NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 06 - Bertemu Kembali Dengan Yan

Tidak lama kemudian, seorang Tabib Pria datang ke sebuah kamar tempat Xiao Yun berada. Langkah kaki Tabib tersebut langsung menghampiri Xiao Yun yang sedang terbaring tak sadarkan diri, lalu mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Xiao Yun. Xiao Qinzi serta Xiao Yuran terlihat sangat cemas. Tatapan mata mereka tidak bisa lepas dari Tabib yang sedang memeriksa Xiao Yun. Setelah beberapa saat, Tabib tersebut akhirnya selesai memeriksa tubuh Xiao Yun dan langsung dihampiri oleh Xiao Qinzi. "Bagaimana kondisi putraku, Tabib? Apakah ia baik-baik saja?"

"Tubuh Tuan Muda Ketiga sangat luar biasa. Seluruh organ dalamnya tidak ada yang terluka. Hanya beberapa luka luar pada kulitnya saja yang perlu mendapatkan perawatan."

Napas Xiao Qinzi serta Xiao Yuran yang sempat tertahan, akhirnya dapat dilepaskan dalam embusan panjang dan tenang. Mereka tampak lebih rileks setelah mendengar penjelasan dari sang Tabib. "Syukurlah jika Tuan Muda Ketiga baik-baik saja." ucap Xiao Yuran

"Kau benar. Kalau begitu, tolong obati putra kecilku ini, Tabib."

"Sesuai perintah anda, Tuan Pemimpin. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Tuan Muda Ketiga." ujar tabib tersebut

_______

Tujuh hari kemudian..

Cahaya pagi yang cerah, tampak menerangi salah satu kamar di Kediaman milik Xiao Qinzi melalui beberapa celah ventilasi. Di dalam kamar tersebut, terdapat Xiao Yun yang masih terbaring karena insiden beberapa hari yang lalu. Namun, warna pada kulit tubuhnya sudah tidak memerah dan seluruh luka juga sudah sembuh. Kondisi seluruh tubuhnya sudah membaik. Cahaya pagi yang menyinari wajahnya mulai membangunkan dirinya. "Ugh, ada di mana aku?"

Xiao Yun yang masih terbaring lemas, berusaha untuk mengamati tempat ia berada sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing. "Ini.. Ini adalah kamarku waktu kecil. Kalau begitu, ini pasti Kediaman milik Ayah." ucapnya seraya menghela nafas panjang

Xiao Yun pun terdiam sesaat. Lalu tiba-tiba, ia bangun dari tempat tidurnya dan memeriksa seluruh bagian tubuhnya dengan napas yang terengah-engah. "Aku.. Aku masih hidup. Bagaimana bisa?! Bukankah pada waktu itu tubuhku meledak karena terlalu banyak menyerap energi murni?!" Xiao Yun merasa tidak percaya dengan kondisinya saat ini

Kemudian, sebuah suara muncul dari dalam tubuhnya. "Bukankah seharusnya kau senang karena masih hidup, dasar lemah!" Beberapa helai api seketika keluar dari dalam tubuh Xiao Yun, lalu membentuk seekor burung di hadapannya. Tatapan mata Xiao Yun langsung melebar tidak percaya saat melihat burung api tersebut. Sebuah nama segera keluar dari mulutnya.

"Yan!"

Burung api tersebut langsung tersenyum saat mendengar Xiao Yun menyebut namanya. "Lama tidak berjum.."

TSAH!

Ucapan Yan seketika terhenti, karena Xiao Yun menangkap dan menggenggam dirinya dengan cepat dan erat. "Kau.. Dasar burung sialan! Kau pasti yang menyebabkan semua masalah ini, bukan?!!"

"Apa maksudmu, Yun? Aku tidak membuat masalah apapun."

"Hentikan sikap polosmu yang menyebalkan itu. Kau pasti yang membakar seluruh tubuhku dengan kekuatan apimu, bukan?!"

"Apa kau tahu? Karena ulah bodohmu itu. Aku hampir saja mati!!" Xiao Yun terlihat sangat marah

"Ohh.. Jika yang kau maksud adalah insiden tentang dirimu yang terbakar oleh api, maka itu memang perbuatanku."

"Dan kau masih bisa berbicara dengan santai, seolah-olah kau masih tidak mengakui perbuatanmu." ucap Xiao Yun dengan ekspresi datar

"Ayolah! Aku melakukan semua ini demi kebaikanmu. Lagipula, kau seharusnya tidak perlu takut pada hal kecil seperti itu."

"Maksudku, kau sudah pernah mati sekali. Jadi, kau tidak perlu merasa takut lagi pada sesuatu yang sudah pernah kau alami." ucap Yan dengan penuh rasa percaya diri

Xiao Yun hanya bisa berekspresi datar ketika mendengar perkataan Yan. Lalu, ia mengangkat tinggi tangannya dan melempar Yan ke lantai seraya berkata, "Dasar burung bodoh!!"

Tubuh Yan langsung terurai menjadi beberapa helaian api saat menyentuh lantai dengan keras. Lalu, tubuhnya kembali terbentuk di udara. "Dasar bocah bodoh! Kenapa kau melemparku ke lantai?!"

