NovelToon NovelToon
Di Balik Senyum Anak Pertama

Di Balik Senyum Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhikmatul Jannah

"Menjadi anak pertama berarti harus siap menjadi benteng, harus siap mengalah, dan harus terlihat kuat meski hati rapuh.

Di mata semua orang, Zhira adalah anak yang beruntung. Tapi siapa sangka, di balik senyumnya yang tulus, tersimpan luka mendalam karena perlakuan dingin sang Ibu dan rasa tidak dianggap di rumah sendiri.

Ini adalah kisah perjuangan seorang anak sulung untuk membuktikan dirinya berharga, meski harus berjalan sendirian meniti jalan yang penuh duri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhikmatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Bahagia dan Janji di Depan Semua Orang

POV Zhira Permatasari

Setelah ijab kabul selesai, rasanya beban di pundak hilang begitu saja. Aku dan Arfan kini resmi menjadi suami istri. Cincin emas yang melingkar di jari manis terasa berat namun sangat nyata, menjadi bukti janji sehidup semati.

Sekarang giliran acara resepsi dimulai!

Suasana gedung berubah menjadi sangat meriah. Lampu-lampu sorot berputar indah, musik pengiring mengalun lembut namun megah. Kami berdiri di atas pelaminan yang sangat tinggi dan indah, seperti Raja dan Ratu di kerajaan sendiri.

"Ra..." Arfan memanggilku pelan sambil tetap menggenggam tanganku erat.

"Iya, Mas?" jawabku segan. Panggilan 'Mas' terasa baru dan sangat manis di lidah.

Arfan tersenyum lebar, menampakkan lesung pipinya yang tampan. "Cantiknya bukan main, Istriku. Rasanya aku pengen teriak ke seluruh dunia kalau kamu sekarang milikku!"

Aku terkikik malu, menundukkan wajah. "Ih apaan sih... orang-orang pada lihat lho."

"Biarin! Biar mereka tahu kalau aku orang paling bahagia di dunia ini!" jawabnya santai dan percaya diri.

 

Acara demi acara berjalan lancar. Mulai dari pemotongan tumpeng, pengguntingan pita, hingga saatnya sesi paling ditunggu: Sambutan dan Janji Setia.

MC mempersilakan Arfan untuk menyampaikan sepatah kata. Dia menggandeng tanganku maju ke depan mikrofon. Jantungku berdegup kencang.

Arfan menatap tamu undangan dengan tatapan wibawa, lalu dia menoleh padaku dan tersenyum sangat lembut.

"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."

"Wa’alaikumsalam," jawab serempak semua tamu.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan teman-teman semua yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di hari bahagia kami."

"Dan yang paling penting..." Arfan berhenti sejenak, lalu menggenggam kedua tanganku dan menatap mataku dalam-dalam. Suaranya terdengar sangat lembut namun tegas, terdengar jelas di seluruh ruangan lewat speaker.

"Saya ingin berterima kasih kepada wanita cantik di hadapan saya ini, Zhira Permatasari."

Deg! Jantungku serasa mau melompat keluar.

"Zhira... Kamu tahu nggak? Sebelum kenal kamu, hidup aku itu datar-datar aja. Biasa saja. Tapi sejak kamu datang, kamu bawa warna, kamu bawa kebahagiaan, dan kamu ajarin aku apa itu arti kesabaran dan ketulusan."

Suasana jadi hening, semua orang menyimak dengan khidmat. Bahkan Ibu Zainal dan Bu Ratna sudah menyiapkan tisu.

"Aku tahu perjalanan kamu sampai di titik ini nggak mudah. Banyak air mata, banyak lelah, dan banyak rintangan. Tapi percayalah Sayang... mulai detik ini, nggak akan ada lagi air mata kesedihan. Mulai detik ini, aku yang akan jadi perisaimu. Aku yang akan jadi bahumu. Aku yang akan menjaga kamu, melindungi kamu, dan menyayangi kamu sampai akhir hayatku."

"Janji aku di sini, di depan Tuhan, di depan orang tua kita, dan di depan semua teman-teman... Aku Arfan Darmawan, akan selalu setia sama Zhira Permatasari. Apa pun yang terjadi, suka maupun duka, kita hadapin bareng-bareng. I love you so much, Sayang."

AWWWW...

Semua tamu bersorak gemas. Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan. Mataku sudah basah oleh air mata haru.

