Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
YUE MAN.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat . Waktu janji temu dengan pemilik toko obat Paman Hu , tiba sudah. Dan saat malam hari, Guang Manyue bersiap dengan memakai pakaian pria dan juga cadar di wajahnya. Dia segera keluar dari Kediaman Jendral dengan melompati pagar seperti biasanya. Dengan gerakan lincah dia berlari menuju pasar . Dan segera masuk kedalam Toko obat milik paman Hu. Melihat kedatangan Manyue, pelayanan muda itu segera menyambut kedatangannya dengan wajah gembira ,
"Adik kecil.. Kau sudah datang.. " Ucap Pria muda itu menyapa dengan wajah antusias. Dia seperti telah menunggu kedatangan Guang Manyue.
" Saudara Jung . Apakah paman Hu ada..? " Tanya Guang Manyue sambil menatap arah pintu menuju halaman belakang .
" Ada, Tentu saja ada adik kecil... Kau tahu.. beberapa hari ini beliau memang sedang menunggu kedatangan mu... " Ucap sang Pelayanan muda menjawab pertanyaan Guang Manyue . Baru saja pelayanan muda itu mengakhiri ucapannya, terlihat Tuan tua Hu sudah muncul dari pintu yang ada di belakang Pelayanan muda itu.
" Gadis kecil.. Kau sudah datang.. Aku sudah menunggu kedatanganmu... " Ucap Tuan Hu gembira.
" Paman...Apakah pil ramuannya tidak laku , jika begitu tidak masalah, Manyue akan mengambil kembali . ? " Tanya Guang Manyue dengan wajah tanya.
" Buka begitu Nak... malah pil ramuan mu Sangat laku... Semua pil milikmu sudah habis terjual dengan cepat . Pil ramuan milikmu laris manis di gedung lelang . Malah sekarang banyak yang menanyakan lagi.. kapan pil ramuan itu datang lagi..." Ucap paman Hu dengan wajah gembira.
Tentu saja Guang Manyue kaget bukan main. Sebab jumlah pil ramuan yang dia bawa beberapa hari lalu, jumlahnya cukup banyak . Bukan hanya puluhan, tapi ada lebih dari tiga ratus pil ramuan .
" Benarkah paman.. ?Syukurlah kalau seperti itu.." Ucap Manyue.
" Nak.. Apakah sekarang kau juga membawa lagi pil ramuannya..? " Tanya Paman Hu dengan tatapan berharap .
" Tenang saja Paman...hari ini Aku telah membawa beberapa pil lagi . tapi apakah bahan yang aku pesan sudah ada . ? " Tanya Manyue .
" Sudah, semua sudah Paman siapkan. Dan ini... Uang hasil penjualan pil ramuan pertama.. Karena banyaknya uang yang harus kau bawa, Paman memberimu cincin penyimpanan.. " Ucap Paman Hu sambil memberikan Cincin indah yang ternyata Cincin ruang. Tentu saja Guang Manyue kaget bukan main , karena yang dia tahu kalau sebuah Cincin ruang tidaklah murah . Dan juga sangat langka .
" Paman.. Cincin ruang sangatlah mahal, kenapa Paman memberikan benda semahal itu padaku ? Oo.. Begini saja Paman ..Paman bisa memotong harga Cincin itu dari uang penjualan pil ramuan.. " Ucap Guang Yue sungkan.
"Dasar anak baik..Kenapa mesti begitu. Paman memberikan Cincin ini dengan suka rela. Kau telah membuat gedung lelang paman sekarang menjadi ramai dan terkenal. Jadi sangat pantas jika Paman memberikan Hadiah Cincin ini padamu nak... " Ucap Tuan Hu dengan wajah gembira.
"Memangnya penghasilan yang aku dapatkan dari penjualan pil itu banyak, Paman..? " Tanya Guang Manyue dengan wajah heran.
" Sangat banyak. Kau bisa melihatnya sendiri di dalam Cincin ini.. " Jawab Paman Hu tua dengan wajah lembut sambil mengulurkan tangannya memberikan Cincin ruang pada Guang Yue .
" Baiklah aku Terima cincin ini. Trimakasih Paman.. Trimakasih telah menjual kan pil ramuan milikku. " Ucap Manyue sambil menerima cincin tersebut.
