NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 6_KONTRAK SANG PEMBURU

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 6_KONTRAK SANG PEMBURU

Sentuhan di pinggangnya dan aroma yang menyeruak itu seperti menyalakan sumbu petasan di dalam kepala Cinta. Efek alkohol yang tadinya membuat kesadaran Cinta melayang, mendadak terkikis oleh gelombang amarah dan harga diri yang terusik.

Dia mencengkeram lengan kokoh pria bertopeng itu, mendorong dada bidangnya dengan sekuat tenaga agar jarak di antara mereka tercipta kembali.

"Lepaskan! Berani sekali kau menyentuhku sembarangan!" desis Cinta tajam. Suaranya melengking di antara keriuhan musik klub, matanya menatap berapi-api pada topeng hitam satin yang menyembunyikan wajah pria itu.

Pria bertopeng itu—Maxim—tidak bergeming sedikit pun akibat dorongan Cinta. Dia justru memiringkan kepalanya sedikit, menikmati setiap kilat amarah yang keluar dari sepasang mata jeli wanita di hadapannya.

"Kau!" bentak Cinta lagi, menudingkan jari telunjuknya tepat di depan dada pria itu.

"Berani-beraninya kau menampakkan mukamu lagi di depanku setelah apa yang kau lakukan malam itu, hah? Kau pikir kau siapa? Kau itu cuma pria penghibur baru di sini! Aku menyewamu malam itu untuk bersenang-senang, bukan untuk membiarkanmu bertindak kasar seolah-olah kau pemilik tubuhku!"

Cinta mengembuskan napas gusar, memegangi lehernya yang tertutup jaket kulit dengan ekspresi frustrasi.

"Lihat apa yang kau lakukan pada leherku! Kau hampir saja menghancurkan seluruh rencana besarku! Gara-gara bekas gigitanmu yang brutal itu, bos di kantorku sampai melihatnya hari ini! Kau tahu betapa memalukannya itu bagi reputasiku? Sialan!"

Mendengar makian itu, Maxim menahan tawa rendah di dalam tenggorokannya. Wanita ini sedang mengutuk perbuatannya langsung di depan mukanya, tanpa menyadari seujung kuku pun bahwa bos yang dia takuti di kantor dan gigolo yang sedang dia maki adalah orang yang sama.

Maxim tidak membalas kemarahan itu dengan emosi. Sebaliknya, dia justru menggumamkan kata maaf dengan suara berat yang diredam, terdengar sangat seksi dan dalam.

Namun, permintaan maaf itu terasa palsu saat tangan kekar Maxim mendadak bergerak cepat, menarik pinggang ramping Cinta dalam satu hentakan kuat hingga tubuh wanita itu menempel rapat dalam dekapannya yang sangat posesif.

"Apakah Kakak Cantik sedang ada masalah di kantor? Dan butuh hiburan malam ini?" bisik Maxim tepat di telinga Cinta. "Jika Anda butuh pelampiasan... saya siap melakukannya untuk Anda lagi malam ini."

Cinta mendongak, menatap celah mata di balik topeng hitam tersebut. Napas hangat pria itu menerpa wajahnya, membawa kembali ingatan tentang gairah panas dua malam lalu.

"Kali ini, Anda tidak perlu membayar saya," lanjut Maxim dengan seringai tipis tersembunyi.

"Uang dua juta yang Anda tinggalkan di meja nakas kemarin... sudah jauh lebih dari cukup untuk ukuran pemula seperti saya."

Mendengar ucapan pria itu, emosi Cinta yang meledak-ledak perlahan menyusut, digantikan oleh pemikiran pragmatis di dalam kepalanya. Cinta memperhatikan postur tubuh pria di hadapannya.

Di balik kemeja hitam premium yang ketat itu, dia bisa merasakan otot dada yang keras dan lekuk otot perut yang kokoh saat tubuh mereka menempel.

Batin Cinta bergejolak. Harus dia akui, pelayanan pria penghibur ini memang sangat memuaskan dua malam lalu. Bentuk tubuhnya juga luar biasa bagus, ditambah otot-otot perutnya yang sempurna. Rasanya aku tidak akan rugi sama sekali jika menggunakan jasanya lagi untuk melepas stres.

