NovelToon NovelToon
Jadi Budak Karena Hutang

Jadi Budak Karena Hutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Paksa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arish_girl

Fitri terpaksa bersedia ikut tuan Tama sebagai jaminan hutang kedua orang tuanya yang tak mampu mwmbayar 100 juta. Dia rela meski bandit tua itu membawanya ke kota asalkan kedua orang tuanya terbebas dari jeratan hutang, dan bahkan pak Hasan di berikan uang lebih dari nominal hutang yang di pinjam, jika mereka bersedia menyerahkan Fitri kepada sang tuan tanah, si bandit tua yang beristri tiga. apakah Fitri di bawa ke kota untuk di jadikan istri yang ke 4 atau justru ada motif lain yang di inginkan oleh tuan Tama? yuk kepoin...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arish_girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"jangan tuan!!"

"kemana tuan?" tanya Fitri.

"ke kamar mandi."

"mau ngapain ke kamar mandi, tuan?" tanya Fitri dengan polosnya.

"sudah jangan banyak tanya. kamu ikut aja, cuma sebentar, kok!" kata Tio.

Tio menarik tangan Fitri untuk mengikutinya. sepertinya Tio sudah tak sabar untuk membawa Fitri segera ke kamar mandi. Begitu pula dengan Fitri, ia terlalu nurut saat tangannya di tarik Tio.

"eits... mau kemana?" Tiba-tiba Tasya mencekal lengan Fitri.

"pinjem dulu lah kak sebentar." kata Tio.

"gak bisa. Fitri gak boleh ke mana mana. Dia harus tetap di sini. Bentar lagi teman kakak bakal datang." Tasya ngotot, tak ingin Fitri kemana mana.

"yah kakak pelit sekali, cuma sebentar aja." Tio masih bersikeras.

"Tio, kau jangan bikin malu kakak. kakak tau apa maksud kamu." Tasya melotot ke arah Tio. Sang kakak paham betul apa yang di inginkan oleh Tio adiknya. "Dan kamu Fitri. jangan kemana mana, tanpa ijin dari aku."

"iya nyonya." sahut Fitri patuh.

"kakak pelit!" akhirnya Tio melepaskan tangan Fitri dan pergi.

Tak lama setelah itu, Tiga teman Tasya pun datang. Mereka tampak sosialita sekali, rapi dan elegant. sudah jelas sekali kalau mereka memang wanita dari kalangan istri Sultan.

"Hai sist..!!" Tasya menyambut kedatangan ketiga temannya dengan cipika cipiki.

"Hai juga, sama siapa lagi itu?" tanya Salah satu dari teman Tasya.

"oh iya, kenalin. Dia namanya Fitri. Asisten baru aku lah, biasa... mas Tama terlalu manjain aku dan tak ingin aku repot kalau kemana mana gak ada yang bantuin." kata Tasya dengan memamerkan keromantisan dan perhatian dari suaminya.

"wah hebat kamu, Tasya. Gak rugi kayaknya kamu menikahi akik akik. Tapi ujung ujungnya benar benar di jadikan ratu olehnya." sahut yang lain.

"iya dong. oh iya, aku bawain kalian oleh oleh." kata Tasya. "hey jongos kesayanganku..! ayoo keluarin paperback yang berwarna kuning itu dan bawa kemari!" Tasya melambai ke arah Fitri dan meminta membawakan tas yang berwarna kuning.

"iya nyonya!" sahut Fitri, dengan segera Fitrie mendekati dan memberikan apa yang majikannya minta.

"wah... apaan itu?" ketiga teman Tasya tampak berbinar saat melihat paperback itu.

"tara....!!" Tasya membuka isi tas tersebut yang ternyata beberapa buah bros cantik berwarna biru yang berkilau. "Ambillah, satu satu untuk kalian!"

"wah keren. Brosnya cantik sekali..." kata ketiga teman Tasya tampak kegirangan.

"pasti ini harganya mahal." kata salah satu temannya.

"tentu lah, itu Tujuh juta untuk harga satu bros. Kalian bisa memilikinya." kata Tasya dengan sombongnya.

"hah.. satu bros harga tujuh juta?" Fitri yang mendengar obrolan dari majikannya ternganga. Harga yang sangat fantastik bagi Fitri. Akan tetapi sang majikannya justru malah memberikan bros mahal itu dengan cuma cuma. Fitri hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan orang kaya yang selalu menghambur hamburkan uang.

"sist Tasya, kamu memang benar-benar istri Sultan. Gak rugi lah kamu mendapatkan suami kaya raya." kata Teman Tasya memuji.

Tasya merasa senang di saat ketiga temannya memuji kenyamanan hidup Tasya.

"Untuk pertemuan selanjutnya, kita lihat saja, apa yang akan aku bawa untuk kalian." kata Tasya.

"wah... jadi penasaran kita." sahut yang lain.

"eh sist.. ngomong ngomong, aku denger katanya suami kamu lagi berusaha cari penerus kekayaannya, apa itu benar? kalau memang iya, kenapa gak kamu aja yang melahirkan pewaris buat dia? kan lumayan, hidup dan masa depan kamu akan terjamin." ocehan teman teman Tasya.

"ya sebenarnya aku juga ingin, sih. Tapi, kurasa itu tidak perlu. aku tidak mau merusak penampilan badan aku dengan cara hamil dan melahirkan. Aku cuma mau bersenang-senang dengan harta dan kekayaan kakek Tua itu aja." sahut Tasya.

Fitri yang mendengar itu semua terbelalak kaget. Tak menyangka jika sebenarnya sifat dari istri ketiga majikannya ini benar-benar di luar dugaan. Tapi, Fitri hanya bisa diam, ia tak mau terlalu ikut campur dengan urusan majikannya.

