NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 — Murid Pertama

Gang sempit itu mendadak sunyi.

Di depan...

Dua pria berjubah cokelat perlahan mencabut senjata mereka.

Salah satunya menyeringai.

"Kesempatan terakhir."

"Serahkan kantung penyimpananmu."

"Kami tidak ingin mengotori tangan dengan darah."

Chu Xuan memandang mereka sebentar.

Kemudian menghela napas pelan.

"Aku juga tidak ingin mengotori jalan."

"..."

Kedua pria itu saling berpandangan.

"Berani sekali mulutmu."

Tulisan hitam perlahan muncul di hadapan Chu Xuan.

【Deteksi Niat Buruk Terkonfirmasi.】

【Target: 2 Kultivator Alam Penempaan Tubuh Tingkat Ketujuh.】

【Niat: • Merampas seluruh batu roh milik Tuan Rumah. • Melukai Tuan Rumah apabila melawan. • Membunuh saksi apabila diperlukan.】

【Eliminasi target akan memberikan Poin Tak Terkalahkan.】

Chu Xuan membaca seluruh notifikasi itu tanpa mengubah ekspresinya.

"Jadi memang benar..."

"Selama niat mereka jahat, Sistem akan menghitungnya."

【Benar.】

Di sisi lain...

Luo Ning perlahan mencabut pedang pendeknya.

Tangannya gemetar.

Napasnya tidak teratur.

Ia tahu...

Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.

Namun...

Ia tetap melangkah ke depan.

Menutupi tubuh Chu Xuan.

"Tuan Chu..."

"...tolong lari."

Salah seorang perampok tertawa keras.

"Berani juga gadis kecil ini."

"Kalau begitu, kau yang mati lebih dulu."

BOOM!

Aura kultivasi meledak.

Luo Ning tanpa sadar menggenggam pedangnya lebih erat.

Jantungnya berdegup sangat cepat.

Ia takut.

Sangat takut.

Tetapi...

Ia tidak mundur.

Chu Xuan memandang punggung gadis itu dalam diam.

Kenangan lama perlahan muncul.

Hari ketika dirinya masih hidup di Bumi.

Suara klakson.

Jeritan orang-orang.

Seorang anak kecil yang membeku di tengah jalan.

Dan dirinya...

...yang berlari tanpa sempat berpikir.

Hasilnya...

Ia kehilangan nyawanya.

Kini...

Di dunia yang berbeda.

Ada seseorang yang melakukan hal serupa untuk melindunginya.

Padahal...

Luo Ning tahu dirinya tidak akan menang.

Sudut bibir Chu Xuan perlahan terangkat.

"Dasar..."

"...orang baik memang sulit ditemukan."

Luo Ning menoleh.

"Tuan Chu?"

Chu Xuan melangkah maju hingga berdiri sejajar dengannya.

"Luo Ning."

"Ya, Tuan."

"Aku ingin bertanya sesuatu."

Luo Ning mengangguk.

"Silakan."

Chu Xuan menatap lurus ke matanya.

"Ayahmu..."

"Mengajarimu untuk melindungi orang lain."

"Benar?"

Mata Luo Ning sedikit memerah.

"Iya."

"Beliau selalu berkata..."

"...kalau masih bisa menolong seseorang..."

"...jangan ragu."

Chu Xuan mengangguk pelan.

"Itu ajaran yang bagus."

Lalu ia kembali bertanya.

"Kalau begitu..."

"Bagaimana kalau mulai hari ini..."

"...ada seseorang yang akan mengajarimu?"

Luo Ning terdiam.

Ia tidak langsung mengerti maksud kalimat itu.

Chu Xuan melanjutkan.

"Aku mungkin bukan guru yang sempurna."

"Bahkan aku masih banyak tidak tahunya."

"Aku juga bukan guru yang pandai berbicara."

"Tetapi..."

"Aku bisa berjanji satu hal."

"Aku tidak akan membiarkan muridku menghadapi bahaya sendirian."

