NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pertama

Jay tersentak mendengar pertanyaan yang menantang dari ucapan Shiva. Tubuh nya menegang melihat tatapan penuh hasrat gadis itu. Bibir basah nan merah muda itu terbuka dan sedikit bergetar.

"Kak, Jangan bercanda, deh." Jay memalingkan wajah nya dari pandangan Shiva. Dia benar-benar tak menyangka akan tanggapan kakak sepupunya itu jadi begini. Ajakan nya sebelumnya seperti gayung bersambut. Pada akhirnya, dia sendiri yang tidak memiliki nyali.

"huh! Dasar mesum! Lu kira gue takut?" Ketus Shiva. Merasa diatas angin, wajah nya semakin mendekat. Hawa panas wajah adik sepupunya itu terasa ketika wajah mereka berdua semakin dekat.

Chup.

Dengan gerakan cepat, Jay tiba-tiba saja mengecup bibir Shiva. Kecupan itu begitu singkat. Mungkin hanya seper sekian detik saja.

Namun itu membuat tubuh Shiva menegang. Ternyata Jay benar-benar menciumnya. walau hanya sesaat, ketika bibir itu bersentuhan ada perasaan aneh yang di rasa gadis itu.

"Jay.. " Shiva bergumam. Melihat Jay beranjak turun dari ranjang.

Tanpa sepatah kata pun, Jay melangkah keluar dari kamar Shiva. Jantung nya berdegup sangat cepat. Tubuh nya terasa panas.

Melangkahkan kakinya terus menuju kamar pribadi nya, dengan fikiran yang berkecamuk. Hubungan ini semakin berantakan. fikir nya dalam hati.

Bagaimana dia akan menghadapi Shiva untuk hari berikutnya? Baru saja dia bisa sedekat itu dengan nya, masalah baru muncul lagi. Apa yang harus dia lakukan untuk kedepannya?

Sementara didalam kamar, Shiva memegang bibir dengan jemari nya. Wajah nya memerah, mengetahui ciuman pertama nya dengan pemuda yang tak pernah terduga di benaknya sekalipun.

Kenapa dia tak memarahi bocah itu? Padahal tindakan pria itu begitu lancang terhadap nya.

Namun, mengingat rentetan kejadian sebelum nya. Ini semua bukan lah kesalahan pemuda itu sepenuhnya.

Dari awal, dia sendiri lah yang memulai. Pakaian seperti ini, seharusnya tak dikenakannya. Entah kenapa, setelah melihat adanya perubahan Jay, dia ingin berpenampilan menarik di hadapan pemuda itu.

Merasa malu, dia membenamkan wajah nya pada bantal. Merutuki keberanian nya malam ini.

Cukup lama Jay berada di dalam kamar mandi hanya untuk sekedar membasuh wajah nya yang entah mengapa kian memanas.

"Ini tidak benar." Gumam nya mengingat kejadian saat di kamar Shiva tadi.

'Nggak ada yang salah.' Sahut Milea tiba-tiba.

'Walau bagaimana pun, dia itu saudara gue. Gue nggak bisa!' Balas Jay dalam fikiran nya, mengetahui Milea lah yang menyahut gumamannya.

'Cih! Kan bukan saudara kandung!' Kilah Milea menimpali.

'Kita tinggal serumah, Bagaimana kita akan berinteraksi untuk hari kedepan?' Keluh Jay. Pemuda itu keluar dari kamar mandi, membuka baju kaos yang dipakai nya. Kemudian dia merebahkan tubuh nya ke atas ranjang.

'Malah bagus, kan? Kalau lu kebelet nge wek bisa langsung masuk ke kamar nya aja.' Milea terkekeh. Semakin menjerumuskan Jay untuk hal-hal kotor.

'Gila lu! Jangan bercanda lah! nggak mungkin kan, gue lakuin itu sama sepupu gue sendiri?" Ucap Jay yang tidak bisa menerima perkataan Milea.

'Tergantung. Sesuai waktu dan kebutuhan gue.' Jawab Milea dengan santai.

'Terserah.!' Akhirnya Jay menyerah. memejamkan matanya untuk segera tidur.

'Nanti lu pasti ketagihan.' Timpal Milea pelan. Suaranya seakan berbisik tepat ditelinga Jay. Karena Jay bisa merasakan hembusan nafas yang menerpa daun telinganya.

