NovelToon NovelToon
The Pretense

The Pretense

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Sequel Novel "The End Of Before"

"Satu sayatan mengakhiri Hidupnya, satu dekapan memulai penebusannya."

Satu sayatan dalam di pergelangan tangan menjadi titik terakhir bagi Elowen Valerio. Baginya, kematian adalah satu-satunya jalan keluar dari jeratan cinta terlarangnya. Setelah Setahun pelarian bersama Jeff Feel-Lizzie tak cukup membasuh lukanya.

Namun, takdir berkata lain saat Ezzra Velasquez, seorang pria yang sedang menjalani hukuman sebagai pelayan hotel, menemukannya bersimbah darah.

Ezzra menyadari Elowen adalah labirin berbahaya. Dan Elowen sendiri merasa
menghadapi kenyataan bahwa maut jauh lebih ramah daripada Pria Bernama Ezzra Velasquez.

Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Matahari pagi menyusup melalui celah-celah gorden sutra di ruang makan Mansion Valerio, memantul pada peralatan makan perak yang tersusun rapi di atas meja marmer panjang. Aroma kopi yang baru diseduh dan roti panggang mentega memenuhi udara, memberikan kesan pagi yang hangat dan damai. Namun, kedamaian itu pecah saat bel pintu depan berbunyi dengan nada yang percaya diri.

Vivian Valerio, yang sedang menata piring-piring porselen, mengerutkan keningnya. Belum ada tamu yang dijadwalkan sepagi ini. Namun, saat ia melihat siapa yang berdiri di balik pintu setelah pelayan membukanya, senyum lebar langsung terukir di wajah cantiknya.

"Ezzra? Kau sepagi ini sudah kemari?" tanya Vivian ramah.

Ezzra Velasquez berdiri di sana, mengenakan kemeja putih dengan dua kancing teratas terbuka, memperlihatkan sedikit tatonya yang melingkar di pangkal leher, dibalut dengan jaket denim hitam yang memberikan kesan "pemberontak kelas atas". Ia memegang sebuah buket bunga lili putih dan sekotak kue kering premium.

"Selamat pagi, Tante. Maaf mengganggu waktu sarapannya. Saya hanya ingin memastikan Elowen bangun dengan suasana hati yang baik," ucap Ezzra dengan senyum sopan yang selalu berhasil meluluhkan hati para ibu.

"Oh, manis sekali. Masuklah, Nak. Kita sedang bersiap sarapan," Vivian segera menyuruh pelayan untuk memanggilkan putrinya, sementara ia menuntun Ezzra menuju ruang makan.

Di meja makan, seorang pria paruh baya dengan aura kepemimpinan yang kental sedang duduk sambil membaca tabletnya. Itu adalah Logan Valerio, kepala keluarga yang disegani. Ia mendongak dan menatap Ezzra dengan pandangan menyelidik yang tajam.

"Bukankah dia... pria dari hotel itu?" tanya Logan dengan suara rendah pada istrinya.

Vivian mengangguk pelan sambil merangkul lengan suaminya. "Dia Ezzra, putra Velasquez yang menolong putri kita minggu lalu. Dan sekarang, dia adalah kekasih baru Elowen," bisik Vivian.

Logan mengerutkan kening, alisnya bertaut. "Kekasih baru? Bukankah dia sudah dengan Jeff selama setahun ini? Apa mereka sudah putus?"

Vivian menggeleng samar, matanya tetap tertuju pada Ezzra yang kini sedang menyapa pelayan dengan santai. "Aku tidak tahu pasti, Logan. Sepertinya putrimu sedang menduakan mereka atau mungkin Jeff sudah ditinggalkan. Kau tahu sendiri bagaimana Elowen belakangan ini."

Logan menghela napas panjang, bersandar pada kursinya. Ia menatap Ezzra sekali lagi, menyadari ada kemiripan antara situasi ini dengan masa lalu putranya. "Kenapa tiba-tiba dia mengikuti jejak Alvaro? Dulu kakaknya juga membuat ku pusing dengan urusan wanita."

Vivian terkekeh kecil, tangannya mengusap bahu suaminya dengan penuh kasih. "Jangan salahkan putra dan putrimu, Logan. Kau waktu muda juga punya banyak kekasih di mana-mana sebelum akhirnya terjebak denganku. Jadi wajar jika mereka mewarisi darah Petualang milikmu."

Logan terdiam sejenak, lalu tawa singkat meledak dari bibirnya. "Kau benar. Gen Valerio memang sulit untuk jinak."

Tak lama kemudian, Elowen turun dengan langkah gontai. Ia mengenakan oversized hoodie untuk menutupi lehernya, namun langkahnya terhenti di anak tangga terakhir saat melihat sosok yang duduk di sebelah ayahnya.

Ezzra?! Benar-benar gila! batin Elowen menjerit.

Ia merasa jantungnya seolah ingin melompat keluar. Ezzra benar-benar nekat mendatangi kediamannya di hari libur. Untungnya, Jeff memang tipe kekasih yang sangat formal; ia jarang datang ke mansion kecuali diundang secara resmi. Selama setahun berpacaran, Jeff lebih sering menjemput Elowen di apartemen pribadinya daripada harus berhadapan dengan aura intimidasi Logan Valerio. Tapi Ezzra? Pria ini seolah tidak punya rasa takut.

"Pagi, Baby," sapa Ezzra dengan suara beratnya, melambaikan tangan dengan santai seolah ia sudah sering sarapan di sana.

Elowen hanya bisa mengangguk kaku dan duduk di hadapan Ezzra. "Kenapa kau di sini?" desisnya pelan.

"Bagaimana kabar keluargamu, Ezzra? Sebastian Velasquez masih sesibuk dulu?" tanya Logan, mengabaikan ketegangan putrinya dan memulai basa-basi khas pria dewasa.

"Baik, Paman. Daddy masih sibuk mengurus ekspansi hotelnya. Tapi Mommy sering menanyakan kabar Elowen," jawab Ezzra jujur. Memang benar, ibunya di rumah terus-menerus bertanya tentang "gadis malang yang cantik" itu, dan Ezzra hanya akan menjawab, "Dia sekarang calon menantumu, Mom. Tenang saja."

Tiba-tiba, suasana ruang makan menjadi lebih ramai saat Alvaro, putra kedua Valerio, masuk ke ruangan sambil menggendong Apolo. Alvaro yang baru saja selesai berolahraga pagi tampak terkejut melihat tamu asing di meja makan ayahnya.

Alvaro menurunkan Apolo dan menatap Ezzra dengan tatapan menilai. Ia memperhatikan penampilan Ezzra yang terlihat sempurna namun tetap memiliki sentuhan urakkan—lengan kemeja yang digulung asal, rambut yang sengaja dibuat berantakan, dan tato mawar berduri di punggung tangan yang terlihat jelas saat pria itu memegang sendok.

Anehnya, Alvaro tidak merasa terganggu. Justru, gaya Ezzra mengingatkannya pada dirinya sendiri beberapa tahun yang lalu sebelum ia "dijinakkan" oleh Florence.

"Jadi ini orangnya?" tanya Alvaro sambil menarik kursi di sebelah Elowen. "Pahlawan dari hotel itu?"

Ezzra tersenyum lebar, ia bisa merasakan aura yang sama dari Alvaro. "Hanya kebetulan lewat, Bro."

"Gayamu asik juga," gumam Alvaro. "Apa hobimu selain masuk ke mansion orang sepagi ini?"

Ezzra tertawa lepas, menyukai gaya bicara Alvaro yang blak-blakan. "Masih sering balapan liar di sirkuit, sesekali boxing di ring bawah tanah, dan sisanya... aku kolektor masalah."

Logan yang sedang memotong sosisnya hanya bisa menggelengkan kepala. "Kolektor masalah? Kau dan Alvaro benar-benar bisa menjadi duet penghancur kalau dibiarkan."

"Setidaknya dia tidak membosankan, Dad," sela Alvaro sambil menyuapi Apolo sepotong roti. Ia menoleh ke arah Elowen yang sejak tadi hanya diam membeku. "El, jujur saja. Si Ezzra ini jauh lebih asik daripada si Jeff yang kaku itu. Setiap kali Jeff ke sini, aku merasa seperti sedang berada di seminar asuransi. Terlalu sopan, terlalu rapi, terlalu... pucat."

"Alvaro! Jangan begitu," tegur Vivian, meski ia sendiri menahan tawa.

"Tapi itu kenyataan, Mom. Jeff itu seperti nasi putih tanpa lauk. Sehat, tapi hambar," tambah Alvaro santai. "Kalau Ezzra... dia seperti cabai rawit. Pedas, berbahaya, tapi bikin ketagihan, kan El?"

Wajah Elowen memerah sempurna hingga ke telinga. Ia ingin membantah, tapi tatapan tajam Ezzra yang sedang mengunyah pancake di depannya seolah mengunci suaranya.

Percakapan di meja makan pun mengalir lancar. Logan dan Alvaro ternyata sangat menikmati cerita Ezzra tentang kegilaannya saat balapan. Ternyata, Logan juga dulunya adalah penggemar otomotif kelas berat.

"Kapan-kapan mampirlah ke garasiku, Paman. Ada beberapa koleksi yang mungkin kau suka," tawar Ezzra.

"Akan kupikirkan. Asalkan kau tidak mengajak putriku balapan liar," jawab Logan dengan nada mengancam yang bercampur canda.

Apolo, si bocah kecil itu, tiba-tiba turun dari kursinya dan berjalan menuju Ezzra, menarik-narik jaket denim pria itu. Ezzra dengan sigap mengangkat Apolo dan mendudukkannya di pangkuannya.

"Kau mau ini, Jagoan?" Ezzra memberikan potongan sosis kecil pada Apolo.

Melihat pemandangan itu, Vivian menyenggol lengan Logan. "Lihat? Dia bahkan pintar mengambil hati anak kecil. Jeff bahkan tidak pernah berani menggendong Apolo karena takut bajunya kusut."

