NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

Drrt

Drrt

Drrt

Bunyi ponsel pun terdengar dari dalam tas yang kini Qiandra bawa di tangan nya.

Diandra langsung melirik tajam ke arah kakak nya.

"Tas siapa itu kenapa bagus sekali?" Diandra milik kakak nya tanpa berkedip.

Diandra adalah seorang perempuan yang fashionable, dia tentu mengerti merek dan harga tas itu.

"Hmmm, ini tas teman hmm, iya teman kakak." Qiandra pun berbicara dengan nada yang terdengar gelagapan. Bahkan wajah nya kini terlihat sedikit panik.

Dari awal sebenar nya dia itu sudah sadar, tentang perubahan yang ada dalam diri kakak nya. Kakak nya sekarang mengunjunginya menggunakan dress yang sangat cantik. Sandal dengan harga yang lumayan, dan juga tas yang terlihat begitu bagus.

Bahkan satu lagi yang membuat Diandra heran, kenapa rambut kakak nya itu tidak acak acakan? Kalau kakak nya menaiki angkutan umum. Rambutnya pasti akan acak acakan.

Drrtt

Drrtt

Kepanikan Qiandra bertambah saat ponsel yang ada di dalam tas nya berbunyi lagi. Padahal tadi suara bunyi itu sudah berhenti.

Hembusan nafas kasar keluar dari hidung adik nya.

"Pergilah dari sini! Angkatlah ponsel yang ada di dalam tas mu. Mungkin om om yang membayar mu sedang menunggumu. Tak perlu kau jelaskan lagi aku sudah tahu bahwa kamu menjual tubuh mu bukan? Hanya cara itu yang bisa membuat manusia bodoh seperti mu, mempunyai banyak uang dengan cara yang singkat. Nggak papa kok kamu mencari uang dengan cara yang bagaimana pun, aku tidak peduli. Yang penting aku tidak perlu hidup susah lagi, setelah ini." Ucap Diandra mengusir kakak nya agar segera keluar dari ruang inap nya.

Mata Qiandra berkaca kaca, bahkan air mata terus turun dari ke dua sudut mata nya.

"Tapi Kakak memang tidak menjual diri, Jangan berpikir buruk tentang kakak mu ini!" Ucap Qiandra, sembari menatap nanar ke wajah adik nya.

Adik nya hanya membalas tatapan kakak nya itu dengan senyuman miring seperti orang mengejek.

"Terserah .....  aku benar benar tidak peduli apa yang kamu kata kan, mau menjual diri, mau menjual apa kek terserah yang penting aku bisa segera operasi kulit dan setiap hari bisa makan makanan yang enak." Diandra langsung memaling kan pandangan nya.

"Pergilah aku mau istirahat, karena jika melihat  wajah mu itu, membuat suasana hati ku menjadi buruk!" Ucap Diandra lagi dengan nada yang penuh penekanan.

Drrt

Drrt

Lidah Qiandra terasa begitu kelu, saat melihat respon adik nya yang selalu menyakiti dan menyayat hati kecil nya, baru kali ini Qiandra tidak bisa merespon ucapan adik nya lagi, bahkan untuk mengucap kan kata pamit pun Qiandra merasa tidak mampu.

Qiandra akhir nya keluar dari kamar inap adik nya. Tanpa berpamitan.

Setelah berhasil keluar dari kamar inap adik nya. Dia berdiri dengan bersandar pada tembok di koridor rumah sakit. Akhir nya tangis Qiandra pun pecah. Hati nya terasa begitu sakit, karena adik nya sendiri yang menuduh nya, menjual diri pada om om hidung belang.

Qiandra pun limbung, terduduk di atas lantai rumah sakit, dia tidak memperdulikan orang orang yang kini sedang menatap nya. Karena Sekarang dia sudah tidak bisa menahan tangisan nya lagi.

'padahal aku begitu mencintai mu melebihi diri ku sendiri, bahkan aku sangat menyayangi mu sampai rela susah bahkan tidak makan hanya untuk mengalah pada mu, agar dirimu bisa makan. tapi kenapa kamu selalu menyakitiku .. adik ku.' batin Qiandra dari dalam hati nya.

Dia masih menangis tersedu sedu, dengan bibir yang diam tanpa mengeluarkan suara.

Drrt

Drrt

Ponsel Qiandra akhir nya kembali berbunyi, dia memilih untuk mengangkat telepon yang berdering dari dalam ponsel milik nya.

"Sopir saya sudah menunggu mu dari tadi di parkiran, karena Felix membutuhkan asi mu. Apakah kamu ingin kabur setelah menerima uang uang itu." Ucap Julia marah dari balik telepon. Bahkan suara nya terdengar meninggi.

"Hiks hiks hiks, maafkan saya mommy, saya akan segera pergi ke parkiran mobil." Qiandra memilih menutup sepihak telepon dari ibu mertua nya, dia memilih berjalan dengan langkah kaki pelan menuju ke parkiran. Karena kaki nya masih terasa sakit. Akibat ulah Rio kemarin.

***

Akhir nya mobil yang di kendarai oleh sopir yang membawa Qiandra pun, memasuki kawasan perumahan elit yang berada di jalan merak.

