NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 — Rencana Besar

Markas mereka malem itu penuh sama kertas catatan digital yang ngambang di udara, hasil pendapat yang udah berjalan hampir dua jam tanpa berhenti.

Kaito duduk di tengah, ngeliatin semua opsi yang ditulis Amagi, ngerasa beban keputusan ini jauh lebih berat dari yang dia bayangin waktu pertama kali mutusin buat ngelakuinnya.

"Oke, jadi opsi pertama, kita bikin post forum panjang, jelasin semuanya secara tertulis. Kelebihannya, kita punya kendali penuh atas narasi. Kekurangannya, gampang banget disalahartikan atau di-screenshot sepotong-sepotong buat bikin drama." kata Amagi, nunjuk panel yang berisi daftar poin.

"Kayak yang kejadian ke banyak orang di internet, sekali kalimat kepotong dari konteks, abis deh." gumam Mei.

"Opsi kedua?" tanya Kaito.

"Livestream langsung, Kaito ngobrol langsung, jawab pertanyaan real-time. Lebih personal, orang bisa liat ekspresi dan nada bicara asli, jadi lebih susah difitnah. Tapi resikonya, kalo ada yang nanya hal sensitif soal identitas asli, itu bisa jadi momen yang susah dikontrol." lanjut Amagi.

"Gue nggak jago ngomong spontan di depan banyak orang, apalagi kalo ada yang nanya macem-macem tanpa filter." kata Kaito agak khawatir.

"Itu concern yang valid, makanya opsi ini butuh moderator yang jago biar tetep terkendali." kata Amagi sambil ngangguk.

"Opsi ketiga, kita kerja sama sama developer. Kalo Kirishima emang punya niat baik kayak yang dia tunjukin waktu wawancara, kita bisa minta mereka bikin semacam event resmi, developer roundtable atau semacamnya. Itu ngasih kepercayaan lebih, dan developer bisa bantu jamin keamanan data pribadi Kaito." kata Rin nambahin.

Kaito mikir sebentar, natap tiga opsi itu bergantian, ngebayangin gimana tiap skenario bisa berjalan dan apa aja yang bisa salah. "Opsi ketiga kedengerannya paling aman, tapi juga paling berisiko kalo Kirishima punya agenda lain."

"Bener, tapi kalo kita nggak coba, kita nggak bakal tau." kata Rin.

"Gue setuju coba hubungin dia, toh dia sendiri yang bilang pengen ketemu lagi." kata Souma.

Mei ngangguk semangat. "Lagian kalo developer yang pegang, orang-orang bakal lebih percaya daripada cuma post forum biasa."

Kaito natap semua orang, ngerasa keputusan ini emang harus diambil bareng-bareng, bukan cuma dia sendiri. "Oke. Gue bakal kirim pesan ke Kirishima."

Balasan Kirishima dateng lebih cepat dari yang mereka duga, cuma butuh waktu kurang dari sehari.

"Menarik sekali Anda mengajukan ini. Saya sudah menduga cepat atau lambat Anda akan mempertimbangkan opsi ini. Saya bersedia membantu mengatur sebuah sesi khusus, semacam 'Dialog Terbuka' yang disiarkan resmi lewat kanal developer, dengan perlindungan penuh terhadap data identitas asli Anda. Ini akan jadi yang pertama kalinya kami melakukan hal semacam ini untuk satu pemain. Mari kita bicarakan detailnya."

Kaito baca pesan itu berkali-kali, ngerasa campuran antara lega dan was-was ngeliat betapa cepat dan siapnya Kirishima ngerespon, seolah dia emang udah nyiapin jawaban itu jauh-jauh hari sebelum diminta.

Kaito baca pesan itu ke tim, dan reaksi mereka campuran antara lega dan waspada.

"Ini beneran belum pernah kejadian sebelumnya buat pemain lain?" tanya Souma, alis terangkat.

