NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5—Pembelian Ikan

Bima buru-buru menonaktifkan mata terawangnya sebelum Wulan atau wanita paruh baya itu menyadari keberadaannya. 

Dia menarik napas dalam-dalam, menenangkan gejolak di bawah perutnya yang masih terasa menegang keras.

Melihat yang begini bahaya banget. Berbeda dengan Rasti yang sudah matang, wulan jelas masih perawan dan dia itu masih tahap perkembangan, justru itu yang bikin menggoda.

Sambil memikul ember bambu yang sarat akan ikan-ikan monster bernilai jutaan rupiah, Bima melangkah menjauh dengan seringai penuh kepuasan. 

Langkah kakinya yang kokoh membawanya kembali menyusuri jalanan utama Desa Sukamaju.

Begitu Bima memasuki area pemukiman warga, kehebohan langsung pecah.

"Loh, loh... itu Bima ampas, kan? Kok jalannya tegak begitu?" bisik seorang ibu-ibu yang sedang menyapu halaman.

"Astaga, lihat apa yang dipikulnya! Itu... itu kan ikan Kancra! Gede banget, gila!" seru seorang bapak-bapak paruh baya, matanya hampir melompat keluar melihat isi ember bambu Bima.

Dalam sekejap, langkah Bima terhenti karena kerumunan warga desa mulai mengerubunginya di dekat pos ronda. Mereka semua terperangah. Bukan hanya karena penampilan Bima yang mendadak terlihat sangat bertenaga dan segar bugar, melainkan karena hasil buruannya yang di luar akal sehat.

"Bim, kamu nyolong di mana ikan segede-gede betis gini? Ini kan ikan Kancra raksasa yang di Lubuk Hitam! Terus itu... itu Pelus (Sidat) jumbo, kan?!" tanya Kang Maman, seorang nelayan lokal dengan nada tidak percaya sekaligus cemburu. "Aku seminggu mancing di sana boro-boro dapat beginian, pancingku malah sering putus!"

"Saya pancing sendiri, Kang. Kebetulan tadi pagi lagi beruntung," jawab Bima tenang, suara bassnya yang berat terdengar sangat berwibawa, membuat beberapa warga yang biasanya suka merundungnya langsung mati kutu.

"Wah, Bim! Jual ke aku saja yang nila sama gabusnya! Ini pas banget buat lauk hajatan keluargaku nanti malam. Aku bayar seratus ribu semua!" timpal warga lain, mencoba menawar murah karena mengira Bima masih si miskin yang gampang dibodohi.

"Sori, Kang. Ini ikan kualitas super, bukan ikan kolam biasa," tolak Bima dingin, membuat warga tersebut tersenyum kecut. Edan aja,nawar gak ngotak. Ini kalau dijual di kota seharga jutaan, ogah banget dapat tawaran cuma segitu.

Dia butuh orang yang tahu harga, anak muda, gak suka nembung atau nawar, dan beli sesuai harga pasar.

Tepat saat warga mulai riuh dan berebut ingin menawar hasil tangkapan Bima, sebuah langkah kaki yang anggun terdengar mendekat. Kerumunan warga otomatis terbelah memberi jalan.

Dari arah jalan setapak sungai, muncul Wulan yang sudah berpakaian rapi. Sang kembang desa kini mengenakan kebaya kutubaru kasual berwarna merah muda yang mencetak ketat lekuk pinggang ramping dan dadanya yang sintal, dipadukan dengan kain jarik sebatas lutut. Rambutnya yang masih agak basah, wanginya pol, semacam bunga yang segar.  

Begitu mata Wulan tertuju pada sosok Bima, gadis itu langsung terpaku. Ada debaran aneh yang mendadak menghantam dadanya—debaran panas yang sama persis seperti yang dirasakannya secara misterius saat berada di pemandian air tadi.

‘Loh... kok cowok ampas ini berubah drastis begini? Bahunya kok... tegap banget? Dan aura apa ini? Kenapa dekat dia membuat badanku rasanya hangat lagi?’ batin Wulan bingung, menatap lekat dada bidang Bima yang tercetak samar di balik kaos oblongnya.

Namun, perhatian Wulan segera teralih begitu melihat monster air yang menggelepar di dalam ember Bima. Sebagai anak juragan kaya, dia tahu betul nilai dari ikan Kancra dan Pelus raksasa tersebut. Kebetulan sekali, ayahnya besok malam akan menjamu beberapa pejabat dinas dari kota kabupaten, dan ikan Kancra adalah hidangan termewah yang paling dicari.

"Minggir, minggir semua!" seru Wulan dengan suara merdunya yang tegas, langsung memotong kerumunan warga yang sedang menawar murah.

Wulan berdiri tepat di depan Bima. Aroma tubuhnya yang harum langsung tercium oleh indra penciuman Bima yang tajam, membuat ingatan Bima tentang tubuh telanjang bulat Wulan di sungai tadi pagi kembali berputar di kepalanya.

"Bima, jangan jual ikan-ikan ini ke mereka," kata Wulan sambil menatap tajam ke dalam manik mata Bima yang kini tampak berbinar tajam. "Semua ikan di embermu ini, biar aku yang borong!"

"Heh, Neng Wulan! Gak bisa gitu dong! Kami kan yang nawar duluan!" protes Kang Maman tidak terima.

