Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbeda
Jevandra bangun dalam keadaan segar pagi ini. Dia merasa harinya jauh lebih indah. Entah kenapa dia merasa bahwa hari ini sangat luar biasa. Tidurnya juga begitu damai, sampai dimana dia melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 siang.
"Tidak! Ini tidak mungkin!" katanya terkejut.
Melihat ponselnya pun sama, jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Bagaimana bisa dia tidur selama itu? Bahkan hari ini dia harus terbang ke luar kota untuk meninjau proyek bersama Baskara.
"Sial!" umpat Jevandra melihat puluhan panggilan tak terjawab dari Baskara.
Belum lagi pesan-pesan yang berisi umpatan serta makian. Astaga, bagaimana bisa Jevandra melewatkan semua itu begitu saja?
Buru-buru ke kamar mandi dan membersihkan dirinya secara kilat, Jevandra merasa kesal sendiri. Karena dia merasa dirinya tidak bersih seperti biasa.
Diara yang merasa hari sudah begitu siang membuatnya khawatir. Dia berusaha untuk membangunkan suaminya, namun laki-laki itu ternyata sudah bangun dan sudah memakai pakaiannya.
"Kenapa tidak membangunkan ku? Aku sudah terlambat ke luar kota." katanya kesal menatap Diara.
"Maaf, tapi-"
"Ah, sudahlah." katanya malas berdebat dengan Diara.
Bahkan dia terlihat sangat buru-buru sampai kesal sendiri. "Sialan! kenapa sudah sekali pakaian sialan ini!" umpatnya terus menerus membuat Diara memberanikan diri untuk membantunya.
Dia menarik bangku kecil di sana, lah berdiri disana untuk bisa membantu suaminya.
"Kenapa tinggi sekali? Aku jadi susah melakukannya." Diara berucap demikian pada Jevandra yang sudah marah-marah perkara kesiangan.
"Jangan menyalahkan ku jika kau yang tidak tumbuh dengan baik!" jawab Jevandra yang tidak ingin di salahkan.
"Aku jadi penasaran seperti apa anak kita nanti."
Deg!
Jevandra terdiam. Anak kamu katanya? Apa Diara ingin mereka mempunyai anak?
Sadar dengan apa yang dia katakan membuat Diara menyesal. Dia merasa bersalah disini.
"Maaf, suamiku. Aku hanya-"
"Cepat! Aku harus ke bandara sekarang!" potongnya begitu saja.
Jika masih banyak waktu, mungkin dia bisa membahas tentang hal ini dengan Diara. Tapi dia buru-buru. Jika tidak maka habislah dia di tangan Baskara nanti.
"Iya, ini sudah." kata Diara setelah selesai membantu suaminya.
Jevandra berlalu begitu saja dari hadapan istrinya. Tapi sebelum itu dia sempat mengatakan sesuatu yang membuat Diara salah tingkah.
"Yang jelas anak kita tidak akan ku biarkan mewarisi gen pendek mu itu!" ucapnya sebelum pergi meninggalkan Diara di sana.
Jantungnya berdebar-debar saat Jevandra mengatakan anak kita, apakah ini pertanda baik untuk hubungan mereka kedepannya?
Semoga saja, Diara benar-benar berharap untuk tu.
"Lain kali bangunkan aku jika terjadi hal seperti ini lagi!" katanya pada Remi dan Rocky yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Siap salah Tuan." ucap mereka bersamaan.
Karena tadi, kata nyonya muda mereka jika Jevandra masih tidur. Jadi mereka tidak berani membangunkannya.
Membutuhkan perjalanan hampir 2 jam untuk mereka sampai di Bali menggunakan pesawat pribadi miliknya, dan langsung menuju tempat dimana Baskara sudah menunggunya di tempat.
"Lihat gayanya, bahkan dia sama sekali tidak merasa bersalah untuk itu!" umpat Baskara melihat Jevandra yang baru saja datang setelah jam makan siang.
Jevandra tau jika saat ini mungkin Baskara ingin menelannya hidup-hidup.
Ya, benar saja. Lihatlah tatapan laki-laki itu padanya.
"Jangan beralasan soal jalanan ibukota lagi, karena itu tidak masuk ke akal sehatku!" kata Baskara saat Jevandra duduk dan langsung menyantap makan siangnya.
Sedangkan dia juga melihat ke arah dua asisten pribadinya itu.
"Kau membawa mereka untuk apa?" tanya Baskara menatap kedua anak buahnya Jevandra.
"Ini Remi, asisten pribadi ku yang sekarang. Karena Roy kembali ke Singapura. Dan yang satunya Rocky. Dia juga asisten pribadi ku." katanya mengenalkan keduanya.
"Kau bahkan seperti pengusaha yang bekerja dalam bidang management. Lihat saja mereka, meninjau proyek seperti ingin fashion show!" cibir Baskara setelah melihat kedua asisten pribadi Jevandra.
"Siapapun yang bekerja dengan ku harus terlihat menarik. Karena aku paling benci orang yang tidak menjaga penampilannya!" bahas Jevandra sambil terus menyantap makan siangnya.
"Cepat kalian makan! Jangan sampai Arsitek itu mengubur kalian hidup-hidup nantinya." ucap Jevandra pada keduanya.
"Aku bahkan lebih ingin menguburmu saat ini dari pada kedua asisten mu!" jawab Baskara menatap tajam pada Jevandra yang sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