NovelToon NovelToon
Harga Diri Yang Tergadaikan

Harga Diri Yang Tergadaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: dewidewie

Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.

Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.

Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.

Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.

Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".

Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 6

Hari ini Nabila datang ke pabrik agak terlambat karena harus memeriksakan jantungnya yang akhir akhir ini sering kambuh.

Nabila berjalan memasuki ruangan dokter Hendra, seorang dokter tampan yang merupakan kakak kelas Nabila sewaktu masih di SMA.

" Duduk Bil? Kenapa? Jantungmu sering kambuh ya belakangan ini? Makanya jaga mood kamu, dan jangan kecapaian" Ucap Dokter Hendra sambil memeriksa detak jantung Nabila dengan stetoskopnya.

" Kak, apa aku masih bisa sembuh ya? "

" Tergantung Bil, kalau kamu tidak membantahku dan ikuti semua anjuranku kamu masih bisa sembuh tanpa harus cangkok jantung"

Hendra membantu Nabila untuk duduk kemudian berjalan ke arah mejanya untuk mengambil kertas resep. Dan pada saat itu Hendra menatap Nabila yang menunduk sambil meremas jemarinya.

Hendra berjalan kembali mendekati Nabila yang duduk penuh kesedihan " Aku tahu Bil, kamu harus bekerja menghidupi kedua adik kamu. Tapi kamu juga harus pikirkan keadaanmu".

Nabila mengangguk tanpa mengangkat kepalanya karena buliran air mata sudah menggenang di kedua sudut netranya.

Hendra mengusap punggung Nabila, gadis cantik yang sudah dia anggap adiknya sendiri " Kamu harus sabar Bil, aku akan selalu membantumu apapun yang kamu butuhkan. Jangan sungkan aku sudah menganggapmu adikku sendiri ".

Dret

Tiba tiba suara ponsel Nabila mengagetkan keduanya.

" Maaf kak Hendra, ada panggilan untuk Nabila, Nabila angkat dulu ya"

Hendra pun tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan ke arah kursinya dan menulis resep obat untuk Nabila.

(Hei kamu gak masuk hari ini Bil, apa keadaanmu parah?)

" Is, senang ya kalau aku sakit parah "

( Ya enggak gitu Bil, aku sebagai teman dan partner kerja kamu ya harus sedikit perhatian dong sama keadaanmu)

" Lagi pula kamu mendapatkan nomer hpku darimana sih! "

( Ah itu gak penting, yang jelas kamu sekarang bagaimana? karena semua teman teman kamu menanyakan keadaanmu! Aku capek jawabnya tau)

" Astaga Erick tega banget sih. Ya udah bilang saja aku gak apa apa sekarang aku sedang dalam perjalanan ke pabrik. Lagi pula aku sudah minta ijin sama kak Emma kalau terlambat masuk kerja"

( Baiklah)

Dan telpon pun terputus.

Hendra menatap Nabila dengan mengangkat kedua alisnya.

Nabila tak memperdulikan Hendra dan duduk di kursi yang disediakan untuk pasien yang berada tepat di hadapannya sambil melihat lihat ponselnya yang ternyata banyak pesan masuk dari teman temannya yang hanya sekedar menanyakan keadaannya.

" Sudah main hpnya? Sekarang perhatikan dokter ya? " Ucap Hendra yang mengagetkan Nabila kemudian menatap Hendra dengan senyumnya " Maaf kak".

Hendra pun menjelaskan semua pantangan pantangan dan hal hal yang tidak boleh Nabila lakukan demi kesembuhan jantungnya.

" Pokoknya kamu ikuti saja apa yang kakak sarankan Bil. Karena kalau sampai terjadi sesuatu dengan jantung kamu, kamu sendiri yang akan merasakannya. Dan ingat untuk menjaga debaran jantungmu agar selalu kondusif dan sering seringlah mengontrol emosi dan perasaanmu. Pahamkan maksudku? "

Nabila pun mengangguk " Iya kak aku paham. Aku harus bayar berapa ya kak? ".

Hendra melotot tajam " Eh sudah banyak uang sekarang ya? Pake tanya lagi ya biasanya bagaimana Nabila? "

Nabila pun tersenyum " Ya kali aja kak, karena kak Hendra sudah sering membantu Nabila ".

" Kenapa memangnya, kamu malu tiap ke sini gak pernah bayar? "

" Iya dong kak, Nabila ngerepotin kak Hendra terus"

Hendra terkekeh kemudian menabok pundak Nabila " Pakai malu seperti sama siapa kamu Bil, sudah sana pergi. Ingat pesanku ya ".

Nabila pun tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan meninggalkan ruangan dokter tampan itu.

🌷

🌷

🌷

Perusahaan Mondelez Group merupakan perusahaan raksasa yang bergerak di beberapa bidang. Mulai dari bidang bursa saham, tekstil, kosmetik dan yang terbaru saat ini mulai merambah dunia properti yang sedang dikembangkan oleh Erlando Mondelez.

Erlan memegang perusahaan Mondelez 2 yang bergerak di bidang tekstil dan yang terbaru di bidang properti.

Sedangkan Mondelez 3 di bidang kosmetik di pegang oleh Rima dan Reno.

Pak William sendiri sebagai presiden tertinggi di Mondelez Group memegang beberapa perusahaan Mondelez di luar negeri yang bergerak di bidang Bursa saham.

Ericko Frederick Mondelez atau biasa dikenal dengan Erick Mondelez adalah anak bungsu yang menjadi harapan William untuk meneruskan Bursa saham di Eropa. Tapi kenyataannya Erick justru terjerumus pada pergaulan yang kurang sehat.