"Hmph! Itu adalah hukuman untukmu karena sudah membahayakan nyawaku."

"Tetapi, aku tadi sudah memberitahumu kalau aku melakukan semua ini demi kebaikanmu!"

"Omong kosong. Hanya hantu yang percaya dengan perkataanmu itu." ucap Xiao Yun

"Kau.. Kau sangat menyebalkan, Yun! Aku sudah melakukan banyak hal kepadamu, tetapi kau tidak berterima kasih padaku!"

"Lalu, apa yang kau inginkan?" ucap Xiao Yun sambil mengerutkan dahinya

"Bertarung! Aku ingin bertarung denganmu sampai tetes darah terakhir!!" ujar Yan dengan lantang

Xiao Yun pun kembali menggenggam tubuh Yan dengan erat, saat mendengar tantangan bertarung darinya. "Bertarung, ya. Memangnya, apa yang bisa dilakukan oleh burung kecil sepertimu?"

Tatapan tajam dari Xiao Yun langsung memadamkan semangat api yang ditunjukkan oleh Yan sebelumnya. Ia baru tersadar, kalau dirinya telah mengambil langkah yang salah. "Hmm.. Setelah kupikir kembali, sepertinya bukan keputusan yang baik jika kita bertarung sekarang."

"Ini adalah momen pertemuan kembali kita setelah sekian lama. Jadi, akan lebih baik jika kita saling melepas rindu satu sama lain." jelas Yan dengan ekspresi bahagia

Xiao Yun hanya bisa memberikan ekspresi datar di wajahnya ketika melihat sikap Yan yang berubah drastis. "Hentikan sandiwara konyolmu itu, Yan. Lagipula, aku sama sekali tidak merindukanmu."

Setelah pertengkaran kecil dengan Yan selesai, Xiao Yun segera melepas tubuh Yan dan mengatur posisi duduknya menjadi bersila. "Jujur saja, aku masih marah kepadamu karena kau bertindak terlalu bahaya. Namun, ada hal yang jauh lebih penting yang kuinginkan darimu." Yan langsung terbang ke arah Xiao Yun lalu hinggap di bahu kirinya. "Sudah kuduga kau akan berkata seperti itu. Katakan apapun yang kau inginkan, Yun."

Xiao Yun segera menarik napas panjang. "Baiklah. Kalau begitu, jelaskan padaku kenapa kita berdua bisa terlahir kembali ke dunia ini?nTeknik Terlarang yang kupakai saat pertarungan terakhir, seharusnya membuat jiwa kita hancur dan tidak bisa terlahir kembali. Tetapi yang terjadi sekarang, justru berbanding terbalik."

Yan terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan Xiao Yun. "Sejujurnya, aku juga tidak tahu alasan dibalik kita bisa terlahir kembali. Karena, aku baru terbangun ketika kau sudah berusia tujuh tahun. Pada saat itu, aku telah berada di dalam ruang hampa berwarna putih dengan sebuah Formasi Penghalang yang menahan kekuatanku dan menyegel lautan energi milikmu." jelas Yan

Xiao Yun seketika menghela napas panjang setelah mendengar penjelasan dari Yan. "Haah.. Begitu, ya. Lalu, apakah kau memiliki seluruh ingatan tentang dirimu dan aku di kehidupan sebelumnya?"

Yan langsung menggelengkan kepalanya. "Ingatan yang kumiliki hanyalah momen pertarungan terakhir kita melawan Pasukan Berjubah. Selebihnya, aku tidak bisa mengingat dengan jelas. Aku juga tidak mengetahui, dalang dibalik adanya sebuah Formasi Penghalang yang menahanku dan menyegel lautan energimu."

Xiao Yun kembali menghela napas dengan berat. Mendapatkan beberapa penjelasan dari Yan, tentang alasan dibalik dirinya bisa terlahir kembali membuat pikirannya jenuh. Xiao Yun terlihat termenung sesaat sebelum kembali berbicara, "Lalu menurutmu, apakah dalang yang melakukan semua ini padaku memiliki niat buruk atau sebaliknya?"

"Menurutku, ia tidak memiliki niat buruk terhadapmu."

Xiao Yun sontak terkejut. "Apa alasanmu berkata seperti itu?"

"Jika dalang yang melakukan semua ini memiliki niat buruk padamu. Maka, ia tidak perlu melakukan hal merepotkan seperti menahanku dengan formasi serta menyegel lautan energimu. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya."

"Dari sudut pandangku, tindakannya justru terlihat seperti ia berusaha untuk melindungi nyawamu. Dan, ada kemungkinan kalau ia sudah mengetahui identitasmu di kehidupan sebelumnya."

Xiao Yun langsung memegang kepalanya yang terasa pusing, setelah mendapatkan banyak informasi yang sangat penting. Ia tidak menyangka, kalau alasan dibalik lautan energinya yang tersegel ternyata sangat rumit. "Apakah kau memiliki petunjuk mengenai dalangnya?" tanyanya

"Aku hanya memiliki satu petunjuk."

