NovelToon NovelToon
Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Merantau selama enam tahun di Kalimantan sebagai operator buldoser besar dan ekskavator pengeruk nikel—itulah profesi tangguh seorang Tara Pratiwi. Selama itu pula, ia bekerja keras menjadi "pesuruh" andalan bagi bos-bos asing bermata sipit di area pertambangan.

​Tara pikir, saat ia pulang kampung nanti, semuanya akan tetap sama seperti saat ia tinggalkan dulu. Oh, tentu saja dugaan itu salah besar! Rupa-rupanya, kompleks perumahan tempat tinggal kedua orang tuanya kini sudah sangat padat, berimpitan dengan tetangga-tetangga baru di sisi kanan dan kiri rumah.

​Hingga akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Cakrawala—seorang duda cerai mati dengan satu anak laki-laki super bandel yang siap mengusili hari-hari tenang Tara.

​Tara mengacak rambutnya frustrasi. "Haduh, pusing, pusing! Alamat aku pergi nunggang ekskavator lagi ini mah kalau begini caranya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gimana Anak saya Mas?

Cakra masuk dengan sungkan kedalam rumah Pak Anton, pria itu mengambil posisi duduk di tengah sofa! Ya iyalah, masa di pinggir, ntar dia jatuh ngejengkang.

​"Yah Ada tamu..." panggil Tara lemah lembut soft spoken, suaranya mengalun pelan memecah keheningan rumah.

​Pak Anton yang sedang di dalam segera bangkit keluar. "oalah! Mas Cakra! Mau jemput candra ya?" Tanya Pak Anton menyambut hangat sang tetangga.

​Cakra hanya mengangguk sopan.

​"Can, Bapak'e sudah datang jemput ini." Panggil pak Anton pada Candra yang masih betah berada di ruang tengah.

​Namun tak ada jawaban dari bocah itu. Tapi rungu Tara dapat mendengar rengekkan Candra pada ibuknya dari balik sekat.

​"Mbah! Aku ndak mau pulang... aku mau nginep di sini... besokkan hari minggu juga." Ucapnya dengan nada manja yang kentara.

​Tara tersenyum kecil di tempat duduknya... bisa-bisanya bocah laki-laki yang tadinya gahar di luar itu ternyata semanja itu dengan ibuknya.

​Tak lama terdengar suara Buk Hayati dari ruang tengah, menyahuti rengekan sang cucu rakitan. Suaranya terdengar jelas melewati celah dinding krowongan yang membatasi ruang tengah dan ruang tamu.

​"Mas cakra! Ben Candra nginep disini... besok hari minggu ini." Ucap Buk Hayati memberi izin penuh.

​Cakra terdiam, serba salah. Pria itu menegakkan tubuhnya lalu tanpa sengaja melihat pada tara yang sedang sibuk pada ponselnya. Suasana mendadak terasa canggung di antara dua orang dewasa itu.

​"Ehkm..." dehem cakra canggung, mencoba membuang rasa gelisah di dadanya.

​Pak Anton yang tak sengaja melihat pemandangan itu tersenyum penuh siasat. saat menangkap gelagat canggung di antara mereka.

​"Gimana mas?" Tanya Pak Anton mengejutkan cakra yang sedang melamun.

​"Gimana apanya pak?" Tanya cakra balik dengan dahi berkerut bingung.

​Pak Anton tersenyum semakin lebar, dengan nada bercanda yang penuh kode. "Anak saya maksudnya gimana?" Jawab pak anton.

​Cakra terkejut setengah mati. Pria itu menoleh pada tara yang juga ikut menoleh padanya dengan mata membulat. Cakra yang mendadak salah tingkah berusaha menjawab seadanya.

​"Eee, mbak Tara ya?.... dia cantik! Baik juga!.... Terus-..."

​Namun ucapan cakra terpotong dengan cepat oleh sang pemilik rumah.

​"Bukan! Bukan itu maksud saya mas... Anak saya memang udah cantik saya tau, tapi maksud saya gimana? Kalau Tara ini jadi ibuk sambung buat Candra?.... pasti cocok toh? Sesuailah!" Ucap Pak Anton tanpa tedeng aling-aling.

​Sontak hal itu membuat Tara tersedak oleh ludahnya sendiri.

​"Uhuk'.... Eh! Ayah ini... apa-apaan sih?" Ucap Tara tersiksa... kesal setengah mati mendengar ceplosan sang ayah yang terlewat santai di depan pria asing.

​Pak Anton menoleh santai ke arah putrinya. "loh kenapa tar? Mas cakra ini loh orangnya bagus, baik.... ganteng lagi... kalau kamu mau Ayah mah gak masalah.... Nanti Ayah buat pesta mantenan yang besar... untuk anak perempuan Ayah satu-satunya." Ucap Pak Anton bersungguh-sungguh dengan gaya bicaranya yang polos tanpa beban.

​Wajah tara memerah padam membakar pipinya, antara malu dan menahan dongkol. Wanita itu menoleh pada cakra yang hanya tersenyum-senyum canggung luar biasa, tak sanggup membela diri. Tara teramat kesal pada Cakra dan Pak Anton yang tiba-tiba Saling bersekongkol.

​"Alah sudahlah, aku mau masuk... pembicaraannya sudah pada ngawurrr..." ucap berang tara.

​Tanpa menunggu balasan lagi, ia melengos cepat masuk kedalam kamar, menepuk pintu hingga tertutup rapat. Kamar itu terletak tepat di depan ruang tamu.

​'Oh, jadi kamar itu punya Tara!....' Batin Cakra tersenyum penuh arti di dalam hatinya.

​Kenapa Cakra bisa memikirkan hal itu? Karna pernah sebelumnya, jauh sebelum kedatangan Tara ke rumah ini, Cakra pernah tertidur di kamar itu... dan memang, pria itu melihat beberapa foto wanita cantik yang terpajang rapi, yang tak lain dan tak bukan adalah Tara Pratiwi sendiri. Pria tegap itu tersenyum tipis, menyadari betapa takdir sedang mempermainkan jalurnya dengan begitu unik.

1
falea sezi
lanjut🤣
rurry Irianty
sengaja d kempesin pak Anton tuh tar😄
rurry Irianty
mungkin Candra bukan anak kandung Cakra,anak selingkuhan istrinya mungkin
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cerita nya bagus dan menarik
sukses slalu y 🫶🫶🫶
Siti Musyarofah
lanjut
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ya aku mau 🤭🤭🤭
partini
aku salfok ada kata nunggang di sinopsis nya
partini: bahasa ngapak sejati ora ngapak ora kepenak 🤭
total 2 replies
Rian Moontero
mampiiirrr
Ummi Sulastri Berliana Tobing
lanjut 😊😊
Dewiendahsetiowati
Hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!