Tanpa pikir panjang, alkohol dan rasa frustrasinya terhadap Tuan Maxim di kantor membuat Cinta menyetujui tawaran itu begitu saja. Dia menyunggingkan senyum nakal, lalu mengetukkan jari lentiknya di dada pria itu.

"Baik. Tapi aku punya satu syarat," ucap Cinta dengan nada memerintah yang manja. "Jangan pernah tinggalkan tanda kepemilikan di tubuhku lagi seperti kemarin. Hanya aku yang boleh melakukannya padamu. Mengerti?"

Mendapatkan lampu hijau yang dinantikannya, kilat obsesi gelap langsung berkilat di balik mata hitam Maxim. Dia tidak membuang waktu. Tangan kekarnya bergerak cepat ke belakang, menarik tengkuk Cinta dengan dominan, lalu langsung mengunci bibir merah menyala milik wanita itu dalam sebuah ciuman yang dalam, panas, dan mematikan.

Keesokan paginya, sinar matahari kembali menembus tirai kamar hotel mewah yang sama. Namun kali ini, Cinta tidak melarikan diri lagi seperti pencuri. Dia terbangun dengan tenang, menggeliat di balik selimut putih beludru.

Saat dia menoleh ke samping, pria misterius itu sudah terbangun dan duduk di tepi ranjang. Yang mengejutkan, pria itu sudah mengenakan pakaian lengkap dan kembali memakai topeng hitam satinnya, menyembunyikan wajah aslinya bahkan di dalam kamar hotel yang privat.

Cinta tidak berkomentar apa pun tentang hal itu. Dia mengira mungkin itu adalah aturan privasi yang ketat karena pekerjaan pria itu sebagai gigolo kelas atas untuk melindungi identitas pelanggannya.

Cinta bersandar pada kepala ranjang, menarik selimut untuk menutupi dadanya, lalu menatap punggung tegap pria bertopeng di hadapannya. Sebuah ide gila mendadak melintas di kepalanya yang materialistis.

"Hei, Adik Tampan," panggil Cinta, membuat Maxim menolehkan kepalanya sedikit. "Boleh aku bertanya sesuatu? Berapa sebenarnya penghasilan harian atau bulananmu dari pekerjaan seperti ini?"

Maxim tidak menjawab, dia hanya diam mendengarkan, menunggu ke mana arah pembicaraan wanita manipulatif ini.

"Jangan salah paham, aku tidak berniat ikut campur dalam urusan pribadi atau pekerjaanmu," ujar Cinta dengan nada angkuh yang khas, mengibaskan rambut hitamnya dengan percaya diri.

"Aku hanya berniat untuk memeliharamu. Sebentar lagi, aku akan mendapatkan uang sepuluh miliar rupiah dari sebuah proyek besar. Nilai yang sangat besar, kan?"

Cinta tersenyum jemawa, membayangkan cek sisa delapan miliar dari Valen yang sudah terasa di pelupuk matanya.

"Aku ingin membuat kesepakatan eksklusif denganmu. Aku akan membayar semua tarif Bookingan mu asalkan hubungan kita bersih. Selama kamu bersamaku dan menerima uangku, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan ini dengan wanita lain. Aku tidak suka berbagi milikku dengan orang lain. Bagaimana?" tanya Cinta menantang, merasa dirinya kini adalah seorang majikan kaya yang sedang membeli mainan mahal.

Cinta kemudian mengulurkan tangan kanannya dari balik selimut. "Karena kita akan bekerja sama dalam waktu lama, rasanya tidak adil kalau kita tidak saling tahu nama. Namaku Vera."

Maxim menatap telapak tangan halus wanita itu, lalu menyambutnya dengan genggaman tangannya yang besar dan hangat. Di balik topeng hitamnya, sebuah senyuman manipulatif terukir sempurna. Dia tahu nama asli wanita ini adalah Cinta, tetapi dia sangat menikmati sandiwara ini.

"Ethan," jawab Maxim dengan suara baritonnya yang berat, menyamarkan nama aslinya tanpa ragu. "Panggil saya Ethan, Kakak Cantik."

Maxim mencondongkan tubuhnya, mengecup punggung tangan Cinta sekilas dengan gerakan yang sangat sopan namun terasa mengikat. "Saya akan menjadi milik Anda sepenuhnya, kak Vera. Mari kita lihat... seberapa lama uang sepuluh miliar Anda itu bisa menahan saya di sisi Anda."

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!