" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Cemburu
1 Minggu kemudian .
Sean yang sedang menyetir mobil langsung meminggirkan mobilnya di tepi jalan begitu melihat seseorang yang dikenalnya.
" Ada apa Shania?" pertanyaan Sean melihat wanita itu terlihat takut dan panik .
" Sean " wajah takutnya terlihat lebih lega begitu Sean berdiri di hadapan nya .
" Ada apa?" pertanyaan Sean.
" Ban mobilku kempes, disini tidak ada jaringan dan jauh dari keramaian" lesu Shania yang sedari tadi panik karena jalanan cukup sepi .
" Sini kunci mobilnya" kata Sean mengeluarkan beberapa peralatan dari bagasi mobil dan mulai mengganti ban .
15 menit kemudian.
" Terimakasih Sean, jika tidak ada kamu tadi aku tidak tau harus apa" ucap Shania yang hanya diangguki Sean .
" Pulanglah, lain kali jangan kemana-mana sendiri " pesan Sean yang diangguki Shania.
Setelah Shania pergi Sean menuju mobil nya namun kaget ketika seseorang tiba-tiba menabrak mobilnya dari arah belakang .
" Kamu" ucap Sean begitu menghampiri ke belakang ternyata mobil gadis pengganggu itu yang menabrak mobilnya, untung Sean belum masuk kedalam mobil .
" Nabrak dikit, Kak Sean benerin aja mobilnya sendiri kan udah jadi montir sekarang" kata Ara tanpa dosa dengan ekspresi wajah cuek nya .
Sean langsung tergelak melihat ekspresi wajah gadis itu yang jelas sekali cemburunya, sepertinya dia melihat Sean mengganti ban mobil Shania .
" Kamu kalau belum bisa bawa mobil sendiri pakai sopir jangan menyetir sendiri " ucap Sean menatap Ara yang masih duduk didalam mobil lewat kaca yang terbuka separuh .
" Nyenye" cibir Ara yang muak sekali mendengar ucapan Sean.
" Sekarang aku ingin kamu bertanggung jawab karena sudah menabrak mobilku " ucap Sean yang melihat Ara sengaja menabrak mobilnya tadi .
" Kalau Ara nggak mau?" pertanyaan Ara dengan muka judes nya .
" Aku lapor polisi " jawab Sean dengan santainya bersandar kemobil Ara.
" Nggak ada bukti, weeeek" kata Ara memangku kedua tangannya mencibir kearah Sean, karena tidak ada Cctv di sekitar sini .
Sean tersenyum kecut melambaikan sebelah tangan nya lalu beberapa bodyguard datang menggunakan mobil dan memberikan rekaman video, dimana Ara dengan sengaja menabrak mobil Sean .
" Kamu pikir aku sendirian disini?" senyum tipis Sean setelah menunjukkan rekaman video di tablet yang diberikan bodyguard nya .
Ara keluar dari mobilnya namun yang paling mengejutkan bukan nya minta maaf karena takut dia malah meninju lengan Sean sampai semua orang melongo melihatnya.
" Jika punya bodyguard sebanyak ini, kenapa harus Kak Sean yang mengganti ban mobil wanita tadi , dasar modus " teriak Ara diakhir ucapan nya .
" Gadis kenapa begitu marah " senyum menggoda Sean mengangkat sebelah alisnya.
" Mmmh, Ara nggak suka Kak Sean perhatian sama wanita lain " pernyataan Ara terang-terangan tanpa menutupi perasaan nya .
" Bukankah itu hakku" pernyataan valid Sean .
" Tapikan Ara suka sama Kak Sean " suara kecil Ara tiba-tiba menunduk sedih, terlihat dia tidak bisa menutupi perasaan cemburu nya .
" Ya walaupun begitu, kitakan tidak ada hubungan jadi kamu tidak berhak marah" ucap Sean sebagai pria dewasa .
" Yaudah , Kak Sean jadi pacar Ara aja " kata Ara memegang kedua tangan Sean .
" Astaga gadis, Aku tidak bisa jadi pacar kamu " pernyataan Sean.
" Kenapa?, Ara bisa kok jadi cantik juga kayak tipe Kak Sean, bilang aja biar Ara berubah " kata Ara dengan begitu polos, terlihat dia benar-benar ingin bersama Sean .