Wulan menoleh, menyunggingkan senyum sinis khas anak orang kaya yang manja. "Siapa cepat dia dapat, Kang! Lagian, apa akang-akang sekalian punya duit buat bayar harga pasaran ikan langka ini? Satu ekor Kancra sekilo saja di kota harganya ratusan ribu, apalagi yang segede lengan ini!"

Ucapan Wulan langsung membungkam mulut para warga. Mereka hanya bisa menggerutu dalam hati, sadar diri bahwa kantong mereka tidak akan sanggup bersaing dengan dompet anak juragan penggilingan padi.

Bima langsung tersenyum. Jackpot.Kembang desa gak ayu doang, tapi dia perhatian bab bisnis, ogah banget dia jual di bawah harga normal. 

Wulan kembali menatap Bima, tatapannya melunak namun tetap menyiratkan sifatnya yang suka mengatur. "Dua ekor Kancra raksasa, satu Sidat jumbo, dan semua ikan gabus ini... aku bayar dua juta rupiah tunai. Bagaimana, Bima?"

Dua juta rupiah! Bagi warga Desa Sukamaju, uang segitu adalah jumlah yang sangat besar untuk ukuran hasil memancing beberapa jam saja.

Bima tersenyum tipis, menatap Wulan dengan pandangan menilai yang membuat Wulan mendadak salah tingkah dan meremas ujung kebayanya sendiri. "Dua juta? Gaz. Mbak Wulan."

"Bagus. Tapi uang tunainya ada di rumahku," ujar Wulan, matanya berkedip cepat mencoba mengalihkan rasa gugupnya akibat tatapan intens Bima. "Pikul embermu ini, ikuti aku ke rumah sekarang."

Bima mengangguk perlahan. "Tentu, silakan jalan duluan, Neng."

Kehebohan itu gak habis-habis. Kebetulan seseorang melihatnya. Dua orang pria berbadan kekar, dia dalah Brian dan wanto kaki tangan si Rian.

“Waduh, si ampas berani banget deketin kembang desa, dia kan gebetan baru mas Rian.”

“Tapi,wanto. Dia bilang dua juta! Gila!”

“Hahah bos harus diberi tahu ini … setelah dapat uangnya, kita babat habis-habisan!”

“Gak usah sama bos. Bos Rian langi enak-enak sama Ayu, kawin, nanti ganggu beliau.”

“Kalau gitu rampok sendiri,” ujar wanto dan brian bersama-sama.mereka gak sabar menindas Bima lagi.

*

Sementara itu, Sembari berjalan di belakang Wulan menuju rumah megahnya di ujung desa, pandangan Bima kembali jatuh pada pinggul sintal kembang desa itu yang bergoyang seirama dengan langkah kakinya. 

Menggunakan mata terawangnya yang diaktifkan sekilas, Bima kembali melihat pusaran kabut merah pekat penyumbatan darah di rahim Wulan yang tampaknya mulai bergejolak karena kelelahan berjalan.

“mbak baru-baru ini kecapekan?”

Wulan langsung terkejut. Itu perkataan yang benar, tapi darimana dia tahu hal itu.beberapa hari ini tubuhnya memang capek banget. “I-iya,mas kok tahu.”

“Hehe isting kang pijet mbak.”

Wulan cuma menggelengkan kepala. Dasar pria aneh. Mereka sampai di rumah wulan. “Ini rumahku mas,ayo masuk. Kedua orang tuaku juga lagi gak ada.”

1
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
septian arista
cerita cultivator versi dalam negeri🤭🤭🤭
Manusia Biasa: kultivasi lokal
total 1 replies
septian arista
ini ceritanya mirip sama para kultivator yang menemukan warisan tersembunyi
Hentri Gunawan
kpn di up LG Thor ..
Manusia Biasa: selasa mungkin kak, lagi sibuk ujian
total 1 replies
Leynn
Author, kok bisa update sampai 5+ chapter sehari? sanggup kah? atau emang udah punya draft yang banyak? sekali update berapa kata? (mohon jawab karena saya juga author pemula ingin tahu motivasi nya kenapa bisa banyak banget chapter dalam sehari)
Leynn: hell naw😹
total 9 replies
Domek Uuk
mantap
Domek Uuk
lanjut thor,,
Gege
dan othor di pun mencoba men skip adegan kitab kamasutra yang tabu untuk di detailkan dalam platform NT..🤣
Manusia Biasa: gak boleh sama pihak NT
total 1 replies
Kisin Gindam
mantap
Domek Uuk
ceritanya kurang menantang thor
Domek Uuk
lanjut thor
Domek Uuk
zip,lanjutkan thor
Domek Uuk
mantap bos,wiek wik mana?
Ajidewa nagaraja
ribet ya mau tiap lanjut episode
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Waduh mengerikan sekali..😨😰😱
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Menurutku lebih SAH kalau hubungan tersebut diresmikan melalui pernikahan.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊
Achnad Asbert: 🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Gege
ditunggu plot ratu LC datang berobat mengalami masalah saluran kencingnya...pasti tangan bima mengobok oboknyaah...😄🤭🤣
Manusia Biasa: udah bos, cabulnya sampai sini dulu. kena pringatan dari PF ini, gagal kotnrak😂😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!