NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan CEO

Malam Pertama Dengan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Kayla hancur saat tunangannya, Damar, ketahuan selingkuh dan menghina dirinya sebagai wanita “mandul”. Dikhianati keluarga sendiri, ia kabur dalam keadaan terluka hingga tanpa sadar menghabiskan malam dengan seorang pria asing di hotel. Tanpa ia ketahui, pria itu adalah Adrian, CEO dingin dan berkuasa yang kemudian menjadi atasan barunya di hotel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 hamil

Seluruh karyawan berkumpul di Ruang Vanilla 5 untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang telah dijadwalkan perusahaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengambilan sampel darah, urine, dan air liur, hingga pemeriksaan rontgen serta USG. Tidak ada satu pun karyawan yang dikecualikan.

Melihat dokter yang bertugas, hati Kayla sedikit merasa lega. Dokter perempuan bernama Maya itu bukan orang asing baginya. Mereka pernah menjadi sahabat semasa SMA. Maya berhasil meraih beasiswa hingga lulus sebagai dokter spesialis, sedangkan Kayla hanya mampu melanjutkan pendidikan sampai D3 Perhotelan karena keterbatasan ekonomi.

Seharian penuh para karyawan bergantian menjalani pemeriksaan. Suasana ruangan tidak pernah benar-benar sepi. Baru menjelang sore, nama Kayla akhirnya dipanggil untuk memasuki ruang pemeriksaan.

Kini Kayla duduk berhadapan dengan Maya. Suasana yang semula terasa santai perlahan berubah menjadi canggung ketika Maya membuka hasil pemeriksaan yang baru saja diterimanya.

"Kay, bukankah kamu sudah putus sama Damar?" tanya Maya pelan.

"Iya. Aku sudah putus. Dia selingkuh. Katanya karena aku mandul, jadi dia merasa bebas mencari perempuan lain."

Maya menatap sahabatnya beberapa saat. Wajahnya tampak serius, seolah sedang mempertimbangkan bagaimana cara menyampaikan sesuatu yang sangat penting.

"Kay... kamu tidak mandul."

Kayla langsung mengangkat kepala. Matanya membulat tidak percaya. "Aku tidak mandul?"

Maya menganggukkan kepala perlahan. Ia lalu mendorong hasil pemeriksaan ke arah Kayla sambil tersenyum tipis.

"Iya. Kamu tidak mandul. Justru hasil USG menunjukkan kalau kamu sedang mengandung anak kembar."

Deg!

Jantung Kayla seperti berhenti berdetak. Napasnya tercekat. Bibirnya bergetar tanpa mampu mengucapkan sepatah kata pun. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Aku... hamil?" suaranya terdengar serak.

Dalam sekejap, wajah Adrian memenuhi pikirannya. Kayla tahu persis siapa ayah dari bayi yang dikandungnya. Setelah putus dari Damar, ia tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun. Malam itu hanya ada Adrian.

"Adrian orang kaya. Kalau dia tahu aku hamil, apa yang akan terjadi? Apa dia akan merebut anak ini? Atau malah menyingkirkanku supaya tidak mengganggu hidupnya?" batin Kayla dipenuhi kecemasan.

Maya yang tidak mengetahui apa pun mengenai Adrian hanya menghela napas pelan. Ia mengira Damar adalah ayah dari bayi yang sedang dikandung sahabatnya.

"Kay, kamu harus meminta Damar bertanggung jawab. Bagaimanapun juga dia ayah bayi ini. Kamu juga harus rutin memeriksakan kandungan. Aku tahu Damar sering berganti pasangan, jadi kesehatanmu harus benar-benar dipantau."

"Bukan..." ucap Kayla lirih.

Maya mengernyitkan dahi.

"Bukan Damar yang menghamiliku."

Tatapan Maya berubah semakin serius. Ia dapat melihat keraguan dan ketakutan yang memenuhi wajah sahabatnya.

"Kalau bukan Damar, lalu siapa?"

