Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Mendapatkan informasi dari Bimo bahwa bos dalam perjalanan, iwan menyiapkan anak buahnya berbaris menyambut bos alex.
Selang beberapa menit mobil Bimo dan rombongan pengawal tiba di halaman.
Turun dari mobil melangkah masuk dengan wajah datar, melewati barisan anak buah yang menunduk, tidak ada yang berani mengangkat kepala tanpa ada perintah.
"Selamat datang bos," ucap iwan menyambut bos mereka.
Tidak ada sahutan, pertanda bos mereka dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Dimana manusia keparat itu," tanya alex dengan wajah datar.
"Kami mengurung nya diruang bawah tanah bos, senjata sudah kami amankan bos,"ujar iwan, ia tahu senjata itu, baru akan lounching minggu depan.
"Perketat kemanan dan penjagaan, bila perlu tambah anggota," ujar alex, ia tidak mau ketedoran lagi seperti ini.
Pastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi" ucap nya lagi.
"Baik bos"
Ia menuju ruang bawah tanah dimana rudi penghianat itu berada.
Pintu terbuka dan tatapan tajam langsung ia layangkan untuk rudi,sedangkan yang ditatap seperti itu terlihat santai meremehkan alex melalui tatapan nya itu.
"Haha haha, Alexander smith... Senang bertemu denganmu...Kenapa anda gampang sekali ditipu seperti ini," tawa rudi meremehkan alex.
"Aku sudah mengetahui ini sejak lama, aku diam bukan berarti diam, tapi rupanya kamu betul-betul membangunkan singa yang telah lama tidur" ujarnya dengan sorot mata tajam, dan senyum mautnya.
Dengan tatapan mata tajamnya bak silet, ia menatap rudi, "beritahu bayan sampai kapanpun saya tidak pernah takut berurusan dengan nya,"
"dengan senang hati" Ia menganggap remeh lawannya siapa saat ini.
"Sepertinya akan indah sekali untuk bermain-main dengan mu sebelum aku mengembalikan mu pada tua bangka itu," ujar alex dengan seringa tipis dibibir, hampir tak terlihat, hanya dia yang tahu.
Tanpa diperintah iwan datang membawa beberapa alat akan sangat menyenangkan ketika ia bermain-main dengan salah satu dari alat itu.
"Pilihan ada padamu...sudah kukatakan, jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur, jika tidak siap menanggung resiko," ujar alex
Haha haha... rupanya kamu tidak mau memilih, biarkan aku memilih untukmu," tawa alex terdengar mematikan
Ia mengambil tongkat fisboll mengayun nya ke udara.
sedangkan rudi sudah keringat dingin melihat tongkat fisboll yang dipegang alex.
"jika bayan membutuhkanmu,maka biarkah dia datang untuk menyelamatkanmu," ujar alex
Ia tahu betul watak bayan pria tua itu.
mengangkat fisboll memukul tubuh rudi yang terikat di kursi.
"aahhhh,aaaahh" teriak rudi menahan rasa sakit.
"ini baru permulaan untukmu...dimana tawa bahagia yang tadi" sindir alex padanya
BUUUK!
BUUUK!
BUUUK!
"Akhhh aaakhhhh" teriak rudi ketika merasakan salah satu tulang rusuknya patah karena pukulan alex, darah segar keluar dari mulutnya.
Melihat yang bersifat darah adalah kepuasan tersendiri untuk alex, mengambil fisboll memukul rudi hingga bonyok babak belur, dipastikan Tulang-tulang patah, itu akan membuat nya tidak bisa berdiri dengan normal. Alex tahu cara melumpuhkan lawan di tempat-tempat yang fatal.
Nafas rudi Ngos-ngosan, darah membanjiri baju yang ia kenakan, setiap pukulan menghasilkan cipratan darah yang mengenakan wajah dan bajunya.
"Mati saja kau keparat, setan Lucifer akan dengan senang hati menyambut mu dineraka," ujar alex dengan wajah bringas.
dengan terbatuk rudi membuka matanya perlahan,mengumpulkan kekuatan untuk mengatakan suatu hal.
"Alex...em-emosi terlalu menguasai di-dirimu, hingga apa yang kau cari sekian lama tid- tidak pernah kau temukan," ujar rudi dengan terbata-bata, suaranya hampir tidak terdengar, namun ketajaman pendengaran dari alex yang sangat tajam,ia mendengar semua.
" Apa maksud mu," Mengerutkan keningnya mendengar ucapan rudi.