"iya juga, sih. Selagi istri yang lain tidak bisa memberikan keturunan, maka posisi kamu aman aman saja, iya kan?" kata yang lain.

"nah betul itu. Dan aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi." sahut Tasya dengan seringai lebar.

entah sudah berapa lama Tasya dan teman-temannya ngobrol, hingga akhirnya mereka pun akan kembali pulang.

"hey jongos! mana Tio? kenapa dia belum kembali?" tanya Tasya saat menyadari adiknya belum terlihat.

"tidak tau nyonya." sahut Fitri.

"uh, bikin repot aja tuh anak." gerutu Tasya sembari mengambil ponsel untuk menghubungi Tio. "Tip dimana kamu? kakak sudah mau pulang. cepetan kemari!" pekik Tanya kesal.

Tak butuh waktu lama, akhirnya Tio pun datang dengan wajahnya yang datar. Masih menyembunyikan rasa kesal pada sang kakak, karena keinginannya masih belum tercapai.

"ayoo pulang!" kata Tasya.

Tak banyak bicara, akhirnya Tio membawa mereka pulang.

sesampainya di rumah, Fitri langsung kembali ke dapur untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.

"nduk! di ajak kemana sama Nyonya Tasya?" tanya mbok Lastri.

"jalan jalan ke mall, mbok." sahut Fitri.

"sama mas Tio juga?"

"iya, mbok." sahut Fitri.

"nduk, kalau ada mas Tio, kamu harus hati jati ya? dia itu bukan orang yang baik. Jangan mau jika dia ngajakin kamu ke tempat yang sepi. Ingat, kamu itu perempuan, apalagi kamu mash sangat muda. Bisa saja mas Tio akan berbuat tidak senonoh sama kamu." Bu Lastri menasehati Fitri.

"iya mbok, makasih udah ngingetin Fitri." sahut Fitri.

"ya sudah, kamu istirahat sana. kamu pasti capek. baru sehari kamu datang, sudah di sibukkan banyak pekerjaan.

Namun begitu Fitri hendak ke kamar belakang, ada Arumi (istri pertama Tuan Tama) memanggilnya. "hey, kamu Fitri! kemarilah!"

"iya nyonya." sahut Fitri.

"kamu sudah memastikan Devan cucu saya sudah makan?" tanya Arumi dengan lembut namun penuh ketegasan. Ya, di antara ketiga istri Wiratama, hanya Arumi lah yang karakternya lembut dan penyayang. Usianya dua tahunan di bawah usia kakek Tama.

"belum nyonya. Saya baru di ajak keluar oleh nyonya Tasya." sahut Fitri.

"ya sudah, sekarang kamu bawakan makan siang buat Devan. Pastikan kamu benar-benar melihat Devan makan, dan meminum obatnya," kata Arumi. Ada raut kecemasan di wajah Arumi.

"baik nyonya!" sahut Fitri.

Akhirnya meksipun lelah, Fitri kembali ke dapur untuk mengambil makanan tuan Devan.

"permisi tuan!" kata Fitri ketika sudah di depan kamar Devan.

Tak ada sahutan, akhirnya Fitri masuk saja. Saat masuk ke dalam kamar, itu, Fitri terbelalak kaget saat mendapati tuanya.

"Astaghfirullah, Jangan tuan Devan! jangan...!! istighfar... Istighfar...!" Teriak Fitri.

1
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
bukan hamil tapi mual ngebayangin malam pertama ketemu yang kisut😂
mince
terlalu pusing terus muntah
Galih Galvin
bagus Thor ceritanya tp masa iya harus nikah sama pak tua gak seru Thor
Akhmad Soimun: malah jadinya seru Kak,bikin penasaran bgt.. ini tuh si Fitri dibuat nggak bisa menjelaskan ke siapapun..jdi kita yg baca makin penasaran kira² kejadian apa yg bikin Fitri nggak jd istri Kakek Wira😃❤️❤️
Arish_girl: di simak aja kaka, pasti nanti akan seru
total 2 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
kenapa gak jujur aja Fitri biar tuh aki2 ga jadi nikahin kamu
mince
semoga fitri gak jadi menikah sama juragan wira
Arish_girl: iya kaka
total 1 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
astaga tuh kakek tua kapan ngacanya ya. cari istri ko ABG🙄
Yani Aulia
lanjut...mkin seru
Galih Galvin
dari pada Fitri nikah sama pak tua mending Fitri nikah sama cucunya yang lumpuh itu Thor
Akhmad Soimun
Fitri itu bwt cucu Anda Kakek, Anda gak pantas di bilang baik karna matanya terlalu jelalatan
mince: fitri jangan sampai menikah dg juragan tama mendingan sama devan aja yg seumuran biarpun lumpuh kan masih bisa srmbuh
total 1 replies
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
bagus ceritanya
Yani Aulia
ayooo lnjutt,seru. semangat
Ibrahim Efendi
sejauh ini, saya suka ceritanya. gak bertele-tele dan gak mendramatisir yang gak perlu. alur cerita mengalir normal. pemilihan kata/bahasa juga cukup baik.
mince
lanjut kak ceritanya bagus
Arish_girl
bagaimana karya ini menurut pendapat anda? silakan tinggalkan jejak di kolom komentar dan bagikan ulasan anda agar author tambah semangat dalam berkarya. Jangan lupa rekomendasikan karya ini pada orang lain
mince: karyanya bagus kak
total 1 replies
Yani Aulia
semangat kk
Yani Aulia
ya
Yani Aulia
lanjutkan
Yani Aulia
ayoo
Yani Aulia
kasihan
Yani Aulia
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!