NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Rencana Licik Kevin

Ini adalah momen yang dia tunggu-tunggu untuk membalikkan nasibnya seratus delapan puluh derajat.

"Saya tidak butuh hal-hal kecil seperti itu, Pak Herman," jawab Bayu tenang, membuat semua orang di ruangan itu mengerutkan kening heran.

"Saya hanya ingin jaminan rekomendasi tanpa tes ke Fakultas Kedokteran Universitas Nasional."

"Dan sebagai tambahan, saya minta sebuah ruko kosong di pusat kota beserta modal awal untuk saya membuka klinik kesehatan mandiri."

Mendengar permintaan yang tidak masuk akal dari seorang murid SMA itu, beberapa dokter di ruangan tersebut langsung terbelalak kaget.

"Buka klinik? Anak SMA sepertimu mau buka praktek medis? Kau sudah gila ya?!" bentak dokter senior tadi tidak percaya.

Dokter senior berkacamata itu menatap Bayu dengan wajah merah padam karena marah.

"Anak ingusan sepertimu berani meremehkan prosedur medis demi ambisi gila?" bentak dokter itu.

"Pak Herman, jangan dengarkan anak ini, dia pasti sedang melantur karena kaget melihat kemewahan ruangan ini."

Pak Herman hanya mengangkat tangannya perlahan, mengisyaratkan agar dokter itu diam.

Pria tua itu menatap Bayu dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Rekomendasi masuk universitas adalah hal yang mudah bagiku, Bayu," ucap Pak Herman tenang.

"Tapi memberimu modal dan izin membuka klinik tanpa lisensi medis adalah pelanggaran hukum yang berat."

"Apa jaminanmu bahwa kau tidak akan membunuh pasien pertamamu?"

Bayu tidak langsung menjawab.

Dia memusatkan pandangannya pada tubuh Pak Herman, membiarkan energi giok di telapak tangannya mengalir ke matanya.

Dalam hitungan detik, seluruh jaringan pembuluh darah dan organ dalam Pak Herman tergambar jelas di kepala Bayu.

Bayu tersenyum tipis.

"Jaminannya adalah nyawa Anda sendiri, Pak Herman," jawab Bayu santai.

Seluruh orang di ruangan itu tersentak kaget mendengar ucapan Bayu.

"Kurang ajar! Berani sekali kau mengancam Ketua Yayasan!" teriak dokter senior itu bersiap memanggil satpam.

"Saya tidak sedang mengancam, saya hanya menyampaikan fakta medis," potong Bayu dingin.

Bayu melangkah maju mendekati sisi ranjang Pak Herman.

"Setiap malam sekitar jam dua pagi, dada kiri Anda selalu terasa seperti ditusuk jarum es, bukan?" tebak Bayu dengan akurat.

"Dan Anda juga sering batuk kering tanpa sebab yang dibarengi dengan rasa kebas di ujung jari tangan kiri."

Mata Pak Herman seketika membelalak lebar, wajah tenangnya langsung berubah pucat.

"Ba-bagaimana kau bisa tahu gejala itu?" suara Pak Herman terdengar bergetar hebat.

"Aku bahkan tidak pernah menceritakan detail rasa sakit ini kepada dokter pribadiku."

Para dokter spesialis di ruangan itu saling berpandangan dengan raut kebingungan.

Mereka memang rutin memeriksa Pak Herman, namun tidak pernah menemukan masalah serius di jantung pria tua itu.

"Itu karena alat pemindai modern kalian terlalu fokus pada organ, tapi buta terhadap aliran energi," jelas Bayu santai sambil melirik para dokter.

"Ada serpihan darah beku sebesar biji kacang hijau yang terjepit di pembuluh vena dekat katup jantung Anda."

"Jika tidak segera dihancurkan, dalam waktu kurang dari sebulan Anda akan mati mendadak saat sedang tertidur."

Ruangan itu mendadak senyap seperti kuburan.

"Kau bisa... kau bisa menyembuhkannya, anak muda?" tanya Pak Herman dengan nada penuh harap, membuang jauh-jauh sisa kesombongannya.

"Tentu saja, bahkan saya bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari tiga menit," jawab Bayu.

"Itu pun kalau Anda percaya pada kemampuan tabib jalanan ini."

