NovelToon NovelToon
Madu Yang Pahit

Madu Yang Pahit

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

Alya Kirana menerima Arga Pratama sebagai suaminya dengan harapan membangun rumah tangga yang bahagia. Namun, dia tidak pernah tahu bahwa sebelum menikah dengannya, Arga telah lebih dahulu memiliki seorang istri bernama Nadira Permata. Di antara rahasia yang disembunyikan, janji yang tak kunjung ditepati, dan cinta yang terbagi, Alya dihadapkan pada kenyataan pahit yang tak pernah dia bayangkan. Dia tidak ingin menjadi musuh bagi perempuan lain. Namun, apakah itu berarti dia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri? Sementara Arga berusaha mempertahankan dua pernikahannya, seorang pria dari masa lalu Alya kembali hadir membawa perasaan yang tak pernah benar-benar padam. Ketika cinta terasa manis di awal, siapa yang harus menanggung pahitnya di akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Pintu

Arga baru saja selesai mengganti pakaiannya ketika ponsel di atas nakas berdering. Nama Nadira muncul di layar. Ia segera mengangkat panggilan itu, lalu duduk di tepi tempat tidur.

“Assalamualaikum, Sayang.”

“Waalaikumsalam.” Suara Nadira terdengar sedikit berbeda dari biasanya. “Kamu sudah selesai dengan urusan?”

“Sudah hampir selesai. Kenapa?”

“Ga, ini sudah berapa hari kamu nggak pulang loh..” Nadira menghela napas. “Aku tahu kamu punya urusan yang harus diselesaikan, tapi masa sampai selama ini?”

Arga terdiam sejenak. Ia bisa membayangkan Nadira sedang duduk sendirian di apartemen mereka. Biasanya, mereka menghabiskan malam bersama, makan, mengobrol, atau sekadar duduk di ruang tengah sebelum beristirahat.

“Maaf, Sayang. Aku tahu aku sudah terlalu lama pergi.”

“Aku sendirian terus di sini. Biasanya kalau malam kita bersama. Sekarang apartemen terasa sepi.” Suara Nadira melunak. “Aku kangen kamu, Ga.”

Dada Arga terasa sesak mendengarnya. “Aku juga kangen kamu,” jawabnya jujur.

“Kalau memang kangen, kapan pulangnya?” Nadira kembali memprotes. “Jangan cuma bilang kangen, tapi orangnya nggak muncul-muncul.”

Arga mengusap wajahnya. Ia ingin memberikan tanggal yang pasti, tetapi belum tahu kapan bisa kembali menemui Nadira tanpa menimbulkan pertanyaan dari keluarganya.

Masalahnya, ibunya sudah tahu dia tinggal di apartemen baru dengan Alya. Otomatis, dia tidak akan kembali lagi ke apatemennya yang lama.

“Beri aku sedikit waktu lagi, ya. Aku sedang berusaha menyelesaikan semuanya.”

“Kamu selalu bilang begitu.” Nadira terdengar kecewa, meskipun tidak benar-benar marah. “Ya sudah, aku tunggu. Tapi jangan lama-lama. Aku nggak mau terus-terusan tidur sendirian.”

“Iya, Sayang. Aku usahakan secepatnya.”

Mereka masih berbicara beberapa menit. Nadira kembali mengingatkan Arga agar menjaga kesehatan dan tidak terlalu lelah, sementara Arga berjanji akan menghubunginya lagi keesokan hari.

***

Di kamar utama, Alya baru saja selesai merapikan barang-barangnya. Ia melirik jam, kemudian mengambil mukena yang terlipat di atas tempat tidur. Waktu Isya sudah tiba, dan ia belum melihat Arga keluar dari kamar tamu. Alya pun berniat mengingatkan suaminya itu untuk salat.

Dengan mukena di tangan, ia melangkah keluar dari kamar utama. Jarak kedua kamar itu tidak terlalu jauh. Namun, ketika tiba di depan kamar tamu, langkahnya terhenti saat mendengar suara Arga dari balik pintu yang tidak tertutup rapat.

“Iya, Sayang. Aku tahu aku sudah terlalu lama pergi. Maafkan aku, ya.”

