“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”
Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.
“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”
“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.
Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.
Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…
Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."
Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Varietas Paling Sulit
“I…Iya bertemu denganmu. Aku dengar-dengar di sini ada dokter wanita yang hebat. Karena itu, Aku ingin bertemu dengan dokter wanita yang hebat dan cantik itu…” pemuda yang menggigit bagian bawah bibirnya sendiri tidak tahu harus bagaimana. Yang penting tidak dilaporkan ke polisi dulu.
“Tristan! Nak Tristan! Rupanya kamu ada di sini!” suara motor bebek terdengar, kepulan asap keluar dari knalpotnya. Bagaikan penyemprotan nyamuk. Seorang pria yang mungkin usianya sekitar 45 tahun.
Gandhi, Itulah namanya. Pria berotot bertubuh besar, pria ini adalah kepala desa Lumbung Emas.
Pria yang membuat Tristan lega, memarkirkan motornya di dekat mereka.
“Nak Tristan! Saya sudah mencarimu kemana-mana.” Ucap pria itu, pria yang terlihat berpakaian sederhana. Hanya sweater yang sudah usang, dan celana jeans tua yang kotor dan robek.
“Sa…Saya hanya berkeliling mencari tanah yang mungkin cocok. Lokasi yang mungkin pas untuk budidaya nantinya.” Tristan segera menjabat tangan Gandhi, kepala desa yang terlihat tegap berwibawa.
“Sebenarnya…Paman Gandhi, pria ini datang untuk mencariku dari desa seberang. Katanya dia pindah untuk bertemu denganku…” Vivian menggigit bagian bawah bibirnya sendiri.
“Tristan, aku lupa memperkenalkanmu. Ini adalah keponakanku, namanya Vivian. Dia ini satu-satunya lulusan kedokteran di desa ini. Bahkan berhasil menjadi dokter spesialis bedah di usia yang muda. Tapi sayangnya sampai sekarang belum menikah. Alasan pertama karena dia tinggal di desa, alasan kedua berhubungan dengan alasan pertama. Katanya warga desa sini tidak ada yang sesuai dengan standarnya.” Pria itu terkekeh mengejek keponakannya.
“Jadi paman…Tristan ini bukan dari perusahaan penggusuran?” Tanya wanita itu lagi, mengamati penampilan Tristan dari atas sampai bawah.
Walaupun pakaiannya lusuh dan dekil, tapi wajahnya benar-benar luar biasa. Bentuk tubuhnya, suaranya, dan cara bicaranya. Benar-benar astaga…tipenya…
“Tentu saja bukan, kamu ingat Dewa rezeki yang Paman katakan? Dewa rezeki desa makmur, pria ini yang mengajari orang-orang desa makmur, untuk berkebun buah anggur impor, dan buah anggur lokal. Dia juga yang mengatur suppliernya, dia menjadikan desa makmur yang dulunya dari desa termiskin. Menjadi desa terkaya di kabupaten.” Penjelasan yang diucapkan oleh Gandhi.
“Jangan menyebutku Dewa rezeki, aku kemari hanya untuk memenuhi permintaan pasar. Asalkan anggur kalian tidak memakai pestisida kimia yang berbahaya, lebih baik memakai pestisida organik. Maka aku bisa mendistribusikannya. Tentang anggur kualitas premium, sebenarnya aku ingin bertaruh besar kepada desa ini. Jika kalian bersedia bekerja sama denganku. Untung rugi kita tanggung bersama, ini akan seperti berjudi…” Tristan mengulurkan tangannya, hendak menjabat tangan Gandhi.
Gandhi terlihat bagaikan ragu, pada akhirnya menerima jabatan tangan Tristan.
“Paman, aku pernah mendengar tentangnya jika dipikirkan lagi. Dia adalah dewa rezeki desa makmur bukan? Dia rela pindah ke desa lumbung emas, pasti karena mendengar tentang kecantikanku, dan mengetahui seorang dokter muda berbakat tinggal seorang diri di desa tanpa menikah. Dia sendiri yang mengatakan dia ke desa ini untukku.” Wanita itu mendekat, kemudian bergerak tanpa malu, menggenggam jemari tangan Tristan.
“A…aku ingin bertani anggur di desa ini.” Tristan melepaskan tangan wanita itu.
“Jangan malu-malu seperti itu. Tidak semua pria masuk ke dalam standarku. Walaupun kamu pria desa, tapi lebih baik pria desa…pria kota hanya membuat sakit hati. Iya kan…Tristan.” Vivian mengedipkan sebelah matanya, wajahnya begitu cantik alami. Bodinya tidak terbantahkan.