Nama Adrian sudah berada di ujung lidah Kayla. Namun, ia memilih menggigit bibirnya kuat-kuat. Kata-kata itu tidak pernah benar-benar keluar dari mulutnya. Ia hanya menggeleng pelan sambil menundukkan kepala.

"May... kita sudah berteman sejak lama. Maukah kamu merahasiakan semua ini?" tanya Kayla dengan mata berkaca-kaca.

Maya menggenggam erat tangan Kayla yang terasa dingin. Tatapannya penuh rasa iba kepada perempuan yang sedang duduk di hadapannya.

"Aku janji, Kay. Aku akan merahasiakan kehamilanmu."

Kayla mengembuskan napas lega. Setidaknya hanya Maya yang mengetahui rahasia besar itu. Namun, kegelisahan di dalam hatinya belum juga menghilang.

"May... apa hasil pemeriksaan ini bisa disembunyikan dari atasanku?" tanyanya penuh harap.

Maya berpikir beberapa saat sebelum akhirnya menggeleng pelan.

"Kalau hasil USG, mungkin masih bisa aku jaga kerahasiaannya. Tapi hasil pemeriksaan kesehatan yang lain tetap harus dilaporkan ke perusahaan sesuai prosedur."

Kayla kembali menggenggam tangan Maya.

"Aku mohon, May. Tolong bantu aku merahasiakan kehamilan ini."

Maya hanya menganggukkan kepala pelan. Melihat kondisi sahabatnya yang begitu rapuh, ia tidak tega menolak permintaan itu.

Kayla memejamkan mata sambil menahan sesak di dadanya. Baru hari ini ia mengetahui bahwa hasil pemeriksaan kesuburan yang dulu dilakukan bersama Damar ternyata keliru. Seharusnya kabar ini menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidupnya..

Namun, waktu yang datang justru terasa sangat tidak tepat.

Perlahan Kayla mengusap perutnya yang masih belum memperlihatkan perubahan apa pun. Air mata jatuh tanpa bisa ia bendung lagi.

"Maafkan aku... bukan karena Ibu tidak menginginkan kalian. Ibu hanya takut kalian akan hidup dalam penderitaan."

Tangis Kayla pecah memenuhi ruangan. Semua kesulitan yang ia alami seolah datang tanpa memberi kesempatan untuk bernapas. Pengkhianatan Damar, kebencian keluarganya, hingga pertemuan dengan Adrian kini berubah menjadi beban yang terasa semakin berat.

Setelah cukup lama terdiam, Kayla kembali menatap Maya dengan mata sembap.

"May, hari Sabtu nanti kamu masuk kerja?"

"Iya. Aku praktik di Rumah Sakit Harmoni mulai jam sembilan pagi sampai sembilan malam."

Kayla menggigit bibirnya. Ia mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan kalimat yang sejak tadi terus berputar di kepalanya.

"May... aku butuh bantuanmu."

"Apa yang bisa kubantu?"

Kayla menundukkan kepala. Air matanya kembali mengalir membasahi pipi.

"Aku... ingin mengakhiri kehamilan ini."

Maya terdiam cukup lama. Wajahnya menunjukkan keterkejutan sekaligus kesedihan mendengar keputusan sahabatnya.

"Kay... kamu yakin? Kamu sedang mengandung anak kembar."

Tangis Kayla semakin menjadi. Bahunya bergetar hebat saat menahan sesak yang memenuhi dadanya.

"May... kalau mereka lahir, aku takut mereka justru menderita. Kamu tahu sendiri bagaimana keluargaku memperlakukanku. Sejak pertunanganku dengan Damar batal, mereka benar-benar membenciku. Aku tidak sanggup kalau nanti anak-anak ini ikut menjadi sasaran kebencian mereka."

Maya mengusap perlahan punggung tangan Kayla, berusaha menenangkan sahabatnya yang sudah tidak mampu lagi menahan tangis.

"Kay, aku akan selalu mendukungmu sebagai sahabat. Tapi keputusan sebesar ini sebaiknya jangan diambil saat kamu sedang diliputi rasa takut dan sedih. Kita bicarakan baik-baik lagi di rumah sakit hari Sabtu nanti, ya."

