NovelToon NovelToon
Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Murni / Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda
Popularitas:554
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.

Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 PERMOHONAN MAMA

Buk Seno akhirnya dirawat dirumah sakit,sedangkan restoran dihandle oleh Burhan dan Santi. Setiap pulang kerja Tania selalu singgah di rumah sakit, Buk Seno sangat berterima kasih karena jika tak ada Tania pada waktu itu maka mungkin dia sudah tak tertolong lagi.

 Tania betul-betul gadis yang baik, cantik dan santun. Dia ingin membalas Budi Tania dengan apa, rasanya tak sebanding dengan apapun.Tapi Tania tak menginginkan apa-apa kecuali keselamatannya Buk Seno waktu itu.

sementara sakitnya buk Seno membuat pegawai kehilangan semangat, namun kehadiran Burhan dalam memantau restoran tiap hari membuat Santii sangat berbunga melihat Bos muda itu. setiap kedekatan selalu mendebarkan hatinya.

Namun Burhan tak pernah merasakan perasaan itu, dia menganggap Santi cuma anak buah Mamanya yang tak akan bisa menggodanya karena Santi bukan tipenya

Hari ini Tania sudah pulang dia mendapat shift pagi sampai sore, kesempatan ini dipergunakan Burhan untuk melihat Cctv Restoran bagaimana Tania menolong Mamanya pada malam itu. Burhan membuka video itu dan memperhatikan dengan serious hatinya sempat terenyuh bagaimana Tania membopong Mamanya dengan kekuatan yang sangat kuat karena badan Mamanya sedikit gemuk.

Dilihatnya Cctv tersebut getaran hati yang iba saat melihat gadis muda itu berjalan tertatih demi menyelamatkan nyawa sang Mama, tidak semua orang akan perduli jika mengalami hal yang sama.

"Gadis yang luar biasa, memiliki rasa perduli yang tinggi"

Saat sibuknya Burhan melihat Cctv tersebut, Tiba-tiba pintu kantor ibunya diketuk.

"iya silakan masuk"

Nampak Santi masuk dikantor tersebut. Dengan senyuman khas keakraban dengan Burhan yang sudah lama dia kenal, ditangannya membawakan minuman dan makanan kecil di napan yang dipegangnya.

"sedang apa Pak Burhan, sibuk nampaknya"

"Tidak aku sedang melihat video bagaimana Tania menyelamatkan Mamaku malam itu"

"Benarkah, boleh aku lihat"

"Ya"

Santi mendekati laptop yang berada didepan Burhan, sambil menunduk melihat kejadian bagaimana Tania menyelamatkan Buk Seno.

"Tania seperti Pahlawan ya Mas Burhan, untung dia masih direstoran malam itu"

"iya syukurlah"

Saat Tania beranjak hendak pergi dari meja itu tiba-tiba air kopi yang diletakkan dimeja tersenggol ditangannya.

  "Aduh ya Allah"

  Air kopi itu tumpah mengenai celana Burhan, Hawa panas kopi terasa di paha laki-laki itu.

  "Aduh"

  "Maaf..maaf Pak"

  Santi bergegas mengambil tissue yang ada diatas meja dan mengelap paha Burhan yang terkena tumpahan kopi.

  Santi menghembus-hembus paha itu, celana yang berwarna hitam itu nampak ternoda oleh sisa kopi yang tumpah.

  "Kamu kurang hati-hati Santi"

  "Iya Pak Burhan Maaf"

  Santi yang masih jongkok membersihkan celana Burhan yang terkena kopi tepat di pahanya, tanpa sadar baju kaos seragam yang memakai kancing tepat didadanya yang terbuka menunjukan belahan dada yang terbilang besar juga.

  Burhan menatap belahan dada Santi dengan getaran listrik tapi dengan voltase rendah. sebenarnya Santi sengaja mengoda Bos muda itu dengan memang sudah ditaksirnya lama.

  "Sudah bersih Mas, sekali lagi Maaf ya"

 "Ya sudah kamu lanjutkan pekerjaan kamu San"

 Santi sedikit kecewa dengan nada bicara Burhan, yang seolah tidak menghiraukannya, rencana ingin menggaet Burhan kali ini harus berhasil.

 "Baik Mas"

 Santi berlalu dari ruangan itu menuju dapur. Dia sedikit kesal.

 "Uhhh masih belum juga aku bisa menarik hatinya"

 "kenapa Kak" Rangga yang tiba-tiba muncul didekatnya.

"Ngak Apa-apa" Santi berusaha menyembunyikan rasa kecewanya.