Tristan menelan ludahnya, mana ada pria yang tidak tergoda dengan wanita cantik. Tapi dirinya menggeleng, Wanita hanya bisa membuat sakit hati saja.
“Menyingkir…” Tristan menghela nafas.
“Kamu benar-benar pemalu, Aku menyukai pria pemalu. Maaf sebelumnya mengira kamu orang dari kota yang akan menjadikan tempat ini sebagai tempat sampah. Aku ingin kita lebih dekat, jika kita lebih dekat kamu bersedia bukan tinggal di desa ini untuk selamanya. Tristan…untukku yang cantik ini, tolong jaga desa ini sepenuh hati ya…” wanita yang masih menggunakan pakaian dokter itu mengedipkan sebelah matanya.
“Vivian jangan genit-genit!” Gandhi berusaha tersenyum melihat kelakuan keponakannya.
“Nah sekarang, sebelum aku mengumumkannya kepada warga. Apa rencanamu? Dan bagaimana kami bisa membantu?” Gandhi mengalihkan pandangannya kini tertuju pada Tristan.
“Aku ingin berbicara dengan pak Gandhi sembari berkeliling.” Tristan pada akhirnya menghela nafas, mengatakan tujuannya.
***
Wanita bernama Vivian itu tidak mengikuti lagi, mengingat ada pasien yang ingin melahirkan harus ditanganinya di puskesmas.
Dirinya berjalan dengan ganti selaku kepala desa makmur. Mereka berjalan di sisi sebelah kiri aliran sungai yang begitu jernih.
“Sebelumnya aku ingin bertanya, apa anggur lokal yang ditanam menggunakan pestisida? Aku juga akan membawa hasil ujinya ke laboratorium. Jika hasil ujinya tidak menggunakan pestisida berbahaya, dan kadar kemanisannya sesuai, aku bersedia membeli seharga 9000 per kg.” Tawaran yang diucapkan oleh Tristan.
“Kalau itu kami sangat bersedia! Tengkulak yang datang sebelumnya menawar dengan harga 7.000 per kg. Itupun mereka pilih-pilih, terkadang juga mengembalikan barang ketika lama mereka simpan dan membusuk.” Keluh Gandhi.
Pria itu menatap ke arah sekitar. Menelan ludahnya, kemudian berusaha bertanya kepada Tristan. Pria yang, memegang Anggur varietas Red globe.
“Kalau yang ini, entah kenapa buah di desa kami kecil-kecil. Ketika tumbuh pun rasanya asam. Kami sama sekali tidak mengerti tentang ini.” Keluh sang kepala desa.
“Memelihara anggur lokal dengan anggur kualitas premium tentu saja berbeda. Seperti memelihara kucing lokal, dengan kucing impor. Kucing lokal sudah beradaptasi dan tinggal di lingkungan kita dengan mudah. Sedangkan untuk kucing impor, sudah pasti tidak terbiasa dengan iklim dan keadaan cuaca di lingkungan ini. Terkadang juga memerlukan perawatan dan cara budidaya khusus. Aku akan mengajari kalian, bagaimana untuk mengembangkan anggur kualitas premium. Selain itu…tentang taruhan yang aku katakan. Apa kalian mau ikut bertaruh denganku?” Tristan tersenyum, pria yang memberikan penawaran kepada kepala desa.
“Harga 9.000 per kg, itu sudah bagaikan keberuntungan besar bagi kami. Kami akan bertaruh, kami akan mengikutimu. Besok kita akan mengadakan rapat di balai desa.” Gandhi terlihat benar-benar antusias.
“Sebenarnya…Apa kalian pernah mendengar tentang anggur termahal di dunia? Anggur Ruby Roman, varietas yang hanya tumbuh di Jepang. Harga per kg nya untuk kualitas biasa mencapai 1,5 sampai 3,6 juta rupiah. Targetku tidak mudah…tentang bagaimana kita dapat merubah gunung ini menjadi gunung harta nantinya…”
pedagangpun menolak
dah busuuuuuk 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
setelah diliat ternyata 😒😒
hadeeeeh
eh..salah Deng sekarang mah udh google berjalan yaa🫣🤣🤣
😁😁😁
semamgat berkarya, sukses selalu🤲
Sudah lebih baik kehidupan di Desa Makmur setelah Tristan datang, brati warga desa punya hp dong, ada jaringan internet masuk Desa Makmur kan? Kenapa warga Desa Makmur tetep dalam kebodohan? Tanpa mencari berita online soal penanaman anggur red globe dll😜