Arfan mendekatkan wajahnya, lalu mengecup keningku dengan sangat lembut dan penuh hormat tepat di depan semua orang.

CUP!

"Aku sayang kamu, Istriku..." bisiknya.

"Aku juga sayang kamu, Suamiku..." jawabku parau.

 

Acara dilanjutkan dengan sesi foto dan menerima ucapan selamat. Keluarga, kerabat, teman kantor, sampai teman masa kecil datang silih berganti memberi doa.

Dinda, sahabatku, datang memelukku erat sambil menangis.

"Gila ya Zhira Permatasari... akhirnya bahagia juga lo! Gue bangga banget sama lo! Arfan itu suami idaman, jagain baik-baik ya!"

"Iya Din... makasih ya udah nemenin gue dari masa-masa susah sampai sekarang," jawabku terharu.

Tak kalah seru, Bimo dan Rara adik-adikku datang membawa kado kecil.

"Selamat ya Kak Zhira! Selamat Mas Arfan!" seru mereka kompak.

"Makasih ya. Belajar yang rajin ya," kata Arfan sambil mengelus kepala mereka. "Nanti kalau kalian berprestasi, Mas kasih hadiah mahal!"

"Wahh, asikkk!" teriak mereka senang.

Saat giliran Ibu Zainal dan Ayah Alvin naik ke pelaminan, suasana jadi lebih haru.

Ibu memegang tanganku dan tangan Arfan, lalu menyatukannya.

"Jaga dia baik-baik ya Nak Arfan. Anak Ibu ini hati nya lembut banget, jangan disakiti ya," kata Ibu dengan mata berkaca-kaca.

"Siap Bu... Insya Allah saya akan jaga dia lebih dari nyawa saya sendiri," jawab Arfan mantap.

 

Malam semakin larut, acara pun usai. Tamu-tamu sudah pulang, tinggal kami berdua dan keluarga inti yang sedang bersantai di ruangan khusus.

"Pegel juga ya berdiri terus dari pagi," keluhku pelan sambil memijat kakinya sendiri.

Belum sempat aku memijat lama, Arfan sudah berjongkok di hadapanku. Dia mengambil alih kakiku dan memijatnya dengan lembut dan terampil.

"Ya Allah Fan! Ngapain sih?! Malu ah! Ada Ayah sama Ibu!" seruku kaget dan panik mau menarik kakiku.

"Ah biarin! Aku suami kamu, wajar kan melayani istri? Lagian kamu kan capek dari pagi demi acara kita. Biar aku yang urus," jawabnya santai sambil tetap terus memijat kakiku dengan senyum nakal.

Ayah, Ibu, dan orang tua Arfan hanya tertawa melihat kelakuan kami yang begitu mesra.

"Dasar anak manja... tapi sayang banget sama istri," ledek Bu Ratna.

Malam itu ditutup dengan tawa bahagia dan perasaan yang sangat hangat. Akhirnya, perjuangan panjangku terbayar lunas dengan kebahagiaan yang luar biasa ini.

Tapi... saat aku sedang merapikan barang-barang, aku tidak sengaja melihat bayangan seseorang yang berdiri di balik tirai jendela jauh di sana. Menatap ke arah sini dengan tatapan yang sulit diartikan.

Siapa itu? Kenapa jantungku tiba-tiba berdebar tidak enak?

POV End

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

 

Waduh! Seru dan romantis banget kan Bestie! 🥰🔥 Tapi pas akhir ada bayangan misterius lho! Bikin penasaran kan siapa itu?!

Gimana Bab 32-nya? Lanjut Bab 33 lagi gas! Kita mau masuk malam pertama dan kehidupan baru! 🌙✨🔥📖

1
Mona
Bagus banget Thor, kalimat dan alurnya menarik dan membuat tertarik, keren 👍👍👍👍👍
Nurhikmatul Jannah
ya kak terimah kasih ya😍,iya kak nanti tak mampir
haniswity
ceritanya seruuu ,banyak banget plott twist nya suka banget ,walaupun pemula tapi cerita hebat banget 👋
Nurhikmatul Jannah: Terimah kasih sudah mampir
total 1 replies
haniswity
cerita nya bagus bangett,ngene banget banyak juga plot twist ny💪,semngat
Nurhikmatul Jannah: terimah kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Nurhikmatul Jannah
bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!