Ariana termenung di hadapan Lily. matanya masih berkaca-kaca namun kosong. memandang arah yang pudar di depannya. hatinya masih berkecamuk. ucapan-ucapan dokter soal kondisi ibunya terus terngiang yang dipikirannya. dia belum siap kehilangan satu-satunya wanita yang dia punya sekarang.
" Aku ada satu jalan keluar buat kamu. Tapi Aku nggak tahu kamu mau apa nggak sama pekerjaan ini." Ucap Lily setelah beberapa menit mereka berdiam duduk di dalam kafe.
" Apa pun itu. Akan aku lakukan. Saat ini aku udah nggak punya pilihan lain untuk memilih pekerjaan yang cocok atau tidak cocok untukku. Aku harus melakukan sesuatu untuk membayar biaya operasi ibu." Jawab Ariana dengan penuh keyakinan.
Ariana tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan pada sahabatnya itu. pekerjaannya sebagai waiters hanya cukup untuk biaya makan mereka sehari-hari.
" Jual diri." Kata Lily singkat.
Tak percaya sahabatnya akan menyuruhnya menjual dirinya untuk mendapatkan uang dengan cepat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Mucikari
Bertemu Dengan Mucikari Mami Miya
Saat ini Ariana sudah berada di depan pintu kost Lily. Ariana menghirup nafas nya dalam - dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan sebelum dia mengetuk pintu itu.
Tok
Tok
Tok
Tidak menunggu lama pintu tersebut kemudian terbuka. Lily dengan pakaian nya yang modis berdiri di depan pintu.
" Ariana?" Kata Lily heran.
" Li, aku ganggu nggak? Ada yang mau aku bicara kan sama kamu?"
" Ayo masuk kalau begitu. " Ajak Lily kemudian Lily menarik tangan Ariana untuk masuk ke dalam kamar kost nya.
" Tunggu sebentar, aku akan mengambil minuman dan camilan untuk kita. Kamu duduk saja dulu." Ucap Lily kemudian beranjak dari sana menuju bilik sebelah.
Ariana pun duduk di sofa kecil sembari menatap sekeliling kost Lily. Kost yang cukup mewah untuk seorang Lily yang hanya bekerja sebagai cleaning service hotel.
Keadaan Ariana dan Lily benar - benar berbeda 180°. Ariana ikut senang melihat keadaan Lily sekarang. Bagaimana pun Ariana dan Lily sama - sama berasal dari keluarga kurang mampu. Orang tua Lily tinggal di rumah tak jauh dari rumah Ariana. Sedangkan Lily memilih tinggal di kost dekat kota.
Setelah menunggu beberapa saat, Lily muncul dengan membawa dua minuman kaleng dan satu toples makanan ringan.
" Ada apa sampai kamu datang ke sini? Kenapa tidak telpon dulu tadi?" Tanya Lily saat dia ikut duduk di sebelah Ariana.
" Aku mau ikut sama kamu, Ly. Kerja yang bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi buat ibuk. Apa pun akan aku lakukan demi keselamatan ibuk." Ucap Ariana sembari memohon.
Lily yang mendengar nya benar - benar sedih dan kasihan kepada sahabat nya itu.
" Kami yakin akan melakukan apa pun?" Tanya Lily memastikan.
Ariana mengangguk.
" Aku yakin, Ly. Ibuk sudah tidak punya banyak waktu lagi. Kalau sampai terlambat, ibuk pasti tidak bisa di selamat kan lagi."
" Kamu yakin ingin menjual tubuhmu?" Tanya Lily lagi.
Ariana kembali mengangguk.
" Kamu akan menjadi pemuas ranjang pria kaya. Dan mereka akan membayar kamu dengan bayaran yang mahal. Apalagi untuk yang pertama seperti kamu. Bisa sampai dua ratus juta bahkan bisa lebih, Ari. Apa lagi jika kamu bisa membuat nya puas, dia akan memberikan bonus pribadi untuk kamu."
Ariana terdiam mendengarkan penjelasan dari Lily. Sebenar nya dia tidak yakin melakukan pekerjaan ini. Tapi hanya pekerjaan ini satu - satu nya cara agar ibu nya bisa di operasi dan selamat.
