NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Kematian yang di rencanakan

__________________________________**

"Mbok, maaf." Ujar Clare, ia berjongkok di depan makam mbok Lastri. "Kalau aku tidak keluar malam itu, mungkin mbok tidak akan di salahkan lalu di pecat dan akhirnya mengalami kecelakaan." Clare mengelus nisan mbok Lastri, Air matanya mengalir deras.

"Mengapa aku harus kehilangan mbok juga, mengapa Tuhan mengambil semuanya dari aku. Papa, mama, sekarang mbok, aku harus hidup dengan siapa lagi! Tapi aku ikhlas Semoga mbok mendapatkan tempat terbaik di sisinya." Clare berdiri, lalu ia memeluk Nana untuk menangis.

"Sudah!, setiap pertemuan pasti selalu ada perpisahan. Aku tau mbok Lastri berarti untukmu." Nana mengusap pelan rambut Clare, halus.

"Tapi bagaimana aku di rumah tanpa kehadiran mbok Lastri, siapa lagi yang akan membelaku, Nana!!" Ujar Clare pecah, suaranya tertahan oleh tangisan.

"Aku akan selalu ada untukmu, kamu tidak sendirian!" Jawab Nana cepat.

"Kamu tidak tinggal bersamaku, tetap saja aku akan merasa sendiri!" Ujar Clare, tangisnya semakin kencang.

Nana melepaskan tangannya dari kepala Clare, ia menatap ke langit yang terang.

"Kamu harus belajar menghadapi dunia sendirian, perlahan semua orang yang ada di dekatmu juga akan hilang seperti sekarang, kamu hanya harus bergantung pada dirimu sendiri, jika kamu berpegangan padaku perlahan aku juga akan hilang (mati), jika kamu berpegangan kepada tembok, tembok itu juga akan rubuh. Kamu hanya bisa bergantung pada diri sendiri, cobalah lakukan semua itu perlahan dan kamu akan terbiasa." Ujar Nana, panjang. Kata kata itu pun menyadari Clare, bahwa memang benar tak ada yang bisa ia percayai kecuali dirinya sendiri.

Clare melepaskan pelukannya, ia mengusap sisa air mata di pipi dengan punggung tangannya.

"Makasih, kata katamu sangat membuat mataku terbuka." Ujar Clare, ia berjongkok lagi, berpamitan kepada mbok Lastri.

"Mbok," tangannya memegang nisan mbok Lastri. "Aku pamit, makasih atas semua waktu yang telah mbok habiskan untuk aku dan keluargaku, aku tidak pernah menyesal pernah hidup satu atap dengan mbok, aku pergi yah... mungkin suatu saat nanti aku akan kembali." Clare melepaskan tangannya, melangkah pelan ke belakang, seolah hatinya masih ingin tetap di sana. Nana meraih lengan Clare, membawanya pergi, Gendis di belakang mengikuti langkah mereka.

Setelah sampai, Nana dan Clare langsung pamitan kepada Gendis. "kami pamit ya Gendis. Terimakasih sudah mengantarkan kami melihat mbok Lastri untuk terakhir kalinya." Ujar Nana, ia dan Clare pun pergi dari kampung itu membawa duka.

"****"

Di bawah gedung grup Anata, pengawal berjejer rapih di kedua sisi mobil, memakai jas berwarna hitam dan kacamata. Karyawan menunduk, berbaris rapih memakai kartu pekerja.

Bima membukakan pintu mobil, sepatu hitam yang berkilau muncul di aspal yang bersih diikuti asap rokok. Dia berdiri, jas hitam panjang terlihat gagah di badannya yang tinggi.

"Selamat datang Presdir Jhon!" Ujar seluruh karyawan, riuh namun tenang.

Jhon berjalan cepat di ikuti Bima.

Nit... Nit... Ponsel di saku Jhon berdering. Ia meraih ponselnya, di layar tertulis nama "Nene" Jhon mengangkat panggilan video itu.

"Anak nakal! Apakah kamu sudah sampai di perusahaan?" Ujar nenek.

"Sudah." Jawab Jhon, singkat, dingin.

"Nenek tidak percaya jika kamu tidak menunjukkan perusahaannya!"

Jhon mengarahkan ponselnya ke setiap sudut perusahaan, lalu tersenyum tipis ke camera.

"Bagus, sekarang kamu wujudkan permintaan nenek yang kedua, sebelum nenek mati!" Ujar nenek, matanya menatap tajam mata Jhon, namun tatapan itu hangat.

Jhon terdiam sebentar memikirkan sesuatu, ia berfikir dirinya waktu tidur bersama seorang gadis yang tak ia kenal.

"Nenek akan segera memiliki cucu menantu." Jawab Jhon sembari tersenyum, matanya menatap kosong.

