesal karena dia yang lebih dulu menunjuk kue tersebut langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa orang itu.

"Pak Farhan."

"Kamu." Ucap Farhan dan Alina bersamaan.

"Saya dulu yang pesan kue nya." ucap Alina dengan tatapan tajam.

Sebenarnya Farhan tidak ingin memperpanjang masalah kue tersebut,tapi ini adalah titipan mamanya jadi mau tidak mau Farhan harus memperjuangkan hak nya.

"tapi kamu belum melakukan transaksi pembayaran,jadi itu masih belum miliki siapapun." ucap Farhan.

"Ya ga bisa gitu dong pak,saya duluan yang di sini,mbak bungkus buat saya ya." ucap Alina.

"Jangan mbak saya yang lebih dulu menunjuk." ucap Farhan tidak mau kalah.

Sang pramuniaga pun bingung menatap antara Alina dan Farhan secara bergantian.

Farhan langsung mengeluarkan kartu untuk melakukan pembayaran, Alina juga sama tapi sialnya kartu tersebut terhimpit diantar barang-barang di dalam tas Alina yang menyebabkan dia kesusahan sendiri.

Ending dari per kue an ini dimenangkan oleh Farhan.

Farhan langsung meninggalkan Alina yang mematung melihat dia membawa kue tersebut.

Alina merasa marah dan sedih karena dia harus kalah dari orang seperti Farhan.

Alina berjalan sambil mengusap air matanya, seharian melihat Farhan membuat Alina merasa hidupnya menjadi memiliki beban.

Di sisi lain Farhan merasa puas karena berhasil membuat Alina kesal, entah mengapa dia merasa jika Alina seperti membencinya, Farhan berpikir jika itu terkait perjodohan.

Farhan yang hendak memasuki lift teringat jika dia meninggikan kartu Atm-nya di toko kue,dia langsung berlari untuk mengambil, karena Renata sudah menunggu di mobil.

Setelah mengambil kartu dia tidak sengaja melihat siluet tubuh Alina di depan toko kue sambil mengusap air matanya.

"Apa aku keterlaluan?." Farhan bertanya kepada diri nya.

Akhirnya Alina menghilang dari pandangannya,rasa bersalah mulai menjalar, seharusnya dia tidak bersikap kekanak-kanakan.

1
Lucyana H
thor ga suka sm si Farhan,udah cepet cerai aja thor,biar si Alina sm yg lain aja,benci bgt sm si farhan
citraalief
nambah up Kak😘🙏🙏
citraalief
😘
citraalief
🥰🥰 Semangat Up thorrr🙏
citraalief
Lanjut Kakkk🥰💪🙏
citraalief
mandi kembang 9 rupa Lin, jan pe lupa🤣🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!