NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan di mulai

‎Malam hari di kediaman Jhonson

‎"Ma, jangan begini dong, kami melakukan ini juga demi ketenangan hati mama, kami tahu kalau mama selalu terluka karena melihat pengkhianatan papa setiap kali melihat Ivanka" bujuk Haris saat Jessy akan benar benar pergi dari mansion besar itu.

‎"Ini sudah keputusan mama Haris, mama bisa menerima kesalahan papa kamu karena itu tidak di sengaja! Itu bukan salah Isma tapi sekretarisnya yang mau menjebak dia, ini takdir Tuhan Haris, Haikal terutama kamu! Kalian harus menerimanya!" Jawab Jessy

‎"Bagi kami, anak itu tidak layak jadi keluarga Jhonson" ungkap sang ayah mertua dari Jessy yang bernama Hikam Neil Jhonson.

‎"Mama setuju dengan papa kamu Jessy" jawab sang istri dari Hikam yang bernama Sesa Candra Kirana.

‎"Aku menerima Ivanka ma, mas Maulana juga, kami menyayanginya ma, kalau kalian membenci dia itu urusan kalian, tapi kalian tidak punya hak untuk menyakiti dia, dia itu anak yatim piatu sekarang ma, pa, tidak punya siapapun, dan kita sebagai keluarga aslinya malah membuangnya!" Bentak Jessy

‎"Kenapa mama menerima dia ma, meski papa tidak salah, tapi bisa saja kan papa meminta perempuan itu menggugurkan Ivanka ma!"

‎"Tapi apa yang papa lakukan? Dia malah menikahi perempuan itu setelah tahu dia hamil! Haris benci dia ma, dia membuat keluarga kita jadi hancur!" Ucap Haris

‎"Tidak seperti itu Haris, yang sebenarnya terjadi adalah, dia punya sakit jantung, dan dia hamil, dia juga tidak punya keluarga, ini kesalahan papa kamu, jadi memang sudah seharusnya dia bertanggung jawab, kasih sayang papa kamu tetap pada mama, tidak pernah berubah meski dia menikah lagi, kalian juga bisa melihat itu setiap hari kan" ucap Jessy

‎"Sakit?"

‎"Iya ma, Isma itu punya riwayat penyakit jantung, bahkan dia tidak menikah karena masalah itu, tapi kejadian itu terjadi, bahkan sehari setelah kejadian itu dia terkena serangan jantung, mas Maulana mengetahui itu setelah dia mencarinya karena merasa bersalah" jawab Jessy

‎"Ayo sayang, kalian minta maaf pada Ivanka, dia adik bungsu Kalian, tidak punya salah, bahkan dia tidak tahu apapun tentang kejadian yang menimpa ibunya dulu" bujuk Jessy

‎"Tidak ma, Haikal tidak mau!" Jawab Haikal

‎"Berarti kamu siap berpisah dengan mama, kalian siap berpisah dengan mama karena kalian sudah tidak menghormati mama lagi disini!" Balas Jessy

‎"Ma.. tolong jangan begini ma, lagipula apa mama tega melihat kami di penjara?' Tanya Hengky

‎"Kalian akan di dampingi pengacara terbaik, ini hanya kesalahpahaman tapi memang dampaknya sangat berat untuk Ivanka, mama akan meminta dia untuk kembali kesini, ayo ikut mama ke rumah sakit dan temui dia" bujuk Jessy

‎"Besok saja ma, hari ini kami masih belum siap, Haris mohon mama jangan pergi dari sini, kalau mama pergi, maka Haris akan pastikan Ivanka hanya tinggal nama, tidak apa apa mama menyayangi dia, kami juga siap bertanggung jawab atas perbuatan kami, tapi jangan minta kami menerima dia sekarang, kami masih perlu waktu, karena selama ini kami hanya membencinya ma" ungkap Haris langsung pergi dari sana menuju ke kamarnya.

‎"Anak itu keras kepala" gumam Jessy

‎"Kami juga akan menemui Ivanka besok" ucap Hikam

‎"Tapi.."

‎"Ayo Hilman temani ma, Hilman siap meminta maaf dan mengatakan semuanya pada polisi"

‎"Kak" protes Haikal

‎"Kak Haris juga sudah setuju, mama lebih penting dari apapun, aku bisa di penjara, dan itu tidak akan merubah nama kita di depan publik, kakek bisa membungkam berita itu agar nama kita tetap baik di mata publik" ungkap Hilman

‎"Terserah" kesal Hengky kembali ke kamarnya juga

‎"Kamu tetap bungsu kami Haikal, tidak ada yang berubah" ungkap Sesa mengusap rambut Haikal yang sejak kedatangan Ivanka merasa kalau kasih sayang Maulana jadi tidak tertuju padanya lagi, itu sebabnya dia sangat membenci Ivanka.

‎"Apa benar hanya Bram yang melecehkan dia?" Tanya Jessy pada Hilman.