Bruks

Sebuah benda jatuh tepat di depan Erick, yang tadinya melamun menjadi tersentak karena suara tersebut.

Erick pun mendongak dan menatap siapa yang berada tepat di depannya " Nabila, kapan kamu sampai? ".

" Dari tadi Rick, kamu sih melamun terus. Gak tahu kan aku datang dari tadi".

" Oh, oke "

Nabila menatap lekat rekan kerjanya itu

 " Erick, kamu kenapa? ".

Erick pun menggeleng " Tidak, memangnya kenapa? "

Nabila nampak berpikir dengan tatapan terus tertuju pada wajah Erick yang nampak lesu dan kurang bersemangat. Kemudian Nabila mengambil kursi dan duduk di samping Erick.

" Kamu kenapa sih Rick, apa ada masalah lagi di keluargamu? "

" Enggak Bil, aku kangen saja sama mereka "

Nabila pun terkekeh " Masasih seorang Erick bisa kangen juga pada keluarganya ".

Erick menatap Nabila dengan kesal " Eh kamu kira aku tidak punya perasaan. Coba saja kalau aku masih bersama mereka pasti gak akan seperti ini. Mana perut lapar dari kemarin belum makan, gak ada uang sama sekali".

Nabila kembali melotot tajam " Astaga Erick, jadi kamu kangen mereka karena ingin makan".

" Ya terus, kalau bersama mereka kan gak perlu mikirin makan setiap hari".

Nabila menepuk jidatnya " Jadi kamu lapar, baiklah ayo ikut aku ".

Nabila beranjak dan meraih pergelangan tangan Erick kemudian membawanya melangkah meninggalkan gudang menuju kantin yang berada di halaman belakang pabrik tekstil tersebut.

Tak butuh waktu lama semangkuk bakso sudah hadir di hadapan mereka setelah mereka masuk ke dalam kantin dan duduk untuk memesan makanan.

Erick sangat berbinar melihat semangkuk bakso yang terlihat sangat lezat sudah siap mengganjal perutnya. Dia pun tersenyum lebar dan segera melahap sesuap demi sesuap bakso tersebut.

" Ehmmm sungguh nikmat, baru kali ini aku makan senikmat ini. Bil kamu gak makan? " Ucap Erick dengan mulut penuh makanan.

Nabila menggeleng sambil tertawa kecil melihat ulah Erick yang sedang makan.

" Bil, boleh tambah lagi? "

" Boleh Rick silahkan nanti aku yang bayarin ".

" Benarkah? Bang bang, aku tambah ya? O iya ini namanya apa ya kok enak ya? "

Nabila pun melotot tajam " Ini bakso Erick, memangnya kamu gak pernah makan bakso?"

Erick pun menggeleng perlahan sambil terus mengunyah.

"Astaga malang sekali nasibmu Erick, aku kira hidupku sudah susah ternyata hidupmu jauh lebih menyedihkan, bakso saja gak pernah makan padahal ini makanan enak dan paling murah" Gumam Nabila.

Erick terus melahab habis hingga dua porsi bakso daging yang sangat lezat.

" Akhirnya kenyang juga, terimakasih ya Bil"

" Eh tapi beneran kamu gak pernah makan bakso? "

Erick pun menggeleng.

( Karena dari kecil memang hidupnya bak seorang pangeran putra mahkota yang tidak sembarangan makanan bisa masuk dalam keluarganya. Apalagi setelah remaja Erick pindah ke Eropa hingga dewasa. Jadi tidak tahu sama sekali budaya dan tradisi di Indonesia termasuk dengan makanan khas daerah )

1
Widia Ningsih
konyol yaa ....masa di tangga/Facepalm/
dewidewie: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
lanjut dong kak../Smile/
Nazefa
wah, Wiliam kebablasan ini../Joyful//Joyful/
Nazefa
pasti hati Erick sangat hancur sekarang../Sob//Sob/
Nazefa
ya ampun, berarti selama ini Rima tidak benar-benar ikhlas../Grimace/
F.T Zira
ish..ini sih modusss😏😏😏
F.T Zira
ngakak aku bacanya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira
sepertinya ada kata yg kurang/CoolGuy//CoolGuy/
dewidewie: heeh kak, kurang nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Selalu pas adegan begini pasti dipertontonkan 🙈🙈🙈🙈
Zhu Yun💫
Waduh apanya yang mengunci nih, atasnya apa bawahnya 🙈🙈🙈🙈
dewidewie: jiahhhhhh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mamah dini
cari kes
Nazefa
Si Erland, situasi lagi tegang dan serius gitu malah menegangkan sesuatu yang lain😭
dewidewie: apaan tuh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
semakin menegangkan.. lanjut thor.../Determined/
Nazefa
pas ini Nabila sakit jantungnya.. sayang nggak ada Erick../Curse//Curse/
Nazefa
waduh... kenapa bisa tiba-tiba kecelakaan terus meninggal. apa aku melewatkan satu bab tentang mereka?
dewidewie: enggak kak nanti penjelasan di bab selanjutnya ada flashback nya
total 1 replies
Nazefa
sayang sekali, Kania yang masih SMA harus melakukan semua ini../Cry//Cry/
dewidewie: itulah kenakalan remaja kak yang perlu diwaspadai
total 1 replies
Nazefa
Udah, nggak usah pura-pura.. /Joyful//Joyful/
Nazefa
wah, sudah terlihat ini alurnya ke mana... pasti itu anu anu../Smirk//Smirk/
Nazefa
jadi curiga../Chuckle/
Nazefa
nah kan, kena batunya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!