NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sera Harus Bagaimana

"Kau mungkin istri Dominic, tapi aku kekasihnya yang selalu dia cintai,... Ah, aku datang kesini untuk melihat ruang baca Dominic. Karena hanya aku yang boleh datang keruangan itu," sindiri Celesta dengan santainya.

Sera menunduk dalam memang benar perkataan Celesta, karena dia dilarang oleh suaminya itu untuk datang keruang baca meskipun jujur saja dia bosan di rumah ini dan ingin membaca buku di ruangan itu.

"Ruang kerjanya, kamarnya dan..." ujar Celesta tersenyum sembari memancing emosi Sera.

"... Dan aku ingin mengambil barang yang ku tinggalkan saat masih bersama dengan Dominic," lanjutnya seolah-olah merupakan orang yang memiliki hak untuk berkeliaran di rumah itu.

Sera tak beraksi apapun, namun nampak jelas Sera tak suka dengan ucapan Celesta yang terlihat jelas di kedutan matanya yang menatap sinis pada Celesta serta bibirnya yang terkatup rapat.

Selepas memanasi Sera, dia kemudian mengambil tas brand milik dengan kasar, kemudian menatap mata Sera dengan tajam. Lalu, meninggal meja makan itu sembari tertawa, "Hahaha..."

Sera mencengkram tangannya dengan kuat di balik meja makan itu, "Mengapa juga dia datang ke meja makan ini? padahal bisa saja dia pergi ke tempat yang dia mau di rumah ini, toh, tidak ada yang menghalangi," geram Sera dalam hati, tapi apalah daya dia hanya seperti orang yang menumpang di rumah Ashford.

"Nyonya, Anda tidak apa-apa?" tanya Bibi Yuni menghampiri Sera dengan wajah yang khawatir.

"Aku tidak papa, Bi Yuni. Aku akan kekamar sekarang, tolong di bereskan makanannya," jawab Sera terlihat tersenyum kecut.

"Nyonya, Anda belum makan sedikit pun," ucap Bibi Yuni dengan wajah yang khawatir.

"Tidak papa Bi, aku sedang tidak nafsu. Bi, tolong awasi kekasih Dominic itu, aku tidak ingin Bibi kena masalah," jawab Sera, berdiri dari duduknya sembari menatap wanita berbaju midi dengan heels tinggi itu.

Selepas itu, Sera meninggalkan meja makan berjalan dengan gontai dan sesekali memukul kepala yang terkadang pening karena perasaan yang campur aduk di tambah lagi kedatangan wanita penganggu itu.

'Ah... mungkin aku yang penganggu di sini,' gumam Sera dalam hati sembari menaiki tangga menuju ke lantai dua.

Wanita itu makin intens datang ke rumah Ashford dengan berbagai alasan, bahkan sering membawa makanan untuk Dominic meskipun pria itu tak pernah pulang kerumah itu selama beberapa bulan ini. Karena, Sera tak pernah mendengar suara langkah suaminya itu.

Bahkan, Celesta sengaja menaruh barang untuk Dominic tepat di kamar pria itu~ padahal bahkan Sera saja hanya sekali memasuki kamar suaminya itu.

"Kau taukan, kau itu hanya wanita hasil perjodohan dengan Dominic, kau taukan posisi mu?" sindir Celesta sembari menghampiri Sera yang ingin menghabiskan waktu dengan membaca majalah di teras belakang rumah dan ingin mencoba menghindari dari wanita yang selalu memanasinya itu.

Tapi, ternyata wanita itu pandai mencarinya, jujur saja Sera cukup muak, "Kau tau Dominic bersama ku malam tadi," ujar Celesta menujukkan foto dimana Dominic sedang tidur di kursi, sementara Celesta berdiri disebelahnya seperti sedang berselfie ria bersama suami Sera.

Tiba-tiba pelipis Sera berdenyut nyeri ketika melihat adegan itu seolah apa yang di katakan oleh Celesta benar adanya, karena bukti terpampang jelas. Namun, tidak di sangka ada sebuah suara yang menghentikan Celesta.

