Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Pergi Dulu
"Kita akan menikah jadi putramu adalah putraku juga." Jawab Kimberly yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Aku pergi dulu." Sambung Kimberly sambil melangkah dengan cepat.
"Tunggu ..." Ucapan Diego terhenti ketika suara langkah kaki Kimberly tidak terdengar lagi.
Diego kemudian berteriak memanggil Paman Albert untuk mendorong kursi rodanya menuju ke arah ruang keluarga.
Sedangkan di tempat yang tidak jauh dari mansion, di mana tiga anak kecil sedang membully seorang anak kecil hingga salah satu dari mereka memukuli anak malang tersebut.
Tiba-tiba datang empat anak kecil berjalan ke arah mereka berempat kemudian mendorong ke tiga anak nakal itu hingga terjatuh, mereka adalah Adrian, Alexander, Amanda dan Alma.
"Beraninya kalian mendorongku!" Bentak ketiga anak nakal tersebut dengan serempak.
"Kalian sangat jahat sudah sepantasnya kami mendorongnya." Jawab ke empat anak kembar dengan suara serempak.
Selesai mengatakan hal itu Adrian, Alexander dan Amanda memukuli ketiga anak nakal tersebut. Sedangkan Alma membantu anak malang tersebut yang bernama Arnold untuk berdiri.
"Kakak, kalau mereka mengganggumu lagi, bilang saja pada kami karena kami akan membantumu." Ucap Alma sambil membuang daun-daun kering yang menempel di kepala Arnold.
Arnold hanya terdiam sambil menatap ke arah ketiga anak nakal yang tadi membully dirinya. Di mana saat ini ketiga anak nakal tersebut tidak bisa melawan Adrian, Alexander dan Amanda.
Hal ini dikarenakan ketiga anak kembar tersebut bisa bela diri. Hal itu tentu saja membuat ketiga anak nakal tersebut terpaksa melarikan diri.
"Hei, kalian jangan kabur!" Teriak ke empat anak kembar.
"Arnold!" Teriak Kimberly mencari keberadaan putra sulungnya.
"Mommy, Kak Arnold ada di sini!" Teriak ke empat anak kembarnya dengan serempak.
Kimberly yang mendengar sumber suara langsung berjalan ke arah ke empat anak kembarnya hingga Kimberly melihat keberadaan Arnold.
"Adrian, Alexander, Amanda dan Alma, kenapa kalian ada di sini?" Tanya Kimberly dengan wajah sangat kuatir.
Hal ini dikarenakan dirinya tidak ingin rahasianya yang disimpannya selama bertahun-tahun terbongkar.
"Ini adalah wilayah Keluarga Roberto jadi kalian berempat di larang berkeliaran di sini." Ucap Kimberly.
"Baik, Mom." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak.
Kimberly hanya tersenyum kemudian menatap ke arah Arnold dengan mata berkaca-kaca. Kimberly kemudian berjalan ke arah Arnold dan hal itu membuat Arnold mundur beberapa langkah.
Kimberly yang melihat hal itu langsung menghentikan langkahnya kemudian jongkok sambil menatap ke arah Arnold dengan tatapan teduh.
"Kamu pasti Arnold, kan?" Tanya Kimberly dengan nada lembut.
Sebelum Kimberly pergi meninggalkan putra sulungnya, Kimberly meminta sahabatnya agar Diego menamai putra sulungnya dengan nama Arnold.
Awalnya Diego menolaknya namun sahabatnya Kimberly memohon agar menuruti permintaan Kimberly. Hingga pada akhirnya Diego menyetujui permintaan Kimberly dan menamai anaknya dengan nama Arnold.
"Apakah ada yang sakit?" Tanya Kimberly dengan wajah kuatir sambil mengarahkan tangannya ke arah tangan Arnold.
Namun Kimberly menurunkan tangannya karena sejak tadi Arnold hanya menatapnya tanpa mengeluarkan suaranya.
"Mau Mommy obati lukamu?" Tanya Kimberly sambil mengarahkan tangannya ke arah wajah Arnold.
Kimberly sangat terkejut sekaligus sedih dalam waktu bersamaan ketika tangannya hampir menyentuh wajah Arnold. Hal ini dikarenakan Arnold menepis tangan Kimberly tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Hallo Kak Arnold. Aku Adrian, Aku adalah Adik keduamu." Ucap Adrian mengalihkan pembicaraan.
"Aku Alexander, adik ketigamu." Ucap Alexander memperkenalkan dirinya.