Air mata Luo Ning akhirnya jatuh.

Sejak kedua orang tuanya meninggal...

Belum pernah ada orang yang mengucapkan kalimat seperti itu kepadanya.

Dengan suara yang bergetar, ia bertanya,

"...Guru..."

"...apakah Guru benar-benar ingin menerima murid sepertiku?"

"Aku tidak berbakat."

"Aku miskin."

"Aku bahkan tidak punya rumah lagi."

Chu Xuan menggeleng pelan.

"Aku tidak mencari murid yang paling berbakat."

"Aku juga tidak mencari murid yang paling kuat."

"Aku hanya mencari..."

"...murid yang tetap memilih berbuat benar, bahkan ketika dirinya ketakutan."

Keheningan menyelimuti gang sempit itu.

Bahkan dua perampok yang tadi menyeringai kini ikut terdiam beberapa saat.

Luo Ning perlahan berlutut.

Kedua tangannya menyentuh tanah.

Air matanya terus mengalir.

"Guru..."

"Apabila Guru tidak keberatan..."

"...murid bersedia mengikuti Guru seumur hidup."

Seketika...

Tulisan hitam memenuhi pandangan Chu Xuan.

【Misi Utama Selesai.】

【Selamat kepada Tuan Rumah karena telah merekrut murid pertama.】

【Hadiah: • Avatar Tak Terkalahkan Dasar ×1. • 5.000 Poin Tak Terkalahkan.】

【Fitur Avatar telah berhasil dibuka.】

Pada saat yang sama...

Salah seorang perampok kehilangan kesabarannya.

"Cukup!"

"Aku muak melihat sandiwara guru dan murid ini!"

Ia mengangkat goloknya tinggi-tinggi.

Lalu menerjang ke arah mereka.

Namun...

Chu Xuan hanya menatapnya dengan tenang.

"Sebentar."

"Aku harus mengajari muridku pelajaran pertama."

Golok itu membelah udara.

Jaraknya tinggal beberapa langkah dari Chu Xuan.

Luo Ning tanpa sadar berteriak,

"Guru!"

Namun...

Chu Xuan sama sekali tidak panik.

Di hadapannya, tulisan hitam kembali bermunculan.

【Avatar Tak Terkalahkan Dasar siap digunakan.】

【Durasi penggunaan: 30 menit.】

【Kesadaran Tuan Rumah akan dipindahkan ke Avatar.】

【Tubuh asli akan memasuki kondisi tidur.】

【Avatar tidak memiliki kesadaran sendiri. Seluruh tindakan dikendalikan langsung oleh Tuan Rumah.】

【Apakah akan digunakan?】

"Ya."

【Perintah diterima.】

Chu Xuan menoleh kepada Luo Ning.

"Luo Ning."

"Y-Ya, Guru!"

"Dengarkan baik-baik."

"Aku akan menggunakan sebuah teknik rahasia."

"Selama teknik itu aktif..."

"...tubuh asliku akan tertidur."

Luo Ning membelalakkan mata.

"Tertidur?"

"Benar."

"Kau tidak perlu melakukan apa pun."

"Cukup lindungi tubuhku."

"Jangan biarkan siapa pun menyentuhnya."

Luo Ning masih belum mengerti.

Namun...

Tatapan tenang Gurunya membuatnya mengangguk tanpa ragu.

"Murid mengerti."

Senyum tipis muncul di wajah Chu Xuan.

【Avatar Tak Terkalahkan Diaktifkan.】

Dunia seketika menjadi sunyi.

Kesadaran Chu Xuan tenggelam ke dalam kegelapan.

Tubuh aslinya perlahan memejamkan mata.

Kemudian...

Runtuh ke depan.

"Guru!"

Luo Ning bergerak secepat mungkin.

Ia berhasil menopang tubuh Chu Xuan sebelum terjatuh ke tanah.

Napasnya masih ada.

Denyut nadinya masih stabil.

Ia hanya...

Benar-benar tertidur.

Di saat yang sama...