" Gadis tidak begitu " ucap Sean jadi gelagapan.
" Lalu apa?" ucap Ara dengan bad mood .
" Mmmh, sok jual mahal " ketus Ara kembali masuk kedalam mobilnya dan segera pergi tanpa berkata-kata lagi .
" Ooohhhhh tuhan, cintanya benar-benar pemaksaan" ucap Sean kini bersandar ke mobil nya menatap bagian belakang yang ditabrak Ara .
" Bodyguard bawa mobilku ke bengkel untuk memperbaiki kerusakan nya , usahakan perbaikan selesai dalam semalam ini " ucap Sean masuk kemobil bodyguard nya .
" Jalan " perintah Sean duduk membersihkan tangan nya yang kotor dengan tisu sambil memikirkan beberapa hal .
" Iya juga, aku memiliki beberapa bodyguard mengaman rahasia disekitarku kenapa tidak meminta mereka saja yang mengganti ban mobil Shania " ucap Sean jadi kepikiran ucapan Ara .
" Kalian semua ditugaskan untuk menjaga keselamatan ku?, tapi kenapa kalian membiarkan dia menabrak mobilku?" pertanyaan beruntun Sean .
" Maaf tuan muda, sebenarnya kami bisa saja melakukan tindakan dengan menembak ban mobil gadis itu sebelum sempat menabrak mobil tuan muda tapi," ucapan bodyguard itu terputus .
" Tapi apa?" pertanyaan Sean yang jadi semakin penasaran ketika ucapan bodyguard itu terputus .
" Gadis itu memiliki pengamanan jarak jauh sama ketat nya dengan tuan muda , jika kami menyerang bukan tidak mungkin beberapa agen rahasia itu juga akan menyerang kami" pernyataan bodyguard itu yang diangguki Sean .
" Seperti Ara itu memang bukan gadis sembarangan" kesimpulan Sean.
" Aku hanya ingin tau hal apa yang dia sukai dariku" batin Sean yang sudah dua kali mendengar Ara menyatakan perasaan untuknya .
" Gadis polos itu " senyum tertahan Sean dengan perasaan tidak karuan .
............
Ara keluar dari mobilnya dengan sangat bad mood bahkan membanting pintu mobil , membuat Melly yang sedari tadi menunggu di parkiran kampus menjadi bingung .
" Ara, kamu kenapa?" pertanyaan Melly yang begitu datang langsung memeluknya dan menangis .
" Hwaaaa, Kak Sean , dia perhatian sama cewek lain ' tangis Ara tantrum sendiri dan meronta-ronta.
" Astaga Ara , jadi kamu bad mood sampai menangis seperti ini hanya karena Kak Sean " ucap Melly menarik nafas panjang mengelus kepala Ara .
" Ara suka dia Mell, tapi dia nggak mau jadi pacar Ara" tangis Ara dengan wajah semakin sedih sampai Melly stress sendiri melihat nya .
Rasanya Melly ingin marah pada Ara yang sampai melupakan martabat hanya demi pria yang dia sukai , tapi melihat Ara yang benar-benar sedih membuat Melly ikut merasakan sakit .
Sahabatnya terlalu polos dan terang-terangan sekali ketika menyukai seseorang.
" Ara , apa sih yang membuat kamu begitu menyukai kak Sean " heran Melly yang tidak habis pikir kalau sahabat polosnya akan kecintaan sekali pada Sean , sampai menangis melihat Sean perhatian pada wanita lain .
" Ara nggak tau Mell, yang jelas sejak pertama kali Ara lihat dia , Ara udah jatuh cinta , Ara nggak punya alasan khusus yang jelas Ara suka padanya " jujur Ara yang juga tidak mengerti apa yang paling dia sukai dari Sean .
" Ara suka Kak Sean , Mell" kata Ara melonggarkan pelukannya sambil menghapus air mata menatap Melly .
" Aku tau kamu suka Kak Sean, tapikan kita nggak bisa paksa Kak Sean buat suka sama kamu juga " ucap Melly mencoba memberikan pengertian pada Ara .
" Emang kak Sean suka tipe wanita seperti apa?" tanya Ara mengusap air mata yang jatuh di pipinya .
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua