NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:871
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tikus tikus yang hanya tau uang

" sandi dari awal kau seperti tuan muda kaya raya yang patut di puja dan di sanjung, tapi pada akhirnya kebanggaan yang kau bawa ke mana mana itu hanya isapan jempol belaka. Aku beritahu, anjing yang terlalu banyak menggonggong itu sebenarnya anjing pengecut." ucap Wira.

" Wira jika aku tidak menghajar mu malam ini jangan pernah sebut namaku sandi...." ucap sandi sudah menyerang Wira dengan mengambil botol anggur yang masih utuh.

" suami.... Awas....." ujar ayu panik takut suaminya terluka.

tapi Wira memiliki jiwa black hole dengan cepat Wira mendaratkan tendangan ke perut sandi membuat sandi terjungkal ke kursinya kemudian terjatuh.

" ingatlah kejadian hari ini untuk tidak terlalu jumawa kau mengerti." ucap Wira lalu meludah.

" ayo ay kita pulang, teman temanmu ini hanya memberi pengaruh buruk untuk masa depan mu." ujar Wira.

" kamu tidak bisa pergi...." ucap sandi yang masih kesakitan tidak bisa berdiri .

" siapa yang melarang tuan Wira dan nona ayu pergi. Mereka adalah tamu terhormat di hotel ini, dan seluruh hidangan di meja ini di persembahkan untuk nona ayu yang sedang berulang tahun, jadi semuanya gratis......." ucap menejer hotel itu yang segera datang seperti yang sudah di rencanakan.

semua orang pun melihat ke arah ayu dan Wira bertanya tanya siapa sebenarnya dua sosok di depannya bisa menjadi tamu kehormatan di hotel X.

Ayu tak kalah terkejutnya juga ini semua terlalu mengejutkan siapa orang yang sudah melakukan ini semua, ayu hanya bisa melihat Wira dalam, tapi Wira tampak biasa saja.

" ayo istriku... Abaikan saja mereka kita pulang...." ujar Wira.

" um...." jawab ayu dalam kebingungannya.

...****************...

" suami apa semua kejadian di dalam masih ada hubungan nya denganmu...." ucap ayu.

" ah istriku terlalu tepat menyadarinya, sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari istriku." ujar Wira.

" mengapa kamu melakukan itu...." ucap ayu.

" aku hanya ingin memberi mereka pelajaran tentang menghargai seseorang, mereka itu para generasi yang hanya bisa mengandalkan relasi dan orang berdasi bahkan orang tua mereka sendiri."

" dan aku juga sedang menunjukkan padamu cara bersenang senang menghadapi mereka yang sok kaya dengan kesombongan mereka."

" istriku, kamu sangat luar biasa, dalam hatiku aku sangat yakin kelak istriku ini akan masuk ke dunia mewah itu, dan nantinya akan banyak bertemu orang seperti sandi dan yang lainnya." ujar Wira.

" aku tidak ingin istri ku takut pada apapun karena aku akan selalu berada di sisi istriku." ucap Wira.

" Wira kamu sungguh keajaiban, aku tidak pernah bermimpi memiliki pasangan seperti dirimu yang begitu sempurna." ujar ayu yang sangat tersentuh.

" kamu salah ay... Suamimu ini masih banyak kekurangan...." ucap Wira.

" tidak suamiku sangat sempurna." ujar ayu.

" terimakasih ya ay...." ucap Wira.

" kau juga berterimakasih." ucap ayu.

Saat dalam suasana penuh kehangatan itu tiba-tiba saja mobil mereka di hadang oleh mobil lainnya.

" suami ada apa ini...." tanya ayu.

" aku tidak tau datangnya tikus tikus ini dari mana." ucap Wira.

" kita kita kabur aja...." ayu.

" tidak bisa, kamu tunggu di dalam biar aku mengurus mereka." ucap Wira.

" tidak tidak aku takut kamu kenapa kenapa." ayu takut.

" aku akan baik baik saja." Wira meyakinkan.

" tapi...." ayu tidak rela.

" yakinlah ....." Wira.

" hati hati...." ucap ayu.

Wira keluar dari dalam mobilnya di luar Wira sudah di tunggu oleh beberapa orang memegang senjata berupa tongkat pemukul.

" siapa kalian dan apa mau kalian." ucap Wira.

" kami hanya ingin memberi pelajaran pada seorang yang begitu sombong." ujar salah seorang.

" apa kalian datang di utus oleh si sandi itu." ucap Wira.

" siapa yang mengutus kami itu kamu tidak perlu tau yang terpenting malam ini kamu harus cacat." ucap orang itu.

" siapa yang cacat itu masih belum tentu...." ujar Wira.

" sombong...... serang....."

Satu vs empat jiwa black hole meronta-ronta darah Wira memanas sudah lama sekali tidak bertarung. Wira tanpa keraguan juga menerjang untuk memberikan pukulan mental pada orang orang itu,memberi tau jika sebenarnya mereka sudah salah orang.

Wira menghindar, lalu membalas, menghindar lagi kemudian menyerang, ke empat orang itu di buat jatuh bangun melawan Wira.

Wira sendiri sangat bersemangat beda dengan ayu yang sangat khawatir jika Wira kenapa kenapa.

" lain kali bawalah orang sedikit lebih banyak agar pertarungan ini tidak cepat berakhir. Kalian terlalu lemah." ujar Wira.

" suami kamu baik baik saja...." ucap ayu yang keluar dari mobil.

" aku baik baik saja sepertinya mereka hanya berandalan saja." ujar Wira.

Ayu melihat kondisi mereka yang mengerang kesakitan sepertinya Wira benar benar membuat mereka cacat permanen.

" ayo pergi biarkan saja mereka." ujar Wira.

" tapi.... " ayu

" sudah ayo biarkan saja...." ujar Wira.

Akhirnya ayu dan Wira meninggalkan orang orang itu begitu saja lalu pergi ke rumah firman untuk menjemput Sasa yang di titipkan.

" ayah.... Mama...." suara Sasa berlari kearah Wira dan ayu setelah ayu dan Wira memasuki rumah firman.

" Sasa hati hati sayang....." ujar Diana yang perutnya sudah terlihat lebih besar.

" firman... Diana...." ucap Wira.

" um... Jawab mereka kompak tersenyum disertai anggukan sebagai tanggapan.

" apakah anak ayah patuh....." ucap Wira.

" iya Sasa sangat patuh..." jawab Sasa.

" firman Diana maaf ya sudah merepotkan kalian...." ujar ayu.

" tidak merepotkan, Sasa anak baik dan patuh, kak...." jawab Diana.

" ayo kak duduk dulu..." ucap firman.

" iya terimakasih...." jawab Wira.

" bagai mana reuninya lancar kan...." ucap firman.

" lancar dan memuaskan aku puas....." ujar Wira.

" hahaha kak Wira memang tau cara bersenang senang." ucap firman.

" firman apa kamu juga ada di dalam rencana ini." tanya ayu.

" tidak tidak tapi aku sudah tau arti dari kata memuaskan yang kak Wira maksud." jawab firman.

" suami jelaskan yang sebenarnya." ucap ayu, tadi Wira belum selesai bercerita karena keburu di hadang.

" itu sebenarnya aku tidak sengaja mengobrol dengan Satya dan Satya mengatakan jika hotel X itu sebenarnya miliknya, jadi sekalian aku buat rencana untuk menampar orang orang sombong itu." ucap Wira.

" hah Satya lagi Satya lagi, sebenarnya seberapa kaya orang itu." ayu pusing memegang pelipisnya.

Sedang firman dan Wira sedang asik berkomunikasi dengan bahasa tubuh, firman walau tidak tau tentang siapa orang dibalik layar tapi firman tau siapa tokoh utamanya.

" mungkin karena hal itu juga kita hampir celaka..." ujar ayu.

" ah mereka hanya tikus tikus yang menerima uang saja." ujar Wira.

" kakak mengapa kakak tidak menghubungiku sudah lama rasanya tanganku juga gatal ingin menghajar orang."

mendengar itu ayu dan Diana pun membuang nafas tak mengerti apa yang ada di pikiran suami mereka itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!