NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

"Jadi begini Tuan Gerald... Kyra ini kan usianya lebih tua dri Sherly dan dia termasuk putri tertua di keluarga Andreas, jadi menurut kami alangkah baiknya jika Kyra yang menikah terlebih dahulu. Sikap Sherly pun masih seperti anak kecil, kadi saya takut jika nanti Sherly merepotkan," jawab Papa Freddy.

"Alasan yang menarik, tapi aku tidak menyukai ketidakpastian dalam urusan keluarga Raymond, Freddy. Kalian mengubah calon pengantin perempuan di detik-detik terakhir," suara berat Tuan Gerald memecah keheningan yang kian mencekam. Pria paruh baya itu bersandar di kursinya, jemarinya saling bertaut di atas meja.

​Di seberang meja, Kyra menunduk semakin dalam. Jantungnya berdegup kencang seolah ingin merobek rongga dadanya, keringat dingin bercampur aroma parfum mahal di ruangan itu membuat napasnya terasa sesak.

​Namun, ketakutan terbesar Kyra bukanlah pada Tuan Gerald, melainkan pada sosok yang duduk tepat di sebelah pria tua itu, ​Brian Sebastian Raymond.

​Pria itu sama sekali tidak ikut berbicara sejak tadi. Namun, tatapan mata cokelat gelapnya yang setajam elang terus menghujam wajah Kyra tanpa berkedip. Tatapan itu bukan sekadar mengintimidasi, melainkan tatapan seorang predator yang sedang menguliti mangsanya hidup-hidup, mencari celah sekecil apa pun dari kebohongan yang baru saja diucapkan oleh Papa Freddy.

'Apa dia tahu sesuatu?' batin Kyra panik.

​Tekanan udara di dalam ruangan itu terasa kian menipis, Kyra merasa sekujur tubuhnya kaku dan sekujur sendinya mendadak lemas bagai tak bertulang. Tatapan Brian seolah sanggup menembus riasan tipis di wajahnya dan membaca bekas lebam yang tertutup foundation, hingga merangsek masuk ke dalam rahasia terdalam tentang pertukaran nasib yang dipaksakan keluarganya.

​"Maafkan kami, Tuan Besar... Sungguh, kami tidak bermaksud tidak sopan," potong Papa Freddy dengan suara memohon dan nyaris berlutut di tempat duduknya.

"Kyra adalah anak yang baik. Dia penurut, lembut dan sangat cocok bersanding dengan Tuan muda Brian," lanjut Papa Freddy.

​"Anak penurut?" suara bariton yang dingin, rendah dan penuh sarkasme akhirnya menggelegar, Brian membuka suara untuk pertama kalinya.

​Seluruh isi meja langsung terdiam, Mama Dania bahkan tidak berani bernapas terlalu kencang. Brian perlahan memiringkan kepalanya dan manik matanya yang tajam menatap lurus ke arah manik mata Kyra yang bergetar ketakutan, sudut bibir pria itu terangkat sebelah dan membentuk sebuah senyuman sinis yang membuat bulu kuduk Kyra meremang seketika.

​"Apa kau anak penurut?" tanya Brian dingin pada Kyra, nadanya sarat akan bahaya yang mematikan.

Kyra merasakan sekujur darahnya mendadak berdesir dingin, pertanyaan itu bukanlah sebuah pertanyaan biasa, melainkan sebuah interogasi terselubung yang sarat akan ancaman. Di hadapan mata elang Brian yang memindai setiap inci gerak-geriknya, Kyra merasa dirinya bagai mangsa tak berdaya yang terperangkap di sarang pemangsa.

​'Gawat! Dia sepertinya tahu sesuatu. Aku tidak bisa menikah dengan dia, bisa-bisa aku bakal mati sebelum balaa dendam,' batin Kyra meronta-ronta.

​Jantung Kyra berdegup begitu kencang hingga ia takut suara gemuruhnya terdengar oleh orang-orang di meja itu, tangannya yang berada di pangkuan meremas erat kain gaunnya hingga buku-buku jarinya memutih.