" Kamu bisa memikirkan nya terlebih dahulu, Ari. Aku nggak mau kamu menyesal seumur hidup kamu." Ujar Lily menyentuh tangan sahabat nya.
" Aku sudah memikirkan nya matang - matang, Ly. Aku mau. Aku akan menjadi pemuas pria kaya seperti yang kamu katakan. Aku hanya mau ibu ku selamat, Ly." Jawab Ariana menguatkan keyakinan nya.
" Baiklah kalau kamu sudah yakin. Sekarang kita siap - siap dulu. Aku akan membawa kamu menemui mami Miya."
" Mami Mia itu siapa?" Tanya Ariana.
" Dia seorang mucikari. Dia lah yang nanti nya akan menawarkan kita pada pria - pria kaya di luar sana. Karena dia hanya menerima pesanan dari pria kaya yang sanggup membayar mahal tubuh kita. " Jawab Ariana.
" Dan satu lagi yang harus kamu ketahui, Ari. Sekali saja kita bergabung dengan mami Miya. Maka kiya tidak boleh keluar kurang dari satu tahun. Jadi selama satu tahun kita akan tetap menjadi wanita bayaran. Menjual tubuh kita demi mememnuhi kebutuhan kita. Bagaimana Ari? Apa kamu bersedia?"
Ariana tidak menjawab. Dia kembali memikirkan ucapan terakhir Ariana. Yang artinya dia akan menjadi pela*** selama satu. Walaupun dia hanya butuh sekali uang untuk ibu nya. Dan jika dia menolak nya kali ini, maka kesempatan untuk menyelamat kan ibu nya akan hilang.
Ariana benar - benar tidak lunya pilihan lain lagi.
" Bagaimana, Ariana? Apa kami masih mau ikut bekerja dengan ku?" Tanya Lily kembali memastikan.
Ariana mengangguk cepat.
" Aku mau, Ly. Aku tidak punya pilihan lain lagi kan selain menyetujui nya. Tapi apa bisa aku mendapatkan uang itu malam ini? Alu butuh uang 100 juta untuk biaya operasi ibuk besok."
" Kalau soal itu aku tidak bisa menjamin nya. Karena belum tentu kamu akan mendapatkan pelanggan malam ini juga. Tapi nanti kita bisa sampai kan itu pada mami Miya. Siapa tahu dia punya stok pria kaya untuk kamu malam ini. Apa lagi kamu masih perawan. Pasti mudah buat mami Miya untuk menjual kamu."
" Baiklah. Aku akan coba hubungi mami Miya dulu untuk memastikan nya." Ucap Lily kemudian mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang.
Sedangkan Ariana hanya bisa terdiam seraya meyakinkan hati nya kalau pilihan nya ini adalah pilihan yang terbaik saat ini.
" Halo, mi." Ucap Lily.
" Halo Lily. Ada apa menghubungi mami? Bukan kah kami sudah mendapatkan pelanggan kamu tadi malam? Dan belum ada pelanggan baru lagi untuk kamu. Jadi sebaik nya kamu memulihkan stamina kamu saja." Jawab mami Miya saat menjawab panggilan dari Lily.
Lily tersenyum.
" Bukan aku mi yang butuh pelanggan. Aku ada teman satu yang mau bergabung dengan kita. Dan yang satu ini masih segel, mi."
" Masih segel? Kabar yang sangat baik sayang. Tapi mami harus lihat orang nya dulu. Dia cantik atau tidak? Bisa saja kan masih segel tapi tidak beautiful."
" Aku jamin mi anak nya sudah pasti beautiful. Mami pasti suka."
" Kalau begitu bawa kesini. Mami mau lihat kecantikan nya itu. Kecantikan yang mampu menggerogoti kekayaan pria - pria kaya di luar sana."
" Baiklah, mi. Kalau begitu aku akan membawa nya ke sana."
" Oke sayang. Mami tunggu ya. Jangan pakai lama. Karena mami sudah tidak tahan mendengar segel yang masih menempel. Bye Lily..."
" Bye, mi."
Lily mematikan sambungan telepon nya dan menatap Ariana.
" Ari. Mami Miya mau bertemu dengan kamu. Dia ingin memastikan kamu layak untuk di pakai atau tidak."
