NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 bulan berlalu

Hari-hari bejalan lebih cepat kini kandungan Farah sudah sembilan bulan. Tinggal menunggu hari ia segera akan bertemu dengan buah hati nya.

Malam ini Farah memasak mie instan. Bulan ini ia sudah mengeluarkan banyak uang sehingga tidak memiliki uang lagi untuk membeli bahan masak.

Mie instan adalah satu-satunya cara berhemat disaat ekonomi nya menipis. Selain itu rasanya juga enak dan mengenyangkan.

Farah mengusap perut buncitnya. "Maafin mama ya sayang, hari ini kita makan mie instan dulu ya. Tapi nanti mama janji setelah mama gajian kita beli buah-buahan lagi." Ucapnya tersenyum kecil.

Walupun hidupnya serba pas-pasan, Farah selalu memastikan bayi nya memiliki gizi yang seimbang.

Namun disaat seperti ini ia harus terpaksa menghemat uang. Apa lagi sebentar lagi ia akan segera melahirkan dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Saat asik memasak suara ketukan pintu mengalihkan perhatian nya.

"Iya tunggu sebentar, " Teriak Farah sambil membuka celemek nya tak lupa mematikan kompor.

"Eh... Lastri,"

"Hai,"

Lastri tersenyum melambaikan tangannya sambil menunjukkan tentengan keresek.

"Aku bawain makanan buat kamu."

"Ya ampun, Las, ngapain repot-repot kayak gini sih?" ucap Farah, suaranya agak malu.

Rasanya ia ingin menolak, tapi di saat yang sama ia merasa terluka jika menolak kebaikannya.

Tapi dia tetap tersenyum, "Udah jangan rewel. Aku juga sekalian pengen makan sama kalian. Di rumah lagi nggak ada orang."

Ada rasa hangat di hati, tapi di sisi lain, ia merasa sungkan karna Lastri sudah begitu banyak menolong nya selama ini.

Kemudian Lastri melanjutkan, "Nih aku ngak disuruh masuk?" cemberutnya.

Farah cengengesan, "Astaga, maaf… Silakan masuk." Kemudian, dia membuka pintu dan menutupnya lagi dengan lembut

Lastri Melihat mie instan tergeletak di meja, Ia menghela nafas pelan. Sudah ia duga kalau Farah pasti tidak makan makanan yang bergizi lagi.

"Kamu ini bandel banget ya. Kata dokter kan jangan makan mie instan lagi menjelang persalinan." omel Lastri.

Farah tersenyum padanya, "Baru hari ini kok. malas masak jadi masak yang satset aja."

Lastri duduk meletakkan makanan yang ia bawa.

ia meletakan sop iga dan juga nasi untuk farah. "Kamu makan ini aja biar aku yang makan ini." Lalu ia menarik mie instan itu padanya.

"Eh... Ngak usah las. Aku gapapa kok lagian cuma sekali ini aja." Tolak Farah tak enak hati.

"Sudah jangan bawel. kamu makan itu aja jangan protes. Aku juga masih ada satu lagi kok." Lastri menunjukkan nasi bungkus nya.

"Sekarang udah bisa makan kan? Aku laper." Lastri memanyunkan bibirnya.

Farah terkekeh melihat itu. "Terimakasih ya," Ucap Farah.

Lastri Melihat Farah makan dengan lahap pun tersenyum senang. Ia tahu kalau Farah itu tidak bisa menahan lapar selama hamil ini.

lalu mereka pun makan dengan tenang dan nyaman. Sesekali mereka ngobrol bercanda tawa membuat rumah kontrakan itu berwarna.

~

Jam menunjukkan pukul 10 malam. Jackson baru saja pulang dari kantor setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya.

Jackson menyandarkan punggungnya di kursi mobil. Saat ini ia berada di tepi danau. Berharap suasana malam yang tenang ini mampu membuat suasana hatinya membaik.

Sudah beberapa bulan ini ia tak henti-hentinya memikirkan gadis itu. semakin hari rasa bersalah semakin mengusik ketenangan nya.

Beberapa Minggu lalu baru mengetahui ternyata Farah di jual ayahnya. Dan pandangan nya terhadap gadis itu salah besar.

Jackson menatap air danau yang terlihat tenang. "Dimana lagi aku harus mencari mu?" gumamnya menghela nafas.

Dering telepon membuyarkan lamunannya, panggilan dari sekretaris nya

"Hm..." jawabnya.

"Bos, besok ada jadwal perjalanan bisnis ke salah satu desa untuk meninjau beberapa lahan pertanian yang berada di desa Pancawati." ucapnya disebrang sana.

"Baiklah, persiapkan semua."

"Baik bos,"

Jackson meletakkan ponselnya setelah memutuskan panggilan itu.

Jackson meletakkan tangannya di kening. "Sudah hampir satu tahun aku mencari mu tapi selama itu pula aku tak menemukan keberadaan mu." bisiknya.

"Harus kemana lagi aku mencarinya?"

Ia tidak tahu apakah gadis itu masih hidup atau sudah mati. Namun jika sudah mati tidak ada satupun surat kematian atas nama dirinya. Namun keberadaannya juga tidak dapat ditemukan.

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!