NovelToon NovelToon
Takdirku Yang Tak Terduga

Takdirku Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: Veela_

Aku hanya menginginkan kehidupan yang normal. Aku pikir saat aku berpindah tempat bersama ayah dan meninggalkan teman-teman lamaku, itu akan menjadi kesempatanku untuk merasakan kehidupan yang sesuai dengan apa yang aku harapkan. Namun kenyataannya, kemanapun aku pergi dan kemanapun kakiku melangkah, hal-hal "itu" akan selalu mengikutiku. Dan saat aku bertemu dengan mereka, kehidupanku mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veela_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 6

Point of view Carmila

Apa yang akan kamu bayangkan saat di hari pertama kamu bersekolah? Langsung mendapatkan teman? Kemudian akrab? Dan mempunyai geng seperti yang ada di film-film? Lalu berbincang dan bergosip mengenai cinta atau semacamnya? Mengadakan kelompok belajar bersama? Atau hal sejenisnya? Apa seperti itu yang kamu bayangkan? Jika iya, sama sepertiku. Hal itu juga adalah hal yang aku harapkan terjadi ketika aku menginjakkan kakiku di sekolah ini. Namun kenyatannya, apa yang kudapat tidak sesusai dengan apa yang aku harapkan.

Aku berjalan di koridor sekolah mencari ruang guru yang telah diberitahu ayah dimana letaknya. Aku sedikit kesulitan. Karena terlalu banyak ruangan di sekolah Y ini. Tanpa sengaja aku bertemu dengan Tuan Josep yang saat itu aku tidak tahu dia siapa selain seorang guru yang kebetulan lewat.

"Selamat pagi, pak."

Awalnya aku hendak bertanya mengenai ruang guru pada guru yang lewat itu.

"Selamat pagi. Apa kamu ini murid pindahan? Carmila?"

"Ah, ya. Saya Carmila pak."

"Oh, saya wali kelasmu. Josep."

"Ah, Pak Josep!"

"Bagaimana perjalananmu?"

"Ah, sebenarnya sedikit sulit. Dan hampir terlambat juga. Untungnya saya bertemu bapak disini."

"Baiklah, mari kita ke kelas."

"Baik pak."

Ternyata guru yang lewat itu wali kelas ku.

...----------------...

Point of view Mark

'Brak!'

Suara pintu geser terbuka keras. Sontak semua orang di kelas menoleh kearah pintu.

"Mark!"

Ucap para wanita di kelas lalu menghampirinya dengan rasa penasaran yang memenuhi kepala mereka.

"Mark, siapa wanita yang bersamamu pagi ini?"

Ternyata mereka melihatku dengan wanita itu.

"Bukan siapa-siapa."

"Waw! Waw!!"

Teriak Yuga heboh ketika dia datang.

"Baru pertama kalinya dalam hiduku aku melihatmu membonceng seorang wanita, siapa dia?"

Tanyanya antusias.

"Kau tidak perlu tahu urusanku."

Jawabku ketus sambil menatap kearah luar jendela.

"Aku bahkan tidak tahu namanya."

Ucapku kemudian dalam hati.

...----------------...

Point of view Carmila

Aku mengikuti Tuan Josep menuju kelasku yang baru. Jantungku berdebar dengan sangat cepat. Aku merasa gelisah dan khawatir.

"Aku akan mencoba merubah sikapku kali ini."

Aku meyakinkan diriku dalam hati.

Tuan Josep melangkah memasuki kelas itu terlebih dahulu. Aku dengan yakin mengikuti langkahnya.

"Bangun! Beri salam!"

Intruksi ketua kelas.

"Selamat pagi, pak guru."

Ucap semua murid lalu kembali duduk saat Tuan Josep mempersilahkan mereka duduk.

Semua mata tertuju padaku. Dan aku sedikit tidak menyukai sebagian tatapan dari mereka.

"Kita kedatangan murid baru hari ini, silahkan perkenalkan dirimu."

Aku mengambil spidol dan menuliskan namaku dipapan tulis.

"Selamat pagi teman-teman. Perkenalkan, namaku Carmila. Kalian bisa memanggilku Mila. Aku berasal dari negara S. Senang berkenalan dengan kalian."

Ucapku berusaha bersikap ramah.

"Luar Negeri?"

"Negara S?"

"Negara kecil itu ya?"

Mereka ribut membicarakan tempatku berasal.

"Ok berhenti berdebat. Bapak harap kalian bisa berteman baik dengan Mila. Mila, kau bisa duduk dibangku belakang itu."

Tuan Josep menunjuk bangku kosong dekat Jendela.

Aku pikir, aku akan menghadapi masa sekolah yang menyenangkan disini. Namun apa yang aku bayangkan ternyata adalah kesalahan besar. Masa sekolah menengahku memang berubah. Namun berubah kearah lain. Saat aku melangkah menuju bangku tempat aku akan duduk.

'Bruk!'

Aku terjatuh dan membuat bagian dalam rokku terlihat. Semua orang tertawa dan para lelaki menatapku dengan pikiran kotor mereka. Dengan segera aku memperbaiki rokku yang terangkat.

"Hahaha."

Tawa itu menggema di ruangan kelas ini.

"Sayang sekali dia pakai celana pendek!"

Ucap siswa laki-laki dikelasku pelan namun masih terdengar jelas ditelingaku.

Dengan terburu-buru Tuan Josep menghampiriku untuk membantuku berdiri.

"Kau tidak apa-apa?"

Aku baik-baik saja."