"Tuan saya tidak mungkin hal yang seperti itu, saya kenal Tuan sedari kecil. Kalau tidak terikat hubungan pernikahan, Tuan saya tidak akan menyentuh wanita seperti itu," celetuk Bibi Yuni sembari meletakkan gelas diatas di samping Sera. Kali ini dia ingin melawan, dia tidak ingin Tuannya di fitnah seperti itu oleh Celesta.

"Tapi, buktinya sudah ada disini," ledek nya sembari mengoyang ponsel nya yang memiliki casing berwarna merah dengan kristal yang mengkilap itu.

"Anda pasti bohong," ucap Bibi Yuni mulai geram dan ingin merebut ponsel milik Celesta.

Wanita itu menolak memberikan ponselnya, bahkan menghalau Bibi Yuni seolah mengolok-olok wanita tua itu. Meskipun Celesta tau siapa Bibi Yuni di mata Dominic.

Tiba-tiba Celesta mendorong tubuh Bibi Yuni hingga pinggung terbentur tembok yang ada di samping kanannya, dan sontak saja membuat Sera berdiri dengan reflek sebab perasaan terkejut serta marah.

Sera kemudian dengan terburu-buru menghampiri Bibi Yuni yang kini memegang bahu yang terasa nyeri mungkin saja punggung Bibi memar saat ini, Sera nampak khawatir dan memegang tangan Bibi Yuni.

"Celesta, apa yang kamu lakukan?!" ujar Sera murka padahal dia sudah memendamnya selama ini dan selalu menghindar. Tapi, kali ini Celesta sudah keterlaluan.

"Haha... Kau marah, memangnya kau bisa apa, tidak mungkin kan Dominic membela mu," sindir Celesta melirik kuku nya yang memakai nail art yang berwaran hitam itu.

"Tuan, tidak akan suka ini," ujar Bibi Yuni sembari menahan rasa sakit di punggungnya.

"BI! Jangan ikut campur urusan anak muda, kau harus sadar diri!" jengkel Celesta karena Bibi Yuni bersikeras ingin mengadukan kejadian itu pada Dominix.

"Kalau kau ingin terus mencampuri urusan ku, aku pastikan kau tidak akan bisa bekerja lagi di rumah ini," geram Celesta sembari menarik tangan wanita tua itu dengan kasar.

Melihat adegan itu, Sera mencoba menepis tangan Celesta namun rasanya tangan itu sangat kuat hingga Sera tak bisa melepaskannya meskipun telah berusaha.

Celesta akhirnya merasa lelah dan jengkel mepermainkan orang-orang lemah di hadapannya. Kemudian, menepis tanga Sera dengan kencang membuatnya tersungkur di lantai, sedangkan Celesta mengibaskan rambutnya yang bergelombang itu lalu meninggalkan Bibi Yuni dan Sera.

Sera mengelengkan kepalanya merasa tubuhnya begitu tak berdaya tadi, entah mengapa akhir-akhir ini dia merasa terus tak enak badan, mungkinkah karena dia mengalami stres yang cukup berat. Hingga tiba-tiba dia memuntahkan sesuatu dari mulutnya, mengalami pening yang hebat serta perutnya yang terasa melilit.

Bibi Yuni nampak khawatir, kemudian menghampiri Sera dengan tertatih karena manahan bahunya yang masi terasa nyeri, "Nyonya, Anda tidak apa-apa," ujar Bibi Yuni nampak menopang bahu Sera.

"Ti-tidak tau Bi... aku... tidak enak badan...heuk," ucap Sera sembari memuntahkan sarapan nya tadi pagi dengan tangan yang bergetar hebat.

melihat hal itu Bibi Yuni semakin panik dan melepaskan rangkulannya pada Sera, "Tunggu Nyonya, saya akan memanggil dokter sebentar," ujar Bibi Yuni ingin beranjak pergi, namun Sera menhentikannya.

"Jangan Bi, jangan panggil dokter keluarga kesini, Sera takut Dominic tau kira membuat masalah dengan Celesta," ungkap Sera dengan nafas yang tersengal-sengal.

Bibi Yuni bingung harus menghadapi situasi di hadapannya seperti apa, padahal Sera membutuhkan penangan dengan sesegera mungkin karena wajah Sera yang pucat. Namun, benar perkataan Nyonya, mungkin mereka akan mendapat masalah karena ucapan Celesta bisa membalikkan keadaan dan Dominic pasti akan percaya.

1
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!