Elowen hanya bisa menatap mereka dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia takut kebohongannya pada Jeff akan terbongkar. Namun di sisi lain, melihat bagaimana Ezzra bisa melebur dengan keluarganya dalam waktu singkat membuatnya menyadari satu hal: Ezzra tidak hanya masuk ke dalam hidupnya secara fisik, tapi pria itu sedang mencoba mengambil alih seluruh dunianya.

Sarapan pagi itu ditutup dengan gelak tawa saat Ezzra menceritakan bagaimana Mike temannya hampir menangis karena laptopnya terkena tumpahan soda semalam. Suasana weekend di Mansion Valerio yang biasanya tenang, mendadak berubah menjadi hangat dan sedikit konyol berkat kehadiran si berandal Velasquez.

Saat Ezzra berpamitan untuk pulang, Alvaro menepuk bahu Ezzra dengan akrab. "Sering-seringlah kemari, Bro. Bawa beberapa cerita masalahmu lagi, setidaknya rumah ini jadi tidak terasa seperti museum."

Ezzra melirik Elowen yang mengantarnya sampai ke pintu depan. "Aku akan sering kemari." ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata pada Elowen.

Setelah mobil Ezzra menderu pergi, Elowen masuk kembali ke rumah hanya untuk menemukan ayahnya, ibunya, dan kakaknya menatapnya dengan senyum penuh arti. Ia tahu, mulai hari ini, posisi Jeff di mansion ini sudah benar-benar tergeser oleh bayang-bayang Ezzra yang liar.

1
Ayusha
tidak boleh memejamkan mata ketika sedang lahiran normal
Ros 🍂: berarti Benar ya kak bahaya 🫶🤩
total 1 replies
Ayusha
kok bisa tau. pembukaan 10 tapi belum naik ranjang. gimana cara nge cek nya 🤭
Ros 🍂: hihihi sorry kak🤭 author kurang teliti 😁🙏🏻
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Nh kn, klo jujur, minimal mengurangi salah paham
Ros 🍂: nah iya kak 🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Efek saling bo'ong, udh pasti sperti itu 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Nah iya benar kak🤭
total 1 replies
Dev..
yg bener namanya Little Blair apa Little Leo thor??
Ros 🍂: Little Blair kak 🥰🫶
typo keyboard kak🤭
total 1 replies
winpar
ksihan mmng yh klau cinta dlm diam kya ket
Ros 🍂: iya kak. benar banget
total 1 replies
Dev..
Alhamdulillah Felix & Kimberly punya anak, kembar lagi😊
Ros 🍂: hihihi iya kak. ma'aciww ua🫶🥰
total 1 replies
Dev..
akhirnya masalah.nya Ellie selesai dg cepat y thor..masing" bisa berpikir dewasa..apalagi reaksi Alpen😊
Ros 🍂: hihi Iya kak,.Aspen dewasa 🤭
total 1 replies
Dev..
waduh..Aspen bakal punya rasa yg salah alamat nih..😩
Ros 🍂: hihi🤭😅🥰
total 1 replies
Dev..
thor,,berarti Felix blm punya anak y?? kok di bab" sebelumnya Logan cuma punya 3 cucu.. 2 dari Alvaro dan 1 dari Ellowen..
Ros 🍂: tapi lupaaa😅🤭
total 5 replies
Dev..
plek ketiplek Florence ini mah..tenang tp diam" badas..😌
Ros 🍂: kek Mommy nya ya kak 🤭🫶
total 1 replies
winpar
kerennnn kk
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
winpar
lanjut kk 💪💪💪💪💪
Ros 🍂: siap kak🫶🥰
total 1 replies
Forta Wahyuni
koq crita ttg ortu elle harusnya nyambung critanya ttg elle, tpi blh jg sich disatukan critanya. tpi jgn smpi merusak persaudaraan krn berebut cowok y.
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
ren_iren
mateng banget pikirannya ezzra 🤗
Ros 🍂: hihihi Velasquez 🤭🤣
total 1 replies
ren_iren
wajib baca karya2 kak outhor ini, ceritanya bagus sat set gk menye2 dan gk muter2 pokok wajib baca...recommended dech pokoknya🤗🤗
sehat2 selalu buat kak penulisnya 🤗
Ros 🍂: ma'aciww banyak ya kak. sehat selalu kak🥰🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Kiwww Kiwww Diamond bikin Pemirsa silau ini 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahaha iya kak🤭🤣
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Definisi Mertua & Menantu hrs 11 12 spy bisa 'jalan bersama' 🤭👍🥳
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳: Hi hi 🤭👍👌
total 6 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Akhirx, udh resmi bersama 🥳🥳🥳
Ros 🍂: No!!! didunia Halu Kita, Kita Konglomerat Atas 🤭🤣🤣🤣
total 6 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Itu udh pasti, predator gk mungkin 'lahir' dari yg bukan Sang Predator 🔥🤟💪
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳: Iya, Ade 🥳🥳🥳
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!