Langit di atas gang sempit tiba-tiba beriak.

Bukan ledakan.

Bukan kilatan petir.

Melainkan seolah ruang itu sendiri membuka sebuah celah.

Retakan putih perlahan terbentuk.

Semakin lama...

Semakin besar.

Seluruh gang mendadak dipenuhi keheningan.

Bahkan suara angin pun seakan menghilang.

Dari dalam retakan itu...

Perlahan melangkah keluar sesosok pria.

Jubah putihnya berkibar perlahan.

Tidak ternoda setitik debu.

Rambut putih panjang menjuntai hingga pinggang, berkilau bagaikan salju di bawah cahaya matahari.

Sepasang mata peraknya memandang dunia dengan ketenangan yang tak mampu dijelaskan.

Wajahnya...

Masih memiliki sedikit kemiripan dengan Chu Xuan.

Namun jauh lebih dewasa.

Jauh lebih agung.

Seolah seorang abadi yang telah hidup selama ribuan tahun baru saja turun ke dunia fana.

Setiap langkahnya begitu ringan.

Namun...

Setiap langkah itu membuat dua perampok tanpa sadar mundur.

Keringat dingin mulai mengalir di pelipis mereka.

"Apa..."

"Siapa dia...?"

Avatar itu berhenti di hadapan Luo Ning.

Tatapan mata peraknya melembut.

"Luo Ning."

"Guru...?"

Suara itu...

Persis suara Chu Xuan.

Luo Ning memandang tubuh asli Gurunya yang sedang tertidur.

Kemudian menatap sosok berjubah putih di hadapannya.

Otaknya tidak mampu memahami apa yang sedang terjadi.

Avatar Chu Xuan berkata dengan tenang,

"Jangan takut."

"Jaga tubuh itu."

Luo Ning membelalakkan mata.

"Teknik seperti itu..."

"...benar-benar ada?"

Chu Xuan hanya tersenyum tipis.

"Kau akan melihat lebih banyak hal luar biasa setelah menjadi muridku."

Luo Ning mengepalkan tangannya.

Dengan penuh keyakinan, ia menggendong tubuh asli Chu Xuan ke tepi gang.

Kemudian berdiri di depannya sambil menggenggam pedang.

Tatapannya penuh tekad.

"Guru."

"Murid akan menjaga tubuh Guru."

"Selama murid masih bernapas..."

"...tidak seorang pun akan menyentuhnya."

Avatar Chu Xuan mengangguk pelan.

"Bagus."

"Kalau begitu..."

"...serahkan sisanya kepadaku."

Barulah ia menoleh kepada dua perampok itu.

Tatapan mata peraknya yang tenang membuat kedua pria itu seolah kehilangan kemampuan bernapas.

Tidak ada aura.

Tidak ada tekanan spiritual.

Namun justru karena itulah...

Mereka merasakan ketakutan yang belum pernah mereka rasakan sepanjang hidup.

Salah seorang mencoba mengangkat goloknya.

Tangannya gemetar hebat.

"K-Kau..."

"...siapa sebenarnya?"

Avatar Chu Xuan melangkah satu langkah.

Jubah putihnya berkibar pelan.

Rambut putih panjangnya ikut menari ditiup angin.

"Aku..."

"...adalah Guru dari murid itu."

Tulisan hitam kembali muncul di hadapannya.

【Deteksi Niat Buruk telah dipastikan.】

【Target memenuhi syarat untuk dieliminasi.】

【Hadiah Poin Tak Terkalahkan telah disiapkan.】

Sudut bibir Avatar Chu Xuan sedikit terangkat.

"Pelajaran kedua..."

"...orang yang memilih jalan kejahatan..."

"...harus siap menerima akibat dari pilihannya."

Mendengar kalimat itu...

Naluri kedua perampok menjerit sekuat tenaga.

LARI!

Namun...

Kaki mereka seolah kehilangan seluruh kekuatannya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka...

Mereka memahami arti ketakutan yang sesungguhnya.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!