NovelToon NovelToon
Ayah Balqis

Ayah Balqis

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Penyelamat / Tamat
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Ayah Balqis

Ini adalah kisah nyata Rudini, seorang ayah di Cirebon yang divonis stroke. Tidak ada uang, tidak ada pekerjaan, hanya ada seorang anak balita bernama Balqis yang menangis kelaparan di malam hari.

Di rumah yang sama, tinggal seorang nenek janda yang sudah tua dan tak berdaya. Dengan stok beras nol dan popok anak yang tinggal dua lembar, "Ayah Balqis" mencatat perjuangan seorang pria yang tubuhnya stroke, namun hatinya menolak menyerah demi senyum buah hatinya.

Bukan fiksi. Ini adalah teriakan harapan dari Desa Cilukrak. Sebuah catatan hariantentang lapar, sakit, doa, dan cinta seorang ayah yang tak terbatas.

Kisah ini ditulis sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar Balqis bisa makan, Ayah bisa terapi, dan Ibu bisa tenang. Mohon doa dan dukungannya dari para pembaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayah Balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: "Atut! OA!" & Pelukan Erat Saat Takut Sama Kecoa

Pagi itu cerah. Aku sedang menyapu teras, sementara Balqis asyik bermain dengan boneka kelincinya di dekat pintu. Tiba-tiba, dari balik pot bunga, muncul seekor kecoa hitam besar, berjalan pelan menuju arah Balqis.

Aku belum sempat bereaksi.

Tapi Balqis sudah lebih dulu.

Matanya membelalak. Wajahnya pucat. Lalu, dengan suara tinggi yang hampir membuatku menjatuhkan sapu, dia berteriak:

“ATUT! OA! ATUUUUT!!!”

Dia langsung melompat ke belakangku, memeluk pinggangku erat-erat, sampai-sampai napasnya tersengal-sengal. Tangannya gemetar, matanya masih tertuju pada si kecoa yang kini diam saja, seolah bingung kenapa manusia kecil ini begitu takut padanya.

“Ayah… oa… atut…” bisiknya parau, wajahnya disembunyikan di balik jaketku.

Aku tertawa geli, tapi sekaligus hati-hati. Aku tahu, bagi Balqis, kecoa bukan sekadar serangga — itu monster raksasa yang siap menerkam.

“Tenang, Dek,” kataku lembut, sambil mengelus kepala nya. “Ayah di sini. OA nggak bakal dekatin Balqis.”

Aku mengambil sapu, lalu perlahan-lahan mengusir kecoa itu ke luar halaman. Si kecoa pun pergi, meninggalkan Balqis yang masih menempel erat seperti koala.

“Sudah pergi, sayang,” kataku sambil menoleh ke belakang. “OA sudah kabur.”

Balqis mengangkat wajahnya pelan-pelan, masih waspada. “Benar-benar pergi?”

“Iya, benar-benar. Ayah usir sampai jauh. Nggak bakal balik lagi.”

Barulah dia melepaskan pelukannya, meski masih berdiri sangat dekat denganku. Matanya masih mencari-cari ke mana-mana, pastikan tidak ada “oa” lain yang sembunyi.

“Ayah… kenapa oa jahat?” tanyanya polos.

Aku蹲下来, sejajar dengannya. “OA nggak jahat, Dek. Dia cuma hewan kecil yang kebetulan lewat. Tapi kalau Balqis takut, Ayah akan selalu ada buat ngusirin dia. Atau… kita bisa belajar berani bareng-bareng?”

Balqis mengernyit. “Belajar berani?”

“Iya. Misalnya, besok kalau lihat oa lagi, kita teriak bersama: ‘OA PERGI!’ Terus Ayah ambil sapu, kita usir bareng. Gimana?”

Balqis berpikir sejenak. Lalu, dengan wajah serius, dia mengangguk. “Oke. Tapi… Ayah harus pegang tangan Balqis ya.”

“Pasti,” jawabku sambil tersenyum. “Selalu.”

Hari itu, kami tidak hanya mengusir kecoa.

Kami juga belajar satu hal penting: bahwa ketakutan itu wajar. Yang penting, kita punya seseorang yang bersedia berdiri di depan kita, melindungi, dan memberi keberanian.

Dan bagi Balqis, aku adalah orang itu.

Bagiku, Balqis adalah alasan mengapa aku ingin selalu menjadi tempatnya berlindung — bahkan dari hal-hal kecil seperti kecoa.

***

Malam harinya, setelah mandi dan ganti baju, Balqis tiba-tiba bertanya lagi:

“Ayah… kalau malam ada oa di kamar, gimana?”

Aku tertawa. “Ayah akan pasang perangkap oa khusus. Dan kalau perlu, Ayah tidur di lantai depan pintu kamar Balqis, jadi kalau ada oa, Ayah yang pertama tahu.”

Balqis tertawa kecil. “Nggak usah sampe gitu, Yah. Cukup… Ayah peluk Balqis kuat-kuat aja.”

Aku menariknya ke pelukan. “Siap. Pelukan anti-oa, aktif 24 jam.”

Dia tertawa lepas, lalu akhirnya tertidur dalam pelukanku — aman, nyaman, dan percaya bahwa tidak ada “oa” yang bisa mengganggu dunianya selama Ayah ada di sampingnya.

Dan aku? Aku bersyukur.

