NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Selir Gendut

Transmigrasi Ke Tubuh Selir Gendut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Seralina Lexander adalah seorang wanita yang bekerja sebagai pengantar bunga dan dia anak yatim. Di siang hari Sera sangat terburu" pergi ke alamat tujuan, sebab dia hampir terlambat gegara membaca buku di perpustakaan, saat di perjalanan Tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang membuat mobil tersebut menabrak Sera. darah mengalir dan bunga-bunga berserakan.

Li Qiang Xu adalah seorang wanita cantik, sebelumnya ia pernah di tidurin oleh Kaisar saat Kaisar mabuk, dan Qing di kabarkan hamil membuat permaisuri membencinya sebab dia seorang permaisuri tapi belum mempunyai keturunan. sedangkan Qiang hanya satu malam bersama Kaisar, sudah di kabarkan hamil.

semenjak Qiang sudah berstatus Selir, Kaisar menyanyangi Qiang dari pada permaisuri begitupun Selir lain. Ibu Suri pun terus menerus menemui Qiang membuat permaisuri semakin murka. Permaisuri pun membayar pelayan dapur untuk mencampurkan obat fiktif kepada makanan Qiang, hingga beberapa hari Qiang di kabarkan mengalami keguguran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Kedatangan Kaisar di kediaman Qiang Xu

Seiring berjalannya waktu, lapak "Langsing Alami" semakin ramai dikunjungi orang-orang yang penasaran dan ingin mencoba. Pelanggan yang awalnya ragu mulai merasa tertarik setelah mencicipi minuman yang segar dan alami itu. Banyak dari mereka yang merasa puas dan berjanji akan kembali lagi.

Sore hari mulai tiba, matahari mulai merunduk di ufuk barat, memberikan cahaya keemasan yang hangat. Qiang Xu dan Ruyi sibuk melayani pelanggan yang terus datang. Ruyi dengan cekatan melayani setiap pelanggan, menuangkan minuman ke dalam gelas-gelas kecil, sementara Qiang Xu mengatur dan memberi penjelasan tentang khasiat minuman tersebut.

"Ini hari yang sangat baik, nyonya. Banyak orang yang percaya dan ingin mencoba minuman kita." ucap Ruyi dan tersenyum lebar.

Qiang Xu mengangguk. "Aku senang melihat mereka begitu antusias. Semoga usaha ini bisa berkembang dan membantu banyak orang mendapatkan tubuh yang sehat dan langsing."

Tiba-tiba, seorang pria paruh baya yang tampak puas mendekat. "Minuman ini benar-benar enak dan segar. Saya sudah mencoba beberapa kali hari ini, dan merasa lebih ringan. Kalau begitu, saya mau pesan lagi untuk besok."

"Terima kasih, Pak. Senang sekali mendengar itu. Kami akan siap melayani lagi besok." ucap Qiang Xu sopan dan tersenyum ramah.

Saat matahari mulai tenggelam, suasana pasar perlahan menjadi tenang. Banyak pelanggan sudah pulang, meninggalkan lapak mereka dengan senyum puas. Ruyi mulai membersihkan sisa-sisa gelas dan menata ulang barang dagangan mereka, sementara Qiang Xu duduk sejenak sambil memandang ke arah pasar yang mulai sepi.

...****************...

Sesampainya di kediaman, Qiang Xu melihat ke arah halaman dan mendapati Kaisar Yao Chong serta Permaisuri Xun Sin sedang duduk di taman dalam kediamannya. Pandangan mereka saling bertemu sekilas, dan Qiang Xu mendengar hati kecilnya bergumam, "Apa lagi yang akan terjadi hari ini? " batin Qiang Xu.

Kaisar Yao Chong menatap tajam ke arah Qiang Xu dengan tatapan elang yang penuh kekuasaan. Pandangannya berhenti sejenak pada Ruyi yang dengan anggun membawa keranjang berisi bahan dagangan mereka.

"Maaf, Yang Mulia," kata Qiang Xu dengan sopan, membalas tatapan tajam Kaisar, "Tolong jangan menakuti pelayanku dengan tatapan elangmu itu." ucap Qiang Xu.

Kaisar Yao Chong mengerutkan alis, lalu bersuara keras, "Apa kau berani keluar dari kediaman tanpa seizinku? Dari mana kau pulang semalam? Apakah kau berani menantang kekuasaan kerajaan?" tanya kaisar Yao Chong.

Qiang Xu menatap balik dengan tenang, meski hatinya berdebar. "Apa kau mau melihat selirmu kelaparan di kediaman ini tanpa uang? Buat apa aku minta izin padamu, jika kau membenciku hanya karna aku mengalami keguguranku dan ketahuilah kaisar, keguguranki mempunyai misterius." ucap Qiang Xu dengan suara tegas tetapi penuh keberanian, lalu ia menatap permaisuri Xun Sin.

Permaisuri Xun Sin yang mendengar itu, dengan suara dibuat-buat lembut, ia berkata, "Qiang Xu, jika kau membutuhkan sesuatu, katakan saja padaku. Aku tahu perasaanmu bagaimana kehilangan seorang putra." ucap permaisuri Xun Sin memasang wajah sedih.

Qiang Xu menatap wajah permaisuri yang tampak bengkak dan lebam, lalu tersenyum sinis. "Wajah permaisurimu kenapa bengkak? Habis digigit lebah, ya?" katanya dengan nada bercanda, seolah-olah tidak peduli dengan suasana tegang di sekitarnya.