Karena mabuk dalam perjalanan Qiandra memilih membuka jendela mobil yang di tumpangi. Kini pandangan Qiandra dan juga satpam yang bertemu dengan nya tadi pagi. Pandangan nya beradu dengan satpam perumahan elit itu.

Qiandra hanya memberikan seulas senyum pada satpam itu, tapi Pak satpam malah memasang wajah sinis, bahkan memalingkan pandangan nya.

Akhir nya mobil pun melesak masuk ke dalam kediaman rumah Julia.

"Pak ini saya ada sedikit uang untuk bapak, maaf karena tadi bapak menunggu saya lama." Qiandra pun memberikan uang pecahan seratus ribu an kepada Pak sopir yang ada di kursi kemudi mobil.

Karena Qiandra merasa dia telah membuang buang waktu sopir dalam mencari nafkah, diri nya yang merasa tidak enak akhir nya memberikan uang itu.

"Nona ini beneran nggak perlu!" Ucap sopir itu dengan nada panik. Dia ingin mengembalikan uang yang kini berada di tangan.

Qiandra yang sudah bisa membuka pintu mobil, dia pun buru buru membuka nya dan segera keluar dari mobil itu. Meninggalkan Pak sopir yang masih memandang nya dengan wajah bingung dan bertanya tanya.

Qiandra berjalan cepat, mata dia membulat sempurna saat di ruang tamu sudah ada Julia yang duduk dengan laptop kerja nya.

Deg

Deg

'semoga nyonya Julia tidak marah kepada ku, hari ini sudah terasa begitu berat untuk ku. Bukan hanya berat tapi sudah terasa sakit. Kalau dia sampai marah rasa nya aku sudah tidak sanggup lagi." Batin Qiandra dari dalam hati nya. Dia berjalan dengan langkah begitu pelan ke arah ibu mertua nya, yang kini sedang tutup di sofa yang ada di ruang tamu.

"Maafkan saya mommy, tadi ada beberapa hal yang saya harus selesaikan di rumah sakit." Qiandra hanya bisa menunduk kan wajah nya.

"Hmm, ya udah sekarang nggak papa, tapi besok lagi kamu harus langsung menjawab. Jika saya melakukan panggilan telepon pada mu." Julia menjeda ucapan nya, dia yang di Landa rasa jengkel, memilih untuk menghembus kan nafas terlebih dahulu.

Karena Julia ingat, jika menantunya ini sangat lah halus dan berhati sutra.

"Karena kamu itu sekarang adalah seorang istri, bahkan saya sudah memberimu uang sebagai bayaran untuk memberi kan asi untuk suami mu sendiri. Jadi saya harap kamu tahu batasan sebagai seorang istri, yang mempunyai tanggungan untuk merawat suami nya yang sedang lumpuh atau mengalami kecacatan di otak nya. Jika saya sampai menelpon mu berkali kali. Bukan kah kamu bisa berpikir kalau itu adalah sebuah telepon yang sangat penting. Padahal kamu kan tahu sendiri, kalau saya adalah orang yang begitu sibuk dengan berbagai bisnis yang saya maupun anak saya punyai." Ucap Julia lagi dengan nada yang begitu pelan dan juga terdengar begitu halus.

"Iya, saya mohon maafkan saya mommy. Saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi. Dan maaf tadi saya tidak sengaja menutup telepon nya." Qiandra ini berani menatap ibu mertua nya. Dengan mata yang sembab dan juga berkaca kaca.

Julia tentu saja bisa menebak, apa yang sebenar nya telah terjadi pada menantu nya itu. Karena Julia sudah membayar dua orang detektif untuk memata matai kehidupan menantunya itu.

"Ya sudah sekarang pergilah ke kamar, susui suami mu itu tanpa perlu malu. Karena saya sudah melepas semua CCTV yang saya pasang di kamar mu dan juga Felix, mulai detik ini saya akan mencoba percaya pada mu. Untuk merawat anak saya." Ini Julia kembali menatap ke arah laptop yang ada di depannya. Karena dua orang detektif yang dia sewa sudah memberikan semua catatan harian yang Qiandra lakukan setiap hari nya.

Bahkan dua orang detektif itu, sudah bertanya kepada beberapa tetangga dan orang orang yang mengenal menantu Julia itu. Untuk memastikan apakah yang dilihat dua orang detektif itu, tentang kegiatan sehari hari yang Qiandra lakukan itu benar atau ada hal buruk yang di sembunyikan.

"Terima kasih banyak mommy, kalau begitu saya permisi!" Pamit Qiandra, lalu berjalan ke lantai 2 untuk menuju ke kamar nya.

Ceklek

Qiandra memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.

Kini dia hanya menggunakan jubah mandi, lalu berjalan mendekat ke arah suami nya. Karena Qiandra merasa sekarang dada nya terasa sesak dan juga penuh.

Dia pun rebahan turun di samping suami nya. Lalu membuka bagian dada nya. Mendekatkan puting milik nya ke arah bibir suami nya.

Tanpa Qiandra memaksa, Felix pun langsung membuka mulut dan menyedot ASI yang ada di depan bibir nya.

1
Nurul Mentari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!