Katakan apa maksud mu" bentak alex
"Haha haha, rupanya kamu belum juga mengerti" tawa rudi terdengar sinis.
Dimana semua kekuasaan yang sering kau gunakan...Setahuku kau orang paling cepat dalam hal mencari informasi, namun mengapa orangtuamu tidak pernah kau temukan keberadaan mereka," ujar rudi lagi
cairan bening menganak dipelupuk mata alex siap untuk tumpah, ia mengalihkan mengalihkan wajahnya kesamping agar tidak ada yang tahu ia meneteskan air mata, jika itu mengenai kedua orang tuanya, ia paling rapuh.
"Akhhhhhh" Teriak alex mengambil pistol dibalik jasnya dan menembakkan nya tepat didahi rudi.
DOR!
satu kali tembakan Melubangi dahi rudi, ia tewas di tempat.
Alex berbalik meneteskan air mata kembali ketika mengingat kedua orang tuanya.
Teriakan dan tembakan berasal dari bawah tanah terdengar oleh anak buahnya, mereka sudah tahu apa yang dilakukan oleh alex disana.
Alex keluar dari ruang bahwa tanah dengan baju penuh darah dengan tongkat fisboll masih ditangan.
"Bereskan mayat itu, jangan sampai meninggalkan jejek, kirimkan mayat itu ke markas bayan," Perintah alex.
"siap bos"
***
Karena belum bisa tidur, Leonor keluar kamar mengelilingi mansion itu dimalam hari, ternyata sangat indah,walapun udara malam ini sangat dingin.
Ia berdiri di halaman depan mengedarkan pandang nya ke pos keamanan, terdapat beberapa anak buah alex yang berjaga malam.
Mempunyai ide, ia menghampiri pos keamanan dan bertanya.
Seketika ia takut melihat gestur tubuh anak buah alex yang besar dan kekar, memberanikan diri untuk bertanya, toh tidak akan matinjuga hanya dengan bertanya.
"Bapa-bapa ini sudah makan dengan minum belum?" tanya Leonor dengan mengumpulkan keberanian.
Anak buah alex saling menatap satu sama lain, kembali menatap Leonor, tidak ada suara.
"Tuan-tuan jangan takut, saya pelayan baru di mansion ini" ucap Leonor.
Helaan nafas lega terdengar dari anak buah alex.
"Belum...kenapa berkeliaran diluar mansion di tengah malam seperti ini.. bos alex tidak menyukai ada pelayanan berkeliaran diluar rumah nona, alangkah baiknya nona masuk beristirahat, sebentar lagi bos akan pulang" jelas salah satu anak buah alex dengan suara sangarnya tegas.
'Tahu seperti ini aku memilih untuk tidak kesini' batin Leonor.
Berniat mengurungkan niat, tapi apa salah nya mencoba, toh tidak akan langsung mati hanya dengan berbicara.
" Aku dengan buk ina memasak banyak tadi, mau dibuang tapi sayang masih banyak, kalau bapak-bapak tidak keberatan aku akan mengantarkan nya kesini" tanya Leonor pelan.
Anggukan kepala dari salah satu anak buah alex menerbitkan sebuah senyuman begitu manis.
Anak buah alex menjadi salah tingkah melihat Leonor.
"Baiklah nona, silahkan" Baru kali ini ada yang mau mengantarkan makanan ke pos keamanan milik alex, seumur-umur belum pernah ada. Apalagi yang masakin cantik seperti itu,mana ada yang mau menolak.
Bergegas meninggalkan pos, kembali kedapur memanaskan kembali makanan yang ada, menatanya didalam talenan, jangan lupa ia juga membuat kan kopi.
"Silahkan dinikmati bapak-bapak" Senyum Leonor sangat cantik membuat beberapa penjaga jadi salah tingkah.
Percayalah jika terus menerus seperti ini dipastikan jantung mereka tidak aman.
Masih berjalan mengelilingi rumah besar yang seakan tidak ada ujungnya.
'Ini orang sekaya apa sampai rumah nya bisa sebesar ini' batin Leonor
lamunan nya dikagetkan dengan suara klakson mobil diluar pagar, menoleh melihat tuan rumah ini telah pulang dan sekarang hampir jam 10 malam.
hendak melangkah untuk kembali, langkahnya terhenti mendengar suara Briton menghentikannya.
"Berhenti" ucap alex
***bersambung***
Support terus author untuk semangat upny
Jangan lupa like komen, dan tinggalkan jejek kalian agar author tambah semangat.
makasih thorr cerita mu sgt bagus