NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Diujung tanduk

Di balik senyum manis yang terpasang di wajahnya, Jasmine sejatinya menahan geram setengah mati. Rencana awalnya untuk menjadikan Alexa bahan tertawaan karena riasan menor dan gaun mencolok yang konyol hancur berantakan. Wajah polos Alexa yang bersih dan tampak begitu elegan tanpa cela justru membuat Jasmine merasa tersaingi di harinya sendiri.

Namun, sebagai wanita licik yang mahir bersiwak kata, Jasmine dengan cepat memoles raut wajahnya. Ia tertawa renyah, menepuk-nepuk bahu Alexa dengan gerakan sok akrab.

"Ah, begitu? Sayang banget, padahal riasan yang kuajarkan itu cocok banget buat kamu," ujar Jasmine manis, meski matanya menatap tajam. "Tapi ya sudahlah! Ayo, Alexa, ikut aku. Kamu harus berkenalan dengan teman-teman dekatku yang lain. Mereka sudah sabar banget ingin ketemu kamu!"

"Boleh, ayo," sahut Alexa tenang.

Ia mengekor di belakang Jasmine, melangkah menuju meja VIP sekunder di mana tiga orang wanita bergaun mewah sedang duduk menyesap minuman mereka.

Saat Alexa mendekat, ketiga wanita itu menghentikan obrolan mereka serentak. Mata mereka bergerak meneliti Alexa dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tatapan itu bukan tatapan ramah, melainkan tatapan merendahkan, penuh penilaian dingin, dan cemoohan yang nyaris tak tersembunyi— persis seperti mata para penggosip yang sangat dipahami Alexa dari draf novel yang dibacanya.

"Gengs, kenalin, ini Alexa! Sahabat tersayangku yang sering kuceritakan ke kalian," seru Jasmine dengan nada gembira yang dibuat-buat.

Salah satu wanita bergaun biru berdecak pelan, meletakkan gelasnya dengan dentingan yang sengaja dikeras-keraskan. "Oh... ini yang namanya Alexa? Tampilannya polos banget ya malam ini, beda sama cerita kamu, Jas. Katanya gayanya selalu heboh?"

"Mungkin dia tahu ini pesta pertunangan Jasmine, jadi nggak berani tampil heboh biar nggak menyaingi yang punya acara," timpal wanita bergaun perak di sebelahnya sambil terkekeh sinis, melemparkan pandangan meremehkan pada dress hitam polos yang dipakai Alexa.

Alexa hanya berdiri santai, melipat kedua tangannya di depan dada. Dalam hati, ia memutar bola matanya malas. 'Tipikal cewek penggosip di novel drama. Kalimatnya basi banget,' batin Alexa santai. Ia memilih diam, sengaja menahan diri dan menunggu momen yang paling tepat untuk membalikkan keadaan agar si ular Jasmine dan komplotannya ini malu sendiri nanti.

Jasmine yang melihat Alexa hanya diam menduga 'sahabat bodohnya' ini mulai terintimidasi. Ia pun melemparkan umpannya yang paling berbahaya.

"Oh iya, Alexa..." pancing Jasmine dengan nada suara yang sengaja dinaikkan agar terdengar oleh beberapa orang di meja sekitar. "Bukankah beberapa waktu lalu kamu bilang kalau kamu ini kekasihnya Tuan Raiden Damon Alteir? Calon istrinya, kan?"

Sontak saja, ketiga teman Jasmine tertawa kencang, sengaja memprovokasi.

"Astaga, beneran kamu ngomong gitu, Alexa? Gila ya, halusinasi kamu tinggi banget!" ejek wanita bergaun biru. "Tuan Raiden itu penguasa tertinggi! Mana mungkin mau sama cewek kayak kamu?"

"Iya nih! Kalau beneran kekasihnya, kenapa ke pesta pertunangan Jasmine sendirian? Mana kekasih mahaganteng dan kaya rayamu itu? Kok nggak mendampingi?" tambah teman yang satunya lagi, ikut mengompori dengan raut mengejek.

Alexa menarik napas panjang, menatap mereka satu per satu dengan pandangan datar. Ia baru saja hendak membuka mulut dan mengarang alasan formal—berniat mengucapkan kalimat 'Raiden sedang sangat sibuk dengan urusan bisnisnya' untuk mengakhiri drama konyol ini.

Namun, sebelum sepatah kata pun keluar dari bibir Alexa, Jasmine mendadak memotong dengan senyum miring yang sangat puas.

"Kenapa harus dicari, Alexa? Tuan Raiden kan ada di sini!" seru Jasmine sambil menunjuk ke arah meja VIP utama di sudut area yang dijaga ketat. "Tuh, Tuan Raiden sedang duduk santai di sana! Daripada kamu cuma membual di depan kami, kenapa tidak kamu hampiri saja 'kekasihmu' itu sekarang? Sapa dia, dong!"

DEG.

Mulut Alexa seketika terkatup rapat. Matanya membelalak lebar, memotret sosok pria yang ditunjuk Jasmine.

Di sudut VIP bernuansa gelap itu, Raiden tampak sedang menyandarkan punggungnya, memegang gelas whiskey, dan menatap lurus tepat ke arah meja mereka dengan iris mata hitamnya yang tajam bagaikan pisau.

