NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cthulhu / Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Badai Besar

Jika dia saat ini masih berada di Bumi, rutinitas hidupnya mungkin tidak akan banyak berubah. Dia akan tetap terjebak dalam siklus yang itu-itu saja. Bekerja, bekerja, dan bekerja. Setelah lelah bekerja seharian penuh, mungkin dia akan langsung pulang ke rumah, merebahkan diri di tempat tidur, atau sesekali pergi memancing untuk menenangkan pikiran. Itulah gambaran kehidupan yang dia jalani setiap harinya, sebuah pola hidup yang sangat sederhana dan monoton, tanpa banyak gejolak atau kejutan berarti.

Jika kalian penasaran dan bertanya-tanya apakah dia memiliki seorang kekasih, jawabannya sederhana tapi agak menyedihkan: tidak. Selama hidupnya, dia bahkan tidak pernah benar-benar memiliki kekasih. Jangankan kekasih, dia bahkan tidak dapat mengingat apakah dia pernah memiliki teman perempuan yang bisa dianggap dekat atau spesial.

Interaksinya dengan perempuan hanya sebatas teman biasa semasa sekolah atau rekan profesional di tempat kerja. Semua hubungan itu hanya berkisar pada urusan tugas kelompok, pekerjaan, atau basa-basi ringan tanpa adanya kedekatan emosional yang lebih dalam.

Rostav selama ini selalu menghabiskan waktunya bergaul dengan sesama laki-laki. Tapi, janganlah kalian berpikiran macam-macam atau langsung menyimpulkan bahwa dia adalah seorang gay. Orientasinya masih normal dan sewajarnya pria pada umumnya. Masalahnya bukan terletak pada ketertarikan, melainkan pada kemampuannya yang terbatas. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya mendekati atau sekadar mengobrol santai dengan perempuan.

Laki-laki dan perempuan, menurut pengamatannya, memiliki arah pembicaraan yang sangat berbeda bagai dua kutub yang berlawanan. Bagi Rostav, menjalin obrolan dengan sesama pria jauh lebih mudah dan nyaman karena topiknya selaras dengan hobinya. Kaum laki-laki biasanya lebih menyukai pembicaraan yang lugas dan penuh gairah tentang sepak bola, taktik memancing yang ampuh, ikan terbesar yang pernah mereka dapatkan, atau mungkin berdebat soal game terbaru serta strategi permainan.

Di sisi lain, sepengetahuannya yang masih terbatas, perempuan cenderung memiliki selera obrolan yang berbeda sama sekali. Mereka lebih menyukai hal-hal yang imut, lucu, dan menggemaskan. Mungkin mereka akan dengan antusias membicarakan tentang kenangan masa lalu seperti mengingat-ingat siapa orang yang pernah mereka sukai secara diam-diam waktu sekolah dulu, atau bertukar rekomendasi tentang restoran baru yang sedang tren dan wajib dicoba.

Perbedaan preferensi inilah yang membuat Rostav selalu merasa canggung dan kesulitan menembus dinding penghalang dalam komunikasi dengan lawan jenis. Dia tidak pernah tahu harus memulai dari mana, sehingga memilih untuk tetap berdiam diri dalam zona nyamannya bersama teman-teman prianya.

Tapi, ada satu hal yang harus diingat, bahwa dia kini tidak lagi berada di Bumi. Kenyataan hidupnya telah berubah total secara drastis. Dia sekarang berada di dunia lain yang sama sekali asing, terjebak di dalam tubuh seorang remaja berusia tujuh belas tahun bernama Rostav Zertu. Ini bukan lagi kehidupan lamanya yang monoton dan aman. Dunia ini memiliki aturannya sendiri, dan aktivitas kesehariannya di sini jelas jauh berbeda dengan rutinitas yang dulu pernah dia jalani di Bumi.

Jika di kehidupan sebelumnya dia masih memiliki cukup waktu luang dan kesempatan untuk sekadar melamun memikirkan bagaimana cara mencari kekasih, atau merasa kesepian karena tidak memiliki teman dekat perempuan, maka di dunia ini semua pemikiran semacam itu terasa seperti kemewahan yang tak lagi bisa dia nikmati.

Masalah asmara dan hubungan percintaan kini terasa begitu remeh dan dangkal. Di dunia yang keras dan mungkin penuh bahaya ini, pikirannya hanya dipenuhi oleh dua hal yang jauh lebih mendasar. Bagaimana cara mengisi waktu luang yang sempit di tengah tekanan hidup, dan yang terpenting, bagaimana caranya untuk sekadar bertahan hidup.

Dia harus selalu mengingat dan menanamkan dalam-dalam di dalam benaknya bahwa dirinya kini bukanlah orang bebas yang bisa pergi ke mana saja sesuka hati. Dia berada di atas sebuah kapal yang menjadi satu-satunya tempat berpijak, terapung-apung tanpa arah yang pasti di tengah-tengah lautan tak berujung yang dikenal dengan nama Laut Mayat.

Kadang-kadang, badai mengerikan akan muncul, menghantam kapal dengan gelombang raksasa dan angin yang meraung seperti jeritan kematian. Dia masih ingat betul bagaimana badai dahsyat seperti kemarin membuat seluruh kapal bergetar. Dan tidak mustahil bahwa kapal yang menjadi rumah sekaligus penjaranya ini tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi jika badai semacam itu datang menerjang sekali lagi.

