NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berikan Dirimu Padaku

“HAHA ... HAHA!”

Leo terbahak-bahak sampai terjungkal dari kursi setelah mendengar apa yang Lian ceritakan, sedangkan Vano hanya bisa menunduk dalam sambil berdoa dalam hati, berharap Ares mengampuninya karena sudah membuat sang istri salah paham.

“Aduh, perutku … perutku.” Leo memegang perutnya yang sakit karena tidak bisa berhenti tertawa.

“Belum puas?” desis Ares sambil menggebrak meja. Leo yang melihat kemarahan temannya itu langsung mengatupkan mulut, tetapi beberapa detik kemudian ia kembali tergelak sampai mengeluarkan air mata.

“Seandainya kamu liat wajah adik ipar kita itu, Leo. Bisa-bisa kamu ketawa sampai buang air kecil.” Lian memprovokasi dengan wajah tanpa dosa. “Wajahnya merah seperti tomat saat melihat aku dan Vano, lalu dia lari terbirit-birit seperti dikejar setan.”

“Kalian bertiga ada dalam satu kamar hotel dengan penampilan yang nggak senonoh, gimana dia nggak lari?” kekeh Leo. “Malang sekali nasibmu, Ares. Di mata Lian, kamu nggak suka cewek atau cowok. Sedangkan di mata Lyra, kamu suka cewek dan cowok. Mana yang paling menyakitkan?"

Saat Lian dan Leo tertawa sampai keluar air mata, Vano justru semakin gemetar ketakutan melihat Ares yang melotot seperti ingin mengulitinya hidup-hidup.

Atas kecerobohannya, Vano bahkan sampai kehilangan bonus bulanan.

Saat itu Vano sudah membersihkan meja seperti perintah Ares tapi tanpa sengaja ia menumpahkan minuma ke bajunya. Vano ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya di wastafel tapi entah bagaimana krannya lepas dan ia tersiram air saat berusaha memperbaikinya, sedangkan Lian di sana hanya menumpang buang air besar.

“Seharusnya Tuan Lian memasang celananya dengan benar sebelum keluar,” gerutu Vano.

“Seharusnya kamu juga nggak membuka kancing kemejamu, Van,” balas Lian tak mau kalah. “Alhasil, kita berdua jadi teman ranjang Ares di mata Lyra.”

“Diam, sialan!” geram Ares. “Aku jadi mual gara-gara kalian.” Semua orang mengatakan Ares dikelilingi banyak wanita seksi dari berbagai kalangan, tak sedikit yang mengatakan Ares meniduri model-model di agensinya, rumor ia pacaran dengan Liana juga beredar luas tapi Ares tak peduli, ia tahu dijelaskan pun akan percuma karena orang hanya percaya apa yang ingin mereka percayai.

Pada kenyataannya, Ares tidak dekat dengan siapa pun dan tidak tertarik pada siapa pun.

********

“Ada masalah dengan permintaan Zaline, Ra?” tanya Sena yang melihat sahabatnya murung sejak pertemuan mereka dengan Zaline.

“Nggak kok.” Lyra menjawab dengan lemas. “Aku sudah memahami konsep yang dia mau, aku juga sudah memikirkan kain apa yang harus kita pilih.”

“Terus kenapa sejak tadi kamu murung seperti punya hutang segunung?”

“Oh, itu ….”

Lyra tidak menyangka, ternyata mengetahui Ares menyimpang bisa sangat mengganggu pikiran dan perasaannya.

Berulang kali ia mengingatkan diri bahwa pernikahan mereka hanya sebuah transaksi keluarga, Ares bebas memilih jalan hidup begitu juga dengan dirinya. Akan tetapi, jiwanya meronta setiap kali mengingat dua pria di kamar suaminya itu.

“Liana saja nggak cukup, bahkan masih sama sekretaris dan pria asing? Gila, pantas saja disebut Pangeran kegelapan.”

“Ra?” Sena menepuk Pundak sahabatnya yang melamun. “Ada masalah?” Ia bertanya dengan cemas.

“Nggak ada kok, mungkin cuma lelah.” Lyra menyunggingkan senyum yang dipaksakan. Semenjak bersahabat dengan Sena, ia tidak pernah menyembunyikan apa pun, bahkan pernikahan rahasianya dengan Ares juga diberitahukan pada Sena. Akan tetapi, Lyra tahu tak seharusnya membocorkan aib Ares pada siapa pun meskipun saat ini ia sangat ingin menggosipkan berita menggemparkan tersebut.

“Oh, ya. Aku pulang sekarag, ya.” Lyra melirik arlojinya. “Aku sama Ares mau ke rumah orang tuaku soalnya.”

Lyra mengangguk. Semenjak seminggu yang lalu kedua orang tuanya sudah mengundang ia dan Ares untuk makan malam bersama.

Selama dalam perjalanan pulang, Lyra terus memikirkan Ares, bingung harus bagaimana menghadapi pria itu nanti, bahkan tadinya ia ingin menginap di rumah Sena tapi teringat dengan undangan makan malam orang tuanya.

Sesampainya di rumah, seperti biasa Bi Mia menyambut dengan pintu yang terbuka lebar. “Tumben dia sudah pulang jam segini.” Lyra meringis saat melihat mobil Ares terparkir di halaman rumahnya, padahal biasanya pria itu pulang malam.

“Nyonya?”

Pupil mata Lyra membesar saat Vano muncul di depannya dengan raut wajah yang penuh rasa bersalah.

“Meskipun aku dan Ares nggak saling cinta tapi kami tetap suami istri, wajar kalau dia merasa malu dan bersalah sama aku, kan?”