"Aku Amanda, adik perempuan ke empatmu." Ucap Amanda yang juga memperkenalkan dirinya.
"Aku Alma, adik perempuan ke limamu." Ucap Alma.
"Arnold, Aku Mommymu. Mereka berempat adalah adik-adikmu. Kalian berlima lahir bersama dari perut Mommy." Ucap Kimberly.
"Arnold, maafkan Mommy karena dulu Mommy tidak bisa mempertahankanmu di sisi Mommy. Sekarang Mommy sudah kembali jadi mulai sekarang, Mommy akan melindungimu." Sambung Kimberly.
"Benar sekali, Adrian, Alexander, Amanda dan Alma juga akan melindungi Kakak pertama." Ucap Adrian.
"Benar sekali." Sambung Alexander, Amanda dan Alma.
Arnold hanya terdiam namun tiba-tiba mendorong tubuh Kimberly hingga Kimberly nyaris terjatuh jika saja dirinya tidak mengimbangkan tubuhnya.
Hal itu membuat Kimberly dan ke empat anak kembarnya sangat terkejut sedangkan Arnold setelah mendorong Kimberly langsung berlari meninggalkan mereka.
"Arnold!" Panggil Kimberly sambil berdiri.
Panggilan Kimberly sama sekali tidak dipedulikan oleh Arnold dan hal itu membuat Kimberly menatap satu persatu ke empat anak kembarnya.
"Kalian berempat lebih baik pulanglah dulu dan tunggu Mommy di rumah dan jangan berkeliaran lagi." Pinta Kimberly.
"Baik, Mom." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak.
"Mommy pergi dulu mau bicara dengan Kakak pertama kalian." Ucap Kimberly sambil berjalan meninggalkan ke empat anak kembarnya.
"Baik, Mom." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak.
"Amanda dan Alma, Kak Adrian dan Aku sangat mirip sekali dengan Kak Arnold. Kalau Aku masuk sekarang untuk menemui Daddy, maka tidak akan ketahuan." Ucap Alexander yang sangat merindukan Ayah kandungnya.
"Tidak boleh, Mommy sudah bilang untuk menyuruh kita pulang ke rumah." Ucap Adrian.
"Kak Adrian, Aku sangat merindukan Daddy dan ingin bisa melihatnya dari jarak dekat? Terlebih sebagai tabib hebat, Aku juga ingin tahu apa Aku bisa atau tidak menyembuhkan penyakit Daddy." Ucap Alexander.
"Hmm .... Kalau Daddy sembuh, mungkin Mommy akan membawa Kak Arnold dan kita bisa berkumpul lagi." Ucap Adrian yang setuju kalau adik keduanya menemui Diego dan menyembuhkan penyakitnya.
"Kalau begitu, Aku pergi menemui Daddy dulu dan Kak Adrian tolong pulang dan menjaga Amanda dan Alma." Pinta Alexander.
"Baik." Jawab Adrian.
Kemudian Alexander pergi meninggalkan mereka bertiga untuk menemui Diego sedangkan Kimberly berjalan dengan langkah cepat sambil berteriak memanggil nama Arnold sedangkan Arnold masih berlari hingga beberapa saat Arnold menghentikan langkahnya.
Arnold kemudian duduk di taman sambil memeluk kedua kakinya dengan mata berkaca-kaca. Dirinya sangat senang bisa bertemu dengan Ibu kandungnya dan ke empat adik kembarnya.
Namun dalam waktu bersamaan dirinya sangat kecewa dengan Kimberly karena Kimberly tega meninggalkan dirinya ketika dirinya masih bayi.
Arnold belum mengetahui kenapa dirinya ditinggalkan oleh Kimberly karena saat itu Diego tidak mengatakannya. Karena saat Arnold masih bayi tubuhnya ada masalah dan harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang lama.
Kimberly yang tidak ingin ke lima anak kembarnya dilukai oleh Ibu Bela dan Cintya membuat Kimberly terpaksa meninggalkan Arnold dan pergi ke luar negri. Namun sebelum pergi Kimberly menghubungi Diego untuk merawat dan membesarkan Arnold.
("Apa Dia benar-benar Ibu-Ku? Semua orang bilang Ibu telah membuangku jadi mana mungkin Dia tiba-tiba kembali? Tapi Dia benar-benar lembut, selembut Ibu dalam mimpiku." Ucap Arnold sambil menundukkan kepalanya dan memeluk ke dua kakinya).