Alya terdiam. Ia tidak bermaksud mendengarkan percakapan tersebut. Namun, sapaan lembut itu sudah cukup membuatnya memahami bahwa Arga masih berbicara dengan Nadira.

Tangannya yang semula hendak mengetuk pintu perlahan turun. Alya menunduk sebentar. Ia hanya ingin mengingatkan suaminya untuk salat, bukan mengganggu waktu Arga bersama perempuan yang dicintainya. Bagaimanapun, Nadira juga istri Arga. Jika malam itu mereka sedang merindukan satu sama lain, Alya tidak merasa perlu ikut campur. Ia pun berbalik dan kembali ke kamar utama tanpa suara.

Setelah menutup pintu kamar utama, Alya menggelar sajadah, lalu mengenakan mukenanya. Ia menunaikan salat Isya sendirian, seperti biasanya ketika Arga tidak berada di sampingnya.

Tidak ada kemarahan yang perlu ia pendam. Alya hanya memahami bahwa setiap orang memiliki ruang pribadi yang harus dihormati. Ia tidak ingin memaksakan diri masuk ke dalam kehidupan Arga dan Nadira lebih jauh daripada yang sudah diketahuinya. Ia ingin menghormati batasan itu, sama seperti Arga yang juga menghormati batasan yang ia tentukan.

Sementara itu, di dalam kamarnya Arga masih berbicara dengan Nadira. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa Alya sempat berdiri di depan pintunya.

“Aku tutup dulu, ya, Sayang. Kamu istirahat. Jangan tidur terlalu malam.”

“Iya. Tapi kamu jangan lupa janji cepat pulang.”

“Iya, aku ingat.”

Setelah panggilan berakhir, Arga meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia masih merindukan Nadira. Perasaannya kepada perempuan itu tidak berubah hanya karena sekarang ia tinggal bersama Alya.

Namun, ketika mengingat kehidupan baru yang sedang dijalaninya, Arga kembali merasa tidak nyaman. Ia telah membiarkan dua perempuan berada dalam keadaan yang berbeda, sementara hanya dirinya yang mengetahui seluruh kebenarannya.

Arga menarik selimut dan berbaring. Malam itu, ia memilih memejamkan mata tanpa mencari jawaban atas persoalan yang semakin rumit akibat keputusannya sendiri.

Di kamar sebelah, Alya juga sudah selesai berdoa. Ia hanya meminta pada Tuhan untuk menjalani kehidupannya dengan tenang. Setelah mencirahkan banyak hal di atas sajadah, Alya bersiap untuk tidur. Ia tidak memikirkan siapa yang menelepon Arga, tidak pula berniat menanyakan percakapan yang sempat didengarnya.

Baginya, malam itu sudah cukup. Esok hari, ia akan kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa, tanpa mengharapkan sesuatu yang belum bisa diberikan suaminya.

1
Setyowati Setyowati
dari kemarin ngintip trs sy kira keman Thor ...tp syukurnya up juga ..jangan Hiatus Thor 🙏🙏
Setyowati Setyowati
kalau bisa jangan simpan semua sendiri Nadira...karena kamu akan banyak pikiran jadi akan berimbas pada janinmu dan dirimu ..bagi bebanmu pada Arga juga ..biar sama " mencari solusinya
Setyowati Setyowati
lanjut 🙏🙏
Setyowati Setyowati
kemungkinan Nadira hamil ..dan tidak ada alasan untuk minta pisah ...Alya dan Nadira sama" terjebak pada laki" yg egois ..tidak ada pemenang maupun yg kalah ..karena kedua" nya posisinya sama ..di tipu di sembunyikan dari istri lainnya
Setyowati Setyowati
maaf .. sampai lupa kasih bintang 5 ..keasikan baca
Setyowati Setyowati
masih merasa enak ya si Arga Tengo sana sini masih oke ..tp kalau semua sudah ketahuan sama orangtua dan Nadira ...apa alasan yg keluar dari mulutmu
Setyowati Setyowati
angga lagi mampir ya thor
Anita Giu: Ah typo 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!