" Apa kita akan pergi dengan pakaian yang aku pakai ini?" Tanya Ariana menatap tubuhnya dari bawah.
" Tentu tidak, Ari. Kali ini aku akan mendandani mu agar kamu bisa terlihat layak untuk mendapatkan uang 100 itu malam ini. Dan jangan kan mami Miya. Kamu sendiri bahkan tidak bisa mengenali diri mu sendiri nanti nya."
Ariana tersenyum.
" Terima kasih ya, Ly. Kalau tidak ada kamu tadi aku nggak tahu lagi aku harus bagaimana?"
" Bukankah sesama teman kita harus saling bantu? Harus nya aku minta maaf sama kamu. Aku nggak bisa membantu kamu, tapi aku malah memberikan kami pekerjaan yang haram."
" Jangan katakan itu, Ly. Kamu tidak memberikan pekerjaan itu. Aku yang meminta nya dari kamu."
" Sudah... jangan nangis dong. " Kata Lily mengusap airmata yang sempat jatuh di pipi Ariana.
" Ayo kita siap - siap sekarang. Jangan sampai mami Miya kelamaan menunggu kamu." Ajak Lily bangkit dari duduk nya.
*
*
*
*
*
Lily dengan hati-hati memilih gaun terbaik dari koleksinya, sebuah gaun yang sangat mencolok, berwarna merah dengan potongan yang sangat rendah di bagian dada dan belahan tinggi di kaki.
Dengan tangan yang gemetar, Ariana memakainya, rasa tidak nyaman tergambar jelas di wajahnya.
Namun, Lily terus mendorongnya dengan senyum manis.
"Kamu akan terlihat memukau, ini akan membantu kamu mendapatkan seratus juta nya malam ini." bisik Lily sambil membenarkan letak gaun tersebut.
" Apa mami Miya itu akan memberikan nya malam ini?" Tanya Ariana ragu.
" Apa kamu tidak yakin dengan penampilan kamu sekarang?" Lily balik bertanya.
" Hanya sedikit ragu, Ly." Jawab Ariana.
" Dengan penampilan kamu yang sekarang, aku yakin ada banyak pria kaya yang akan berebut untuk membuka segel kamu malam ini, Ari. Percaya pada ku. Besok ibuk kamu akan di operasi dan sehat kembali."
Ariana tersenyum menatap Lily.
" Aamiin."
Ariana mencoba menyembunyikan rasa malunya dengan memeluk dirinya sendiri.
Matahari mulai tenggelam, dan cahaya senja menyinari ruangan, memberikan kilauan pada gaun yang dikenakannya, namun tidak ada kilauan yang bisa menyamarkan kegelisahan di hatinya.
Di dalam taksi yang melaju pelan di malam yang sunyi, Ariana duduk dengan kaku.
Sesekali, jari-jarinya yang gemetar menarik ujung gaunnya yang tersingkap, memperlihatkan kulit paha yang mulus.
Napasnya terengah-engah, mencerminkan kegelisahan yang menggelayuti hatinya. Di sebelahnya, Lily yang peka terhadap perubahan sikap Ariana, kembali memecah kesunyian.
"Lagi-lagi kamu seperti ini, Ari. Kamu yakin ingin teruskan?" tanya Lily, suaranya lembut namun penuh kekhawatiran.
Ariana mengangkat wajahnya, matanya yang berkaca-kaca menatap Lily sejenak sebelum kembali memandang lurus ke depan.
"Aku... aku harus kuat, Lil. Ini pilihan yang sudah aku buat," jawabnya, suaranya bergetar namun dipaksakan untuk terdengar tegas.
" Jangan di paksa jika kamu masih ragu, Ari. Aku tidak mau kamu menyesal setelah malam ini. Setelah bertemu dengan mami Miya nanti, kamu tidak akan bisa lagi berjalan mundur ke belakang."
" Aku sangat yakin, Ly." Jawa Ariana dengan yakin.
Lily menghela napas, tangannya perlahan meraih dan menggenggam tangan Ariana yang dingin.
"Kamu tidak sendirian, aku di sini untukmu," ucapnya, mencoba memberikan sedikit kekuatan kepada sahabatnya itu.
" Kamu tenang saja. Setelah melayani satu pria, maka pria lain tidak akan bisa menyentuh kamu selama kontrak kamu belum habis dengan nya." Ungkap Lyli.