"Baguslah, segera bawa calon cucu menantu nenek!" Jawab nenek riang. Jhon mengangguk, kecil. Nenek mematikan teleponnya.

"Bagaimana, sudah kamu selidiki tentang gadis waktu itu." Tanya Jhon di kantornya, Bima mengangguk, ia memberikan sebuah dokumen tentang data diri Clare.

Lalu Jhon membukanya, di halaman pertama wajah Clare terlihat, ia mengusap gambar itu dengan jempol, pelan. Bibirnya tersenyum lebar, matanya menyapu tulisan hingga selesai, sampai akhirnya menemukan sesuatu.

"Dia Presdir grup Dewana?" Tanya Jhon kepada Bima.

"Betul, tuan. Namun beberapa hari lalu jabatannya di turunkan menjadi karyawan biasa." Jawab Bima, ia menunjukan sebuah foto dari ponselnya. "Dan ini adalah presiden baru di Dewana grup yaitu suami dari nona Clare.

Jhon melihat gambar yang Bima tunjukan, lalu tersenyum miring. "Dia sudah mempunyai suami tapi tidur dengan pria lain juga asing, menarik." Ujarnya, sinis.

"Saya dengar Dewana grup mengajukan kerja sama kepada Anata grup?" Jhon menatap ke arah Bima.

"Betul tuan." Jawab Bima cepat.

Jhon mengambil gelas wine di mejanya, menatap gelasnya tajam, tangannya menggoyangkan gelas itu, lambat, kejam.

"Tanda tangani itu, besok saya ingin ke perusahaan mereka untuk membahas kerja samanya." Ujarnya, matanya menyapu Bima ke arah pintu.

"O-oh siap." Bima beranjak, tangannya menelpon pihak Dewana grup.

"Halo, kami setuju dengan permintaan kerja sama dari pihak perusahaan anda, pihak kami akan membahas kerja samanya besok di perusahaan anda." Ujar Bima sembari berjalan. Mata Jhon mengikuti punggung Bima, menatapnya sinis. *Kita akan bertemu lagi gadis kecil:⁠-⁠* ia meminum wine nya hingga habis.

Tok... Tok... Tok... Pintu kantor Jhon terketuk, pelan. "Masuk" jawab Jhon sembari fokus dengan laptopnya. Seorang wanita muncul dari balik pintu, wajahnya tak begitu cantik, pakaiannya seksi, ia memakai rok mini berwarna putih, dan crop top berwarna kuning yang hanya menutupi dadanya, heels nya terdengar bersahutan dengan lantai marmer, Rambutnya terurai cantik.

Ia berjalan ke arah Jhon, langkahnya pelan namun bernada seolah dia sedang berjalan seperti model.

"Oh my God, Jhon." Jhon menatapnya sekilas Lalu kembali menatap laptop. Wanita itu mendekat ke kursi yang Jhon duduki.

"Jhon aku senang kamu akhirnya ingin meneruskan perusahaan keluargamu," wanita itu memeluk leher Jhon dari belakang. "pasti bibi dan paman di luar negeri sangat senang seperti aku sekarang." Ujarnya, Jhon tetap cuek, ia melepaskan tangan wanita itu, paksa. Namun ia tak mengeluarkan kata.

"Jhon, kenapa kamu sangat cuek? Aku calon tunanganmu loh, keluargamu dan keluargaku sudah bersahabat lama!" Ujarnya, ia terus memaksa untuk memeluk Jhon.

"Bima!" Panggil Jhon, keras.

Bima muncul, wajahnya panik. "Ada apa tuan!"

Jhon tak menjawab dengan kata, ia memakai bahasa tubuh yang menyuruh Bima untuk membawa wanita itu pergi.

"Baik, tuan." Bima mendekati wanita itu. "Mari, nona Elsa." Tangannya mengarahkan Elsa ke pintu keluar.

"Hmph, saya masih ingin di sini!" Jawab Elsa, ia mundur selangkah.

"Maaf nona, tuan sekarang sedang sibuk, tidak bisa di ganggu."

"Kamu jangan mengatur saya yah, atau kamu mau saya pecat." teriak Elsa.

Dar... Pukulan Jhon pelan ke meja. Ia menatap Elsa sinis. "Apa hak kamu untuk memecat karyawan perusahaan ini?" Tanyanya, dingin.

"Tapi Jhon a—"

DAR... Pukul Jhon lagi, keras. "Pergi..."

Elsa pun keluar dengan yang wajah yang masam, langkahnya cepat, terdengar keras.

"Kamu juga kembali bekerja!"

1
Hamzah
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Hamzah
noo mertua matre 🥲
Hamzah
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Hamzah
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!