"Blom bisa narik hati Mas Burhan juga ya? "

"Harus seksi sedikit kayaknya, biar dia tertarik. sama Kakak"

"Memang nya aku kurang seksi apa lagi sudah sampai ku tonjol-tonjolkan semua, kayaknya dia ngak suka perempuan deh"

"Hahahaha, berarti sukanya sama aku dong"

"Hahahha iya kali" mereka berdua ketawa karena hanya itu untuk menghilangkan rasa galau Santi yang selalu di tolak oleh Burhan.

Besok paginya Tania yang memiliki jadwal Shift pagi cepat datang dia membersihkan ruangan resto seperti biasanya, Burhan yang juga datang cepat segera memasuki ruangan Mamanya karena siang ini Mamanya akan balik dari rumah sakit.

"Tania... " Sapa Burhan.

"Iya Mas"

"Nanti kamu ikut saya, Karena Mama saya balik hari ini dari rumah sakit, nanti Santi akan gantikan tugas kamu"

"Baik Pak, syukurlah Ibuk sudah sembuh" wajah Tania sangat gembira karena Buk Seno sudah bisa pulang dan sehat.

Pukul sebelas siang Burhan dan Tania pergi. bersama kerumah sakit untuk menjemput Mamanya, Santi yang melihat keberangkatan Tania dengan Burhan bareng dengan mobilnya merasa agak cemburu karena dia sudah lama ingin satu mobil dengan putra tunggal Buk Seno tersebut, tapi kali ini Tania lah yang beruntung mendapatkan itu.

Selama diperjalanan rumah sakit Tania hanya diam tak banyak bicara dia sangat takut kepada Bosnya itu yang pernah dia anggap tamu. Sesampainya Burhan dan Tania dirumah sakit, mereka langsung menuju kamar Buk Seno. Buk Seno yang sudah rapi dan menyiapkan kepulangannya nampak tertegun melihat putranya datang bersama Tania.

"Ibuk.... " Tania bersalaman dengan Buk Seno.

"Apa kabar kamu Tania"

"Baik buk, ibuk sudah bisa pulang hari ini kata Mas Burhan"

"Iya Tania Alhamdulillah"

"Aku urus surat-surat Mama dulu di Adm"

"Iya Nak" Burhan meninggalkan Mamanya dengan Tania menuju ruangan administrasi rumah sakit. setelah semuanya selesai, akhirnya Buk Seno pulang meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya.

Bersama Tania dan Burhan, akhirnya buk Seno telah sampai dirumah. Tania mengantarkan Buk Seno kekamarnya.

"Ibu istirahat dulu karena baru pulih" Tania. menutupi tubuh Buk Seno dengan selimut.

"Kamu tidak usah ke resto yang temani Ibu disini dulu"

"Baik buk"

Burhan yang melihat Tania sedang duduk disamping Mamanya yang selalu menjaga dengan hati-hati, nampak kagum dengan wanita muda itu. Dia memperlakukan Mamanya seperti ibu kandungnya sendiri.

Setelah beberapa saat Buk Seno tidur, Tania memberikan Bosnya itu bubur yang dibuatnya ketika Buk Seno tertidur.

"Ibu makan dulu ya, sehabis itu minum obat biar cepat pulih." Burhan yang duduk dekat kursi santai ibunya nampak melirik dengan senyuman. Buk Seno disuapin oleh Tania dengan dengan berlahan sampai habis.

"Bubur kamu enak sekali Tania" Tania tersenyum manis mendengar pujian Buk Seno.

"Makasih Buk, nanti Tania akan buatkan lagi, sekarang kita minum obat dulu ya"

"Tania kamu mau kan merawat ibu selama pemulihan satu minggu ini, Burhan akan menjemput dan mengantar kamu pulang, jadi kamu tidak usah ke resto disini bersama ibu saja.

"Baik Buk tiap hari Tania akan kesini merawat ibu sampai sembuh" Tania akan datang sendiri kesini.

"Tidak kamu akan dijemput oleh Burhan" Burhan mendengar permintaan Mamanya hanya diam kali ini dia tidak mau berkomentar kecuali mematuhi permintaan Mamanya.

"Kamu maukan Burhan?" Burhan mengangguk sebagai setuju.

"Tapi Buk nanti akan merepotkan, Biar Tania pergi dan pulang dengan ojek saja"

"Tidak merepotkan ini sudah kewajiban Burhan memenuhi permintaan ibu"

"Kalau begitu baik Buk" Tania terpaksa menerima permintaan Buk Seno, walau dia sedikit takut dengan Burhan.

  

1
Delsi Irma
Hai singgah di ceritaku ya... 😍 jangan lupa komen dan like nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!