"Apa itu?" Xiao Yun tampak penasaran

"Dalang yang membuat Formasi Penghalang serta menyegel lautan energimu, sangatlah kuat dan mahir menggunakan Teknik Jiwa."

"Itu adalah kesimpulan yang kudapatkan selama berusaha menghancurkan Formasi Penghalang yang dibuatnya." jelas Yan

"Begitu, ya"

Xiao Yun langsung memandangi langit-langit kamarnya seraya memikirkan semua informasi yang ia dapatkan. Namun, informasi yang ia miliki sekarang masih belum cukup untuk mengungkap identitas dalang dibalik semua ini. Setelah termenung sesaat, Xiao Yun perlahan melupakan semua pertanyaan yang berada di dalam kepalanya.

Ia mulai berkonsentrasi pada lautan energinya yang sudah tidak tersegel. Jiwa dan kesadarannya langsung tenggelam dalam keheningan total dan memasuki sebuah ruang hampa yang sangat luas. Jiwa Xiao Yun tampak melayang di tengah-tengah ruang hampa yang merupakan lautan energinya. "Ternyata, ruang hampa yang menarik kesadaranku sebelumnya adalah tempat lautan energiku berada."

Lalu, tepat di bawah jiwa Xiao Yun terdapat sebuah lautan berukuran kecil yang terlihat sangat tenang namun memiliki aura yang kuat. Lautan tersebut merupakan kumpulan dari energi murni yang diserap oleh dirinya beberapa hari yang lalu. Jiwa Xiao Yun pun segera menghampiri lautan kecil tersebut untuk mengamati lebih lanjut. "Akhirnya, lautan energiku sudah tidak tersegel. Dengan ini, maka aku bisa memulai berkultivasi." ucap Xiao Yun

Setelah selesai memeriksa lautan energinya, jiwa dan kesadaran Xiao Yun langsung kembali ke dunia nyata saat ia membuka kembali kedua matanya. Ekspresi bahagia seketika terlukis di wajah Xiao Yun, karena akhirnya ia bisa berkultivasi seperti murid-murid Klan Xiao. Lalu, ia segera mengalihkan pandangannya ke arah Yan yang masih berada di bahu kirinya.nIa tersenyum ke arah Yan seraya berkata, "Terima kasih, Yan. Berkat usahamu yang menghancurkan Formasi Penghalang di dalam tubuhku, kini aku sudah bisa mulai berkultivasi."

Yan sontak terkejut ketika mendengar ucapan terima kasih dari Xiao Yun. Ia sempat berpikir untuk membalas perkataan Xiao Yun dengan kata-kata yang sedikit sombong. Namun, hati nuraninya berkata kalau ini bukanlah waktunya untuk bersikap menyebalkan. Ia pun segera memilih kata-kata yang tepat untuk membalas ucapan terima kasih Xiao Yun. "Kau tidak perlu berterima kasih, Yun. Kita sudah ditakdirkan untuk bertarung dan berbagi rasa sakit bersama. Yang kulakukan saat ini hanyalah, menepati janjiku pada mereka yang sudah mempercayakan diriku untuk selalu menjaga dan menemanimu."

"Aku hanya melakukan hal yang seharusnya kulakukan." ucap Yan

Kedua mata Xiao Yun tampak berkaca-kaca setelah mendengar perkataan Yan. "Jadi, kau masih mengingat janji yang kau buat kepada mereka, ya."

"Tentu saja. Karena janji itulah yang membuat keberadaanku tetap ada di sisimu."

Sebuah senyum kecil seketika terlihat di sudut bibir Xiao Yun. "Kata-katamu terlalu manis untuk seekor burung kecil, Yan. Apa kau tidak berniat menjadi seorang manusia?"

"Hei! Jangan merusak suasana yang indah ini dengan mengolok-olok diriku."

"Hahaha, aku hanya bercanda."

Senyum Xiao Yun tampak tak lepas dari wajahnya. Ia benar-benar bahagia karena penantian begitu lama yang ia harapkan akhirnya tiba. Yan juga terlihat senang ketika melihat Xiao Yun tertawa sangat lepas. "Sudah lama aku tidak melihat kau tertawa seperti itu, Yun." batinnya

Setelah berbincang dengan Yan cukup lama, Xiao Yun langsung bangkit dari tempat tidurnya. Lalu, ia berjalan menuju jendela kamarnya kemudian membuka lebar jendela tersebut. Embusan angin sejuk di pagi hari, langsung mengibaskan rambut pendeknya yang berwarna putih. Cahaya pagi yang cerah juga turut menyinari wajah serta kedua matanya yang berwarna biru. Raut wajah Xiao Yun tampak lebih bersemangat, dibandingkan hari-hari yang telah berlalu ketika ia belum bisa berkultivasi. "Akhirnya, masalah yang menghalangi langkahku selama ini berhasil terselesaikan."

"Dengan ini, aku bisa melangkah lebih jauh lagi untuk mengembalikan kekuatanku seperti di kehidupan sebelumnya. Ini akan menjadi titik awal dari kebangkitan Sang Phoenix." ucap Xiao Yun seraya mengepalkan telapak tangan kanannya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!