Alexa melongo sempurna, tenggorokannya mendadak terasa sekering gurang pasir.

'Demi apa... psikopat itu beneran ada di sini?!' jerit Alexa histeris di dalam hatinya.

"Kenapa... kenapa pria gila itu bisa ada di sini?!" gumam Alexa sangat pelan, nyaris tak bersuara.

Jantungnya mendadak berdegup kencang bagaikan genderang perang. Kalau saja ia tahu penguasa mafia psikopat yang tadi siang hampir mencekiknya itu hadir di pesta ini, Alexa bersumpah lebih baik mengurung diri di kamar sambil memeluk bantal daripada harus menginjakkan kaki ke villa ini!

Namun, Alexa adalah wanita yang tangguh. Dengan cepat ia menarik napas dalam-dalam, berusaha keras menetralkan raut wajahnya agar tetap terlihat tenang dan tidak menunjukkan sedikit pun kepanikan di hadapan Jasmine dan komplotannya.

Melihat Alexa yang sempat terdiam, Clarissa—salah satu teman dekat Jasmine yang paling lantang—menyunggingkan senyum sengit. Tanpa menunggu persetujuan Alexa, Clarissa memaju satu langkah lalu menyambar pergelangan tangan Alexa.

"Nah, karena Tuan Raiden ada di sini, gimana kalau kamu kenalkan kami secara resmi ke 'kekasih' mahagantengmu itu, Alexa?" seru Clarissa dengan nada provokatif yang penuh ejekan. "Ayo! Jangan cuma berani membual di belakang saja!"

"Hah?!" Alexa tersontak polos, matanya membelalak syok.

Belum sempat Alexa menarik tangannya atau menolak, Clarissa dan Jasmine sudah setengah menyeret dan memancing langkahnya menuju ke sudut meja VIP utama. Mereka sengaja melakukan ini di depan banyak pasang mata tamu undangan, berniat menghancurkan harga diri Alexa sepenuhnya saat pria nomor satu di dunia bawah itu menolak dan mengusir Alexa.

Setiap langkah yang diambil Alexa terasa begitu berat, seolah-olah kakinya diikat oleh rantai besi ratusan kilogram.

Di dalam gaun hitamnya yang anggun, kedua lutut Alexa sebenarnya gemetaran hebat. Ketakutan luar biasa menjalar di seluruh alir darahnya saat mengingat aura dingin Raiden dan bekas cengkeraman keras di lehernya tadi siang. Namun, Alexa mengepalkan jemarinya kuat-kuat, memaksa tumpuan kakinya untuk tetap tegak dan kokoh agar tidak terlihat tremor atau melangkah gontai di depan orang-orang licik ini.

DUB... DUB... DUB...

Makin mereka mendekati barisan pengawal berjas hitam yang menjaga meja VIP, atmosfer di sekitar mereka berubah menjadi teramat dingin dan mencekam. Udara mendadak terasa begitu tipis dan mengintimidasi.

Para pengawal bertubuh tegap yang berjaga di sekeliling area VIP sempat berniat menahan rombongan tersebut. Namun, saat mata Raiden memberi isyarat tipis dari kejauhan, para pengawal itu memilih menepi dan memberikan jalan.

Kini, mereka berada tepat di depan meja utama.

Raiden duduk dengan sangat santai di kursi kebesarannya. Sebelah tangannya masih menopang gelas kristal whiskey, sementara matanya yang tajam bagaikan pedang menatap lurus ke arah mereka lebih tepatnya, mengunci penuh pada sosok Alexa yang berdiri agak menunduk di barisan depan. Aura membunuh dan kekuasaan absolut yang mengelilingi pria itu membuat siapa pun yang berdiri di dekatnya merasakan tekanan mental yang luar biasa.

Jasmine dan teman-temannya yang tadi bertingkah sok berani, seketika merinding. Tubuh mereka refleks membungkuk sangat dalam dengan sikap serba salah dan ketakutan.

"S-Selamat malam, Tuan Raiden..." sapa Jasmine dengan suara yang bergetar penuh rasa hormat, sama sekali tidak berani menatap langsung ke dalam iris mata Raiden. "Maafkan kelakuan kami yang mengganggu waktu luang Tuan. Kami... kami hanya ingin menyapa Tuan."

dua teman Jasmine lainnya ikut menundukkan kepala dalam-dalam, tak berani bernapas terlalu keras di hadapan sang penguasa.

Namun, Raiden sama sekali tidak membalas sapaan itu. Pria itu tidak mengangguk, tidak tersenyum, bahkan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan dingin yang tak tersentuh sebuah tatapan yang menganggap kehadiran mereka tak lebih dari tumpukan debu.

Hingga akhirnya, pandangan kelam Raiden bergeser sepenuhnya, berhenti tepat pada wajah Alexa yang berdiri kaku menahan gemetar.

1
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
mimief
Dahlan
siap siap besok kita liat perkedel human😱
Pelangi Jingga
iya tor perbanyak up please 💪🙏🤭
berry
terlalu pendek thor ceritanya, ayo thor semangat💪 dan up yg banyak thor😄
Melly Septian: bener nanggung bgt
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!