NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Gudang pengemasan daging itu mendadak sunyi bagaikan kuburan. Hawa dingin sisa kekuatan Azzy masih terasa di udara, menemani bau karat besi yang menusuk hidung.

Sambil meringis menahan nyeri di pergelangan tangan kanannya yang retak, Kenzo melangkah perlahan. Kakinya menyeret pelan di atas lantai beton.

Ia mendekati meja kontrol utama di tengah ruangan. Azzy mengekor di belakangnya tanpa suara, sibuk bersenandung riang dengan nada yang tidak jelas.

Ibu jari tangan kiri Kenzo menekan tombol pelepas kunci hidrolik pada konsol besi tersebut.

Terdengar desisan keras saat sel-sel kaca di sudut gudang terbuka secara serentak.

Belasan orang di dalam sana gemetar. Mereka menatap Kenzo dengan pandangan kosong dan penuh ketakutan.

"Pergi," kata Kenzo singkat sambil menunjuk pintu keluar. "Sebelum teman-teman orang tadi datang."

Pernyataan itu tidak butuh diulangi. Para tawanan langsung berhamburan menyelamatkan diri, berlari menembus gelapnya malam di luar gudang.

Kini ruangan itu benar-benar kosong, menyisakan ia dan pelayan setianya yang masih asyik bermain dengan bayangannya sendiri.

Sebuah kepingan logam hitam bersimbol ular dikeluarkan Kenzo dari saku jaketnya. Token akses itu langsung ditempelkannya pada mesin pemindai data.

Layar monitor berkedip cepat. Rentetan data pengiriman barang dan koordinat rahasia langsung terpampang jelas di hadapannya.

"Fasilitas bawah tanah di stasiun kereta terbengkalai," gumam Kenzo, membaca arah koordinat Sektor B.

'Pantas saja mereka sulit dilacak,' batinnya sambil tersenyum tipis.

Ia merobek ujung baju salah satu penjaga yang pingsan di lantai, lalu melilitkannya kuat-kuat pada pergelangan tangan kanannya yang terluka.

Rasa nyeri menyengat hebat, membuat dahinya berkerut dalam. Namun, ia tidak peduli.

Pistol Taktis Phantom diambilnya dengan tangan kiri. Bobot senjata itu terasa pas dalam genggamannya.

"Azzy, kita belum selesai," panggil Kenzo.

gadis jubah hitam itu langsung menoleh. Mata ungu tuanya berkilau penuh semangat. "Kita mau melenyapkan mainan berisik lagi?"

"Nanti saja. Kau urus yang besar, sisanya bagianku," jawab Kenzo santai sambil berjalan keluar dari tempat jagal itu.

Satu jam perjalanan yang sepi membawa mereka ke peron terbengkalai di bawah kota. Bau debu dan lembap mendominasi lorong stasiun tua itu.

Di ujung jalan, sebuah gerbang baja tebal berdiri kokoh. Pintu besi itu dijaga oleh 4 pria bersenjata lengkap dan 2 orang berkekuatan khusus.

Mereka berdiri waspada, mengawasi setiap sudut lorong gelap dengan senter senapan mereka.

Mengintip dari balik pilar beton, Kenzo memperhatikan susunan penjagaan itu dengan tenang.

'Azzy. Hilangkan pintu baja itu, dan semua senjata di tangan mereka,' perintah Kenzo di dalam benaknya.

Perintah itu langsung direspons dengan tawa sunyi di kepalanya.

Detik berikutnya, udara di sekitar para penjaga mendadak meliuk aneh.

Senjata laras panjang yang mereka pegang lenyap seketika, menyisakan jari-jari mereka yang mencengkeram udara kosong.

Pintu baja raksasa di belakang mereka juga menguap tanpa suara, menyisakan lubang gelap berbentuk lingkaran sempurna.

"Senjata kita! Mana senjata kita?!" teriak salah satu penjaga dengan panik yang luar biasa.

Kenzo melesat dari balik kegelapan. Kecepatan gerak tingkat Silver-nya membuat ia tampak bagaikan bayangan kelabu yang meluncur cepat.

Dua tembakan angin dari Pistol Phantom dilepaskannya tanpa suara. Udara padat itu menghantam dada dua penjaga terdekat hingga terjungkal.

Sebelum dua orang penjaga berkekuatan khusus sempat memusatkan energi mereka, Kenzo sudah berada di depan mereka.

Pisau lempar perunggu disabetkannya dengan cepat, memotong urat kaki lawan pertama, sebelum sebuah tendangan keras mendarat di rahang lawan kedua.

Keempat penjaga itu tumbang dalam hitungan detik. Jalan masuk kini terbuka lebar tanpa hambatan berarti.

Kenzo melangkah masuk melewati lubang tanpa pintu besi tersebut, diikuti oleh Azzy yang melayang pelan di belakangnya.

Sektor B adalah sebuah aula beton bundar yang sangat luas. Di dalamnya, kepanikan massal langsung meledak begitu alarm berbunyi nyaring.

Puluhan pembunuh bayaran bermunculan dari berbagai pintu, langsung melepaskan rentetan tembakan ke arah Kenzo.

Peluru-peluru berhamburan bagai hujan. Namun, Zirah Kinetik di bawah pakaian Kenzo mengeras setiap kali ada logam panas yang mendekat.

Ia bergerak lincah di antara pilar, membalas tembakan dengan akurasi mematikan dari pistol kirinya.

Beberapa penembak berlindung di balik pembatas semen tebal, bersiap meluncurkan roket penghancur ke arahnya.

"Azzy, semen itu," tunjuk Kenzo dengan dagunya tanpa menghentikan gerakan kakinya.

Dalam sekejap mata, beton pelindung tersebut lenyap menjadi udara kosong, mengekspos para penembak yang langsung membeku kebingungan.

Dua peluru angin dari pistol Kenzo langsung menyudahi kebingungan mereka, mengirim tubuh-tubuh itu membentur lantai dengan keras.

Kerja sama mereka berjalan begitu mulus. Kenzo menyerang dengan taktik jitu, sementara kekuatan hampa Azzy menyingkirkan segala rintangan besar.

Hanya butuh 15 menit bagi mereka untuk mengubah markas pembunuh berdarah dingin itu menjadi ladang reruntuhan yang sunyi.

Di ujung ruangan, pemimpin mereka yang bertubuh tambun mencoba merangkak menuju lift darurat dengan kaki yang berdarah akibat tembakan Kenzo.

Kenzo berjalan mendekat, lalu berdiri tepat di atas pria yang sedang menangis ketakutan tersebut.

"S-siapa ... kalian sebenarnya?" tanya pria tambun itu dengan suara gemetar, matanya menatap liar ke arah Azzy yang melayang santai.

"Kami hanya nasib burukmu malam ini," ucap Kenzo dengan nada yang sangat dingin.

Satu tembakan dilepaskannya tepat di dahi pria itu, mengakhiri kekuasaan gelap di distrik tersebut untuk selamanya.

Kenzo mengembuskan napas panjang, mengusap pelipisnya yang basah oleh keringat dingin akibat kelelahan stamina yang menguras tenaganya.

Namun, jauh di sudut langit-langit beton yang hancur, sebuah lensa kamera kecil yang luput dari kehancuran masih berkedip pelan.

Cahaya merah kecil di kamera itu terus menyala, mengirimkan seluruh rekaman pembantaian mengerikan tersebut kepada pihak lain di luar sana.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!