" Sama-sama nak.. " Ucap Tuan tua Hu dengan wajah gembira saat Manyue mau menerima cincin ruang yang dia beri . selain suka karena Guang Manyue telah membuat gedung lelang milik keluarganya terkenal dan semakin banyak yang datang, Tuan Hu juga menyukai sikap anak muda di depannya yang terlihat sopan dan juga cerdas. Karena itulah saat uang hasil penjualan Pil ramuan begitu banyak, dia ingin memberikan Cincin ruang penyimpanan itu pada Gadis bercadar di depannya.
" Teteskan sedikit darahmu pada cincin ruang itu Nak.. Dia akan mengenalimu sebagai sang Pemilik.." Ucap Tuan Hu saat melihat Guang ManYue masih menatap Cincin di tangannya .
" Baik Paman.. Aku tadi memang tidak rahu cara menggunakan Cincin ruang ini.." Jawab Guang ManYue jujur. Mendengar ucapan polos dan jujur gadis di depannya, Tuan Tua Hu semakin senang . Lalu terlihat Guang ManYue melukai sedikit jari tangannya lalu meneteskan darahnya pada Cincin ruang di tangannya. Terlihat sedikit sinar berak memancar dari cincin tersebut. Dan akhirnya ikatan kontrak Cincin penyimpanan tersebut selesai.
" Dengan kesadaranmu kau bisa melihat isi dari Cincin ruangmu itu nak... " Ucap paman Hu lagi. Dan Guang ManYue segera melakukan apa yang di katakan Paman Hu . Saat melihat isi ruang cincin yang dia dapat dari Pria di depannya. Terlihat keterkejutan di wajah Guang ManYue. Dia melihat puluhan bahkan ratusan keping emas ada di dalam cincin ruang tersebut.
" Paman.. Begitu banyak uang yang Anda berikan padaku, apakah paman sudah mengambil bagian milik Paman.. ? Dan juga harga bahan ramuan pil yang aku pesan apakah sudah dipotong ..?" Tanya Guang ManYue dengan wajah tanya dan juga terlihat ke kagetan di mata gadis itu.
"Sudah.. Paman sudah mengambil bagian Paman, dan juga harga bahan ramuan yang kau minta. Itupun sudah paman potong. Jadi uang di dalam sana, sudah menjadi hak milikmu gadis kecil.." Jawab Tuan Hu.
" Apakah harga pil ramuan milikku memang mahal Paman..?" Tanya Guang ManYue polos dan tak percaya .
" Cukup mahal. Dan mereka masih membutuhkan lagi ..." Ucap Paman Hu.
"Dan jika masih ada pil ramuan lain yang kau miliki, kau harus membawanya untuk tempat lelang paman..." Ucap Tuan Hu dengan wajah berharap.
" Pasti Paman..mana mungkin aku menjual pil milikku pada orang lain. Ya sudah Paman, mana bahan - bahan yang aku minta. Dan saya juga ingin membeli beberapa bahan pil ramuan tingkat rendah seperti yang pernah aku beli di toko Paman ini..." Ucap Manyue .
" Baik.. Kami akan menyiapkan nya untukmu.." segera pelayan muda itu mengambilkan bahan yang Guang Manyue butuhkan. Setelah membayar dan mengambil bahan yang dia pesan, Guang Manjur segera pamitan. Dia memasukkan semua bahan kedalam ruang Dunia kecil miliknya . Tapi Paman Hu dan pelayan muda itu menyangka kalau bahan- bahan tersebut dia masukkan kedalam Cincin ruangnya . Namun saat Guang Manyue melangkah menuju pintu keluar, terdengar suara Paman Hu.
" Gadis kecil .. Kalau boleh paman tahu, siapa namamu..? Biar paman muda mengingatmu .. " Tanya Paman Hu yang memang belum tahu nama Guang ManYue. Tentu saja pertanyaan itu membuat langkah Guang ManYue terhenti.
" Panggil saja aku Yue Man paman .. " Jawab Guang ManYue . Lalu kembali melangkah .
" Yue Man.. ? Nama bagus.. Apakah dia Putri salah satu keluarga bangsawan di tempat ini ..? Tapi seingat ku tidak ada putri Bangsawan yang menekuni Ilmu pengobatan sepintar dan secerdas Dia ..?" Ucap Paman Hu sambil menatap kepergian Guang Manyue.