Pak Herman langsung mengangguk dengan cepat.

"Lakukan sekarang, Bayu, aku serahkan nyawaku padamu."

Dokter senior mencoba memprotes lagi, tapi tatapan tajam Pak Herman langsung membuat dokter itu bungkam ketakutan.

Bayu mengangkat tangan kanannya, memfokuskan aliran energi giok ke ujung jarinya.

Tuk! Tuk! Tuk!

Bayu menekan tiga titik saraf secara berurutan di area dada dan bahu kiri Pak Herman.

Gerakannya sangat cepat namun presisi, mengirimkan sensasi panas yang luar biasa menyengat ke dalam dada pria tua itu.

Uhuk! Uhuk! Uhuk!

Pak Herman terbatuk sangat keras hingga tubuhnya membungkuk ke depan.

Dia memuntahkan segumpal darah berwarna hitam pekat yang berbau busuk ke atas selimut putihnya.

"Astaga! Pak Herman muntah darah!" teriak salah satu dokter panik.

Namun, bukannya melemas, wajah Pak Herman justru berangsur-angsur memerah sehat.

Napasnya yang selama ini terasa berat tiba-tiba menjadi sangat ringan dan lega, seolah ada beban yang baru saja diangkat dari dadanya.

"Luar biasa..." gumam Pak Herman sambil mengusap sisa darah di mulutnya dengan tisu.

"Rasa sakit yang selalu menyiksaku tiap malam benar-benar hilang tanpa sisa."

Pak Herman menatap Bayu dengan pandangan penuh kekaguman dan rasa hormat yang mendalam, tidak lagi melihatnya sebagai sekadar murid SMA.

Dia menoleh ke arah asisten pribadinya yang berdiri mematung di sudut ruangan.

"Siapkan dokumen kepemilikan ruko kosong di Jalan Sudirman dan transfer modal satu miliar ke rekening anak ini besok pagi," perintah Pak Herman tegas.

"Dan urus semua izin kliniknya melalui jalur khusus yayasan kita."

Bayu hanya tersenyum tipis, dia tahu rencananya untuk membangun kerajaan medisnya sendiri telah berjalan dengan sempurna.

...

Malam harinya, di sebuah bar eksklusif yang remang-remang di pinggiran kota.

Dentuman musik yang memekakkan telinga menemani kepulan asap rokok yang memenuhi ruangan.

Kevin duduk di sebuah sofa sudut dengan wajah muram dan segelas minuman keras di tangannya.

Lengannya sudah kembali normal, namun harga dirinya yang diinjak-injak tadi pagi masih hancur berantakan.

Bayangan wajah sombong Bayu terus menari-nari di kepalanya, membuatnya semakin muak dan mendidih.

Brak.

Seorang pria bertubuh kekar dengan tato ular di lehernya duduk di seberang meja Kevin.

Pria itu adalah preman bayaran kelas atas yang sering menyelesaikan masalah kotor para orang kaya.

"Jadi, apa masalahmu, Tuan Muda Kevin?" tanya pria bertato itu dengan suara serak.

"Sampai kau rela memanggilku ke tempat bising seperti ini."

Kevin mengeluarkan sebuah amplop cokelat tebal berisi tumpukan uang tunai dan melemparkannya ke atas meja.

Dia juga meletakkan selembar foto Bayu yang diambil diam-diam di sekolah.

"Namanya Bayu, dia cuma murid beasiswa miskin yang belagu di sekolahku," ucap Kevin dengan nada penuh kebencian.

"Gue mau lo buat anak ini cacat seumur hidup."

"Patahkan kedua tangannya biar dia nggak bisa lagi berlagak sok jagoan di depan gue dan Natasha."

Pria bertato itu mengambil foto Bayu lalu tertawa meremehkan.

"Hanya anak SMA kurus begini? Ini terlalu mudah dan membuang waktuku," ejek preman itu.

"Tapi karena uangmu banyak, besok malam saat dia pulang melewati gang rumahnya, aku pastikan tangannya akan remuk menjadi bubur."

Kevin tersenyum sinis, membayangkan kehancuran masa depan Bayu yang tinggal menghitung hari.

Dia sama sekali tidak tahu bahwa monster yang baru saja dia usik tidak akan bisa dihentikan oleh preman jalanan rendahan.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!