“Yang Nyonya lihat itu_”

“Aku mengerti,” sela Lyra sambil tersenyum canggung. “Kalian sudah dewasa, tahu mana benar dan salah.”

Vano sudah membuka mulut untuk menjelaskan lebih lanjut tapi Lyra langsung bergegas masuk ke kamar, ia merasa tidak siap mendengar penjelasan Vano yang mungkin lebih buruk dari dugaannya.

Misalnya … pria itu dipaksa oleh Ares.

Bukankah Ares adalah pria yang penuh tipu muslihat dan ambisius? Mungkin Vano menjadi korbannya.

“Kejam, benar-benar kejam sesuai rumor.”

“Apanya?”

“Ah!”

Lyra memekik saat Ares tiba-tiba muncul dari kamar mandi. Pria itu hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang, dadanya yang basah dan rambutnya yang masih meneteskan air justru membuat pria itu terlihat lebih menggoda.

“Sadar, Lyra! Jangan tergoda, dia nggak bersih.” Lyra menggeleng, mengusir pikiran liar dalam kepalanya.

“Sudah memikirkan syarat ketigaku?” Ares mendekati Lyra yang masih berdiri mematung di dekat pintu.

“Syarat ketiga?” Lyra menaikkan ujung alis dan baru teringat dengan syarat ketiga yang Ares ajukan.

Memenuhi kebutuhan biologis pria itu di mana pun dan kapan pun ia mau.

Gila!

Lyra merasa satu kata itu bahkan terlalu sopan untuk orang seperti suaminya.

“Nggak!” jawabnya tegas yang langsung membuat Ares memasang wajah tegang.

“Kita suami istri, melakukan hubungan badan adalah hal yang wajar, kan?”

“Aku nggak mau tertular penyakit!” seru Lyra tanpa ragu. Demi kebenaran dan kesehatan tubuhnya, Lyra merasa tidak takut menolak keinginan Ares.

“Kamu pikir aku ada main sama Lian dan Vano?” tanyanya dengann nada yang begitu rendah hingga nyaris meyerupai geraman.

Meski tidak ada teriakan, tetapi Lyra bisa merasakan kemarahan pria itu dari suara dan tatapannya.

“Aku_”

“Kamu salah paham, Lily.” Tiba-tiba suara Ares berubah lembut, sudut bibir pria itu tertarik membentuk senyuman kecil yang tak sampai ke mata, sorot matanya yang tajam meredup, tergantikan dengan sorot mata yang lembut.

Ares maju mendekat hingga kini hanya berjarak satu langkah dari Lyra, tanpa permisi Ares menyentuh pipi Lyra, membelainya dengan penuh kasih sayang lalu berkata, “Aku normal, seribu persen.”

Lyra hanya bisa menelan ludah, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

“Vano!” teriak Ares dan hanya butuh beberapa detik, yang dipanggil langsung datang dengan wajah tegang.

“Iya, Tuan?”

“Jelaskan yang terjadi di hotel.”

“Kamu maksa dia?” cicit Lyra.

“Bukan, Nyonya!” seru Vano sambil menggeleng. “Kami ada rapat penting di hotel, tidak terjadi hal tidak senonoh di sana, sumpah!”

Vano menjelaskan dengan detail apa yang terjadi, termasuk ke lima investor yang datang untuk rapat hingga kejadian yang membuat kemejanya basah. Tak lupa ia juga menjelaskan tentang Lian dan alasannya membenarkan celana.

Lyra mendengarkan dengan seksama, meski awalnya ia sempat berpikir Vano pasti dipaksa Ares untuk mengarang alasan tersebut, tetapi raut wajah dan sorot mata Vano tampak begitu jujur. Selain itu, Vano juga menghubungi Lian yang akhirnya Lyra ketahui bahwa pria itu adalah sahabat sekaligus direktur perusahaan suaminya itu.

“Pantas saja wajahnya nggak asing,” gumam Lyra. Foto Lian juga termuat dalam beberapa majalah, surat kabar atau pun berita karena posisinya cukup penting di perusahaan.

Setelah kesalahpahaman usai, Ares segera mengusir Vano keluar dari kamar yang membuat asisten pribadinya itu langsung menghilang secepat kilat.

“Jadi bagaimana dengan syarat terakhirku?”

Lyra terdiam seribu kata, lidahnya mendadak kelu untuk memberikan jawaban, keraguan terselip di hatinya.

Haruskah menjawab iya atau tidak?

Memenuhi kebutuhan biologis di mana pun dan kapan pun.

Menurutnya syarat itu konyol, menyebalkan dan tidak pantas. Akan tetapi, mereka memang terikat pernikahan yang sah. Baik dalam drama atau dunia nyata, cinta atau tidak, suami istri pasti tetap akan terlibat dalam hubungan ranjang untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing.

“Lyra?” Tiba-tiba Ares berbisik dengan suara berat sambil menangkup pipi mungil Lyra dengan tangannya yang besar dan panas, ia menyatukan keningnya dengan kening sang istri hingga Lyra bisa merasakan embusan napas hangat menerpa wajahnya.

“Aku jamin, aku bersih.” Ares kembali berbisik di depan bibir Lyra, matanya terpejam, napasnya memburu seakan pria itu sedang menahan suatu ledakan dari dalam jiwanya. Sementara Lyra hanya bisa menahan napas, telapak tangannya terasa dingin dan berkeringat, pikirannya berkecamuk.

“Bisakah seseorang berhubungan tanpa cinta?

 "Kumohon, Lyra. Berikan dirimu padaku."

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!