NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggil Mbak, Tante atau Ibu ??

Minggu pertama setelah Bailla bilang "iya" ke Pak Arya, dia belum resmi nikah. Baru "tunangan tempo". Tapi Pak Arya bilang, "Kenalan dulu sama anak-anak. Biar gak kaget pas pindahan."

Minggu siang. Rumah Pak Arya yang megah, bangunan yang unik desain ala Fintage berwana putih, halaman yang cukup luas dihiasi taman kecil dan sebuah gajebo dengan atap kayu pipih seperti rumah didesa-desa. Satu kata "UNIK". Bailla merasa terkagum kagum dengan desain rumah pak Arya sederhana, mempesona dan berbau harum uang hehe.

Bailla datang dengan penampilan yang cukup anggun menggunakan dres berwana pink muda dengan detail bunga sakura kecil. Tidak lupa sepatu kets putih dengan makeup tipis menambah cantik nya wajah Bailla yang sedikit oriental. Wanita dengan tinggi 155 cm dengan berat badan 48 kg ditambah kulit putih yang menawan tidak heran kalau Bailla Zahira menjadi salah satu primadona di kampus nya.

Sebelum kerumah Arya Bailla menyempatkan diri mebeli cemilan untuk calon anak tiri. Kali ini Bailla cukup gugup seperti mau sidang skripsi. Karena akan bertemu anaknya pak Arya. Cukup berkecamuk didalam hati nya apakah mereka bisa menerima ia sebagai ibu tiri. Jika membayangkan di film-film kisah ibu tiri yang selalu di cap negatif cukup bikin merinding bagi Bailla.

Di ruang tamu sudah duduk tiga anak, berjejer di sofa kayak tim juri Indonesian Idol.

*Yang pertama*, Arbil 17 tahun, kelas 2 SMA. Kaos bola, muka datar, tangan meluk dada. Tatapannya: "Awas kalau kamu galak."

*Yang kedua*, Ara, 13 tahun, kelas 1 SMP Rambut dikuncir dua, jepitannya kupu-kupu. Matanya muter dari Bailla ke cemilan, dari cemilan ke Bailla.

*Yang ketiga*, Aya , 4 tahun, TK A. Masih pakai daster kecil bergambar Marsha. Di tangan ada boneka Barbie, tapi fokusnya ke Bailla, seolah Bailla mainan baru yang lebih gede.

Pak Arya tepuk tangan sekali. “Anak-anak, ini Kak Bailla. Calon...” dia nyangkut, “...teman baru di rumah.”

Hening. Hanya suara detik jam dinding tik tik tik......

Aya yang mecah duluan. Dia nunjuk Bailla. “Kakak cantik kayak Tante di TikTok!”

Bailla ketawa, kaget. “Makasih, Dek. Tante TikTok yang mana?”

“Tante yang joget-joget terus dijewer Mama,” jawab Bima polos.

Arbil langsung nyikut. “Sst! Mama udah gak ada, Aya!”

Suasana langsung beku. Bailla buru-buru sodorin kotak cemilan. “Eh ini, Kakak bawa Pizza. Kalian suka?”

Ara yang dari tadi diam, tiba-tiba ngangkat tangan kayak di kelas. “Kak... eh, Tante... eh, Ibu?”

Bailla dan Pak Arya barengan: “Hah?”

Ara nyengir, malu. “Aku bingung manggilnya. Kata Papa, harus sopan. Kalau ‘Mbak’ nanti dikira pembantu. Kalau ‘Tante’ kejauhan. Kalau ‘Ibu’...” dia lirik foto almarhumah mamanya di dinding, “...takut Ibu di surga marah.”

Bailla jongkok, biar sejajar sama Ara. “Gimana kalau panggil ‘Kak Bailla’ aja dulu? Nanti kalau Kakak udah bisa masak sayur sop seenak almarhumah Ibu, baru kita ganti.”

Arbil mendengus. Sok cool. “Emang Kakak bisa masak? Jangan-jangan cuma bisa mie instan.”

Tertantang. Bailla berdiri, tangan di pinggang. “Oh ya? Kakak juara 2 lomba masak 17-an RT lho. Menu andalan: mie goreng tanpa gosong.”

“TANPA GOSONG?” Ara melotot takjub. “Hebat! Papa kalau bikin mie goreng selalu ada item-itemnya. Katanya itu ‘bumbu rahasia’.”

Pak Arya batuk, pura-pura lihat cicak. “Bumbu arang Bil, .”

Seketika mereka ketawa. Arbil pun nyengir, walau buru-buru dibuang mukanya ke jendela. Cair. Canggungnya leleh dikit-dikit.

Lalu drama terjadi pas bagi Pizza

Aya : rebutan bagian pojok. “Aku mau yang banyak topingnya!”

Ara: “Kamu kan gak habis, Kak! Nanti mubazir!”

Aya: “Sudah, bagi tiga aja. Eh empat ding, sama Papa. Kak Arbil mau gak ??”

Arbil : "Gak makasih kakak sudah kenyang." Sambil beranjak dari tempat duduk menuju ke kamar.

"Arbil.... Mau kemana kamu ayo duduk kak Bailla masih disini". pak Arya menegur Arbil.

"Gak mau saya gak punya kakak. Apalagi ibu muda seperti itu nanti ujung -ujungnya pergi dan kabur ". Jawab Arbil dengan sinisnya.

"Arbil yang sopan dong ngomong nya kan udah kita bicarakan".

"Ahhh terserah papa aja Arbil mau ke kamar". "Maafin Arbil Kak Bailla jika kurang sopan".

Bailla yang masih sedikit syok melihat tingkah Arbil haya bisa menjawab dengan tenang "Iya Arbil gak apa-apa".

Arbil beranjak kekamarnya dengan perasaan yang masih kacau. Sedangkan Arya dan Bailla masih terdiam.

Ara: "Ayo kapan makan Pizza nya Ara udh lapar nih kita bagi empat ya??

Bailla: “Lima dong. Kakak juga mau.” berusaha mencairkan suasana.

Mereka semua diem, nengok ke Bailla. Baru sadar, “oh iya, orang baru ini juga makan.”

Bailla mengambil Piza, sengaja kasih bagian pojok ke Arya bagian tengah ke Ara, bagian pinggir ke Aya. Pas mau ambil buat dirinya sendiri, tinggal remah-remah.

Ara ngeliatin. Tiba-tiba dia dorong piringnya ke Bailla. “Nih, Kak. Punyaku aja. Aku udah kenyang... tadi.” Padahal jelas belum makan.

Bailla melirik Pak Arya. Pak Arya pura-pura sibuk ngelap meja, tapi ujung bibirnya naik.

Bailla gigit Pizza dari piring Aya. “Makasih, cantik. Mie goreng Kakak besok buat kamu dua piring.”

Sore itu Bailla pulang bawa dua hal:

Kotak pizza kosong.

Julukan baru dari Ara: “Kak Bailla Tanpa Gosong”.

Di dalam taxi, Bailla ketawa sendiri. Canggung? Banget. Lucu? Juga. Menakutkan? Masih Apalagi Putra pertama Pak Arya seperti masih belum sepenuhnya menerima.

Tapi untuk pertama kalinya, kata “anak tiri” di kepalanya tidak berbentuk beban. Tapi berbentuk dua anak yang rebutan martabak, dan satu orang yang masih menata hati. Iyu masih bisa dimaklumi.

Mungkin, pikir Bailla, jadi keluarga tidak harus mulai dari cinta. Kadang cukup mulai dari donat dan panggilan “Kak” yang tidak gosong.

...****************...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!