Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter six
Bao-yo pun ditinggal sendiri. dia sudah biasa dirumah sendiri saat kedua anak nya bermain dan Annchi pergi entah kemana. tapi sekarang beda. kedua anak nya ikut Annchi untuk menjajahkan jualan nya
"Semoga jualan mu terjual habis, aku juga ingin segera sembuh. agar bisa mencari nafkah untuk mu dan anak-anak" gumam Bao-yo sambil termenung, dia bukan tidak ingin sembuh. semua hartanya di bawa pergi oleh mantan istrinya, jadi Bao-yo tak bisa mengobati matanya
...----------------...
Annchi dan kedua anaknya itu langsung memarkir kan keretanya, Bai pun langsung turun dan melangkah menuju toko kecil Xie
"Bibi.... apa boleh ibu dan aku menjual makanan di depan toko bibi?" tanya Bai dengan nada berharap. Xie dan suaminya pun menatap Annchi. dia tak menyangka istri sepupu nya itu mau berjualan, Annchi yang ditatap seperti itu pun hanya bisa meringis. mungkin pasangan suami istri ini ragu dengan perubahan Annchi saat ini
"Bibi ibu sudah berubah... kami juga tidak pernah di marahi lagi oleh ibu" bisik Bai. Xie pun langsung menatap Bai
"Baiklah... karena kau yang bicara bibi mengizinkan ibu mu berjualan di depan toko" bisik Xie
"Kakak ipar bisa mulai membuka lapak mu di sana" tunjuk Xie. suaminya pun segera membantu Annchi menurunkan meja yang berada di dalam kereta. Annchi pun membungkuk pada Xie, dia juga melihat toko pakaian milik Xie itu sepi
"Setelah selesai jualan aku ingin berbicara bisa?" tanya Annchi pada Xie. Xie pun mengangguk mengiyakan ucapan Annchi
"Bisa... kakak ipar nanti masuk saja ke toko kami ya" jawab Xie dengan nada sopan walau masih ragu tapi dia akan tetap mengawasi Annchi bila Annchi melukai keponakan nya itu dia tak akan diam saja
"Terima kasih" ucap Annchi. dia pun segera menyalakan tungku yang dia bawa, dan menyusun tempat bakpao. aroma macam-macam rasa membuat semua orang lewat pun berhenti. jaman mereka bakpao hanya di isi dengan kacang merah dan daging asin saja, kali ini Annchi membuat enam rasa coklat. kacang hijau. kacang merah. daging ayam kecap manis. daging sapi pedas dan babi rica-rica. aroma pedas gurih keluar dari kukusan itu
"Nyonya kau menjual apa?" tanya lelaki muda yang mencium aroma gurih itu
Annchi pun menjelaskan semuanya. semua orang yang belum pernah makan isi daging yang Annchi jelaskan pun segera memesan untuk mencobanya
Satu bakpao Annchi hargai sepuluh perak, karena jaman sekarang sangat sulit. Laginya Annchi mendapatkan bahan-bahan dari ruang kehidupan nya. jadi dia tak ingin membuat orang merasa kemahalan dengan makanan yang dia jual
Tidak sampai lima jam makan yang Annchi jual habis. dan banyak para pekerja kasar di pasar tidak kebagian, menurut mereka makanan yang Annchi jual itu membuat mereka kenyang dan kantong juga tidak menjerit
"Nyonya tolong besok sisakan untuk ku.." keluh lelaki kekar yang tidak kebagian bakpao yang Annchi jual tadi
"Baik tuan... maaf hari ini awal aku berjualan, ku pikir tidak ada yang menyukai makanan yang aku jual ini" ucap Annchi dengan nada bersalah
"Nyonya makanan mu lezat... dan murah, bohong kalau para buruh dan panggul tidak membelinya" ucap seorang wanita paruh baya yang tadi membeli bakpao buatan Annchi. untung saja dia membeli tiap rasa, dan itu untuk suami dan anak-anak nya dirumah
"Hehe... nanti besok aku buat lebih banyak lagi kalau begitu" jawab Annchi dengan nada bersalah
"Baiklah... tolong sisakan aku satu setiap rasa juga ya nanti" ucap lelaki berbadan kekar itu. akhirnya Annchi lega kalau semua makanan yang di buat di terima oleh semua orang awalnya dia ragu untuk membuat bakpao bervarian rasa ini tapi setelah melihat banyak yang membeli dan banyak yang menyukainya juga besok dia akan membuat lebih banyak lagi bakpao tersebut
Xie yang melihat jualan Annchi sudah habis pulang langsung tersenyum dia tidak menyangka kalau istri dari sepupunya itu akan menjual makanan yang begitu cepat habisnya
"Kakak ipar kau hebat tidak sampai sore makanan mu langsung ludes.... ini luar biasa ayo masuk" ucap Xie. An dan Bai yang tadi duduk pun mendekati Annchi, bukan mereka tidak ingin membantu ibu sambungnya berjualan. tapi memang itu yang Annchi bicara agar kedua adik dan kakak itu tetap di dalam toko milik Bibi nya
"Adik sepupu... maaf aku juga ingin berkerja sama dengan mu, aku memiliki banyak gambar pakaian untuk wanita dan pria, bila kau berkenan kita bisa berkerja sama" ucap Annchi
"Benarkah... beberapa bulan ini toko kami kalah saing dengan toko di depan sana jie jie, kalau jie jie tidak keberatan boleh aku melihat nya?" ucap Xie
"Tentu saja aku membawanya kok, tadinya aku berniat untuk mencari toko yang mau kerja sama" ucap Annchi dengan nada gembira. Annchi pun mengeluarkan beberapa gambar membuat Xie dan suaminya melotot
"Ini untuk pakaian wanita... tidak terlalu berat dan itu juga simpel" ucap Annchi. Xie pun mengangguk antusias
"Jie jie ini benar-benar luar biasa.... apa gambar pakaian pria pun ada?" ucap Xie dengan mata terus melihat gambar-gambar di depan nya itu. Annchi pun mengangguk dan mengeluarkan beberapa gambar pakaian pria
"Ini dia... pakaian ini cocok untuk para bangsawan, apa lagi kalau kau membuat nya dengan bahan yang lembut dan baik, pasti banyak para bangsawan yang menginginkan nya" ucap Annchi. Xie pun langsung menatap wajah Annchi
"Ah.... kau benar-benar bintang keberuntungan ku Jie jie, ayo kita buat Kontrak lima puluh, lima puluh" ucap Xie
"Tidak... kau juga harus membeli kain dan lain nya berikan aku empat puluh persen saja" ucap Annchi
"Tidak bisa... pokonya kita lima puluh. lima puluh... kebetulan Keluarga Suamiku pemilik pabrik kain terbesar jie jie, jadi biar masalah kain menjadi urusan suamiku" ucap Xie
"Baiklah... kalau ini keputusan mu, Oya kami seperti nya harus kembali. aku takut Gege sepupu mu menangis di rumah" ucap Annchi sambil bercanda. Xie dan suaminya tertawa mendengar candaan Annchi
"Baiklah.... kalian hati-hati ya" ucap Xie. Annchi dan kedua anaknya pun langsung naik kereta mereka, dan untuk kembali ke desa tempat mereka
TOLONG....
"Ibu... lihat jie jie itu di tarik paksa" ucap Bai. Annchi menatap anak remaja di tarik tiga orang lelaki badan besar dan dua wanita paruh baya
"Belhenti.......
BERSAMBUNG.....