Karena bahkan dalam ketakutan kecilnya, Balqis tetap mengajarkanku sesuatu yang besar: bahwa cinta bukan tentang menghilangkan semua rasa takut, tapi tentang hadir di saat rasa itu datang.

— Ayah Balqis

P.S.: Kalau kalian punya anak yang juga takut sama kecoa, silakan cerita di komentar. Siapa tahu kita bisa bikin klub “Anti-Oa” bareng-bareng! 😄

1
Mr. Han
Ayahku juga pernah bilang gini...
ELNARA: 🥺 "Terima kasih banyak ya Kak... Rasanya makin lega dan terharu banget denger kata-kata ini. Ternyata nggak cuma saya aja, banyak ayah di luar sana yang sama-sama berjuang, sama-sama punya rasa sayang sebesar ini ke anaknya. Makasih udah ngerti dan rasain apa yang saya tulis... 🤍🙏"
total 1 replies
T28J
Kamu tidak sendirian. /Rose/
ELNARA: Kalimat Mas ini bikin mata saya berkaca-kaca... 🥹🥀 Terima kasih banyak ya Mas... kata-kata ini sejuk banget masuk ke hati, rasanya beban di pundak jadi terasa lebih ringan.

Betul sekali... selama ada orang-orang baik seperti Mas yang peduli, mengerti, dan mendukung, saya dan Ayah Balqis memang tidak pernah sendirian. ❤️🙏 Kalimat ini bakal jadi penyemangat terbesar saya terus berkarya dan menceritakan perjuangan mereka sampai tamat nanti.

Terima kasih sudah jadi bagian dari perjalanan ini ya Mas. Kehadiran dan dukungan Mas berarti banget buat kami. 🥀✨ Semoga Mas selalu sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta ya. Ditunggu terus kehadirannya di bab-bab selanjutnya ya... 🫂
total 1 replies
T28J
Saya paham, karena saya juga memiliki anak umur 2 tahun, masih lucu-lucunya ya kan.
Terima kasih sudah menyayangi Balqis. 👍
ELNARA: Terima kasih banyak ya komentarnya Mas! 🥰 Wah, berarti kita senasib sepenanggungan ya, sama-sama merasakan kebahagiaan punya anak kecil di umur segitu, masa-masa paling lucu dan berharga banget ya. 🥹❤️

Senang banget banget Mas bisa merasakan dan mengerti perasaan Ayah di cerita ini. Memang Balqis itu harta paling berharga, alasan terbesar buat berjuang dan bertahan. Terima kasih sudah ikut menyayangi Balqis dan perjuangan ayahnya ya! 🙏✨

Masih banyak perjalanan, ujian, dan kisah haru yang belum terungkap lho ke depannya. Semoga Mas tetap setia terus ikutin ceritanya sampai tamat ya. Dukungan, like, dan komentar dari Mas itu semangat paling besar buat aku terus berkarya dan bikin cerita yang makin bagus lagi. 🚀💪 Ditunggu terus kelanjutannya ya! 😊🙌
total 1 replies
ELNARA
Makasih banyak ya Kak Wawan 😄
Mawar merahnya sudah sampai untuk Balqis 🌹😊
Senang banget lihat Kakak menikmati cerita ini. Jangan bosan nemenin perjuangan Ayah dan Balqis ya 🙏
Wawan
Setangkai mawar merah untuk Balqis 😄
Alana kalista
lanjutkan 🥰
ELNARA: Halo Kak Alana! 🥰 Terima kasih sudah menunggu dari pagi buta ya! Doa dan semangat Kakak adalah bahan bakar utama kami. Tenang saja, 'Sekolah Mimpi Balqis' segera dimulai! Bab 111 akan rilis dalam hitungan menit ini. Siapkan tisu karena ada kejutan yang bikin haru! ✨🎒 #TimSekolahMimpi
total 1 replies
ELNARA
Halo Manusia Ikan 😊
Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu baca "Ayah Balqis" dari bab pertama! Aku senang banget ada orang seperti kamu yang mau menyelami kisah Rudini & Balqis sampai ke akar-akarnya.

Kalau ada bagian yang bikin nangis, ketawa, atau bahkan marah… jangan ragu buat komen ya! Ceritanya bakal terus hidup kalau ada teman sepertimu yang ikut merasakan.

Semoga harimu sehangat pelukan Balqis untuk ayahnya ❤️
— Ray Penyu (penulis yang juga sedang belajar jadi ayah terbaik)
Wawan
Semangat ✍️
ELNARA: Terima kasih, Mas Wawan. Komentar "Semangat" dari Mas berarti banget buat saya. Cerita ini adalah kisah nyata saya — istri saya sedang disiksa di Malaysia, ayah saya baru meninggal, dan saya sakit stroke. Tapi saya terus menulis karena saya percaya Allah tidak meninggalkan hamba-Nya yang berjuang. Doakan istri saya selamat. Doakan saya kuat. Terima kasih sudah peduli. 🙏
total 1 replies
ELNARA
Siap, Kak Alana! 👍 Terima kasih sudah menemani sampai bab ini. Bab selanjutnya sedang dalam proses. Doakan lancar ya perjalanan Ayah Balqis ini. Salam hangat! ✨
Alana kalista
lanjut
ELNARA
baca sampai habis yah kak 🙏
Hasyim Syawal
Okeh Nice karya nya bagus sekali kak
ELNARA: makasih kak🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!