NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Anya tidak menyadari bahwa pemuda di foto itu adalah Saka, si pembawa tas yang sempat ditindas Rio tepat di depannya. Ingatan Anya tentang Saka si gembel sudah terhapus bersih karena dia sama sekali tidak peduli pada orang miskin di sekitarnya.

"Menurut laporan petugas lobi, pemuda ini datang menunjukkan kartu VIP emas dan langsung dikawal masuk ke ruang VVIP atas." Jelas Paman Surya sambil menunjuk foto tersebut.

"Dia sengaja menggunakan identitas anonim saat mencairkan uangnya semalam dan langsung pergi begitu saja." Tambah pria paruh baya itu lagi.

Anya tersenyum tipis mendengar penjelasan itu lalu menganggukkan kepalanya perlahan merasa paham. "Ini sangat masuk akal Paman, para ahli Fengshui sejati memang sering kali menyembunyikan identitas asli mereka dari dunia luar."

"Mereka tidak peduli pada harta duniawi dan lebih suka berpakaian gembel untuk menguji sifat asli manusia di sekitarnya." Analisis Anya dengan pemikiran yang justru semakin jauh melenceng dari kenyataan.

"Lalu apa langkah kita selanjutnya Nona." Tanya Paman Surya menunggu perintah berikutnya.

"Kerahkan semua orang kita untuk menyisir seluruh pasar barang antik, toko loak, dan tempat pelelangan kecil di kota ini." Perintah Anya sambil meletakkan foto itu kembali ke atas meja.

"Master ahli seperti dia pasti sering menghabiskan waktunya di tempat-tempat seperti itu untuk berburu pusaka langka lainnya." Lanjut Anya dengan sangat yakin akan tebakannya.

"Saya ingin kamu menemukannya secepat mungkin Paman, karena aku merasa piring gaharu ini perlahan mulai kehilangan energi murninya." Ucap Anya sambil menatap sedih ke arah piring di mejanya.

Kutukan di tubuh Anya terlalu kuat sehingga energi piring itu perlahan mulai terkuras habis untuk menahannya. Jika energi piring itu habis sebelum dia menemukan Saka maka nyawanya akan kembali berada di ujung tanduk.

"Baik Nona, saya akan menyebarkan foto buram ini ke semua jaringan informasi bawah tanah kita sekarang juga." Jawab Paman Surya lalu menunduk hormat dan pamit keluar ruangan.

Di sisi lain kota Saka baru saja keluar dari sebuah butik pakaian pria di dalam pusat perbelanjaan terbesar. Dia kini mengenakan kaus polos berwarna hitam yang berbahan sangat lembut dan sebuah jaket denim model terbaru.

Celana kusamnya telah diganti dengan celana jeans gelap yang pas di kakinya serta sepasang sepatu kets bermerek yang nyaman. Penampilannya kini terlihat sangat rapi, bersih, dan memancarkan aura ketampanan yang selama ini tertutup oleh kemiskinan.

"Wah ternyata pakaian benar-benar bisa mengubah aura seseorang ya." Gumam Saka sambil melihat pantulan dirinya di kaca etalase toko.

Saka tidak mau membeli pakaian berjas mewah yang terlalu mencolok karena itu akan menarik perhatian yang tidak perlu. Gaya kasual seperti ini sangat cocok untuk menyamar di pasar barang loak tanpa dicurigai oleh para pedagang licik.

Kruk kruk kruk.

Perut Saka tiba-tiba berbunyi sangat keras meminta jatah sarapan pagi yang layak.

Saka terkekeh pelan dan berjalan masuk ke sebuah restoran daging panggang mewah yang ada di lantai dasar mal. Bau harum daging sapi premium yang sedang dipanggang langsung menyambut penciumannya dan membuat air liurnya menetes.

"Selamat pagi Tuan, untuk berapa orang." Sapa seorang pelayan wanita dengan ramah sambil membawa buku menu.

"Satu orang saja Mbak, tolong siapkan paket daging wagyu paling mahal dan porsi paling besar yang kalian punya." Jawab Saka dengan santai sambil menyerahkan sebuah kartu hitam ke pelayan tersebut.

Pelayan itu sedikit terkejut melihat kartu pembayaran tanpa batas limit yang disodorkan oleh pemuda berpenampilan santai ini. Namun dia buru-buru mengangguk hormat dan mengantarkan Saka ke meja paling sudut yang nyaman.

Saka makan dengan sangat rakus menghabiskan berlembar-lembar daging mahal itu seolah dia belum makan selama setahun. Sensasi rasa daging lembut yang meleleh di mulutnya benar-benar membuat Saka menangis bahagia di dalam hatinya.

"Mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkan diriku kelaparan lagi." Janji Saka pada dirinya sendiri sambil mengunyah potongan daging terakhir.

Setelah membayar tagihan makanannya yang mencapai angka lima juta rupiah Saka langsung bergegas keluar dari mal. Tujuannya sekarang sangat jelas yaitu Pasar Antik Kota Lama yang merupakan pusat penjualan barang rongsokan terbesar di kota ini.

Pasar ini jauh lebih besar dari Pasar Loak Jatinegara yang dikunjunginya kemarin bersama dua badut sombong itu. Tempat ini dipenuhi oleh ratusan pedagang yang menjual segalanya mulai dari perhiasan palsu hingga lukisan hasil curian.

Saka turun dari taksi dan langsung disambut oleh keramaian pasar yang luar biasa padat dan bising. Bau debu, keringat, dan dupa kemenyan bercampur menjadi satu menciptakan aroma khas yang sangat menyengat hidung.

"Baiklah sistem, mari kita mulai perburuan besar kita hari ini." Batin Saka sambil memicingkan matanya menatap deretan lapak di depannya.

Saka mulai berjalan menyusuri lorong sempit di antara lapak-lapak pedagang yang beralaskan terpal kusam. Layar transparan sistem langsung aktif berkedip-kedip memindai ribuan barang yang ada di sekitarnya dalam radius sepuluh meter.

[Pemindaian massal diaktifkan, menyaring objek berdasarkan kandungan energi Qi.]

[Barang palsu terdeteksi.]

[Barang rongsokan modern terdeteksi.]

[Barang tiruan kualitas rendah terdeteksi.]

Suara notifikasi sistem terus berdengung melaporkan ribuan barang sampah yang sama sekali tidak memiliki nilai magis. Pedagang di sini ternyata jauh lebih licik dari dugaannya karena nyaris sembilan puluh persen barang yang dijual adalah barang palsu.

Saka terus berjalan dengan santai mengabaikan tawaran para pedagang yang mencoba merayunya untuk mampir. Dia baru akan berhenti jika matanya menangkap pendaran cahaya energi dari barang yang dilewatinya.

Langkah Saka tiba-tiba terhenti tepat di depan sebuah toko barang antik tua yang bangunannya terlihat hampir roboh. Toko itu sangat sepi pengunjung karena barang-barang yang dipajang di depannya terlihat sangat kotor dan tidak terawat.

Namun mata Saka tidak bisa lepas dari sebuah sudut gelap di dalam toko tersebut. Di sana terdapat sebuah pendaran cahaya biru terang yang berkedip-kedip memancarkan energi dingin yang sangat kuat.

[Benda Pusaka Tingkat Menengah Terdeteksi.]

[Cermin Perunggu Pemakan Jiwa: Barang kutukan dari era kerajaan kuno yang menyerap energi negatif di sekitarnya.]

[Status: Mengandung seratus poin energi Qi murni yang bisa diserap oleh sistem.]

[Peringatan: Energi negatif dari cermin ini bisa membuat pemiliknya mengalami kesialan berturut-turut jika tidak memiliki penawar.]

Senyum lebar perlahan mengembang di bibir Saka membaca deskripsi mengerikan dari barang tersebut. "Seratus poin energi langsung dari satu barang, ini benar-benar penemuan yang sangat luar biasa." Batin Saka kegirangan.

Saka melangkah masuk ke dalam toko gelap itu dengan gaya seorang pembeli amatir yang sedang kebingungan. Di meja kasir terlihat seorang pria botak paruh baya yang sedang tertidur pulas dengan mulut terbuka.

Tok tok.

Saka mengetuk meja kasir kayu itu perlahan untuk membangunkan sang pemilik toko.

Pria botak itu terbangun kaget dan langsung mengusap air liurnya dengan punggung tangan. "Eh maaf anak muda, ada yang bisa saya bantu, mau cari barang antik model apa." Tanya pedagang itu dengan nada ramah yang dibuat-buat.

"Saya cuma mau lihat-lihat dulu Pak, boleh kan saya keliling di dalam toko ini sebentar." Jawab Saka dengan wajah polos.

"Oh silakan silakan, toko saya ini punya koleksi terlengkap di seluruh pasar, kamu pasti puas." Promosi pria botak itu sambil tersenyum lebar memamerkan giginya yang kuning.

Saka mengangguk pelan dan perlahan berjalan menyusuri lorong sempit di dalam toko menuju sudut yang memancarkan cahaya biru tersebut. Dia harus bermain sangat cantik kali ini agar tidak dicurigai oleh pedagang licik ini dan mendapatkan cermin itu dengan harga semurah mungkin.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!