"Setau gue enggak, yang berarti ini bakal jadi peristiwa besar, mau nggak mau. Bukan cuma buat komunitas Aeon Requiem, tapi mungkin buat industri VRMMO secara keseluruhan." kata Amagi.

"Itu... bikin makin deg-degan," gumam Kaito.

"Tapi juga bikin makin banyak orang yang bakal denger cerita lo dengan bener, bukan cuma rumor atau tuduhan curang." kata Rin.

Mereka lanjut diskusi sama Kirishima lewat serangkaian pesan selama beberapa hari berikutnya, ngatur detail, tanggal, format acara, pertanyaan apa aja yang bakal diajukan, sampe batasan-batasan yang Kaito minta buat jaga privasinya.

"Gue mau mastiin, nggak ada pertanyaan yang ngarah ke identitas asli gue, lokasi gue, atau data pribadi lainnya." ketik Kaito di salah satu pesan.

Balasan Kirishima dateng cepat, tegas: "Tentu saja. Kami akan menyaring seluruh pertanyaan sebelum sesi berlangsung, dan setiap pertanyaan yang berpotensi membongkar identitas Anda akan langsung dihapus dari daftar. Keamanan Anda adalah prioritas kami."

Kirishima di luar dugaan, keliatan kooperatif banget, bahkan nawarin beberapa saran teknis yang nggak kepikiran sama tim mereka sendiri.

"Saya sarankan sesi ini dilakukan dalam format tanya jawab semi terbuka, pertanyaan dari komunitas disaring dulu oleh tim kami, tapi tetap otentik, bukan skrip. Ini akan membuatnya terasa jujur tanpa mengorbankan keamanan."

"Dia lumayan detail ya buat urusan kayak gini, kayak udah punya pengalaman ngatur acara serupa sebelumnya." gumam Amagi, natap pesan-pesan itu.

"Atau kayak udah nunggu kesempatan ini dari lama," gumam Rin pelan, lebih ke diri sendiri, tapi cukup kedengeran sama yang lain. Dia natap layar chat-nya lama, alisnya berkerut, kayak lagi nyoba nyocokin sesuatu di kepalanya sendiri yang belum sepenuhnya jelas.

Kaito ngeliat Rin, ngerasa kekhawatiran yang sama juga muncul di kepalanya. Tapi buat sekarang, dia mutusin buat lanjut, percaya sama proses yang udah mereka susun bareng-bareng, walau di sudut hatinya, keraguan kecil itu tetep nggak sepenuhnya ilang.

Tanggal acara akhirnya ditentuin, tiga minggu dari sekarang, cukup waktu buat persiapan tapi nggak terlalu lama sampe bikin semua orang keburu cemas berlebihan.

Malem itu setelah semua detail beres, mereka berlima duduk santai di markas, ngerasa lega walau masih ada ketegangan yang nggak sepenuhnya ilang.

"Tiga minggu, kerasa deket banget." gumam Kaito.

"Kita bakal siapin lo sebaik mungkin, latihan jawab pertanyaan, antisipasi skenario terburuk, semuanya." kata Rin.

"Aku bakal bantu mikirin gimana caranya lo tetep keliatan tenang di depan kamera, walau di dalem hati deg-degan setengah mati. Aku pernah baca tips soal itu di majalah, semoga masih relevan buat situasi kayak gini." tambah Mei.

"Majalah apaan?" tanya Souma penasaran.

"Rahasia, nanti aja dipraktekin biar Kaito kaget." Mei nyengir jahil.

Mereka semua ketawa, suasana tegang tadi perlahan mencair jadi lebih ringan.

"Makasih semuanya, gue nggak bakal bisa ngelakuin ini tanpa kalian." kata Kaito, natap satu-satu wajah teman-temannya.

Souma nyengir, nepuk pundaknya. "Itu emang tujuan guild, kan? Fortuna Ascendant bukan cuma nama keren doang."

