Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Setelah pembicaraan kami kemarin dan akhirnya kami memutuskan untuk tinggal pisah dengan orang tuanya Galang dengan alasan ingin mandiri. Kenyataan nya kami ingin pisah kamar agar leluasa. Pembicaraan kami kemarin sedikit nya membuat ku merasa tenang karena Galang membebaskan aku untuk melakukan apa saja. Namun karena bagi ku pernikahan ini bukan untuk di sebuah permainan jadi aku ingin Galang jangan melarang aku untuk menjadi istrinya bahkan aku meminta pada Galang jangan melarang aku untuk jatuh cinta padanya.
Aku bertekad untuk mengejar Galang mendapatkan hatinya. Aku pun ingin melupakan Doni dengan cara mengejar Galang.
"Gue gak akan melarang lo melakukan apa saja selama itu baik, " ucap Galang kemarin.
"Aku ingin jadi melakukan hal yang seharusnya seorang istri lakukan, " balas ku.
"Maksud lo? " tanya Galang kaget.
"Ya maksud aku, aku ingin layaknya seorang istri melayani suaminya menyiapkan sarapan mencuci bajunya, tapi kalau untuk melayani di tempat tidur aku belum siap, " beritahu ku.
"Kalau cuman itu gue gak masalah, " balas Galang.
"Kalau jatuh cinta sama kamu boleh? " tanyaku membuat Galang menatap ku dan aku hanya tersenyum.
"itu hak lo, hanya saja jangan berharap gue bisa balas lo, " ucap Galang lali menjalankan mobilnya lagi.
"Alika, " panggil Galang dari membuat lamunanku buyar begitu saja.
"Ya, " jawab ku lalu membuka pintu dan aku lihat Galang sedang menyiapkan makan siang.
"Ayo makan dulu, gue udah pesan makan, " ucap Galang dan aku pun menghampirinya di meja makan.
kami makan bersama, sikap Galang sedikit lembut setelah aku setuju untuk pindah rumah tidak seperti saat tinggal di rumah orang tuanya.
"Setelah makan gue harus ke kantor, lo gak apa-apa kan gue tinggal? " ucap Galang.
"Gak apa-apa kok bang, lagian aku mau beresin baju, " balas ku.
Galang pun langsung berdiri dan dia mengeluarkan dompetnya kemudiaan memberiku uang, aku yang kaget melihat ke arah nya.
"itu ada uang lima juta, lo simpan aja kalau perlu apa-apa beli aja! " ucap nya.
"Gue berangkat dulu, " pamitnya lalu pergi.
Aku menatap tumpukan uang yang di berikan Galang. Aku pun mengambilnya dan menghitungnya. Aku pun segera beranjak dan membereskan bekas makan kami setelah selesai aku langsung ke kamar dan mengambil tas memasukan uang tadi. Aku pun bergegas pergi karena tujuan ku sekarang pergi ke supermarket untuk membeli sayuran dan keperluan dapur. Setelah selesai berkeliling dan membeli yang di butuhkan aku pun segera pulang. Tibanya di rumah semua barang yang aku beli aku tata rapi di kulkas dan di setiap tempat ya g harusnya di isi.
"Nah ini baru namanya dapur, " gumam ku lalu memotret nya dan lupa aku jadikan postingan di salah satu sosial media.
Aku pun mengirim pesan pada Galang untuk menanyakan kapan pulang karena aku ingin memasak buat dia. Namun jawaban Galang membuat aku sedih karena dia akan makan di luar. Harapan ku untuk memaksakan dia hilang sudah. Aku pun kembali ke kamar dan melanjutkan pekerjaan ku yang belum selesai. Aku pun gak tau Galang pulang jam berapa karena saat aku bangun jam sudah menunjukan jam tiga pagi. Aku keluar dan melihat sepatu Galang sudah ada aku pun kembali ke kamar dan melanjutkan tidur ku.
Paginya aku bangun lebih dulu dan menyiapkan sarapan dan membuatkan dia teh tawar karena saat di rumah orang tuanya aku melihat Galang minum itu. Namun sampai jam tujuh pagi Galang belum keluar dan akhirnya aku pun masuk kamar kembali dan mencoba mencari lowongan pekerjaan sebagai guru. Aku pun tidak peduli dengan suara di luar karena malas untuk melihat. Sampai waktunya makan siang aku pun keluar dan kaget melihat Galang sedang duduk santai di depan TV. Aku pun pergi ke dapur dan kaget saat melihat sarapan yang aku buat tadi pagi lenyap begitu saja. Aku pun tidak bertanya dan lebih memilih menyiapkan makanan untuk makan siang. Setelah selesai aku siap kan di meja makan dan mencoba menawarkan pada Galang.
"Abang mau makan siang bareng atau nanti saja? " tanya ku.
"Bareng aja, " jawab nya lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju meja makan.
"Aku cuman masak ini karena takut abang gak makan di rumah, " ucap ku saat di meja makan.
Galang tidak membalas ucapan ku dia langsung makan begitu saja dan aku di buat kaget saat melihat dia makan kaya orang gak makan satu minggu aja. Padahal aku cuman masak sederhana saja tapi melihat Galang kaya sedang makan makanan enak saja.
"Uang kemarin buat kebutuhan kamu, bukan untuk makan, " ucapnya selesai makan.
"Ya aku bingung aja uang sebanyak itu mau di pakai apa, ya udah aku pakai belanja saja, "balas ku sambil membereskan bekas makan.
"Ya udah nanti aku tambahkan, " ujarnya lalu kembali ke depan TV.
Sejak hari itu Galang selalu pulang tepat waktu dan memilih makan di rumah dan aku pun semakin semangat buat masak. Saa ini Galang pergi ke luar kota dan aku di buat kaget saat mama tiba-tiba datang tanpa memberitahu ku. Mama pun tau kalau kami tidur terpisah dan mama marah.
"Jadi kalian bohong sama mama, kalian ingin pisah rumah biar kalian bisa tidur terpisah, " ucap mama dengan nada marah.
"Ma, aku tau aku salah, tapi mama harus tau tujuan aku setuju pisah rumah, " balas ku mencoba memberikan alasan.
"Ya tujuan kalian jelas, karena kalian ingin bebas, " balas mama.
"Iya emang benar, namun tujuan ku aku ingin bebas ngejar bang Galang, aku ingin bang Galang jatuh cinta sama aku. Kalau aku tinggal sama mama aku gak bisa bebas lakukan apa saja di rumah mama. Sekarang bang Galang sering pulang ke rumah memilih makan bersama ku, "beritahu ku.
"Kamu bisa masak? " tanya mama kaget.
"Bisa ma, kalau tinggal sama mama aku gak boleh lakukan apa-apa, " ujar ku.
"Kamu gak bohong kan?, " tanya mama gak yakin.
"Aku gak bohong ma, bahkan bang Galang tau kalau aku ingin ngejar dia, " beritahu ku.
"Kamu yakin, Galang setuju kamu kejar dia, " tanya mama dan aku pun mengangguk.
"Ya udah sekarang kamu ikut mama, " ajak mama.
"Kemana ma? " tanya ku "aku ganti baju dulu ma, " pinta ku dan aku pun ganti baju setelah siap aku pergi bareng mama.
Mama bawa aku ke sebuah salon dan mama menyuruh aku untuk perawatan dan aku hanya nurut saja bahkan mama membelikan ki sebuah gaun lalu menyuruhku untuk memakainya. Aku pun keluar dan sebenarnya aku sedikit gak nyaman saat keluar.
"Cantiknya, " puji mama melihat ku.