***

Jay terbangun tepat pukul delapan. Gegas dia membersihkan diri di kamar mandi. Setelah itu dia keluar dari kamar.

Di ruang makan, semua penghuni rumah masih menikmati sarapan. Semuanya lengkap, tanpa terkecuali.

"Baru bangun?" Mengetahui Jay yang datang, Aida langsung menyapa. "Sarapan dulu, gih!" Imbuhnya sambil meletakkan piring di meja di hadapan Jay yang telah duduk di kursi.

"Makasih, bi." Ucap Jay. Tangannya langsung bergerak mengambil makanan. Hidangan nya Mie goreng yang terlihat menarik di mata Jay.

"Sampe jam berapa nonton nya? kok kalian berdua bisa telat bangun nya?" Tanya Aida melirik Jay dan Shiva bergantian. Karena Shiva juga baru datang sebelum Jay kira-kira satu menit yang lalu.

Wajah Shiva tiba-tiba saja langsung memerah. Kenapa mamahnya itu bisa tau kalau mereka nonton berdua semalam?

"Kayaknya sampe jam dua deh, bi." Jawab Jay. "Keasyikan nonton, jadi lupa waktu, hehehe." Imbuhnya sambil menyengir malu.

"Jam dua? Padahal bibi, jam satu keluar loh? Tapi lampu Teras belakang udah mati." Ucap Aida keheranan.

"Uhuk!" Jay tersedak mendengar perkataan Aida.

"Kita pindah kekamar. Anak manja kedinginan katanya." Jawab Shiva pada mamahnya sambil menyindir Jay.

'Hah! Berarti dia nggak marah?' Jay bersorak dalam hati.

'Mana ada marah, dodol! Malahan dia seneng banget tau!' Celetuk Milea.

'diem, lu! Ganggu orang sarapan aja.' Sungut Jay.

Aida tersenyum geli mendengar ucapan Shiva. Dia kembali ke stelan pabrik nya. Mengatai Jay anak manja.

Memang Jay itu selalu di manja oleh kedua orang tua nya. Yang nota bene nya ibu dari anak itu adalah adik nya sendiri.

Alya dan Jali hanya memiliki Jay sebagai putra tunggal mereka. Mereka mampu menuruti semua keinginan Jay. Walaupun sebenarnya Jay sendiri tak semanja itu.

"wah, wah, wah. Keliatannya kalian sudah akur lagi. Mamah seneng mendengar nya." Ucap Aida tertawa geli sambil mengedipkan mata nya ke arah putri sulung nya itu.

"Apaan sih, mah?" Shiva memberengut imut. Wajahnya merah, menahan rasa malu karena merasa di ejek mamahnya sendiri.

Shitta dan Shilla diam-diam melirik kearah Jay yang sedang sibuk menikmati sarapan nya. Pemuda itu terlihat tenang, tidak merasa terganggu dengan obrolan kakak pertamanya bersama mamah mereka. Padahal, jelas-jelas mereka saat ini membicarakan nya.

Jay menyadari lirikan kedua sepupunya itu. Tanpa menoleh dan tanpa di beri tahu Milea, saat ini dia bisa merasakan nya. Namun, dia tetap acuh.

'Hey! Anak muda!' Tiba-tiba terdengar suara lain di benak Jay.

Jay mengernyitkan alisnya mendengar suara robotik di benaknya. Suara itu sangat berbeda. Bukan menyeramkan, dan bukan pula suara Milea yang lembut.

'Misi terpicu! Lakukan hubungan intim dengan Aida! Batas waktu hingga jam dua belas malam. gagal, sebagian pesona wajah akan hilang.' Lanjut suara robotik itu dengan tegas.

'Loh? Kok bisa jadi begini?' tanya Jay keheranan. kenapa suara Milea jadi berubah kayak robot begitu? Dan lebih mengejutkan nya lagi. Kenapa ada misi berhubungan intim bersama bibinya sendiri.

'STATUS SISTEM HAREM'

Nama : Jay Pradana

Umur : 17 tahun

Tinggi : 185 cm

Berat badan : 73 Kg

Ras : Manusia

Kekayaan : 78.000.000

Pesona : level satu 5/10

Kekuatan : level satu 3/10

Kemampuan : -

Anggota Harem : -

Misi : Lakukan hubungan intim dengan Aida!

'Loh? kok kayak gini?' Fikir Jay menerka-nerka.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!