"Maaf, Yang Mulia Kaisar, atas kelancanganku," sambung Qiang Xu sambil membungkuk hormat, "Aku ingin istirahat malam ini. Hari ini aku sangat lelah." Tanpa menunggu balasan, ia segera masuk ke kediamannya, meninggalkan suasana yang penuh ketegangan.

Kaisar Yao Chong dan Permaisuri Xun Sin saling berpandangan, Permaisuri berusaha menyembunyikan kekesalannya dengan suara yang dibuat-buat lembut, "Lihat dia, kaisar. Dia tidak sopan kepadamu."

Di dalam kediaman, Qiang Xu mendengar suara permaisuri yang berusaha menahan kemarahannya dan tersenyum dalam hati. Ia menggelengkan kepala perlahan, dengan hati yang penuh ketenangan dan sedikit rasa geli, Qiang Xu bersiap untuk istirahat, menunggu hari esok yang mungkin akan penuh kejutan.

...****************...

Keesokan paginya, Qiang Xu terbangun. Saat matanya terbuka, ia menyadari ada sesuatu yang aneh. Ming, kucing kesayangannya, tidak terlihat di kursi tempat biasanya ia tidur.

"Kemana Ming?" gumam Qiang Xu dengan nada khawatir.

Ia bangkit dari tempat tidur dan membuka jendela kamarnya. Pemandangan yang menyambutnya adalah Ruyi yang sedang asyik menyiram bunga-bunga di halaman.

"Ruyi," panggil Qiang Xu.

Ruyi yang sedang sibuk dengan tanamannya, menoleh dan melihat Qiang Xu di jendela. Ia meletakkan penyiram bunga dan bergegas masuk ke dalam rumah.

"Iya, Nyonya," jawab Ruyi dengan sopan.

"Ruyi, tolong belikan bibit melon di pasar. Aku ingin menanam melon supaya kita punya stok untuk dijual," ucap Qiang Xu sambil mengambil beberapa keping perak dari laci. Ia menyerahkan uang itu kepada Ruyi.

"Baik, Nyonya. Kalau begitu, saya permisi dulu," jawab Ruyi, lalu bergegas pergi ke pasar.

Qiang Xu dengan sabar menunggu Ruyi kembali dari pasar. Tak lama kemudian, Ruyi muncul di kejauhan, membawa keranjang berisi bibit melon yang segar. Mereka berdua pun segera bergegas ke ladang kecil di samping kediaman untuk mulai menanam.

Dengan telaten, mereka menanam satu per satu bibit melon. Saat mereka sedang asyik berkebun, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Qiang Xu dan Ruyi terkejut melihat Kaisar Yao Chong datang bersama beberapa pengawal yang membawa kotak besar. Kotak itu tampak penuh dengan koin emas yang berkilauan.

Kaisar Yao Chong tersenyum hangat pada Qiang Xu dan Ruyi. "Maafkan aku jika kedatanganku ini mengganggu kalian," ucapnya dengan nada menyesal. "Aku datang untuk memberikan kompensasi atas kesalahanku di masa lalu, Qiang Xu." ucap kaisar Yao Chong dan ia menatap sendu ke arah Qiang Xu.

Kaisar memberi isyarat kepada pengawalnya, dan mereka segera meletakkan kotak-kotak berisi uang itu di tanah. "Uang ini adalah sebagian kecil dari kekayaan yang telah aku kumpulkan. Aku harap ini bisa membantu mu memulai hidup baru dan mewujudkan impian mu," lanjut Kaisar, menekankan kata 'mu' pada Qiang Xu.

Qiang Xu dan Ruyi terkejut dan bingung dengan kedatangan Kaisar yang tiba-tiba dan tawaran yang tak terduga ini. Qiang Xu menatap Kaisar dengan tatapan sulit dibaca. Ruyi, sebagai pelayan setia, hanya bisa menunduk hormat, tidak berani ikut campur dalam urusan ini.

"Ada apa dengan Kaisar bodoh ini? " batin Qiang Xu yang sangat heran melihat Kaisar. Ia mengingat perkataan Ming jika Kaisar dulu memperlakukannya Qiang Xu dengan dingin dan tidak peduli, saat Qiang Xu mengalami keguguran. Mengapa sekarang tiba-tiba berubah menjadi begitu perhatian?

"Kalau gitu aku pamit dulu, aku masih ada tugas jadi tidak bisa lama-lama disini," ucap Kaisar Yao Chong lalu berjalan ingin pergi meninggalkan kediaman selir Qiang Xu.

"Terimakasih yang mulia Kaisar," ucap Qiang Xu.

Kaisar Yao Chong hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih dari Qiang Xu. Lalu ia pun berjalan pergi meninggalkan kediaman Selir Qiang Xu diikuti oleh pengawalnya. ​

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
kaylla salsabella
kok lama gedek aku sama kaisar bodoh
Herlina Susanty
lanjut thor smgt
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
yeeeeeeee. ... manusia ular Sekutu permaisuri
kaylla salsabella
yeee berhasil
kaylla salsabella
kenapa tidak di simpan di ruang dimensi tuh kalung🤔🤔
author_rabbit18✍︎: mungkin dia blm tahu caranya😂
total 1 replies
kaylla salsabella
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
Ming raja kucing
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Osie
seruuuu..moga msh ada lanjutannya🙏🙏💪💪
Osie
curiga aku kalau yg dikandung permaisuri bukan anak kaisar🤭🤭🤭
Osie
sera transmigrasi ke jaman lampau..moga paket komplit ya..punya ruang dimensi..jago bela diri..smart n lebih licik dr yg paling licik..secara dr dunia modern kan
Rya Wijayanti
gak di lanjut lgi kah?
Santai Dyah
halo thor saling suport yuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!