​Melihat putrinya terdiam kaku, Mama Dania langsung panik. Dengan senyum paling dipaksakan yang tampak begitu kaku di wajahnya, wanita paruh baya itu menyela dengan tergesa-gesa.

​"Tentu saja, Tuan Muda Brian! Kyra adalah anak yang sangat penurut dan berbakti pada orang tua. Dia... dia hanya sedikit gugup karena baru pertama kali menghadiri acara formal seperti ini," dalih Mama Dania sambil menatap Brian dengan penuh harap agar kebohongannya diterima.

​Brian tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Kyra, sudut bibirnya semakin terangkat dan membentuk seringai sinis yang membuat udara di sekitar mereka terasa semakin menipis. Alih-alih menjawab Mama Dania, pria itu justru semakin mencondongkan tubuhnya ke depan dan mendekatkan wajahnya ke arah meja.

​"Benarkah dia penurut?" ulang Brian dengan nada rendah yang dingin dan sengaja menggantungkan kalimatnya untuk menciptakan teror psikologis yang luar biasa bagi keluarga Andreas.

"Atau... dia hanya gadis malang yang dipaksa untuk menggantikan posisi orang lain dalam perjodohan ini?"

​Deg!

​Wajah Papa Freddy, Mama Dania, Nenek Fia dan Tante Thania seketika berubah pucat pasi. Darah di tubuh mereka seolah tersedot habis, setiap kalimat yang diucapkan Brian tampak begitu santai, namun telak menghantam tepat di ulu hati mereka dan membuktikan bahwa pria itu bukanlah sosok bodoh yang bisa dikelabui dengan alasan klise buatan Papa Freddy.

​"Tu-Tuan Muda Brian... Anda bercanda," cicit Papa Freddy dengan suara bergetar hebat dan keringat dingin bercucuran semakin deras membasahi pelipisnya.

​Tuan Besar Gerald melirik putranya sejenak, lalu kembali menegakkan punggungnya. Pria tua itu tidak berkata apa-apa dan membiarkan Brian mengambil kendali penuh atas situasi malam ini, karena di keluarga Raymond, keputusan akhir mengenai siapa yang akan bersanding dengan sang pewaris berada di tangan Brian sendiri.

"Apakah aku tampak sedang bercanda," ucap Brian dengan nada rendah yang kian menusuk tulang.

Suasana di dalam ruangan itu mendadak jatuh dalam keheningan yang amat pekat. Papa Freddy membuka mulutnya, hendak merangkai kata-kata dusta lainnya, namun keterkejutan dan rasa takut yang teramat sangat membuat tenggorokannya tercekat rapat. Mama Dania bahkan sudah menundukkan kepalanya, tidak berani lagi menatap sepasang mata tajam milik sang pewaris keluarga Raymond.

​Di tengah ketegangan yang menyesakkan dada itu, Brian perlahan mendorong kursinya ke belakang. Suara gesekan kaki kursi berbahan kayu jati berukir di atas lantai terdengar begitu nyaring, memecah kesunyian dan menarik seluruh perhatian mata di meja tersebut.

​Brian bangkit berdiri dengan postur tubuhnya yang tinggi dan tegap, menjulang mengintimidasi siapa saja yang melihatnya. Dengan langkah kaki yang tenang namun penuh wibawa, pria itu berjalan melingkari meja makan yang panjang. Langkah demi langkahnya terdengar bagai hitungan mundur bagi keluarga Andreas.

​Kyra merasakan jantungnya bagai berhenti berdetak. Ia ingin menarik mundur kursinya, ingin berlari keluar dari ruangan itu dan membatalkan seluruh rencana gilanya bersama Yolla. Namun, tubuhnya terpaku kaku di tempat.