'Apa aku hanya akan tidur sepanjang waktu? Dan aku akan memancing setelah persediaan daging ikannya menipis? Sungguh, bukankah itu seperti seorang pengangguran? Walaupun di kehidupan sebelumnya aku sangat ingin menganggur, tapi aku tidak bisa melakukannya, aku sudah terbiasa bekerja selama seharian. Dan saat situasiku menjadi seperti ini, hal itu malah membuatku bingung. Hah,' Rostav menghembuskan napas panjang saat dirinya memijat pelipisnya sendiri. Dia lalu berdiri dan menuju kasur, berbaring, lalu memejamkan matanya, kembali tertidur.

.....

Beberapa hari telah berlalu dengan cepat, seolah-olah sungai waktu mengalir lebih cepat dari biasanya. Rostav hanya melakukan aktivitas yang monoton di kapal ini. Di pagi hari dia sarapan menggunakan daging ikan asap, lalu dilanjutkan dengan berolahraga selama dua hingga tiga jam lamanya. Berkat meminum Ramuan, staminanya jelas telah meningkat berkali lipat, membuatnya mampu berolahraga dalam waktu lama tanpa merasa terlalu kelelahan. Di siang hari dia hanya tidur sampai sore hari.

Di sore hari, dia menghabiskan waktunya dengan menikmati matahari terbenam. Dia akan duduk di tepi dek, menyandarkan punggungnya ke tiang kapal, menyaksikan bola jingga raksasa itu perlahan tenggelam ke dalam cakrawala lautan. Langit berubah menjadi gradasi warna yang memukau, dari biru pucat, keemasan, jingga menyala, hingga merah tua yang pekat. Pemandangan ini mungkin indah, sangat indah bahkan, tapi keindahannya selalu dibayangi oleh kesunyian dan kesendirian yang menusuk. Tidak ada siapa pun yang bisa dia ajak berbagi kekaguman akan pemandangan itu. Matahari terbenam hanyalah penanda bahwa satu tapi lagi telah berlalu dengan selamat, namun juga penanda bahwa malam yang panjang dan dingin akan segera tiba.

Sesekali, ketika rasa sepinya belum juga menguap, dia masih tetap berada di dek kapal hingga malam hari benar-benar turun. Dia akan berbaring di atas papan dek yang dingin, melipat kedua tangannya di belakang kepala sebagai bantal, dan menatap langit yang perlahan berubah menjadi berwarna merah gelap. Dia mencoba mencari bintang di antara celah-celah merah gelap, berharap bisa melihat setitik cahaya kecil yang berkelap-kelip, sebuah pemandangan yang mungkin bisa mengingatkannya pada malam-malam di Bumi.

Tapi sayangnya, langit di atas Laut Mayat hampir selalu tertutup oleh kabut putih tebal yang bergulung-gulung rendah, seolah lautan ini memang sengaja menyembunyikan keindahan surgawi dari para penghuninya. Tidak ada bintang, tidak ada bulan, hanya hamparan abu-abu suram yang membentang hingga ke kejauhan.

Dia kembali ke kamarnya dan kembali tidur.

Keesokan paginya, dia terbangun, pergi ke dapur untuk sarapan, dan ketika dia menyadari bahwa persediaan dagingnya hanya tersisa untuk satu hari, dia entah kenapa menjadi bersemangat.

"Akhirnya, aktivis yang kutunggu-tunggu, akhirnya tiba!" Rostav tak bisa menyembunyikan kegembiraan di wajahnya. Dia menyimpan daging ke dalam lemari lalu mengambil alat pancing. Dengan langkah seperti seorang anak kecil yang mendapat mainan baru, dia melangkah ke dek kapal, tapi raut wajahnya tiba-tiba berubah ketika melihat ke arah langit di kejauhan.

Langit tersebut berwarna hitam pekat seperti malam tanpa bintang, dengan awan-awan hitam pekat yang bergulung-gulung dengan liar, bergerak dengan kecepatan gila menuju ke arah kapal. Rostav hampir-hampir terjatuh, lututnya terasa lemas dan bergetar.

"Hei, kenapa ini? Aku hanya ingin memancing, bukan ingin berbuat kejahatan. Apa langit membenciku atau apa?" Rostav yang merasa frustasi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Suaranya bergetar dipenuhi rasa frustasi. Tapi tidak ada waktu untuk mengeluh, lagipula, kepada siapa dia harus mengeluh?

Dia segera berbalik arah dan kembali ke kamarnya, meletakkan alat pancing di sudut ruangan, dan dia duduk di kursi sambil mengepalkan tangannya.

"Melihat langit dan awan hitam itu, entah kenapa aku merasa hal buruk akan terjadi, apakah badai besar akan datang?" Rostav berpikir dalam-dalam, sebelum tiba-tiba saja sebuah suara gemuruh guntur yang mampu membuat burung yang terbang langsung mati terdengar.

Rostav bahkan harus menutup kedua telinganya karena suaranya yang begitu besar dan agung, seolah-olah itu adalah suara genderang perang.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!