‎Hilman sedikit lebih netral, dia tidak membenci tapi juga tidak menyukai Ivanka, dia hanya akan diam jika Ivanka di sakiti keluarganya ketika ayah atau ibunya tidak ada.

‎"Hanya Bram ma" jawab Hilman ikut pergi dari sana juga, dia berhenti di depan kamar Haris dan hendak mengetuk pintunya, tapi dia urungkan niatnya karena mungkin Haris perlu waktu untuk sendiri dengan kenyataan baru yang baru saja mereka dengar.

‎"Apa kak Haris menyesal" gumam Hilman

‎Sementara itu saat malam tiba, Haris yang tidak sengaja tertidur tiba tiba terbangun karena merasa tengkuknya di tiup sesuatu.

‎"Ssstttt"

‎Haris bisa mendengar desisan di telinganya dengan sangat jelas, sampai matanya benar benar terbuka, tapi tidak mendapati siapapun disana, hanya kamar yang kosong dan hanya dia saja yang berada di sana.

‎Dia berjalan ke arah jendela karena tirai yang belum tertutup, tapi saat dia sampai di depan jendela kamarnya, matanya terbelalak ketika melihat sosok Isma berdiri, tepatnya melayang di luar jendela itu dengan mata mengeluarkan darah dan juga tersenyum.

‎Takut? Tidak Haris tidak takut karena rasa takutnya sudah dia kubur sejak dia mendapati orang tuanya bercerai, dia bukan anak kandung Maulana, tapi dia begitu di sayangi keluarga Maulana karena dia adalah korban kekerasan ayahnya dulu, tapi dia malah memperlakukan Ivanka seperti dia di perlakukan ayahnya dulu, hanya Haris yang tahu alasannya.

‎"Kenapa berdiri disana?" Tanya Haris dengan tatapan datar

‎Sosok Isma yang sebenarnya adalah Michelle masuk menembus jendela itu dan sekarang berhadapan dengan Haris.

‎Wangi kemenyan seketika tercium di kamar Haris, saat Michelle masuk ke dalam kamar itu, itu cukup mengganggu indra penciuman Haris tapi tetap dia tahan.

‎"Anakku!" Geram Michelle

‎"Kamu bangkit karena anak mu kami sakiti? Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Membunuhku? Lakukan!" Tantang Haris dengan tatapan kosong.

‎"Kenapa kamu menyakiti anakku?"

‎"Dia mengganggu pikiranku, dia sama denganku itu sebabnya dia menggangu pikiranku, aku sudah bilang untuk dia pergi dari sini sejak lama, memintanya untuk tinggal di luar negri dan aku akan biayai semua kebutuhannya tapi dia tolak, anakmu keras kepala bahkan saat aku mengambil apa yang berharga untuknya" jawab Haris tak peduli

‎"Kamu mati"

‎"Benar, aku mati, dan itu sebabnya aku tidak takut padamu, ibu tiri!" Jawab Haris

‎"Hatiku sudah mati saat melihat papa membawamu ke mansion ini, aku merasa pernikahan mama akan kembali berakhir seperti dulu dia bercerai dengan si bajingan itu!"

‎"Kamu tahu, anakmu itu masih saja menyayangi kami meski kami sering menyakiti dan memperlakukan dia dengan buruk di rumah ini, itu menggangguku! Harusnya dia melawan! Memukul kami! memaki kami, bukan malah hanya diam seperti manusia lemah!" Umpat Haris.

‎"Dia memang lemah.. tapi kamu tetap menyakitinya, kamu kakaknya tapi tidak bisa melindungi satu satunya adik perempuanmu" balas Michelle

‎"Dia bukan lemah, tapi putus asa, dia sudah lama ingin mati itu sebabnya dia tidak menangis saat kami melukai tubuhnya dengan pisau, dia hanya menangis saat Lucas kami gantung, dan saat Bram mencoba melecehkannya" jawab Haris

‎"Anakku! Hiks... Hiks... Hiks.." Michelle kembali menembus tembok karena dia sudah mendapat alasan Haris melakukan itu.

‎"Aakhhhh"

‎"Pergi! Pargi dari sini hantu sialan!"

‎Jika Haris sama sekali tidak takut dengan kedatangan Isma, berbeda dengan Hengky dan Haikal, mereka berteriak ketakutan setelah sosok Isma yang sebenarnya adalah Icang masuk ke kamar mereka dan tiba tiba menampakkan diri di dalam cermin kamar mandi dan juga di atas ranjang tidur mereka.

‎"Hiks... Anakku!"

‎"Pergii!"

‎Bruk.

‎Haikal terjatuh di kamar mandi dengan kepala membentur pinggiran bath tub sampai dia jatuh pingsan, sementara Hengky terus berteriak ketakutan ketika Icang menempel di punggungnya sambil membisikkan

‎"Anakku kesakitan, aku juga kesepian, temani aku di dalam kubur"

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!