" Maksud kamu, aku akan melayani satu pria seterus nya begitu?"
" Seneng denger nya?" Lyli tersenyum sumringah.
Ariana mencoba tersenyum, walau senyumnya lebih merupakan sebuah grimace yang penuh dengan ketegaran yang rapuh.
Taksinya terus melaju, membawa mereka semakin dekat ke kehidupan baru Ariana yang penuh dengan ketidakpastian dan rasa takut yang harus dia hadapi.
*
*
*
*
*
Sesampai nya rumah mami Miya, Lily membawa Ariana langsung masuk ke ruangan mami Miya.
" Mi, ini Ariana. Yang tadi aku ceritakan di telepon." Ucap Lily.
Mami Miya bangkit dan mendekati Ariana. Dia memperhatikan Ariana dari atas hingga ke bawah.
" Yakin loe masih virgin?" Tanya mami Miya sama Ariana.
Ariana hanya mengangguk.
" Ayo kita duduk. Bicara bisnis mana enak sambil berdiri." Ajak mami Miya yang lebih dulu duduk di sofa empuk. Dan di ikuti oleh Lily dan Ariana.
" Kalau begitu kamu harus bersabar. Karena mendapatkan laki - laki yang bisa membayar mahal virgin kamu itu susah. Yang mau banyak yang dompet nya paling tebal yang susah."
" Tapi mi, Ariana butuh uang malam ini. Dia butuh seratus juta untuk biaya operasi ibuk nya besok pagi." Ucap Lily menyampaikan maksud yang ingin di ucapkan Ariana.
Mami Miya mengangguk mengerti.
" Oh.. jadi butuh uang nya cepat nih. 100 juta. Banyak ya. Tapi kamu harus tahu jika 100 juta itu nggak bisa kamu dapatkan hanya dalam sekali permainan. Apa kamu sudah siap ikut kontrak dengan mami?"
" Aku sudah siap,mi." Jawab Ariana dengan yakin.
" Baiklah kalau begitu kamu tunggu sebentar. Saya harus menghubungi klien penting saya dulu. Pria yang selalu protes dengan perempuan nya mami Miya."
Mami Miya mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi satu nomor di sana.
" Halo Liam. Mana bos loe?" Ucap Mami Miya saat panggilan nya tersambung.
" Ada apa?" Jawab Liam.
" Katakan pada bos loe. Mami ada virgin girl untuk malam ini. Jika bos loe mau bayar mahal untuk girl mami, girl ini akan jadi milik bos loe sampai dia bosan."
" Tunggu sebentar."
Liam tak mematikan ponsel nya. Dia meletakkan ponsel nya di meja dan masuk ke ruangan bos nya menyampaikan pesan mami Miya tadi.
" Halo."
" Bagaimana Liam?"
" Bos saya berminat. Tapi untuk besok siang. Setelah makan siang. Saya akan mengirimkan alamat hotel nya."
" Baiklah. Saya tunggu TF uang muka ya Liam. Bye."
Panggilan itu pun terputus.
" Ada yang mau darling. Tapi tidak untuk malam ini. Dia mau nya besok siang ."
" Tapi saya butuh uang nya sekarang mi. Besok ibuk saya harus di operasi. Saya mohon bantu saya mi." Rengek Ariana memohon.
" Tenang darling. Mami akan membantu kamu. Mami akan kasi uang nya pada Lily untuk biaya operasi ibu kamu. Biar besok Lily yang akan menemani ibu kamu di rumah sakit. Kamu cukup di sini dengan mami. Mami akan mengajarkan kamu cara memuaskan pelanggan. Apalagi itu pelanggan pertama kamu adalah orang yang sangat berpengaruh di Jakarta ini." Ucap Mami Miya memberi sedikit jalan ketenangan bagi Ariana.
" Baik mi. Saya mau. Asalkan ibuk saya bisa di operasi besok."
" Tentu darling. Mami akan selalu melakukan yang terbaik untuk semua girl mami. Sekarang Lily kamu bawa Ariana ke kamar nya. Dan mulai sekarang nama kamu bukan lagi Ariana. Cukup Ria saja." Perintah mami.
" Baik, mi." Jawab Lily.