"Setahu murid, Putri Keluarga Feng yang bernama Nona Feng Li Nan menekuni ilmu pengobatan . tapi Sepertinya dia belum bisa meracik Pil ramuan sesempurna gadis itu Guru.... Gadis dari keluarga Feng sangat sombongnya dan angkuh.. Dia banyak membuat masalah dengan gadis- gadis dari kalangan menengah. Bukankah dia gadis yang selalu datang membeli beberapa tanaman obat. dengan sikap sambung , Guru...." Ucap Pelayanan muda yang juga murid dari Tuan Tua Hu.
"Benar...aku ingat sekarang. Gadis sombong dan sok pintar dalam pengobatan itu kan..?" Ucap Tuan Tua Hu.
"Benar Guru..." Jawab sang Murid.
"Ya sudahlah.. Untuk apa kita membahas gadis tak berguna itu . sudah kembali kerjakan pekerjaanmu..aku masuk kedalam dulu.." Ucap Tuan tua Hu.
"Baik Guru..." Lalu Tuan Hu kembali masuk ke halaman belakang toko.
Sedangkan Guang ManYue melangkah pergi dari toko tersebut . Setelah dari toko milik tuan Hu, Guang ManYue tidak langsung Pulang, Dia mampir ke toko makanan untuk membeli beberapa makanan yang dia suka. Setelah itu barulah dia kembali ke kediaman sang Jendral. Namun tiba-tiba dia merasakan seseorang mengikutinya. Dengan segera dia berhenti dan berseru .
" Keluarlah.. Untuk apa kau mengikutiku.. " Seru Guang Manyue sambil menatap arah yang dia rasakan memiliki aura keberadaan seseorang. Namun tidak ada seorangpun yang keluar dari tempat tersebut.
" Kenapa kau tidak keluar.. ? aku tahu kau ada di sana.. Untuk apa kau mengikutiku..? " Serunya kembali. Namun lagi- lagi tidak ada siapapun yang muncul.
" Pengecut.. " Ucapnya kesal. Dan Dia kembali berlari menuju kediaman sang Jendral. Dia tidak perduli, mau ikut atau tidak, terserah orang itu. Namun tak berapa lama, dia tidak lagi merasakan keberadaan orang yang telah membuntuti dirinya. Diapun segera mempercepat larinya menuju kediaman Jendral Feng Ji Dan.
Setelah kepergian Guang ManYue, terlihat sosok Pria bertopeng berdiri di tempat tadi Guang ManYue berada . Terlihat bibirnya terangkat sedikit, mengurangi Aura dingin yang keluar dari tubuhnya.
" Kewaspadaan dan naluri gadis itu sangat tinggi. Keberadaan ku jarang orang dapat merasakannya . Tapi gadis itu bisa merasakannya. Benar- benar membuatku penasaran. " Ucapnya perlahan. Dan Tak lama pria yang ternyata Pangeran Huang Yutian tersebut, lenyap dari pandangan.
Sedangkan Guang Manyue sendiri, kini sudah kembali kedalam kamarnya. Karena tempat tinggalnya kini berada ditengah halaman besar Kediaman Jendral Feng, maka dia harus melewati beberapa kediaman. Dan tanpa sengaja dia melewati kediaman Li Nan. Tempat Feng Li Nan berada. Dan saat Dia melintasi tempat itu, Dia mendengar seseorang berbicara. Entah kenapa dia merasa penasaran. Akhirnya dia melayang menuju sebuah pohon besar yang berdaun lebat. Dia merasa kalau suara pelan tersebut berasal dari kamar yang tak jauh dari pohon besar tersebut .
Setelah berada di atas pohon, Guang Manyue mempertajam pendengarannya. Dan ternyata kamar tersebut adalah kamar Feng li Nan Sendiri. suara itu adalah suara Feng Li Nan. Dengan perasaan penasaran, Guang Manyue melompat keatas atap rumah kediaman Feng Li Nan.
Dengan perasaan penasaran, Guang ManYue segera mempertajam pendengaran dan melihat dari cela atap rumah dia melihat kedalam kamar Feng Li Nan. Dan Guang Manyue sangat kaget, saat melihat kedalam kamar tersebut . Dia melihat gadis itu sedang bersama seorang Pria .
