NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sarah berlari lalu menyetop taksi dengan pipi yang basah. Tidak pernah sekalipun Sarah terlihat marah sehebat ini sebelumnya. Hidupnya benar-benar hancur dan tidak berarti lagi baginya.

“Kenapa harus marah-marah, gue kan nawarin damai, tidak mau ya sudah,” ujar pria itu santai. Melenggang mendekati motornya, lalu melajukannya ke arah pulang.

Sementara Sarah, perasaanya begitu hancur, ia lebih tidak menyangka lagi di balin sikapnya yang cuek,dan dingin juga minim akhlak serta tidak punya perasaan.

“Berhenti disini pak,” ujar Sarah tak langsung pulang. Ia malas untuk kerumah padahal senja sudah menyapa dan sebentar lagi akan berganti dengan gelap malam.

Gadis itu turun ditengah jalan, berjalan tanpa arah dan tujuan. Rasanya tidak bergairah untuk hidup, jila tidak ingat ibunya yang hanya berteman dirinya.

“Bapak,kenapa harus pergi secepat ini, Sarah kangen sma bapak, Sarah pengen nyusul bapak aja,” batinya hancur. Ia ingin menghabiskan sore ini dengan menangis, karna setelah pulang nanti, ia tidak boleh membuat ibunya sedih.

Sarah berdiri ditepi jembatan yang cukup tinggi,jika dia terjun, sudah pasti arus dibawah sana akan deras membawanya, dan semua kemalangan ini mungkin akan sirna. Ia menangis sendirian.

“Jangan!” pekik seseorang berlari cepat turun dari mobilnya. Menarik tubuh Sarah hingga keduanya terpental ke jalanan.

“Aww….,” desis gadis itu kaget sekaligus merasa nyeri pada pergelangan kakinya. Ada apa dengan orang ini,konyol sekali.

“Mbak nggak pa-pa? Jangn nekat,itu berbahaya, bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya dengan napas terengah. Tindakan nya yang spontan membuat pria itu ikut senam jantung atas ulahnya sendiri.

“Siapa yang mau bunuh diri sih, sakit tahu!” omel Sarah berdiri dengan kaki ngilu dan lutut perih. Sepertinya membentur aspal.

“Lah, tadi bukanya mau loncat, udah gitu pakai acara nangis segala. Berat banget ya beban hidupnya?” tanya pria itu sok tahu, membuat Sarah yang tengah tidak baik-baik saja bertambah kesal.

Gadis itu melirik dingin, sedang tidak ingin bnyak bercanda. Apalagi berbicara dengan orang asing. Ia tidak minat sama sekali.

“Oke, oke, sorry, tapi beneran tadi nggak ad niat buat terjun gitu. Aku pikir bosan hidup. Konyol sekali. Hehehehe.” Pria itu malah ketawa seakan perkataannya sebuah lelucon. Sayang sekali Sarah sedang di fase tidak ingin tersenyum walau seulas.

Gadis itu malah mengabaikan nya dan berjalan pincang atas ulahnya yang tidak kira-kira. Kesialan apa lagi, kenapa harus bertemu pria random tidak jelas begini.

“Kakimu sakit, itu sepertinya luka, maaf, aku beneran nggak ada maksud. Mari biar aku obati, dimobil ada obat,” ujar pria itu jelas merasa bersalah. Walau niat hati menolong, nyatanya salah tempat.

“Nggak pa-pa, biar aku obati sendiri saja di rumah,” jawab Sarah menghindarinya.

“Tunggu-tunggu, kamu mau kemana? ini tuh jalanan sepi waktu tanggung juga hampir maghrib, bagaimana kalau aku antar,”tawar pria itu sungguh hati.

“Tidak usah terima kasih,” jawab Sarah tak minat. Bisa pulang sendiri tanpa harus merepotkan orang lain.

Tiba-tiba suara petir menyapa bumi, hawa mendung dan dingin angin senja itu kian bersemarak mengiringi.

“Sepertinya mau hujan, ayolah…. Jangan sungkan, masuk mobil biar aku bantu obati lukamu,” ujar pria itu lembut.

Sarah mendadak galau, menatap wajahnya sekilas lalu kembali berjalan pelan.

“Sudah maghrib, kita bisa berteduh atau mencari tempat ibadah terdekat, mari kita cari sama-sama ‘l ujarnya peduli.

Gadis itu menghela napas pelan,sungguh ia tidak minat ikut mobil pria itu. Selain tidak suka bercakap dengan orang asing, ia harus segera pulang kerumah atau akan membuat ibunya cemas.

Gerimis mulai turun dan Sarah masih berdiri. Membuat pria itu gemas sendiri.

“Hujan, ayo masuk mobil cepat!” bujuk pria itu merasa kasihan.

“Bisa jalan nggak? Ayok cepetan keburu deras, nanti bisa masuk angin,” ujar pria itu cukup ngeyel.

Sarah pun mengiyakan, pria itu menghidupkan pemanas dalam mobil itu agar tidak kedinginan.

“Rumahmu dimana? Biar aku antar.”

“Tidak punya rumah dan tidak aku bawa,” jawab Sarah benar adanya.

Pria itu tidak mendengar jawaban konyolnya.

“Ya, kamu benar, memangnya siput bawa-bawa rumah segala. Maksudku tempat singgahmu?”

Sarah tidak menyahut, membuat pria itu menanyakannya nanti lagi, yang paling penting mengobati lukanya. Dia mengobok jok bagian belakang, mengambil peralatan medis dan obat yang diperlukan.

“Ini, luka kamu bisa di obatin dulu,

tadi sakit kan? Takutnya infeksi.” Pria itu menyodorkan obat ke hadapan Sarah.

“Kamu dokter? Kok bawa-bawa ginian?”

“Bisa ia bisa tidak, belum lulus, masih magang alias koas.jadi, belum bisa juga di bilang dokter, tapi sudah lulus kedokteran. Bener nggak sih? Kok panjang dan ribet penjelasannya.”

“Nggak paham aku,” jawab Sarah memunggungi saat melihat bagian kakinya.

“Eh ya, kenalin aku namaku Raja, kamu siapa? Kenapa sore-sore berdiri diatas jembatan begitu? Buat orang mikir lain-lain aja.” Raja berbicara dengan tatapan lain, tidak ingin melihat kaki jenjangnya yang sedikit terbuka.

“Sarah, kalau itu, kamu aja yang sok tau,” jawab Sarah.

“Hahaha. Iya juga sih, tapi kurasa kalau orang lain yang melihat juga akan berpikir begitu. Lagi banyak masalah ya?” Tebak pria itu sok tahu.

“Kepo!” ujarnya sarah melirik cuek.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!