Kayla hanya menganggukkan kepala pelan. Meski belum menemukan jalan keluar, setidaknya ia tidak lagi menanggung semua beban itu seorang diri.

Kayla melangkah keluar dari ruang pemeriksaan dengan langkah yang terasa begitu berat. Kedua matanya masih sembap karena tangis yang sejak tadi berusaha ia tahan. Tanpa sadar, telapak tangannya mengusap lembut perutnya yang masih rata, seolah ingin menyampaikan sesuatu kepada dua kehidupan kecil yang baru saja ia ketahui keberadaannya.

"Maafkan Ibu, Nak... bukan karena Ibu tidak menyayangi kalian. Ibu hanya takut kalau kalian lahir, hidup kalian justru akan dipenuhi penderitaan," lirih Kayla dalam hati. Tangannya yang lain menggenggam erat map berisi hasil pemeriksaan hingga buku-buku jarinya memutih.

"Kayla, kenapa dari tadi kamu terus pegang perut? Jangan-jangan kamu hamil?"

Suara Rina terdengar nyaring disertai senyum sinis yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.

"Rina, jangan asal bicara!"

Lisa langsung berdiri di depan Kayla. Ia meraih tangan sahabatnya itu, lalu menggenggamnya erat. Tatapan tajam dilemparkannya kepada Rina, seolah memberi peringatan agar perempuan itu tidak semakin keterlaluan.

Mila, yang sejak tadi berdiri di samping Rina, ikut memperhatikan wajah Kayla dari atas hingga bawah. Sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum mengejek.

"Kalau dipikir-pikir, Rina benar juga. Lihat saja wajah Kayla. Pucat sekali. Persis seperti perempuan yang sedang hamil."

Mira yang berada di belakang mereka langsung ikut menimpali tanpa ragu.

"Iya, aku juga merasa begitu. Jangan-jangan benar dia sedang hamil."

Beberapa karyawan yang berada di sekitar mereka mulai menghentikan aktivitas. Tatapan penasaran perlahan beralih kepada Kayla. Bisik-bisik kecil mulai terdengar memenuhi lorong rumah sakit.

"Aku tidak hamil."

Suara Kayla terdengar tegas, tetapi begitu serak hingga justru membuat ucapannya terdengar tidak meyakinkan. Wajahnya yang pucat semakin memancing rasa ingin tahu orang-orang di sekitarnya.

"Benar, Kayla tidak mungkin hamil. Soalnya dia itu..."

Lisa langsung menghentikan ucapannya. Hampir saja ia membocorkan sesuatu yang selama ini hanya diketahui oleh orang-orang terdekat Kayla. Ia teringat cerita sahabatnya tentang hasil pemeriksaan kesuburan beberapa waktu lalu yang menyatakan Kayla sulit memiliki anak.

Namun, Lisa buru-buru menggigit bibirnya dan memilih diam.

Rina menangkap keraguan di wajah Lisa. Senyumnya semakin lebar karena merasa telah menemukan celah untuk menyerang.

"Kalau memang kamu tidak hamil, kenapa takut?"

Tatapan Rina berubah semakin tajam. Ia melangkah mendekati Kayla hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah.

"Berani tidak kamu tunjukkan hasil USG-mu kepada kami?".

1
Ariany Sudjana
Linda juga sama, apa ga ada niat untuk mencari kebenaran dulu? malah mau saja percaya dengan omongan pelacur murahan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Lina, dan mau saja dibodohi sama perempuan sampah seperti Rina... katanya orang kaya, tapi bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
berarti Kayla anak kandungnya Linda yang hilang itu ya? semoga Adrian bisa menemukan siapa orang tua kandungnya Kayla, dan membungkam mulut si pelacur murahan Rina, juga Lina itu
Ariany Sudjana
kenapa bab 28 dan 29 isinya sama?
Adi Sudiro
wanita 2 menjijik kan apak mereka anak kandung..?
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kalian itu, Rina, Mila, sama saja, sama-sama pelacur dan kalian harusnya dibunuh saja, karena sudah mengusir istri bos. mampus kalian🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!