"Dengan siapa gadis itu selarut ini masih berani berbicara dengan seorang Pria di dalam kamarnya.." Mulanya Guang Manyue menduga Feng Li Nan sedang melakukan pertemuan dengan Pangeran Kedua . Namun saat dia melihat wajah Pria yang sedang bersama dengan Feng Li Nan, terlihat keterkejutan di wajah gadis itu. ternyata Guang Manyun sedang berbicara dengan seorang Pria paruh baya. Pria tersebut memakai pakaian hitam.
" Siapa Pria itu..? Berani sekali selarut ini masuk kedalam kamar Feng Li Nan..." Ucapnya dalam hati . Namun jawaban pertanyaannya segera terjawab, saat Feng Li Nan berkata.
" Tidak bisa Ayah.. Kau harus segera membunuh wanita sialan itu...! Dia belum mati, Dia membuatku sangat marah dan Kesal....!"Serunya dengan nada marah dan penuh kebencian .
" Ternyata pembunuh bayaran yang ayah kirim, tidak bisa membunuh gadis sialan itu. Sabar saja sayang.. Pasti Ayah akan melakukannya lagi . Tapi bukan sekarang, kalau itu kita lakukan lagi , mereka akan curiga padamu. Bukankah sekarang kau sering bertengkar dengannya.. Tunggu dan sabarlah sedikit lagi . Sebentar lagi keinginanmu akan terlaksana.. Sekarang yang harus kau lakukan adalah , buat keluarga ini semakin membenci gadis itu. Dan tekan Pangeran kedua untuk segera membatalkan pertunangannya dengan gadis itu. Dan segeralah menikah dengan pangeran kedua. Bukankah Dia sangat mencintaimu. Pasti dia mau menuruti keinginanmu... " Ucap Pria paruh baya yang ternyata Ayah kandung dari Feng Li Nan.
" Oo.. Ternyata Paman brengsek Suami dari Nyonya Lu Sira , sepupu ibu yang culas itu . Benar- benar manusia tak tahu diri. Orang tua dan anak sama- sama manusia serakah. Ingin menguasai barang yang bukan miliknya . Apa mereka fikir memiliki barang milik orang lain itu sangat muda. Mungkin dulu bisa, tapi karena sekarang ada aku, tak akan muda kalian melakukan rencana gila kalian...keluarga tak berotak, sudah di anggap keluarga dan di tolong, malah ingin merebut harta sang penolong. Otak orang tua dan Putri sama - sama jahatnya. bertahun di manja dan di sayangi, sekarang malah ingin menghabisi keluarga yang telah merawat dan melindungi Dia... sebenarnya otak mereka terbuat dari apa sih...? " Ucap sumpah serapah Guang Manyue dalam hati.
Melihat apa yang dk rencanakan mereka pada Keluarga Feng , entah kenapa perasaan Guang Manyue tiba-tiba merasakan kasihan dan sedih pada Keluarga Jendral Feng. Entah ini perasaan sang pemilik tubuh, atau perasaan dia sendiri.
" Baiklah aku akan berusaha sabar Ayah.. Dan aku akan menemui Pangeran Kedua untuk berbicara..." Jawab Feng Li Nan
" Bagus.. Memang Putri Ayah yang terbaik. Dan kau harus cepat memperkenalkan Putri Wang Yu Ran pada kakak ketiga mu . Sebab tuan wang telah mendesak Ayah agar putrinya segera menjadi Istri Putra Ketiga Jendral Feng. Kau tahu sendiri teman baikmu itu tergila -gila pada Tuan Muda ketiga.. " Ucap Pria itu.
" Aku akan membawa Yu Ran datang kerumah ini Yah. Dan aku yakin kalau kakak ketiga akan segera jatuh cinta pada Yu Ran..Tenang saja Yah.. Semua akan berjalan sesuai dengan rencana kita..." Ucap Feng Li Nan meyakinkan.
" Kau tidak lupa kan kalau gadis itu pernah di tolak cintanya oleh Tuan muda ketiga ..? " Kata Pria yang memiliki Nama Hong Yi. Ayah kandung Feng Li Ran. Wajah Feng Li Nan hampir seperti ayahnya.