Balasku lalu tersenyum berusaha menyembunyikan segala perasaan yang aku rasakan saat itu.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku dipermalukan seperti ini. Aku tahu betul. Ada seseorang yang sengaja membuatku terjatuh. Aku mencari orang yang berusaha membuat masalah denganku di hari pertamaku sekolah.

"Wanita itu..."

Aku mengepal kedua tanganku karena kesal. Dengan manis dan tanpa ada rasa bersalah dimatanya, dia tersenyum mengejek kearahku.

"Aku bersumpah. Aku tidak akan berpikir lagi untuk bersikap ceria dan manis disekolah ini!!"

Lanjut ku dalam hati.

Perkenalan yang memalukan itu pun berlalu. Bel istirahat pun berbunyi. Seperti biasa, kami memberi salam kepada guru kami yang hendak meninggalkan kelas. Aku merapikan bukuku kedalam tas. Segerombol wanita menghampiriku dengan tatapan kesal.

"Apa hubunganmu dengan Senior Mark?!"

Bentak salah satu dari mereka.

"Tidak ada."

Jawabku singkat, padat, dan dengan ketus.

"Bohong! Bawa dia!"

Aku di bawa pergi dengan paksa oleh para wanita itu kekamar mandi. Mereka mengancamku untuk tidak membuat gerak-gerik mencurigakan saat keluar dari kelas. Aku bisa saja menggunakan kekuatanku untuk melawan mereka. Tapi ini hari pertamaku sekolah. Dan lagi pula aku juga ingin tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Dari kejauhan, terlihat pria dengan gengnya yang di kerumuni banyak wanita melihatku yang dibawa oleh para wanita di kelasku.

...----------------...

Point of view Gerald

Bel istirahat berbunyi. Seperti biasa, aku dan kawanku pergi ketempat biasa kami nongkrong di kantin. Saat hendak pergi, di gedung kelas junior terlihat segerombolan wanita yang bertampang kesal membawa seorang wanita dengan tergesa-gesa.

"Bully?"

Tanyaku

"Sepertinya begitu."

Balas Bass.

"Karena Mark?"

"Entahlah."

...----------------...

Point of view Carmila

Saat geng itu mendekati kami, tanpa peduli mereka berjalan melewatiku. Dan itu membuatku kesal lagi. Ketidak pedulian akan perundungan adalah suatu kejahatan juga bukan?

Sesampainya dikamar mandi, mereka mengunciku di dalam toilet.

"Jawab aku! Bagaimana bisa kau dekat dengan Mark!"

"Aku sudah bilang bahwa aku tidak dekat dengan Mark."

Ucapku ringan tanpa rasa takut.

"Kalau kau tidak dekat, mengapa kau berangkat bersama dengannya?!"

Wanita lainnya mulai berteriak kearahku.

"Aku hanya kebetulan bertemu dengannya saja."

"Dia bohong!"

Teriak wanita lain lagi memprovokasi.

"Jina, aku melihatnya masuk kerumah yang berdekatan dengan Mark! Bahkan malam itu aku juga melihat dia dengan Mark di dekat kamar sewa tempat Mark tinggal."

Lanjutnya kemudian.

Aku benci penjelasan. Apalagi harus menjelaskan ke orang-orang yang bodoh di hadapanku ini. Dan aku memilih diam dan ingin melihat apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

'Byur'

Seember air mereka siramkan kekepalaku dari luar tempat aku terkunci. Membuat rambutku dan seragamku basah kuyup. Terus menerus mereka menyiramiku dengan air sambil menyumpahiku dengan kata-kata buruk yang keluat dari mulut busuk mereka.

"Rasakan! Itu akibatnya kalau kau mencoba merebut Mark seorang diri dari kami!!! Kau harus ingat! Pangeran sekolah ini milik bersama!! Jika salah satu dari wanita sekolah di sini mencoba ingin memilikinya seorang diri, mereka akan tahu akibatnya!!"

Ucap wanita yang mereka sebut dengan Jina.

"Ya! Apalagi kau mendahului kami!! Tanpa permisi kau mencoba merebutnya!"

"Yuka, kau benar. Dia wanita yang berbahaya."

Ucap Jina lagi.

Sekarang aku tahu dua nama yang melakukan ini padaku. Pintu toilet itu terbuka lalu mereka pergi meninggalkanku yang basah kuyup di toilet. Aku hanya tersenyum kecut akan kejadian kekanak-kanakan ini. Aku mengingat awal pertemuanku dengan orang yang bernama Yuka saat aku tiba untuk melihat sekolah ini.

"Yuka? Aku pikir dia manis. Ternyata wajah tak secantik perilakunya. Jadi orang yang disebelahnya itu pasti Jina."

Ucapku merasa lucu.

Aku masuk kembali kedalam toilet dan membuka semua pakaianku. Aku memeras pakaianku agar tak banyak air yang menetes saat aku keluar. Untung saja aku sudah melakukan persiapan. Aku sudah banyak menonton film luar negeri mengenai perundungan. Sudah jadi kebiasaanku menyimpan baju cadangan sejak aku masih di negara S. Aku sedikit kaget karena ternyata perundungan ini terjadi padaku.

"Hanya karena seorang pria mereka bisa melakukan hal seburuk ini? Keterlaluan!"

Celotehku menghadap cermin kamar mandi sambil merapikan rambut basahku. Aku menyadari bahwa ada seseorang yang sedari tadi berada ditoilet sebelahku.

"Kau menunggu apa? Cepat keluar. Aku tahu kau didalam."

Ucapku santai kepada orang yang bersembunyi sedari tadi di toilet sebelah. Dengan canggung dia keluar dari toilet itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!