​Brian terus melangkah hingga akhirnya ia tiba tepat di sisi kursi tempat Kyra duduk. Pria itu tidak langsung mengambil tempat duduk di dekatnya, melainkan berdiri tepat di samping bahu kanan Kyra. Aroma parfum mewah berkayu tajam yang bercampur dengan feromon maskulin milik Brian seketika menguar, mendominasi indra penciuman Kyra.

​Brian perlahan merendahkan tubuhnya dan mencondongkan badannya ke depan hingga wajahnya berada tepat di samping telinga Kyra, tindakan tiba-tiba itu membuat hembusan napas hangat pria itu menyentuh kulit leher Kyra yang terbuka dan menciptakan sensasi meremang yang menakutkan.

​Seluruh anggota keluarga Andreas menahan napas, menyaksikan adegan penuh ketegangan itu dengan mata membelalak ngeri.

​Dengan suara yang sangat rendah, berat dan hanya bisa didengar oleh Kyra seorang, Brian berbisik tajam. "Apa kelebihanmu sampai keluarga Raymond harus menjadikanmu menantu?" tanya Brian.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
yah semoga aza para penganggu yg mengusik ketenangan kyra
sunaryati jarum
Apa yang kau takutkan saat akan masuk ke dalam keluarga Raimond tidak terjadi,malah Bryan suamimu mendukung penuh untuk memberi balasan kepada keluarga kamu,Kyra
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Dukungan penuh dari seorang suami adalah fondasi utama bagi istri yang mengalami penganiayaan atau kekerasan oleh keluarga kandungnya sendiri.
Sikap tegas suami melindungi, mendampingi, dan memvalidasi trauma sang istri dapat memulihkan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan mental dan fisik korban...👍🏻👍🏼👍
erviana erastus
yaela brian main sosor aza 🤣
Aidil Kenzie Zie
penasaran udah belah duren apa belum ya Brian🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
tanpa kamu bergerak mereka udah didepan kehancuran karena semua dilakukan oleh suamimu 🥰🥰🥰
erviana erastus
kalo sdh hancur nyalahkan kyra lah kalian nggak ngotak saat kyra kalian jd kn tumbal
sunaryati jarum
Kyra bisa mengoperasikan komputer,ya
Bagus,tu
sunaryati jarum
Nah baru ditolak berkunjung sudah kelimpungan, berarti kemewahan selama ini yang diagungkan itu dari keluarga Raimond
sunaryati jarum
Brian mendukung balas dendam kamu pada keluargamu Kyra.
Aidil Kenzie Zie
manfaatkan suamimu Kyra🥰🥰🥰
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan buat Kyra Tersakit Brian,tapi terlindungi
sunaryati jarum
Semoga Brian tempat kamu bahagia Kyra
sunaryati jarum
Nah ternyata Brian sudah menyelidiki dulu pada Kyra dan berniat menolongnya
erviana erastus
yaela pada drama toh 🤣🤣😭😭
Aidil Kenzie Zie
ini Brian beneran suka atau nafsu aja' 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
wadu duh🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kan semua udah di atur Brian 🥰🥰🥰
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Momen ketika ibu mertua meminta Anda memanggilnya "Mama" adalah momen yang sangat menyentuh hati.
Panggilan sederhana ini membawa dampak emosional yang luar biasa mendalam.
Perasaan hangat dan pemulihan jiwa yang hadir dalam momen tersebut merupakan pemulihan luka masa kecil.
Rasa sakit karena dibuang oleh ibu kandung sejak kecil perlahan terobati oleh penerimaan yang tulus.
Penebus kerinduan keinginan mendalam selama bertahun-tahun untuk mengucapkan kata "Mama" akhirnya terwujud.
Rasa tidak diinginkan di masa lalu digantikan oleh perasaan sangat dihargai.
Kehangatan dan rasa aman, akhirnya menemukan sosok ibu dan pelukan keluarga yang seutuhnya.
Status menantu lebur menjadi status anak kandung yang disayangi tanpa syarat.
Air mata yang keluar bukan lagi karena sedih, melainkan haru karena merasa berharga...🥴🥹🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!