"Aku ingat itu Yah... " Jawab Feng Li Nan .
"Ternyata wajah Ayan dan anak itu hampir mirip. Kenapa Keluarga besar Feng tidak menyadari itu. Mata dan Bibir gadis itu sangat mirip dengan Ayah kandungnya. Mengapa Ibu dan Kakak serta Ayah tidak melihat kemiripan mereka. Dan sekarang , bisa- bisanya ingin menjerumuskan orang yang sudah merawat dan menyayangi Putrinya. Benar- benar manusia tak berotak.. " Ucap Guang ManYue dalam hati.
Setelah mendengar semua rencana mereka, Guang Manyue segera kembali ke tempat tinggalnya dengan cepat. Setelah sampai di dalam kamarnya kembali, Dia segera masuk kedalam ruang Dunia kecilnya . Dan Dia mulai kembali memurnikan tanaman obat. Dengan kemampuannya yang semakin meningkat, bahan ramuan di hadapannya dengan cepat berubah menjadi beberapa macam pil ramuan tingkat empat dan Lima. Kemampuan Guang Manyue dalam meracik pil obat, membuat Liuli geleng kepala karena kagum dan tak percaya. Dalam waktu singkat gadis itu telah mampu membuat pil ramuan tingkat empat dan Lima.
"Aku benar- benar sangat kagum dengan kecerdasan Tuanku.. Dia benar- benar manusia berbakat dalam segala hal. Jangan-jangan kemampuannya bukan hanya di bidang beladiri dan kultivasi serta pengobatan. Apakah di bidang ilmu lainnya, dia juga dengan cepat menguasainya..." Ucap Liuli yang berasa di pundak Guang Manyue yang sedang meracik obat.
"Tuan.. Anda sedang meramu obat apa..?" Tanya Liuli saat melihat Guang Manyue sedang menyuling bahan ramuan dengan sangat serius
"Aku ingin membuat pil untuk pasien penyakit jantung ..." Ucap Guang Manyue.
"Penyakit jantung ...?" Tanya Liuli.
Namun pertanyaannya tidak di jawab oleh Guang Manyue. Gadis itu terlihat sedang serius meramu obat. Percobaan pertama dia gagal, percobaan kedua juga gagal. Melihat itu terlihat Guang Manyue terdiam. Dia ingin membuat pil yang mencegah kematian bagi penderitaan jantung Kronis. Percobaan ketiga hampir berhasil. Walaupun tidak sempurna. Dan saat percobaan ke empat. Terdengar seruan lega dari mulut Guang Manyue. Melihat keberhasilan sang Tuan, Liuli tertawa bahagia. Enam biji pil ramuan berwarna merah muda untuk penderita penyakit jantung terlihat melayang keluar dari dalam tungku obat. Dengan segera Guang Manyue mengambil pil ramuan yang melayang keluar dari tungku obat.
"Selamat Tuan... Anda telah membuat pil untuk penyakit jantung dengan kwalitas sempurna.. " Ucap Liuli.
Melihat keberhasilannya, Guang Manyue terlihat sangat gembira . Namun dia tak merasa puas. Masih banyak pil ramuan yang ingin Dia buat. Tapi dia akan melakukannya perlahan-lahan. Dia menyudahi pemurnian , barulah setelah membersihkan ruang yang dia gunakan Guang Manyue merasakan tubuhnya lelah. Karena itu Dia ingin berendam di aliran air sungai dari Danau air suci . segera dia keluar dari kamarnya. Dan berjala kearah sungai kecil yang berada di samping Rumah. dia masuk kedalam sungai dan berendam di sana . Sebelum berendam Dia memakan buah merah dari Pohon Perak yang Liuli berikan , buah yang terasa manis dan sedikit asam itu terasa sangat segar saat di kunyah . Mungkin karena lelah meramu obat tadi, Guang Manyue sampai menghabiskan lima buah merah sekaligus. Setelah itu barulah dia masuk kedalam sungai. Sambil berendam Dia mulai bermeditasi. Dengan duduk lotus di dalam sungai, membuat tubuhnya terendam sampai sebatas dada . Dan mulailah Dia Konsentrasi menyerap kekuatan air Suci. Namun baru saja sebatang dupa dia berkultivasi, dia merasakan kekuatan Panas dan Dingin masuk kedalam tumbuhnya bergantian. Hingga membuat dia kesakitan. Dengan sekuat tenaga Dia tetap menyerap kekuatan panas dan Dingin yang masuk kedalam tubuhnya. Perasaan bagai di bakar dan di rendam dalam air es membuat Guang Manyue merasakan perasaan tersiksa yang teramat sangat sakitnya. Namun dia tetap berusaha bertahan . Hingga terlihat peluh membasahi Wajah dan rambutnya. andai Guang Manyue tidak berada di dalam sungai air Suci, tubuhnya pasti penuh dengan keringat .