Mereka ketawa bareng, suasana yang tadinya tegang perlahan jadi lebih ringan.

Tapi di tengah momen hangat itu, sebuah notifikasi masuk ke panel guild mereka, bikin semua orang berhenti sejenak.

[Notifikasi Forum]: Thread baru trending... "BOCORAN: Fortuna Ascendant akan mengadakan 'Dialog Terbuka' resmi dengan developer?? Ada yang tau detailnya?"

"Anjir, gimana bisa udah bocor secepat ini? Kita baru aja selesai ngatur detailnya beberapa jam lalu, belum sempet ngasih tau siapa-siapa selain kita berlima." gumam Souma.

Amagi buru-buru buka thread itu, natap isinya dengan alis berkerut. "Sumbernya nggak jelas. Bisa aja dari internal developer yang bocor, atau seseorang yang berhasil nge-hack komunikasi kita."

"Atau, seseorang di sisi developer yang emang sengaja bocorin." kata Rin, suaranya waspada.

Kaito ngerasa perutnya mules lagi, firasat nggak enak muncul di kepalanya.

Kalo emang bener ada yang sengaja bocorin informasi ini sebelum waktunya, itu berarti rencana mereka yang harusnya terkontrol rapi, sekarang udah mulai lepas dari kendali, bahkan sebelum acaranya beneran dimulai.

Dia natap thread forum itu sekali lagi, ngeliat jumlah komentar yang terus bertambah tiap detik, angka yang naik cepet banget sampe susah diikutin. Entah kenapa, dia jadi inget lagi kata-kata si entitas soal "tidak semua orang menginginkan pemulihan penuh." Apa ini ada hubungannya? Atau cuma kebetulan biasa, bocoran yang emang lumrah kejadian di komunitas online manapun?

"Kita perlu hati-hati, tiga minggu ke depan bakal jauh lebih intens dari yang kita bayangin." kata Amagi.

"Menurut kalian, ini bakal ngundang lebih banyak masalah atau enggak?" tanya Mei agak khawatir.

"Kemungkinan besar iya, begitu bocoran ini nyebar, orang-orang bakal mulai bikin teori macem-macem. Ada yang bakal dukung, ada yang bakal makin curiga. Kita harus siap ngadepin dua-duanya." jawab Amagi jujur.

"Termasuk kemungkinan Absolute Zero ikut nimbrung, Ren pasti bakal denger soal ini juga, cepat atau lambat, dan kita nggak tau bakal reaksi dia gimana." tambah Rin sambil natap Kaito.

Kaito natap teman-temannya, ngerasa campuran antara tekad dan kekhawatiran yang makin besar. Apa pun yang bakal kejadian tiga minggu dari sekarang, dia tau, jalan ke depan nggak bakal semulus rencana yang mereka susun.

Tapi dia juga tau satu hal dengan pasti: dia nggak bakal mundur. Terlalu banyak yang udah dia pertaruhkan, terlalu jauh perjalanan yang udah dia lewatin, buat berhenti sekarang cuma gara-gara satu bocoran forum yang bikin dia parno. Apa pun yang dateng tiga minggu ke depan, dia bakal hadapin, bareng orang-orang yang udah jadi keluarganya.

1
Aisyah Suyuti
menarik
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
ku lanjutkan baca nanti
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support 👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
semangat trus k
Tio Buki
Lanjut ya bro🙏🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍
Tio Buki
Semangat bro
Tio Buki
Sosok lain ya
Tio Buki
Sukses ya
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Resiko ya
Tio Buki
Ya benar
Tio Buki
Muncul ya
Tio Buki
ya benar nyata
Tio Buki
Oh, begitu ya
Tio Buki
Semangat ya💪💪💪💪
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏
Tio Buki
Oke, aku coba
Tio Buki
Mikir gue. Untuk apa?
Tio Buki
Emang
Tio Buki
Aku ngak tau, soalnya ngak pernah main
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!