Setelah hampir seharian mengalami penyiksaan yang menyakitkan , Guang Manyue merasakan kekuatan di dalam Dentiannya melimpah. Di saat dia dalam keadaan Konsentrasi tiba-tiba cuaca berubah . Terdengar bunyi guntur di ruang Dunia kecilnya. Namun Guang Manyue tetap tenang melanjutkan Kultivasinya. Dan tiba-tiba sambaran petir menghantam tubuhnya yang berada di dalam aliran sungai. Tentu saja sambaran petir tersebut membawa arus listrik yang sangat kuat. Hingga Guang manyue merasakan tubuhnya bagai terbakar sangat panas. Dengan mengepalkan tangannya, Dia tetap berusaha bertahan. Setelah lima kali petir menghantam tubuhnya, Barulah petir tersebut Hilang dari tempat itu. Dan cuaca pun kembali terang. Seolah tidak pernah terjadi apapun di tempat itu. Dan
Booom
Booom
Booom...
Tiga kali ledakan kekuatan terjadi dari tubuh Guan Manyue. Guan Manyue kembali mengalami terobosan. Dan itu bukan hanya sekali. Tapi tiga kali. Peri Liulli yang sejak tadi menyaksikan kekuatan Guang Manyue dalam berkultivasi, hanya bisa geleng kepala karena takjub.
" Benar- benar jenius Kultivasi. Aku tak pernah menyangka kalau akan memiliki Tuan yang sehebat ini.. " Ucap Peri obat dengan tatapan kagum pada Guang Manyue yang Masih berada di dalam sungai. Setelah lebih dari sehari berkultivasi, barulah terlihat Guan Yue membuka matanya. Dan saat melihat Guan Yue yang keluar dari dalam sungai, peri Kecil Liuli berseru kaget. Dia melihat tubuh dan wajah Guan Yue mengalami perubahan yang sangat besar. . Kulit putihnya terlihat semakin bercahaya , lembut dan halus . wajahnya semakin terlihat cantik . bukan hanya cantik, tapi sangat cantik. Rambut hitam indah bergelombang. Mata hitam kebiruan dengan sedikit memancarkan cahaya. Dengan bulu mata panjang dan lentik membuat matanya semakin indah . Serta Alis hitam yang seperti di tato dengan rapi. dan bibir merah merekah. Tanpa sapuan pemerah bibir, bibir itu sudah terlihat sangat merah . Serta hidung yang mancung indah. Semua yang ada di tubuh Guang Manyue benar-benar membuat siapapun akan sulit menolak pesonanya . Melihat Liuli yang bengong, Guang Manyue keheranan.
" Ada apa Liuli..? " Tanya Guang Manyue saat melihat Sikap Liuli.
" Tuan.. Wajah anda terlihat sangat cantik. Ini bukan hanya Cantik, tapi sangat- sangat cantik...?" Seru Liuli dengan wajah sangat senang .
" Dasar kau ini.. Mana bisa aku berubah... Jangan berkata yang tidak- tidak peri nakal.. Aku fikir wajahku berubah menakutkan " Ucap Guang Manyue sambil melangkah naik ke atas sungai.
"Hamba berkata yang sebenarnya Tuan.. Kali ini wajah anda benar-benar berubah total, sangat cantik dan sedikit ada cahaya ilahi di wajah anda . Kalau anda tidak percaya. Ayo ikut hamba tuan.." Ucap Liuli dengan wajah masih terlihat gembira.
" Baiklah aku akan ikut denganmu... " Kata Guang Manyue lembut . Segera Guang Manyue berjalan bersama Liuli yang terbang menuju Menara.
Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.
Bersambung.